
"Rana! Katakan saja jangan takut, jika memang kau butuh bantuan, aku pasti akan membantumu....!" Ucap Vitto lagi.
Rana diam, hingga kemudian Vitto duduk di sampingnya dan menggenggam tangan Rana penuh dengan keyakinan bahwa dia ingin mendengarkan semua kebenarannya.
Rana menarik napasnya dalam-dalam lalu bergumam pelan. "Vino menikahiku tetapi dia justru memperlakukanku dengan buruk setelah kami menikah, padahal sebelum menikah dia sangat menyayangiku, aku baru tahu jika dia menjalin hubungan dengan Angel saat kau mengatakannya kemarin!"
Tatapan Vitto menajam. "Apa.....???? Vino menikahimu??? Kapan itu terjadi? Kenapa tidak ada yang memberitahuku??? Dan kau juga kenapa tidak mengatakannya kemarin???"
Rana memejamkan matanya dan airmatanya mengalir. "Aku terlalu terkejut saat itu juga takut dengan ancaman Vino, ingin sekali aku mengatakan itu tetapi kau sudah pergi meninggalkan rumah itu...!"
"Ah iya aku harus pergi karena jadwal syutingku di percepat! Bagaimana pernikahan itu terjadi???" Tanya Vitto lagi.
"Kami berhubungan selama beberapa bulan dan dia melamar serta mengajakku menikah, pernikahan itu tidak dihadiri oleh siapapun selain penghulu juga hanya dihadiri Angel, aku tidak tahu jika mereka adalah sepasang kekasih, karena saat aku berhubungan dengan Vino, Angel datang mengaku bernama Veronica dan dia sepupu Vino, tetapi ternyata mereka berdua menipuku.. Sampai sekarang aku tidak tahu apa kesalahan ku sampai Vino memperlakukanku dengaan buruk sekali..." Rana terisak.
"Memperlakukanmu dengan buruk? Memang apa yang mereka lakukan padamu???"
__ADS_1
"Harusnya saat itu kau tidak perlu menolongku saat aku jatuh dari balkon, Vino melemparku dari atas dan menjatuhkanku ke kolam renang, aku berharap saat itu aku mati saja karrna dibunuh daripada aku mati bunuh diri karena kekejaman Vino yang tidak main-main...! Dia memukulku, menendangku, menyetrika tanganku, mengunci kamarku, bahkan dia juga bercinta dengan Angel di depan mataku, yang paling melukai hatiku adalah dia membayar seseorang untukembakar tempat usahaku, itu adalah tempat usaha peninggalan aku tidak tahu apa kesalahanku, kenapa dia melakukan semua itu padaku....!" Isakan Rana semakin menjadi-jadi.
Vitto hanya bisa terdiam mendengarkan semua cerita Rana. Dia enggan percaya Vino tega melakukan semua itu pada seorang perempuan. Dan untuk apa Vino melakukan itu, apa yang diinginkannya dari Rana. "Jadi bagaimana bisa kau seperti ini????" Tanya Vitto penasaran.
"Aku menemukan sebuah tangga tergeletak di halaman belakang, aku mencoba kabur dengan itu memanjat tembok beton, kau pasti tahu bahwa di atasnya juga ada kawat berduri serta pecahan kaca, aku hanya ingin bebas dari penderitaan yang tidak pernah ketahui alasan dibalik semua itu, aku bersusah payah dan merelakan tubuhku terluka daripada hatiku terus yang dilukai....!"
Vitto berdiri, membungkuk dan menyeka airmata Rana yang masih terisak. Vitto meminta maaf kepada Rana atas apa yang sudah dilakukan oleh aadiknya. "Aku meminta maaf padamu atas apa yang sudah dilakukan oleh Vino, aku akan menghajarnya nanti...!"
Rana menggeleng. "Tidak perlu, tadi kau sendiri bilang bahwa kau ingin memastikan keselamatanku, jika kau menghajarnya dia pasti tahu jika kau yang menyelamatkanku....!" Gumam Rana.
Rana menatap punggung Vitto. Dia masih tidak tahu apakah Vitto bersikap seperti ini sekarang akan berlanjut seterusnya ataukah Vitto akan berakhir sama seperti Vino. Seperti malaikat di awal tetapi kemudian menjadi iblis yang menakutkan. Rana tidak bisa untuk menilai sikap baik Vitto. Akan tetapi Rana kemudian teringat dengan Vino yang melarangnya dengan keras mengungkapkan semuanya pada Vitto, menandakan bahwa Vino memiliki ketakutan terhadap kakaknya.
Rana juga tidak bisa mengatakan pada Vitto bahwa Vino sudah memperk*sanya, Rana malu mengatakan itu karena dia sendiri adalah istri Vino. Selain malu hal semacam itu tidak akan bisa dia ungkap pada orang lain.
Ada perasaan lega ketika Rana bisa mengungkapkan kesedihannya pada orang lain yaitu Vitto. Entah kenapa hatinya merasa nyaman saat ini. Dia sangat berharap Vitto benar-benar memiliki niat tulus untuk membantunya saat ini. Mendengar bahwa seseorang tadi mencarinya, Rana bergidik ngeri karena itu pasti adalah orang-orang suruhan Vino, mengartikan bahwa Vino pasti tidak akan dengan mudah melepaskannya.
