
Keesokan harinya......
Vitto membuka matanya. Tidurnya nyenyak sekali dan dia melihat di sela-sela gorden di jendela, sinar matahari mulai mengintip masuk ke sela-sela. Vitto menguap dan bangun lalu menyandarkan punggungnya di tempat tidur. Vitto mengusap-usap wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dia bangun terlambat padahal semalam sudah berniat melihat matahari terbit bersama Rana dan meminta siapapun yang bangun lebih awal harus membangunkan yang lainnya. Tetapi sepertinya pagi sudah cerah dan Rana tidak membangunkannya, Vitto memastikan bahwa sepertinya Rana juga masih tidur.
Vitto termenung sesaat, senyumnya tersungging ketika mengingat kemarin. Kebahagiaan benar-benar dia rasakan saat ini. Vitto tidak pernah merasa se melayang ini, banyak kebahagiaan dan kepuasan yang dia rasakan selama hidup tetapi tentu hal ini menjadi yang paling luar biasa. Vitto akhirnya akan menikahi perempuan yang sangat dia cintai dan dia cari selama ini ada pada diri Rana, terlepas dari masalalu Rana yang sudah di hancurkan oleh Vino. Vitto sudah memutuskan untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan Rana, akan mencintai perempuan itu dengan sepenuh hati serta akan menjaga nya selama hidupnya, itu janji Vitto.
Lamunan Vitto terbuyarkan ketika ponselnya terus bergetar sejak tadi, seolah notifikasi tidak mau berhenti masuk. Vitto meraih ponselnya yang ada di atas meja. Benar saja ada ratusan notifikasi dari beberapa sosial media Vitto.
Vitto mengeceknya dan dia mendapatkan banyak ucapan selamat dari para penggemarnya. Ada juga dari mereka yang mengatakan bahwa itu pasti hanyalah sebuah promo untuk film terbaru Vitto. Melihat itu Vitto hanya tersenyum, dan dia mencoba membalas beberapa komentar itu, terutama komentar dari beberapa sahabat dan teman seprofesi yang memiliki kedekatan dengannya. Vitto membalas dengan mengucapkan Terima kasih serta meminta doa.
Selain itu, Vitto juga menerima ucapan serta pertanyaan di aplikasi berkirim pesan dari beberapa orang terdekat nya seperti teman dan juga kerabat dekat. Vitto membalasnya satu persatu dan mengatakan bahwa itu memang benar bukan untuk promosi film, dia juga meminta doa dari mereka. Setelah membalas chat, Vitto meletakkan lagi ponselnya di atas meja, kemudian dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Dia mulai merasa lapar tetapi sebelum mencari sarapan di luar, dia akan mandi lebih dulu.
Vitto melangkah ke kamar mandi, dan dia lekas melepaskan pakaiannya dan akan mengguyur tubuhnya dengan air hangat agar tubuhnya merasa ringan dan bisa memulai hari ini dengan baik.
Rana mengetuk pintu kamar Vitto. "Sayang....!!! " Panggilnya dengan suara pelan takut Vitto masih tidur. "Vitto sayang...! Apa kau sudah bangun???? " Tanya Rana tetapi dia tidak mendapat jawaban dari dalam.
Rana membuka pintu kamar Vitto, dan tempat tidur laki-laki itu kosong. "Vitto.... Sayang...!!! " Panggilnya lagi.
Vitto yang baru saja akan menyalakan kran shower pun memilih membatalkan niatnya karena mendengar suara Rana. Dia meraih handuk dan melilitkannya di pinggang kemudian keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Vitto mendapati Rana berjalan menuju pintu, dan dengan cepat Vitto meraih tangan perempuan itu, menariknya ke dalam pelukannya. Hal itu membuat Rana memekik karena terkejut tetapi dia lekas menyadari bahwa Vitto yang menariknya. "Kau mau kemana???? " Tanya Vitto sambil mencium kepala Rana.
"Aku memanggilmu untuk sarapan tetapi kau tidak ada di tempat tidur, jadi tadi aku hendak pergi dari kamar ini, ternyata kau ada di kamar mandi, aku pikir kau pergi ke pantai sendirian melihat sunrise...! " Jawab Rana.
