
Sampai dirumah, Jeany bergegas ke kamarnya dan mengambil laptopnya lalu membukanya. Jeany mulai mengetik nama Vino kolom pencarian. Dan munculah banyak sekali artikel bisnis tentang Vino. Jeany menggeser sampai ke bawah dan semua memang hanya berisi tentang bisnis dan kesuksesan Vino. Jeany pun beralih ke gambar, puluhan foto Vino di berbagai kesempatan juga muncul, dia pun mulai membuka satu persatu isi artikel-artikel itu. Sama, semua hanya berisi tentang bisnis Vino, pembukaan kantor baru serta berbagai bisnis lain miliknya. Tidak ada yang membahas perihal asmaranya ataupun silsila keluarga dan yang lainnya, semua penuh dengan bisnis.
Jeany mengernyit, apakah sebegitu tertutupnya perihal kehidupan pribadi dari seorang Vino, si milyader muda itu. Hingga akhirnya Jeany membuka lagi satu artikel, walaupun dari judulnya saja itu sudah pasti tidak akan membuat berbagai pertanyaannya terjawab. Judul artikel itu adalah GRAND OPENING VP PLAZA BY PRAKARSA'S CORPORATE. Dimana ada foto Vino yang terpampang disana. Jeany tidak terlalu membaca semua isinya hanya melihat sekilas, sampai akhirnya di part terakhir ada yang menarik pandangannya dimana disana tertulis bahwa grand opening itu terlihat dihadiri oleh seorang aktor tampan bernama Vitto Prakarsa yang tidak lain adalah kakak dari Vino.
"Vitto Prakarsa???" Gumam Jeany sambil mengingat-ingat sesuatu.
Tetapi kemudian Jeany langsung membaca dengan serius artikel itu, dan memang benar bahwa itu dihadiri oleh aktor itu. Tetapi kemudian disana juga ada tulisan bahwa hubungan Vino dengan Vitto tidaklah harmonis seperti saudara pada umumnya sehingga moment kebersamaan mereka tidak pernah terlihat.
Merasa mendapat petunjuk, Jeany kemudian beralih ke seorang Vitto Prakarsa, aktor yang digandrungi banyak perempuan karena ketampanannya dan sudah banyak film yang dibintanginya. Jeany mencoba memasukkan nama Vitto di kolom pencarian. Muncula ribuan artikel tentang lelaki itu. Perlahan dia membaca satu persatu judulnya, dan sudah bisa ditebak bahwa isinya hanyalah artikel gosip tentang para perempuan yang dikabarkan dekat dengannya, lalu tentang berbagai proyek film yang dibintanginya, dan betapa buruknya sikap Vitto saat menjalani syuting film atau pemotretan, dimana lelaki itu selalu datang ke lokasi di waktu yang tidak sesuai dengan jadwal. Vitto selalu berbuat sesukanya tetapi meskipun begitu, semua hal yang melibatkan Vitto selalu sukses dipasaran sehingga membuat banyak yang tetap ingin menjalin kerja sama dengannya.
__ADS_1
Jeany mengernyit, sepanjang malam dia mencoba mencari petunjuk tentang Vino dan keluarganya tetapi tidak ada satupun yang membahasnya, padahal seharusnya perusahaan sebesar itu pasti memiliki silsilah atau hal tentang pemilik pertamanya sayangnya tidak ada sama sekali tentang informasi itu, seolah itu sengaja ditutup rapat. Bahkan dari sekian banyak informasi tentang Vino dan bisnisnya, hanya ada satu artikel yang membahas tentang Kakak Vino yang bernama Vitto. Selain iru tidak ada lagi, bahkan di artikel itu juga tidak dijelaskan penyebab hubungan kedua saudara itu renggang.
Dan tentang Vitto, Jeany hanya menemukan berita gosip tidak penting sama sekali. Semua hanya berisi tentang perempuan, hobi Vitto, dan hal-hal yang tidak penting seperti kesukaannya atau hal lainnya. Jeany juga sudah berusaha menambahkan kata Keluarga dan Family dari Vitto ataupun Vino tetapi hasilnya nihil, tidak ada satupun yang membahas tentang keluarga mereka. Aneh, itulah yang pertama kali diungkapkan oleh Jeany, tetapi begitulah faktanya.
