Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 15


__ADS_3

Keesokan harinya.....


Angel kembali datang ke kantor Vino, tentu saja dia sangat ingin tahu apa yang terjadi tadi malam dimana kekasihnya itu melamar Rana. Selain itu, Angel juga sudah sangat merindukan Vino dan ingin bercinta dengannya, sudah beberapa hari mereka tidak melakukannya dan Angel sudah sangat menginginkannya. Sampai di ruangan Vino, Angel langsung mendekati Vino yang sedang sibuk di kursi kerjanya.Angel duduk di atas kedua paha Vino dan menciumnya. Vino dengan cepat meresponnya dan membalas ciuman Angel, ini sudah biasa mereka lakukan. Vino tidak akan pernah bisa menolak pesona dari Angel, dan dia sangat merindukan perempuan ini.


Bibir keduanya saling bertautan dan saling mencecap rasa manisnya. Jemari Vino bergerak naik turun di lengan Angel sambil terus menikmati ciuman mereka. Jemari Vino kemudian beralih ke dada Angel dan memijat kedua aset milik kekasihnya itu dengan terus berciuman. Ini adalah hal biasa bagi keduanya, bahkan mereka juga sering bercinta di dalam ruangan ini. Tidak ada pembatas diantara keduanya, karena mereka bisa melakukannya di tempat mana pun. Dan sekretaris Vino juga sangat mengerti jika Angel sudah datang kesini itu artinya tidak boleh ada siapapun yang bisa mengganggu Vino, karena itu adalah aturan yang sudah dibuat oleh Vino sendiri karena dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun.


Ciuman mereka terlepas, Angel tersenyum sambil mengatur napasnya. "Sudah berapa hari kita tidak melakukannya?? Aku sudah sangat menginginkanmu!" Gumam Angel seraya mengusap pipi Vino.


Angel kemudian beranjak dari paha Vino dan berdiri tetapi tidak lama dia langsung menyingkirkan berbagai benda yang ada di meja Vino, kemudian berbaring disana. Vino sudah pasti mengerti apa yang sedang diinginkan oleh kekasihnya itu, dia pun juga berdiri dan membuka resletingnya dan membungkukkan tubuhnya di atas tubuh Angel dan menurunkan gaun Angel sedikit dibawah bukit kembar Angel.


Vino kemudian mengelusnya lembut, mengusap ujung titim berwarna merah muda itu dengan penuh penuh pemujaan hingga mengeras dan siap di tangannya. Lalu setelah titik itu memenuhi keinginannya, Vino mengecupnya lembut, dan memainkan lidahnya menggoda. Membuat Angel mengerang, merindukan hisapan Vino disana yang membuatnya melayang. Lelaki itu tidak membuat Angel menunggu lama, disesapnya milik Ang dengan penuh pemujaan, membuat tubuh Angel lemas dan terbaring di atas meja kerja itu, dengan kaki menjuntai ke bawah.


Posisi Vino sangatlah pas, karena tubuhnya tinggi, meja itu pas setinggi pinggangnya. Dan sekarang dihadapannya, Angel terbaring dengan kaki menjuntai ke bawah, pahanya terbuka siap menerimanya. Vino menurunkan sutra putih Angel dan membukanya. Lalu dengan cepat tanpa peringatan apapun, karena Vink tahu Angel sudah sangat siap untuknya. Vino segera menyatukan tubuhnya ke dalam kelembutan yang hangat dan basah, yang sudah siap untuk menerimanya.


Kaki Angel langsung melingkar di pinggang Vino. Kemudian, ketika gerakan Vino makin cepat, dia berdiri dan menumpukan tangannya di tepi meja, membuat Angel terbaring di sana penuh sensasi, menerima desakan-desakan Vino jauh di dalam tubuhnya yang menimbulkan gelenyar tak tertahankan. Vino lalu mengangkat kaki Angel yang semula melingkari pinggangnya dan mengangkatnya ke pundaknya. Posisi itu membuatnya semakin mudah bergerak, menemukan titik-titik kenikmatan Angel yang ada jauh di dalam kelembutannya, dan membawa Angel langsung ke puncaknya.


"Kau sungguh luar biasa sayang..." Vino berucap di antara napasnya yang memburu, "Apakah aku nikmat untukmu?"


