Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 262


__ADS_3

Mendengar ucapan Arindah, sontak Vino langsung menoleh bingung ke arah perempuan itu. Siapa yang di maksud dengan calon ayah tiri Naufal, dan siapa yang di maksud calon suaminya. Vino kemudian melihat ke arah laki-laki di depannya yang sepertinya mengenal Arindah. Vino tidak tahu siapa lelaki itu, dan kenapa Arindah mengatakan itu.


"Calon suami mu??? Dia calon suamimu???" Lelaki itu menunjuk ke arah Vino.


Arindah menoleh ke arah Vino, memejamkan matanyas solat ingin memberitahu Vino bahwa dia sangat membutuhkan bantuan dari lelaki itu untuk menyelamatkannya. Vino masih bingung dengan apa yang ada di hadapannya saat ini tetapi dia akan memilih untuk diam saja.


"Iya.. Dia adalah calon suamiku..!" Arindah melingkarkan lengannya ke lengan Vino dan menyandarkan kepala nya di lengan.


"Jadi ini alasanmu menolak untuk kembali kepadaku???" Tanya lelaki itu pada Arindah.


Arindah tersenyum. "Ya, dia adalah alasanku, aku sangat mencintainya dan sebentar lagi kami akan menikah, kau juga bisa lihat bahwa Naufal sangat nyaman dengannya, jadi untuk apa kami harus menunggu waktu lama, jika sudah saling merasa cocok, pernikahan adalah jalan terbaik...!" Ucap Arindah dengan terus menegang lengan Vino.


"Sebaiknya anak itu harus hidup dengan kedua orang tua nya, bukan dengan orang lain, itulah kenapa aku selalu berusaha meminta mu untuk kembali lagi denganku, demi Naufal, tetapi kau justru ingin menikah dengan orang lain, kau ini bagaimana?.. Bagaimana kalau nanti dia hanya mencintaimu, dan tidak mencintai Naufal??? Anak kita pasti akan tersiksa nanti nya...?"


Arindah membuang muka sambil mendengus kesal. "Reino please.... Aku tidak akan lagi salah memilih orang, tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama seperti dulu, aku sudah terlalu banyak belajar dari masalalu ku denganmu, dan Naufal juga akan kami pastikan bahagia, dia selama ini tidak tahu bagaimana rasanya memiliki seorang ayah tetapi dia merasa nyaman dengan Vino, dan Vino adalah pilihan yang tepat untuk mengisi kekosongan ku..!" Ucap Arindah dengan suara bergetar.


Detik itu juga, Vino mulai menyadari bahwa laki-laki yang di depannya ini pastilah mantan suami Arindah. Dan Vino tahu kenapa Arindah mengatakan bahwa dirinya adalah calon suami dari Arindah karena Arindah pastilah mencari alasan untuk menghindari mantan suaminya. Vino akan memilih untuk diam saja dan tidak mencampuri urusan mantan suami istri itu. Vino menatap lelaki bernama Reino yang ada di depannya sambil tersenyum tipis.


"Aku kan sudah bilang bahwa aku sudah dan akan terus berubah.. Kenapa kau tidak percaya...???" Tanya Reino.

__ADS_1


Arindah mendongak menatap Vino dan tersenyum, Vino membalas senyuman Arindah. "Kita kembali ke kamar, kau pasti lelah menggendong Naufal, kasihan juga Naufal, dia harus beristirahat dengan nyaman di kamar, ayo...?" Ajak Arindah pada Vino, mengabaikan pertanyaan dari Reino.


Vino mengangguk. "Baiklah sayang, kita ke kamar sekarang, aku juga sudah lelah, lebih baik kita beristirahat, tidak enak juga kalau terlalu lama disini, banyak di lihat orang...!" Ucap Vino, kemudian dia dan Arindah berbalik badan dan kembali menuju lift untuk ke kamar mereka. Mengabaikan dan meninggalkan Reino begitu saja.


"Arindah tunggu....!" Teriak Reino dan mengejar kedua nya.


Vino menekan tombol lift tak lama lift terbuka dan bersama dengan Arindah mereka memasuki lift itu. dengan cepat Reino mengejar dan ikut masuk ke dalam lift. Hal itu membuat Arindah merasa kesal dan berganti posisi berdiri ke sisi kanan Vino, sehingga Vino saat ini berada di antara Arindah dan Reino. Vino refleks melindungi Arindah, dan menenangkan Arindah agar tidak terlalu takut.


"Arindah... Setidaknya kau pikirkan lagi permintaanku untuk kita kembali bersama lagi..? Please Arindah..!" Ucap Reino.