__ADS_1
Sementara itu, Vitto diam di dalam kamar mandi. Melihat kesedihan Rana tadi dia juga ikut merasakannya. Seorang perempuan lemah lembut seperti Rana diperlakukan tidak manusiawi oleh seorang laki-laki yang tidak lain adalah adiknya sendiri. Vitto masih tidak menyangka Vino bisa berbuat sekejam itu dan mempermainkan sebuah pernikahan. Sejak kecil dia tumbuh bersama Vino dengan lingkungan keluarga yang sangat baik, Papanya selalu mengajarkan kebaikan dan menghargai perempuan tetapi saat ini Vino justru menghancurkan hidup seorang perempuan yang lugu seperti Rana. Tidak hanya kehidupan, tettapi adiknyaa itu juga menghancurkan penopang kehidupan Rana dengan membakar Tempat usaha Rana. Itu bukan lagi disebut manusia jahat tetapi Vino adalah manusia tidak berakal dan juga kejam.
Vitto membasahi tubuhnya dengan air tetapi pikirannya masih tertuju pada Vino. Rana tidak tahu alasan dari perlakuan Vino kepadanya, tetapi segala sesuatu yang terjadi pastilah ada alasan kenapa seperti itu. Vitto tadi sempat berpikir mungkin Rana melakukan sesuatu sehingga membuat Vino marah tetapi ternyata Rana sendiri juga tidak tahu alasannya.
Sampai akhirnya Vitto teringat dengan satu hal, dimana Vino dulu pernah mengajaknnya untuk balas dendam atas kematian adik mereka yaitu Vania. Tetapi dia menolak itu, karena tidak ingin mengungkit masalalu. Vania sekarang sudah tenang bersama dengan Tuhan dan keluarganya sendiri pun tidak ingin menuntut apapun atau melakukan balas dendam kepada penyebab kematian Vania. Papanya juga sangat melarang menuntut supir taksi itu, entah dengan alasan apa Vitto sendiri tidak tahu cerita pastinya. Papanya hanya bilang bahwa itu terjadi karena kesalahan Vania sendiri, itu sebabnya dulu Papanya membebaskan supir taksi itu dari jeratan hukum. Seperti apa detailnya Vitto juga tidak tahu sama sekali begitu juga Vino, karena Papanya tidak menjelaskan kepada mereka. Mungkin hal itu juga yang membuat Vino kesal sampai sekarang. Tetapi Vitto sudah melarang keras agar Vino menghentikan niatnya melakukan itu karena semuanya sudah memaafkan dan mengikhlaskan kepergian Vania.
"Apa mungkin Rana adalah anak dari supir taksi itu...??? Jika memang benar, apa ini adalah alasan Vino memperlakukan Rana dengan buruk sekali? Kenapa dia tidak berpikir lebih dulu? Rana tidak bersalah dalam hal ini...!" Gumam Vitto sendiri.
"Aku harus mencari informasi tentang Rana dan keluarganya, mungkin itu bisa jadi petunjuk untukku menemukan alasan dari sikap Vino saat ini.... Ya, sepertinya aku harus menyelidiki Rana dan keluarganya..." Gumamnya lagi.
Vitto menyelesaikan mandinya, berganti pakaian dan keluar. Senyumnya tersungging ketika melihat Rana kembali terlelap. Pasti karena efek obatnya. Rana terlihat kacau sekali tadi saat dia menemukannya. Dan Vitto sadar bahwa sepertinya semalam Rana memang tidak tidur. Rana pasti sudah berjalan jauh sekali dengan tubuh penuh luka, mengingat tempat dimana dia menemukannya dan letak villa Vino sangatlah jauh sekali, tetapi mungkin karena Rana ingin terbebas dari penderitaan membuat perempuan itu lupa dengan keselamatannya sendiri, dan merelakan dirinya terluka parah agar bisa bebas dari Vino.
Mumpung Rana masih tidur, Vitto harus menghubungi seseorang untuk membantunya mencari informasi tentang keluarga Rana. Informasi itu tentu harus sangat detail dan menyeluruh agar tidak ada yang terlewat. Setelah semua informasi terkumpul, tentu Vitto akan menemukan jawaban dari pertanyaannya tadi. Dan jika benar Rana adalah putri dari tukang taksi itu, otomatis Vino pasti menggunakan alasan itu untuk menghukum serta meluai Rana setiap harinya.l
Vitto keluar dari ruangan perawatan Rana lalu menghubungi seseorang dan akan mengirim uang keoada mereka jika permintaannya untuk menyelediki keluarga Rana berhasil. Orang itupun langsung menyanggupinya. Vitto kembali lagi masuk dan melangkah mendekati Rana yang tertidur pulas. Vitto memandangi Rana dalam senyum manisnya. Dia sangat senang sekali bisa kembali bertemu dengan Rana yang manis dan juga cantik. Sayangnya Rana saat ini dalam keadaan yang buruk sekali, Vino memang kurang ajar. Jika boleh jujur, Vitto sebenarnya sudah menaruh hati pada Rana saat pertama kali bertemu di pesta itu. Rana yang lemah lembut, polos dan terlihat baik hati. Entah kenapa sejak saat itu Vitto selalu terpikirkan ingin bertemu dengan Rana lagi, seolah Rana memiliki daya tarik tersendiri, berbeda dengan gadis lainnya. Kepolosan dan keluguan Rana membuat Vitto menaruh hati padanya.
__ADS_1