
"Jadi kapan rencana mu akan pulang???" Tanya Vino.
"Sesuai jadwal, tetapi waktuku disini yang akan aku kurangi, aku harus ke Paris untuk menemui Tante Anne... Dan mengenai pengobatan Papa, kita akan cari rumah sakit yang bagus di Zurich... "
"Oke... Nanti kau urus semua nya disana, aku masih memerintahkan mereka untuk terus mengawasi Reino..."
Vitto mengangguk. "Oke... Kau tenang saja.... Lalu bagaimana kelanjutan tentang Clara dan Mama, aku juga jadi memikirkan hal itu..."
"Segera ceritakan pada Rana tentang hubunganmu dengan Clara dulu... "
"Sudah... Aku sudah memberitahu Rana semua nya... Sekarang hanya kelanjutannya saja... "
"Baguslah kalau kau sudah memberitahu nya... Hanya saja kita tidak bisa tahu apa yang mungkin mereka rencana kan, karena tidak ada pertemuan lagi diantara mereka berdua... Yang aku asumsikan bisa saja kedua nya hanya berkomunikasi by phone... Tetapi tetap terpantau dengan baik aktifitas mereka... aku berharap kita segera mendapatkan sesuatu dari penyelidikan ini, supaya bersiap... "
Vitto mendengus kesal. "Menyebalkan sekali orang-orang picik seperti mereka itu.... Jika negara kita bukan negara hukum, aku pasti akan membunuh mereka semua.... "
"Aku berharap segera mendapat informasi mengenai aset yang di maksud oleh Angel, aku yakin nilai nya masih cukup besar..... Jika kita bisa tahu tentu kita bisa menghentikan kegilaan ini... "
"Ya kau benar... Kita tunggu saja.... Setidaknya kita sudah berusaha untuk saat ini, mengenai hasilnya kita pasrah saja dan menunggu... " Ujar Vitto.
Ponsel Vino berbunyi. Salah satu anak buahnya yang dia tugas mengawasi Clara menghubungi nya. Vino menunjukkan layar ponsel nya pada Vitto sambil tersenyum. Jika di hubungi seperti ini artinya akan smada berita penting yang akan di sampaikan. Vino berharap itu berita bagus mengenai perkembangan penyelidikan Clara. Vino mengangkatnya serta mengaktifkan loud speaker nya agar Vitto juga bisa mendengar nya.
"Ya hallo.... " Ucap Vino.
"Hallo bos... Ada perkembangan bagus bos... Clara baru saja bertemu dengan Mama anda, dan ada yang mereka bahas mengenai acara pembukaan toko kue nona Rana istri Bos Vitto... "
__ADS_1
"Pembukaan toko kue Rana??? Apa yang mereka bahas mengenai itu???" Tanya Vino.
Orang itu pun menjelaskan semua nya dari awal sampai akhir mengenai pertemuan Clara dan Mama Vino dan Vitto. Dia mendengar semua nya dengan sangat jelas karena duduk di meja sebelah meja Clara. Kedua nya bertemu dan sarapan bersama di salah satu restoran.
"Oke... Bagus sekali info yang kau dapatkan... Vitto ada bersamaku dan dia sudah mendengar semua nya.. Tetap lakukan pekerjaan seperti biasa nya, ikuti Clara.. Laporkan apapun yang kalian lihat... " Ucap Vino.
"Siap bos... saya akhiri dulu... selamat Pagi dari sini... " Panggilan itupun di akhiri.
Vino dan Vitto saling bertatapan. Ternyata sesuatu akan di lakukan oleh Clara di acara pembukaan bakery Rana. Mereka tahu pembukaan itu akan di lakukan kapan dan jam berapa, karena memang promosi dan pengumuman sudah di buat sebelumnya. Dan acara itu tentu saja akan di hadiri oleh Vitto yang memang Vitto sebagai brand ambassador nya, dan di pastikan akan di hadiri oleh banyak orang.
"Bagaimana? mm Apa kau akan menunda nya???" Tanya Vino.
Vitto menggeleng. "Tentu saja tidak.... Tetap akan berjalan seperti seharusnya.... Bukan oerkara sulit membereskan Clara dan Mama, aku akan mengatasi mereka berdua nanti... " Jawab Vitto.
Vitto mamandangi Vino yang ada di depannya, adik nya itu sedang tersenyum melihat ke arah Arindah, Rana dan juga Naufal yang sedang bermain kejar-kejaran. Senyum tulus yang sudah lama tidak Vitto lihat dari wajah Vino. Adik nya seperti nya benar-benar bahagia setelah menikahi Arindah. Vitto pun masih tidak menyangka bahwa pernikahan yang mendadak itu justru membawa hal positif bagi pribadi Vino.
"Vin....??" Panggil Vitto.
"Ya....???" Vino menoleh menatap kakak nya.
"Sudah sejauh apa hubunganmu dengan Arindah????" Tanya Vitto.
