
"Vit.... Vitto....!" Teriak Vino yang langsung membuyarkan lamunan Vitto.
"Eh iya... Kenapa kau berteriak???" Tanya Vitto.
"Kenapa kau malah melamun??? Tadi aku bertanya bagaimana jika Rana hamil dan anak kecil itu ingin memberitahuku bahwa dia adalah anakku dan Rana...!"
"Kau memang konyol sekali, dan brengs*k...! Kau berhubungan bad*n dengan Rana, memaksanya padahal dia menolak dan tidak siap, kau melakukan itu dengan paksaan tanpa mau mendengarkan jeritan dan tangisan kesakitannya, lalu sekrang bertanya tentang mimpimu yang konyol itu, dan bertanya padaku bagaimana jika sebenarnya Rana Hamil...???" Vitto tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya, dan memandang adiknya dengan tatapan mencela.
"Sekarang aku tanya padamu, jika benar Rana hamil??? Apa yang akan kau lakukan?? Kau sekarang saja akan menikah dengan kekasih dan cinta mati mu itu si Angel, sementara kau tidak ingin dia tahu tentang apa yang sudah kau lakukan pada Rana, coba katakan padaku apa yang akan kau lakukan pada Rana, jika seandainya dia memang hamil karena perbuatan bejatmu itu???" Tanya Vitto.
Vino terdiam sesaat dan tampak berpikir. "Aku tidak tahu...!" Gumam Vino kemudian.
Vitto terkekeh. "Jika kau tidak tahu, lalu akan bagaimana kelanjutan persiapan pernikahanmu dengan Angel???"
"Aku akan melanjutkannya...!" Jawab Vino lagi.
"Ya sudah...! Mau Rana hamil atau tidak, itu tidak akan mengubah apapun yang ada di drimu kan??? Lalu kenapa sekarang kau terlihat bingung dan khawatir... Aneh...!"
"Jika benar Rana hamil anakku, aku akan bertanggung jawab...!"
__ADS_1
"Dengan cara apa kau akan bertanggung jawab terhadapnya??? Kau akan menikahinya lagi? Atau kau akan mengajaknya pulang ke rumahmu, atau mungkin kau akan merebut bayinya dan mencampakkan ibunya lagi seperti yang kau lakukan kemarin??? Dan membesarkan bayi itu dengan istri tercintamu Angel, Mana yang akan kau lakukan???" Tanya Vitto lagi, dia terus mencoba menahan emosinya pada Vino, dan penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh adiknya itu.
Vino menggeleng. "Tidak salah satu dari itu, bentuk pertanggung jawabanku adalah aku akan memberikan uang bulanan pada Rana untuk keperluan bayinya...!"
Vitto tersenyum miring dan membuang muka, mencela sikap yang ingin di ambil oleh Vino. "Lalu apa kau pikir Rana mau menerima uang darimu untuk keperluan bayinya? Mengingat betapa kejamnya dirimu padanya dulu...!"
"Ya... Ya... Ya... Aku tahu itu Vit... Aku kan hanya menduga takut dia hamil saja...!"
Vitto kembali tersenyum. "Kau bermimpi bertemu Rana dan itu membuatmu takut dengan kesalahan yang sudah kau tinggalkan padanya, hanya karena sebuah mimpi dan kau tidak pernah membayangkan penderitaan apa yang harus di pikulnya selama menikah denganmu dan setelah kalian berpisah.." Ujar Vitto dan kembali menatap Vino dengan tatapan tajam dan dia harus membuat Vino todak lagi memikirkan mengenai Rana.
"Kau pasti tahu bahwa Rana sudah pergi memulai hidupnya lagi, menjauhimu dan kehidupanmu, dia pergi tidak membawa atau meminta apapun darimu ataupun Papa, juga menolak bantuan Papa mengenai tempat usaha dan rumahnya yang sudah kau hancurkan, dia ingin hidup nyaman setelah semua yang terjadi, dan Jika dia hamil pasti dia akan memberitahumu atau memberitahu Papa sebelum pergi tetapi sampai sekarang tidak ada apapun yang sedang terjadi, artinya Rana tidak hamil dan kau bisa tenang, dia juga bisa tenang tanpa bermasalah denganmu.. Jadi lupakan tentang mimpimu itu dan fokus saja dengan persiapan pernikahanmu...!"
