
Pagi sekali Vino sudah datang ke rumah Rana, membuat perempuan itu terkejut. Ternyata Vino sengaja datang untuk menjemput perempuan itu dan mengantarnya ke bakery miliknya yang memang searah dengan kantornya. Vino berjanji bahwa mulai hari ini dia akan selalu menjemput Rana juga akan mengantarnya pulang. Tentu saja Rana menolak karena tidak ingin merepotkan Vino tetapi tentu saja bukan hal yang mudah menolak permintaan lelaki itu. Akhirnya Rana pun mengiyakan dan mengijinkan Vino untuk menjemputnya setiap hari.
"Aku sedang sarapan, apa kau sudah sarapan???" Tanya Rana.
"Belum, aku tidak sempat sarapan, takut terlambat menjemputmu"
"Aku membuat nasi goreng untuk sarapan, apa kau mau??" Ujar Rana menawarkan.
"Tentu saja, mana mungkin aku bisa menolaknya jika kekasihku menawariku makan, karena sudah pasti makanan yang dibuatnya penuh dengan cinta"
Rana tersenyum tersipu malu atas ucapan Vino, lelaki ini memang benar-benar pandai sekali merayu. Mereka berdua akhirnya sarapan bersama dan lagi-lagi Vino memuji makanan yang dibuat oleh Rana. Setelah selesai sarapan, mereka berdua langsung berangkat untuk bekerja, dengan Vino mengantar Rana terlebih dulu.
Setelah sampai di bakery, Rana hendak turun dari mobil, tetapi Vino justru menarik tangannya membuat Rana mengangkat alis. Tiba-tiba Vino mendaratkan sebuah kecupan manis di kening Rana, seketika wajah Rana menjadi merah padam.
"Good luck, nanti aku akan menjemputmu dan mengantarmu pulang" Ucap Vino kemudian.
Rana hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan mengucap sampai jumpa kepada Vino.
*****
Dengan langkah gemulai, perempuan itu sangat cantik bagaikan boneka Barbie. Kakinya begitu panjang dan jenjang, dipamerkan dengan indahnya karena dia mengenakan dress putih yang elegan membungkus tubuhnya yang indah. Lipstik merah menyala, matanya lebar seperti mata kijang dengan soflent yang semakin membuatnya terlihat begitu mempesona
juga rambutnya yang berwarna cokelat kemerahan sebahu dan tebal, hasil dari penata rambut terkenal.
Ya siapa lagi jika bukan Angel, kekasih Vino. Hari ini dia datang ke kantor Vino untuk mengajaknya makan siang bersama seperti kebiasaannya, dan para staff di kantor Vino tentu sudah mengenal siapa Angel. Tanpa basa-basi Angel langsung masuk ke ruangan Vino.
"Hai beib!!!" Sapa Angel dengan logat khasnya yang sensual.
"Hai sayang! Kau datang tetapi kenapa tidak mengabariku?" Ujar Vino yang langsung berdiri dan memeluk Angel lalu mengecup bibir merah perempuan itu dengan lembut, kemudian menyuruh Angel untuk duduk.
"Apa pekerjaanmu masih banyak, aku ingin kita pergi lunch, jangan jauh-jauh disekitar sini saja" Ucap Angel.
__ADS_1
"Of course, tetapi tunggu sebentar ya, aku selesaikan pekerjaanku lalu kita pergi, sambil menunggu kau bisa mencari restoran yang kau mau" Vino lalu kembali ke meja kerjanya lagi.
"Oke!!"
Angel mengambil ponselnya dan mulai mencari referensi restoran untuk acara makan siangnya dengan Vino. Setelah cukup lama mencari, akhirnya Angel menemukan sebuah restoran chinese food yang letaknya tidak jauh dari kantor Vino.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Vino akhirnya mengajak Angel untuk pergi makan siang bersama.
*****
Sampailah mereka di restoran itu dan langsung disambut hangat oleh pegawai disana. Restoran itu tidak terlalu besar tetapi cukup ramai karena memang masakannya sangat enak dan memili banyak penggemar. Vino dan Angel mulai memesan makanan yang mereka inginkan.
Dan akhirnya seorang pelayan datang mengantarkan makanan pesanan dari Angel dan Vino. Keduanya pun mulai menikmatinya satu per satu. Angel memuji rasa makanan itu, rasanya benar-benar sangat nikmat, pantas saja temoat ini cukup ramai. Ditengah menikmati sajian itu, Vino dan Angel di datangi oleh seorang wanita.
"Permisi, maaf mengganggi!! Saya Jeany pemilik restoran ini, saya hanya ingin bertanya, bagaimana kesan anda dengan makanan disini?? Apa ada saran atau kritikan untuk kami??" Tanya Jeany kepada Angel dan Vino. Sayangnya saat Jeany datang Vino terlihat sedang sibuk dengan ponselnya dan hanya Angel yang tersenyum ke arahnya.
"Sangat enak, kami sangat menikmatinya" Gumam Angel memuji.