Tidak mau berhenti disitu, Jeany mengambil ponselnya dan mencoba mencari sosial media dari Vitto ataupun Vino, sayangnya dia hanya menemukan milik Vitto saja. Dan sudah jelas terpampang, akun itu sudah memiliki tanda khusus yang artinya itu memang milik dari Vitto. Bahkan pengikutnya sudah diatas angka 6jt lebih. Jeany mencoba membukanya, dia hanya bisa bergumam dalam hatinya karena apa yang dilihatnya adalah akun dari perempuan perempuan yang menjadi pengikut Vitto. Tidak bisa di pungkiri memang pesona dari Vitto itu sendiri, Jeany sebenarnya juga sering sekali menonton film-film yang dibintangi oleh Vitto, sayangnya dia bukan pengikut sosial media lelaki itu.
Dari postingan terakhir hingga postingan pertama kali yang di unggah Vitto, tidak ada satupun ada unggahan yang memperlihatkan dia sedang bersama Vino atau yang lainnya. Semua hanya berisi foto Vitto sendirian, aktifitasnya sebagai seorang yang mencintai gunung, dan beberapa foto saat dia menjadi model sebuah produk, atau poster promo filmnya. Hanya itu saja.
"Astaga.... Kenapa sulit sekali menemukan petunjuk tentang keluarga mereka....! Apakah sampai sebegitu rumitnya hubungan mereka sehingga sulit sekali menemukan hal tentang hubungan mereka...! Apakah si Vitto ini sangat sombong sekali sehingga dia tidak mau menjadi pengikut siapapun bahkan sekedar teman sesama aktor atau aktris juga tidak ada yang diikuti.... Shiiit...!!" Ujar Jeany dengan kesal.
__ADS_1
Dia menoleh ke jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, sudah selama berjam-jam dia berusaha menggali dan hasilnya sangat mengecewakan. Jeany sudah merasa mengantuk dan menutup laptopnya untuk tidur.
Sebelum memjamkan matanya, Jeany menatap nyalang di langit-langit kamarnya. Dia tidak boleh menyerah sampai disini saja, dia harus mendapatkan info sekecil apapun tentang Vino karena dia masih penasaran. Semua kejanggalan yang terjadi ini sungguh membuatnya demakin manaruh kecurigaan bahwa ada yang tidak beres dengan Vino. Untuk itu, besok Jeany akan berusaha lagi menggali informasi lebih lanjut, bahkan jika bisa, dia juga harus menyelidiki perihal perempuan bernama Veronica itu. Jeany kembali menyalakan ponselnya dan kali ini dia mencoba mengikuti sosial media milik Vitto berharap tiba-tiba Vitto memposting sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.
★★★★
Keesokan harinya, seperti biasa Vino menjemput Rana dan akan mengantarnya ke Bakery milik perempuan itu. Semalam Vino tidak bisa tidur dengan tenang memikirkan apa yang dilakukan oleh Jeany di rumah Rana, dan apa yang Jeany katakan pada Rana. Vino sangat takut Rana terpengaruh dengan ucapan Jeany. Tetapi melihat sikap Rana yang biasa saja Vino menghela napasnya lega, hanya saja rasa penasarannya itu masih belum hilang. Dan Vino mencoba fokus mengemudi meskipun jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya akibat ketakutannya jika tiba-tiba Rana mengatakan sesuatu perihal apa yang dilihat oleh Jeany kemarin antara dirinya dan Angel.
"Sayang...! Aku semalam tidak bisa tidur dengan tenang karena Jeany...! Dia banyak mengatakan berbagai hal tentangmu, sikapnya juga aneh dari biasanya! Dia juga mengatakan bahwa ada yang salah denganmu dan Veronica, kau memeluknya layaknya Veronica adalah kekasihmu, jadi katakan padaku apa sebenarnya hubungan kalian itu?" Tanya Rana dengan nada serius sambil menatap tajam Vino yang sedang mengemudikan mobil.
__ADS_1