
Rana terdiam dan menatap Vitto. Sementara itu Vitto mendekatkan tubuhnya pada Rana dan menarik pinggang Rana. Kini tubuh keduanya saling menempel. "Kenapa diam??? Kau tadi bertanya dan aku sudah menjawabnya??? Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang? Apa kau juga menyukaiku????"
"A...ku hanya ingin ta..hu saja....!" Rana bergerak mencoba melepaskan pegangan Vitto di badannya.
"Kau sudah tahu, dan aku sekarang butuh jawabanmu?? Apa kau menyukaiku????" Vitto mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum nakal menatap Rana. "Ayo jawab....???"
"Aku tidak punya jawaban untuk pertanyaanmu....!"
Vitto hanya tersenyum mendekap Rana semakin erat, kemudian mendekatkan wajahnya tepat diwajah Rana yang mendongak memandangnya. Rana langsung menunduk dan berusaha melepaskan Vitto. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Vitto mencoba mendongakkan wajah Rana lagi agar menatapnya. Dengan lembut dia menyingkap rambut Rana yang menghalangi wajah cantiknya.
"Rana.... Bukankah sebelumnya kita pernah membahas bahwa kita menjadi sahabat tapi mesra, lalu ku katakan jika aku ingin dan siap menjadi ayah dari bayimu, ku pikir kau sudah mengerti maksudku, ketika kita berciuman, dan kau membalas ciumanku, aku berpikir lagi seharusnya kau sudah mengerti maksud dari semua itu, tetapi kenapa kau harus mengetahui dari orang lain jika aku menyukaimu, jika aku mencintaimu??? Kenapa Rana???? Kenapa kau tidak menyadari hal itu???"
"Aku menganggapnya hanya bercanda saja....! Kau selalu tertawa setelah mengatakan semua itu....!" Gumam Rana.
"Kenapa kau tidak bisa membedakannya???? Apa semuanya belum cukup untuk membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu???"
Rana kembali terdiam. Dia mengingat lagi segala kebaikan Vitto selama ini kepadanya, dan itu bukan lagi hal biasa, tetapi luar biasa sekali. Banyak hal yang sudah Vitto lakukan dan berikan kepadanya, hingga tidak bisa lagi terhitung berapa banyaknya.
__ADS_1
Cahya tadi juga mengatakan padanya bahwa akan lebih baik jika kita memilih seseorang yang mencintai kita daripada memeilih orang yang kita cintai. Karena orang yang mencintai kita adalah orang yang benar-benar tulus dan kecil kemungkinannya dia akan menyakiti kita. Sedangkan orang yang kita cintai belum tentu mencintai kita juga, belum tentu orang itu mau memahami apa yang ada di hati kita. Ya, contohnya adalah Vino, yang sudah jelas tahu bahwa Rana sangat mencintainya tetapi Vino tidak peduli dan justru semakin menyakiti Rana.
"Terima kasih...!" Gumam Rana.
Vitto mengernyit. "Terima kasih???? Kenapa justru kau menjawab dengan ucapan terima kasih???" Vitto memprotes ucapan Rana dan melepaskan perempuan itu dari pegangannya.
"Terima kasih sudah mau mencintaiku... Tetapi...???" Ucapan Rana terhenti dan menundukkan lagi kepalanya enggan menatap Vitto.
Vitto seolah mengerti dan tersenyum kepada perempuan yang dicintainya itu. "Tetapi kau belum bisa mencintaiku kan??? Kau takut jika aku tidak benar-benar mencintaimu dan hanya akan menipumu seperti yang dilakukan oleh Vino dulu kan??? Kau juga pasti masih trauma dan juga masih mencintai Vino itu sebabnya kau meragukan cintaku padamu??? Iya kan???"
Rana terdiam lagi untuk kesekian kalinya. Ternyata Vitto bisa mengetahui apa yang ada di pikirannya saat ini. Rana memang memiliki banyak ketakutan seperti yang baru saja diucapkan Vitto. Dia masih trauma dan juga takut hal yang sama terjadi lagi. Rana belum siap, apalagi saat ini dia sedang hamil. Rana menunduk dengan sedih tidak mampu menjawab pertanyaan Vitto. Dia masih tidak percaya jika Vitto menyukai dan mencintainya.
"Aku hanya meminta padamu untuk percaya bahwa aku benar-benar tulus mencintaimu, persetan dengan semua masalalumu, aku akan menerimanya dengan baik, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, dan kau benar-benar ada di dalam hatiku sejak pertama kali kita bertemu... Baiklah jika kau belum bisa menerima cintaku, aku akan menunggu sampai kau benar-benar siap, tetapi aku berharap hal ini tidak membuat kita canggung....!" Ujar Vitto.
Kemudian dia juga kembali meyakinkan Rana bahwa dia akan menunggu Rana mau membuka hati untuknya. Vitto juga akan berusaha keras untuk membuat Rana yakin bahwa cinta yang dimilikinya untuk perempuan itu benar-benar nyata, tulus dan tidak ada penipuan atau penjebakkan seperti yang oernah di lakukan oleh Vino dulu. Bayi Rana, Vitto akan menerimanya dengan baik, meskipun itu darah daging Vino, tetapi itu juga adalah keponakan Vitto yang tentunya akan sangat dia cintai nantinya.