Sebagai pemilik dari restoran itu, sudah menjadi budaya bagi Jeany untuk datang sesekali menyapa para customernya, mendengar kritikan atau saran juga menanyakan bagaimana kepuasan pelayanan restonya. Semua dilakukan supaya customernya merasa diperhatikan dan dilayani dengan baik sehingga mereka merasa puas dan pasti akan kembali lagi nantinya.
Setelah makan siang bersama, Vino mengantar Angel pulang, tadi perempuan itu datang ke kantornya dengan taksi. Sesampainya di depan rumah, Angel melepaskan seat belt nya dan langsung meraih kepala Vino lalu mencium lelaki itu. Vino membalas ciuman Angel merasakan kelembutan bibir kekasihnya itu. Ada perasaan lembut yang mengembang dalam pagutan bibir mereka. Vino mellumat bibir Angel dan mencecap seluruh rasanya, seakan tidak pernah puas.
Angel membuka resleting celana Vino dan dengan cepat dia mengangkat dressnya lalu naik ke pangkuan Vino menenggalamkan dirinya. Dan mulai bergerak naik turun sambil terus berciuman dan sesekali keduanya mengerang menikmati sensasi yang luar biasa dari gerakan yang dibuat oleh Angel, dan larut dalam gaiirahnya masing-masing. Hingga kemudian Angel mengerang panjang melepaskan orrgasmenya dan kemudian di susul oleh Vino.
Napas keduanya terengah-engah menikmasti sisa-sisa kepuasan yang baru saja mereka rasakan. Angel mengangkat kepalanya dan mengecup bibir Vino lalu tersenyum. "Aku mencintaimu!!!" Gumam Angel denga suara serak, lalu perlahan mengangkat tubuhnya dari Vino kembali ke kursinya.
Angel merapikan rambutnya juga wajahnya sebelum masuk ke rumah. "Oke beib, see you tomorrow" Ucap Angel lagi lalu keluar mobil dan masuk ke rumahnya.
******
Setelah menyelesaikan kunjungannya ke restoran miliknya, Jeany datang ke bakery milik sahabatnya yaitu Rana. Jeany dan Rana menjaalin persahabatn sejak keduanya duduk di bangku perkuliahan dimana mereka memang mengambil jurusan yang sama hanya saja mereka memilih berbisnis yang arahnya berbeda, dimana Rana lebih menyukai baking, sementara Jeany lebih menyukai japanese food atau chinese food. Tetapi hal itu bukanlah penghalang bagi mereka untuk bersahabat dan sering bertukar pikiran tentang berbagai hal. Bahkan persahabatan mereka sudah seperti saudara, orang tua Jeany juga sangat menyayangi Rana.
__ADS_1
Jeany masuk ke bakery milik Rana dan menanyakan keberadaan sahabatnya itu kepada karyawan Rana yang sedang berjaga di depan. Jeany dipersilahkan masuk karena Rana sedang menikmati makan siangnya di belakang.
"Na...." Panggil Jeany yang seketika membuat Rana menghentikan aktifitas makan siangnya.
"Jean... Apa kabar....??? Jahat sekali sudah seminggu kau tidak menghubungiku...."
Jeany menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Rana. "Maaf maaf, aku sibuk sekali akhir-akhir ini,kau tahu kan restoranku cukup ramai"
"Oke baiklah aku tahu itu....!" Gumam Rana.
Keduanya pun mengobrol berbagai hal dan sesekali diiringi tawa.
Tetapi Jeany memergoki Rana sedang asyik dengan ponselnya dan tersenyum setiap membaca chat yang diterima sahabatnya itu. Jeany pun menaruh curiga kepada sahabatnya itu, dengan mengangkat alis, Jeany menumpukan dagunya di telapak tangannya.
"Sepertinya sudah ada yang mengalihkan perhatian sahabatku dari diriku??? Hmmmmmm....." Gumam Jeany menggoda.
Rana langsung menaruh ponselnya di meja dan menatap Jeany dengan senyumnya. "Ehh sorry sorry..."
"Apa yang membuatmu sejak tadi senyum-senyum sendiri dengan ponselmu? Apakah kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku??" Ucap Jeany curiga.
"Ah tidak.....!"
"Ayo Na, katakan apakah dia adalah pria yang sering kau ceritakan kepadaku itu??? Ayo.mengaku lah .."
Dengan malu Rana menganggukkan kepalanya ke Jeany. "Iya, aku dan dia sudah berpacaran Jean"
"Apa????? Kalian sudah berpacaran!!!!" Seru Jeany dan langsung memeluk Rana.
"Aku senang lagi, akhirnya ga jomblo lagi deh... eh tapi kapan-kapan kau harus mengenalkan aku apadanya, dan kau jahat sekali tidak pernah menunjukkan foto pria itu kepadaku" Lanjut Jeany.
"Bersabarlah, aku sendiri tidak memiliki fotonya, tapi nanti pasti aku akan menunjukkan dan mengenalkannya padamu" Ujar Rana.
__ADS_1