Vitto menggeleng. "Aku rasa Rana memang ingin menjauh dari semuanya, jadi dia tidak memberitahu siapapun mengenai kemana dia akan tinggal dan pergi!"
Vitto kemudian menjelaskan pada Vino bahwa lebih baik Vino tidak lagi berurusan dengan Rana dan memberi perempuan itu ruang untuk dirinya sendiri. Rana sudah cukup menderita selama ini dan kehadiran Vino di hidupnya pasti nanti akan merusak perasaan dan hatinya jadi alangkah lebih baiknya Vino juga tidak mengusiknya.
Vitto mengatakan bahwa Papanya juga pernah memberi tahunya bahwa sebelum pergi, Rana tidak mau menerima sepeser pun uang ganti rugi dari Bakery nya yang terbakar juga rumah yang sudah di sewakan oleh Vino. Rana mengatakan pada Papanya bahwa dia masih memiliki tabungan untuk memulai hidup barunya, dan itu cukup, jadi dia tidak mau menerima uang sama sekali. Setelah itu Rana pergi entah kemana dan sampai saat ini mungkin Papanya juga tidak mengetahui keberadaan Rana dimana. Vitto kembali meminta pada Vino untuk tidak terlalu berlebihan memikirkan tentang mimpinya, itu hanya mimpi dan bunga tidur, jadi tidak perlu terlalu dipikirkan. Membiarkan Rana bahagia dengan kehidupannya sekarang itu akan lebih baim dan Vino juga bisa berbahagia dengan hidupnya sendiri. Penderitaan yang di alami Rana kemarin sudah cukup, perempuan yang tidak berdosa itu sudah terlalu menderita dengan apa yang sudah di lakukan oleh Vino, alangkah lebih baiknya Rana sekarang bisa berbahagia apapun keadaannya.
"Vit, please jangan ceritakan ini pada Papa ataupun Angel serta orang lain, ini jadi rahasia kita saja.... Please...!" Pinta Vino.
__ADS_1
"Iya ya... Tenang saja... Tapi aku tidak bisa menjamin bahwa mungkin saja Rana sendiri yang akan speak up mengenai apa yang kau lakukan padanya... Hahahah..!" Vitto tertawa tetapi menlanjutkan lagi ucapannya.
"Oh iya Vin....! Aku punya kabar baru tentang Jason...!" Gumam Vitto untuk mengalihkan perhatian Vino dari pembahasan.mengenai Rana.
"Jason??? Kabar apa???" Tanya Vino.
Vitto kemudian menjelaskan jika tadi malam dia mendapat kabar dari anak buahnya mengenai Jason yang meninggalkan rumah yang di huni oleh Mama mereka. Jason pergi saat tengah malam. Anak buahnya pun.langsung mengikutinya dan ternyata Jason pergi ke airport, Jason sepertinya memilih untuk pergi sementara meninggalkan Mama mereka. Itu pasti jadi salah satu cara mereka berpisah dan juga menghindari permasalahan yang terjadi saat ini.
"Lalu dia kembali lagi ke luar negeri??? Ke negara mana dia pergi???" Tanya Vino lagi.
"Tidak...! Bukan ke luar negeri, dia membeli tiket untuk ke Semarang pagi tadi, tetapi anak buahku masih mengikutinya, dan mereka bilang saat ini Si Brengs*k itu pergi ke arah luar kota Semarang, entah kemana lagi dia akan pergi dan untuk apa..! Aku meminta mereka untuk terus mengikutinya..!"
"Rencana apa lagi yang sedang mereka atur, sudah seperti ini dan mereka masih saja bertingkah...!" Gerutu Vino.
"Aku berharap mereka dapatkan sesuatu lagi tentang Jason...!"
"Apa mungkin menurutmu Jason sengaja meninggalkan Mama sendirian karena masalah kemarin...???" Tanya Vino lagi.
"Bisa jadi, tapi itu juga masih perlu penyelidikan lebih jauh lagi... Aku juga masih menyuruh yang lainnya untuk mengawasi Mama yang sepertinya masih bertahan di rumah itu...!" Ujar Vitto.
__ADS_1
Vino mengangguk dan menyerahkan semuanya pada Vitto lalu meminta kakaknya itu agar terus mengupdate segala tentang Mamanya dan juga Jason. Vino kemudian keluar dari ruangan Vitto.