Angel mengulurkan tangannya, menyentuh pipi Vino yang membungkuk di dekatnya, "Kau... sangat...." suaranya tertelan oleh napas memburu dan erangan tertahan karena dorongan Vino yang luar biasa, susah payah dia mencoba berkata,

__ADS_1


"Kau.... sangat nikmat!" Jawab Angel dengan suara terbata.


Vini menatap Angel dengan rasa memiliki yang dalam, "Kalau begitu, mari kita saling menikmati"


Gerakan Vino menjadi semakin cepat, semakin tidak tertahankan.


"Ayo Sayang, nikmati aku... puaskan dirimu..." Vino berbisik parau, mengajak Angel ke dalam pusaran kenikmatan penyatuan mereka. Sehingga dia mencapai puncaknya dengan begitu cepat. Mencengkeram Vino dalam kenikmatan puncak itu dan merasakan lelaki itu juga keluar bersamanya, di dalamnya.


"Aku lapar sekali...!!" Ujar Angel sambil merapikan pakaian serta rambutnya.


Percintaan mereka memang membuat Angel langsung merasa lapar. Itu sungguh luar biasa, Vino selalu memuaskannya. Dan itu sebabnya dia tidak pernah merasa bosan dan selalu ingin lagi dan lagi. Dan Vino juga pasti merasa seperti itu. Mereka berdua sangat cocok dalam hal seperti ink karena mereka sama-sama saling membutuhkan.


"Kita resto chinese food yang kemarin yang ada di dekat sini, makanannya enak, kita kesana saja gimana??"


"Baiklah... Jika kau sudah siap, kita langsung kesana...!"


Dan berangkatlah mereka kemudian ke restoran itu. Restoran chinese food yang tidak jauh dari kantor Vino.


********

__ADS_1


Sampai disana mereka langsung memesan makanan lalu Angel mulai bertanya kepada Vino tentang masalah lamaran tadi malam juga perkembangan dari hubungannya dengan Rana. Vino sekali lagi mengeluh dan merasa bahwa dia sangat lelah dengan sandiwara ini, setiap melihat wajah Rana rasa muak itu langsung muncul di benaknya, dan itu tentu saja menyiksa Vino. Dan semalam Vino benar-benar menahan semua rasa muaknya terhadap Rana hanya agar dia bisa melamar perempuan itu dan meyakinkan Rana agar mau menerima lamaran darinya. Beruntungnya lamaran itu berhasil dan Rana akan semakin terjebak dalam pesonanya lalu akan bisa dengan mudah dia bisa membalaskan semua dendamnya pada Rana.


"Jadi apakah dia langsung menolakmu???" Tanya Angel.


"Tidak....! Si bodoh itu tentu saja berpura-pura berpikir lebih dulu sebelum menerima ku padahal seharusnya tenpa melakukan itupun dia bisa langsung menerimanya, tapi dia sok jual mahal, membuatku semakin muak kepadanya, dasar perempuan gampangan...!" Ujar Vino dengan kesal.


"Selangkah lagi, dan kita bisa sama-sama menghukumnya atas apa yang terjadi pada keluargamu...!"


"Aku lelah sayang....! Lelah sekali, peremluan payah itu sangat memuakkan....!"


Angel kemudian memeluk Vino dan mengusap punggung lelaki itu dengan lembut agar Vino merasa lebih tenang dan tidak over thingking. Angel terus meyakinkan Vino agar tetap pada tujuannya dan mengesampingkan seluruh rasa tidak sukanya pada Rana. "Sudahlah, sedikit lagi, sabar sabar dan sabar sayang, kita tidak akan bisa membiarkannya hidup tenang...!" Ujar Angel.


Ditengah suasana tenang itu, dan Vino menikmati pelukan Angel tiba-tiba ada seorang yang mendekati meja mereka.


"Vino....???????"


Tidak asing dengan suara itu, Vino langsung melepaskan pelukan Angel dan matanya terbelalak ketika menyadari siapa yang tadi memanggilnya. Ternyata itu adalah Jeany sahabat baik Kyra dan semalam mereka juga baru bertemu.


"Jeany kau ada disini???" Tanya Vino terbata.

__ADS_1


"Ini restoranku tentu aku disini, siapa perempuan ini sampai-sampai kalian berpelukan di tempat umum seperti ini??? Siapa dia?.." Tanya Jeany lagi


__ADS_2