"Aku baru saja bangun dan hendak mandi, kau malah memanggilku...! "
"Ada roti dan selai di dapur, aku membuat roti bakar untuk kita sarapan jadi aku berniat memanggilmu untuk itu...!"
Vitto mempererat pelukannya pada Rana. "Kau menyiapkan sarapan tetapi kau belum mandi...??? "
"Memangnya kenapa??? Aku sering juga melakukan itu ketika di rumah, kenapa apa kau tidak memprotes nya??? "
Rana mendongak menatap Vitto. "Mengusulkan apa??? "
"Mandi lah bersamaku...! "
Rana melepaskan pelukan Vitto dan memandang laki-laki di depannya itu. "Mandi bersama??? " Tanya nya heran.
"Iya... Mandi bersama akan membuat tubuuh kita semakin bersih, kau bisa menggosok punggungku dan aku bisa menggosok punggungmu , jadi akan lebih bersih, selama ini kita susah untuk bisa menjangkau itu kan saat maandi??? "
__ADS_1
Rana mencubit pinggang Vitto. "Kau ini.... Kembalilah maandi, ganti pakaian dan ke ruang makan, kita sarapan bersama...!" Rana berbalik badan dan hendak pergi meninggalkan Vitto tetapi pergelangan tangannya justru di tahan oleh lelaki itu.
Vitto kembali menarik tangan Rana membuat Rana berbalik badan dan menatapnya lagi lalu memeluk.
"Kau kenapa membagikan foto itu di sosial media mu??? Sekarang ramai sekali... ! " Gumam Rana.
"Memangnya kenapa??? Aku ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka sayang, agar kita juga mendapat doa dari para penggemarku...! Kau tidak suka ya??? Aku hanya memposting tangan kita berdua, tidak wajah kita...!"
Rana memeluk Vitto. "Tidak... Bukan begitu... Aku senang jika ada yang memberikan doa nya untuk kita, hanya saja aku minta padamu agar jangan terlalu mempublish hubungan kita, aku tidak terbiasa seperti itu...! "
Vitto tersenyum. "Aku juga berpikir seperti itu, aku tidak mau hubungan kita terlalu di ketahui oleh banyak orang, terlebih untuk saat ini, aku hanya akan sedikit terbuka ketika kita sudah menikah... Aku tidak bermaksud menyembunyikan mu atau apa, aku hanya ingin kau merasa nyaman setiap harinya dan tidak di pusingkan dengan orang-orang di luar sana, dari mereka banyak yang baik ada juga yang tidak suka, aku ingin menjagamu itu dari semua itu, aku harap kau tidak tersinggung...! "
"Untuk apa aku tersinggung, aku merasa lebih nyaman seperti ini, selama ini kita berhasil menjaga hubungan kita dengan orang luar, dan itu sangat baik karena tidak ada yang merecoki..! " Ujar Rana.
"Hanya sekedar foto ini, setelahnya kita baru akan memposting kebersamaan kita setelah menikah, aku harap hanya aku saja yang membagikan foto kebahagiaan kita kemarin, kau tidak perlu, karena kau pasti tahu penggemar ku bisa jadi detektif dadakan dan bisa mencium sesuatu yang mencurigakan, dan bisa saja mereka menemukanmu... "
"Lalu bagaimana dengan Vino??? " Tanya Rana. "Dia pasti juga tahu mengenai hal ini??? "
"Biarkan dia tahu, jika kita tidak banyak bicara atau melakukan sesuatu yang membuatnya curiga, aku rasa itu tidak perlu terlalu di pikirkan, kau juga tetap akan aman di rumah Supernova, aku hanya meminta kepadamu untuk tetap seperti kemarin, tetapi sekarang kau akan aku ijinkan keluar untuk suatu hal tetapi tetap dalam pengawasan bodyguard..! "
__ADS_1
"Iya... Aku tetap akan berusaha menjaga diriku.. Terima kasih untuk semuanya...! " Vitto berpelukan dengan Rana.