"Aku hanya berharap kau benar-benar mau yakin kepadaku atas semuanya yang tadi aku katakan padamu....! Aku sangat mencintaimu Rana, benar-benar sangat mencintaimu, percayalah pada janji dan ucapanku tadi??? Jika kau tidak bisa mengatakan atau memberi jawabannya sekarang, tidak apa-apa, aku akan menunggu jawabanmu, sambil menunggu ijinkan aku untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu, kau mau kan memberiku ijin untuk membuktikan semuanya???"
__ADS_1
Tatapan Vitto penuh dengan keyakinan, dan berharap sekali Rana mau memberinya kesempatan untuk membuktikan semuanya. Jika perempuan itu mau memberinya kesempatan tentu Vitto akan melakukan pembuktiannya itu dengan sepenuh hati agar Rana percaya bahwa dia benar-benar mencintai perempuan itu. Vitto sudah belajar dari Aditya, temanna itu pernah bercerita kepadanya tentang bagaimana dulu dia berusaha keras untuk mendapatkan cintanya Cahya hingga bisa seperti sekarang adalah hal yang sulit karena Cahya sama sekali tidak mau membuka hatinya untuk laki-laki setelah dikhianati oleh mantan kekasihnya.
Tetapi dengan kesabaran dan usaha keras Aditya, akhirnya Aditya bisa mendapatkan cinta istrinya sepenuhnya seperti saat ini. Hanya saja Aditya berjuang mendapatkan itu dalam pernikahannya yang pasti lebih sulit lagi. Cahya bisa menerima Aditya sebagai suaminya meskipun belum mencintainya, dan Aditya terus berjuang untuk mendapatkan itu. Mengingat kisah smtemannya itu, Vitto pun akan melakukan hal yang sama pada Rana meskipun saat ini dia dan Rana belum terikat dalam pernikahan sehingga mereka berdua memiliki waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Vitto berharap sekali Rana mau menerimanya, tidak masalah jika Rana belum mencintainya dan dia perlahan akan membuat Rana bisa mencintainya.
"Please.....???" Pinta Vitto memelas.
"Maaf Vitto tetapi aku belum bisa menerima cintamu ini, aku masih takut menjalin hubungan baru...!"
Vitto memegang kedua tangan Rana, mengangkatnya. "Aku bilang aku tidak memintamu untuk menjawab sekarang, kau punya waktu untuk melihat keseriusanku, hanya saja aku perlu ijinmu untuk memberi pembuktian itu...! Kita bisa memulai hubungan ini, tidak masalah kau belum mencintaiku, karena aku sudah mencintaimu, bagaimana kau bersedia kan???"
Rana menatap Vitto, dan menemukan keseriusan dimata lelaki itu. Ya, tidak ada salahnya memberi kesempatan pada Vitto, dan Rana akan melihat keseriusan laki-laki dihadapannya ini sambil berjalan. Sebenarnya Rana sendiri sesekali merasakan kedekatannya dengan Vitto lebih dari sekedar sahabat tetapi dia mencoba menahan diri dan takut akan sakit hati lagi. Kali ini dia akan melihat segalanya dan tidak ingin terlalu jauh seperti sebelumnya. Vitto juga sudah melakukan banyak hal untuknya dan tidak elok juga jika dia menolak mentah-mentah keinginan Vitto itu. "Baiklah... Tetapi aku berharap kau tidak lagi mempermainkan diriku seperti Vino...! Aku memberimu kesempatan untuk membuktikan lagi seberapa besar cinta yang kau miliki, aku menerimamu tetapi bukan berarti aku mencintaimu, kau harus membuktikannya....!"
Vitto tersenyum. "Serius... Jadi mulai hari ini kita pacaran???" Tanya Vitto dan Rana membalas senyumnya lalu mengangguk. Vitto langsung memeluk perempuan yang dicintainya itu dan mengucapkan terima kasih karena Rana memberinya kesempatan untuk membuktikan keseriusannya.
★★★★
Langkahnya anggun memasuki area perkantoran dari perusahaan swasta terbesar kedua di negara ini. Wajahnya cantik dengan make up simple tetapi membuatnya terlihat semakin cantik. Pantsuit berwarna biru laut dengan blouse putih serta sepatu hak tinggi berwarna senada dengan pantsuitnya menambahkan kesan anggun dan elegan. Ini ketiga kalinya dia datang kesini, dimana ketika pertama kali datang adalah untuk tes tulis, kedua kalinya adalah tes wawancara, dan sekarang dia akan melewati sesi terakhir untuk wawancara dengan pemilik perusahaan. Dia sudah 3 tahun menjadi sekretaris di 2 perusahaan, dan dia mencoba peruntungannya lagi diperusahaan besar seperti ini.
__ADS_1
Jika ini berhasil, dia akan diterima menjadi sekretaris dari COO (Chief Operating Officer) atau biasa disebut Direktur Operasional. Dari informasi yang dia dapat, COO dari perusahaan ini adalah kakak dari CEO nya. Ceo PRAKARSA CORPORATE sangat terkenal dengan kejeniusannya dan ketampanannya sudah tidak di ragukan lagi, itu sudah sering menjadi perbincangan dari banyak orang. Dan membayangkan menjadi Sekretaris dari kakak pemilik perusahaan ini adalah sesuatu yang sangat membangakan dan menyenangkan, dia yakin kakak dari pemilik perusahaan pasti tidak kalah tampannya.