"Mohon maaf... Bisakah anda tidak terlalu memaksa Arindah??? Saya pikir tadi Arindah sudah menjelaskan kepada Anda tentang penolakan dan alasannya, jadi saya harap anda menghormati keputusannya...!"


"Diamlah... Lebih baik kau tidak perlu ikut campur dengan urusanku dan juga Arindah..!"


Pintu lift terbuka dan Vino serta Arindah keluar dari lift, berjalan menuju kamar Arindah untuk membaringkan Naufal di tempat tidur agar bocah itu bisa beristirahat dengan nyaman.


Reino ternyata masih mengejar kedua nya. Dan tiba-tiba saja, Reino merebut Naufal dari gendingan Vino, membuat bocah yang tadinya sedang tidur itu terbangun dan langsung menangis dengan keras karena terkejut.


"Maamaaa.....!" Teriak Naufal dan dia menangis dengan suara keras. Sontak hal itu membuat Vino dan Arindah marah besar. Vino dengan kasar merebut Naufal dari Reino. Setelah mendapatkan Naufal, Vino memberikannya pada Arindah dan menyuruh Arindah untuk membawa Naufal ke kamar, dan dia yang akan mengurus Reino. Arindah pun bergegas membawa Naufal ke kamarnya, untuk menenangkan dan menidurkan lagi putra nya.

__ADS_1


"Arindah....!" Teriak Reino dan berusaha mengejar Arindah, akan tetapi Vino menghalangi lelaki itu dengan tatapan penuh kemarahan. "Lepaskan aku...!!!" Teriak Reino lagi, kesal karena Vino menahan bahu nya sehingga dia tidak bisa mengejar Arindah.


"Mau kemana??? Diam disini dan jangan coba-coba untuk membuat keributan, atau kau akan berurusan denganku, dan aku bisa saja langsung menghajar mu disini..!???" Vino mengancam.


"Jangan berani mengancamku, sudah aku hilang ini bukan urusanmu...!"


Tatapan Vino semakin menajam, bersamaan dengan itu, pintu lift terbuka dan Edward serta Jeany keluar dari sana. Mereka terkejut melihat Vino sedang bersama seorang laki-laki dan Vino terlihat marah sekali.


"Bukan urusanku??? Kau itu yang tidak tahu diri, bagaimana kau bisa bersikap kasar seperti itu pada anakmu sendiri, kau tahu dia sedang tidur dan kau malah merebutnya dengan kasar seperti itu, lihatlah dia jadi menangis, kau ini keras kepala sekali... Arindah sudah menolakmu, seharusnya kau mengerti itu dan jangan mengganggu nya!"


"Aku merindukan putraku, kenapa kau menghalanginya???"


"Kalau kau merindukannya, ada ribuan cara baik untuk bertemu dengannya, bukan malah bersikap seperti ini.. Kalau kau terus mengganggu Arindah, kau makan berurusan denganku, dan jika kau masih juga membuat keributan disini, aku akan memanggil security agar menyeret mu pergi dari tempat ini..."


"Kurang ajar kau...!" Ujar Reino dengan penuh kemarahan.


Vino melihat kedatangan Edward dan Jeany yang sedang menghampiri nya. "Ed... Bisakah kau menghubungi security, orang ini sudah membuat keributan dan mengganggu Arindah serta anaknya..?" Pintar Vino pada Edward.


Edward mengangguk. Dan hendak memanggil security, tetapi tiba-tiba saja Reino berbalik badan menatap Edward. "Tidak perlu...!" Seru nya kemudian kembali menatap Vino.

__ADS_1


"Urusanmu denganku belum selesai.. Kau sekarang bisa mengusir ku, tetapi aku tidak akan berhenti untuk mendapatkan kembali istri dan anakku, aku akan mengingat baik wajah dan kesombonganmu itu, dan aku akan pastikan Arindah akan kembali denganku bersama dengan putraku, apapun akan aku lakukan untuk membawa mereka kembali.. Bahkan jika harus dengan kekerasan, aku tidak peduli.. Mereka harus kembali denganku... Kalau kau berani ikut campur, aku tidak akan segan untuk menghabisimu..!" Reino kembali mengancam dan hanya di balas oleh senyuman penuh ejekan dari Vino.


"Lakukan saja apa mau mu jika kau bisa... Apa kau pikir aku takut??? Sekali saja kau berani menyakiti Arindah dan Naufal, kau akan berurusan denganku, dan aku akan menjadi garda paling depan untuk melindungi mereka...!" Ucap Vino yang tidak kalah mengancam. Reino pun langsung berbalik arah dan meninggalkan Vino dengan penuh kemarahan.


__ADS_2