Vino mengernyit. "Maksudnya????"
"Ya hubungan kalian berdua??? Kau terlihat sangat menyukai nya"
__ADS_1
"Dia melakukan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik, aku sangat menyukai nya juga pribadi nya... "
"Apa kau sudah mengungkapkan perasaanmu???" Tanya Vitto lagi.
"Mengungkapkan perasaan???"
"Iya lah.... Apa kau sudah mengatakan jika kau mencintai nya??? Atau kau tidak bisa hidup tanpa nya... Sudah kau katakan???"
Vino menggelengkan kepala nya. Itu tidak pernah ada di pikiran nya, dia hanya mengagumi Arindah saja. "Aku belum bisa mencintai siapapun... Aku masih tidak mempercayai sebuah cinta setelah pengkhianatan Angel... Aku hanya merasa senang dan nyaman dengan Arindah... Dia ada saat aku membutuhkannya... Aku menyukai itu darinya... Lagipula kami baru dalam tahap pengenalan. dan usia pernikahan kami juga belum ada satu bulan... "
Vitto memalingkan wajahnya. "Lalu akan sampai kapan kau menggantungkan nya dalam pernikahan kalian??? Jika dia melakukan tugas nya sebagai seorang istri dengan baik, melayani mu dengan baik, lalu apa yang membuatmu belum bisa mencintai nya??? Dan menerima dia sepenuhnya sebagai istrimu???"
"Aku tidak tahu, dan aku sedang berusaha untuk melakukan nya... " Gumam Vino.
"Sampai kapan??? Apa sampai menunggu matahari terbit dari barat??? Kau tidak akan pernah bisa melupakan pengkhianatan yang di lakukan oleh Angel, selama nya itu akan terus membekas di hatimu... Jangan sampai Arindah merasa hanya di perlakukan sebagai pemuas hasratmu semata dan pelampiasan serta pengganti Angel...." Ujar Vitto.
"Dia berhak mendapatkan kedudukan nya sebagai seorang istri dengan sepenuhnya, mendapatkan cinta mu, selain pengakuan, kebahagiaan dan segala fasilitas yang kau berikan kepada nya... Kau akan dapat masalah besar jika sampai suatu saat Arindah mempertanyakan perasaanmu kepada nya, dan dia menganggap kau memang hanya memperalat nya untuk memenuhi kebutuhan biologis mu semata... Hati perempuan pasti akan hancur sekali jika sampai dia meluapkan seluruh isi hati nya mengenai kedudukannya sebagai seorang istri... Kau tidak ingin dia kembali dengan Reino, kau menjaga dia dari hal buruk yang mengancam nya, setidak nya jadikan itu alasan bahwa kau mencintai nya, membutuhkan dia untuk hidup bersamamu selama nya... " Imbuhnya lagi.
"Aku sangat membutuhkannya... Sangat membutuhkannya.. " Gumam Vino, dia menunduk menyadari setiap ucapan kakak nya.
"Kau sangat membutuhkan nya, itu yang baru saja kau katakan, lalu kenapa tidak coba kau memberinya hadiah yang dia inginkan, yaitu mengungkapkan bahwa kau sangat mencintai nya.... Dia sudah menunggu itu sejak lama keluar dari mulutmu... Aku sangat mengenalnya, cinta itu bahkan sampai saat ini sebenarnya masih tersimpan rapi di dalam relung hati nya, hanya saja dia selalu menahan diri, dan dulu pernikahannya dengan Reino juga hanya sebuah cara untuk melupakanmu sebagai cinta pertama nya, karena dia melihatmu bahagia bersama Angel, dia ingin membahagiakan hati nya sendiri, tetapi lagi-lagi terpatahkan oleh tingkah suami nya yang buruk menyakiti nya, padahal dia berharap banyak untuk bisa bahagia..." Ujar Vitto.
"Aku tahu.... Aku juga tidak akan mungkin menyakiti Arindah.. Aku sangat membutuhkannya..." Gumam Vino.
"Arindah selama ini berusaha terus berdiri meskipun hatinya sangat rapuh.... Dia hanya memiliki orang tua dan anak nya sebagai pegangan dan sandaran nya, sekarang ada dirimu, yang pasti akan jadi harapan baru nya untuk semakin kuat... Jangan sampai juga Reino memanfaatkan kesempatan itu untuk menghancurkan pernikahan kalian... Arindah akan semakin kuat bersama mu... Segera mantapkan hatimu, Arindah sudah menunggu kata cinta darimu... Jangan sampai kau mengalami penyesalan untuk kedua kali nya, menyia-nyiakan cinta dari seorang perempuan padamu... Kau sudah tahu rasanya saat Rana menolakmu kembali lagi bersama nya. Jangan sampai Arindah juga melakukan hal yang sama.. Sangat menyakitkan jika cinta seorang perempuan tidak berbalas... Apalagi kau tidak akan bisa mendapatkan perempuan sebaik dan setulus Arindah..."
__ADS_1