Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 138


__ADS_3

"Besok saja... Aku sedang sibuk, lagipula apa yang ingin kau bahas, jika itu mengenai Mama, aku sama sekali tidak tertarik....!"


"Ciiihhh.... Kau tahu saja apa yang ingin aku bahas.... Tapi kita tetap harus membahasnya....!"


"Sudahlah Vin, masih ada besok, jangan merusak moodku hari ini, ku pikir sudah cukup moodku berantakan karena Mama siang tadi....!" Gerutu Vitto.


"Oke baiklah....!" Vino kemudian menutup teleponnya.


Vitto menghela napasnya lega karena Vino mau menyerah. Hari ini emosinya sudah terkuras habis karena Mamanya dan Vino malah mau mengajaknya membahas masalah itu. Vitto sama sekali tidak ingin harinya semakin kacau. Vitto memandang Aditya sambil tersenyum dan meminta maaf pada temannya itu. Aditya membalas senyum Vitto dan memaklumi apa yang terjadi.


"Kau terlihat senang...???" Tanya Aditya.


Vitto tertawa. "Aku lega Vino mau mengerti, biasanya dia suka memaksa...!"


"Sampai kapan kau akan menghindarkannya dari Rana???"


Vitto menggeleng. Dia tidak tahu kapan akan terus seperti ini. Rana terlihat nyaman dan merasa baik untuk saat ini. Dan Vitto tidak ingin merusaknya, dia ingin Rana dan bayinya tidak terganggu oleh hal-hal yang berhubungan dengan Vino. Rana harus kembali menjalani kehidupannya sebelum dihancurkan oleh Vino karena Rana berhak mendapatkan kebahagiaannya lagi.


"Adit tadi memberitahuku jika kau dan Vitto akan datang, kau tahu aku senang sekali mendengarnya....!" Gumam Cahya seraya menyiapkan pakaian dan segala keperluan Kyros dan Kyra setelah mandi.


"Aku sendiri tidak menduga jika Vitto akan mengajakku kesini, itu mendadak sekali....!"


"Benarkah??? Haha mungkin Vitto kasihan melihatmu boring di apartemen...!" Cahya duduk di samping Rana di atas tempat tidur.


"Vitto mengajakku kesini karena kami harus segera pindah dari apartemen, Vitto ingin meminta bantuan Ariel mencari tempat tinggal baru....!"


"Pindah??? Mencari tempat tinggal baru??? Kenapa seperti itu? Kalian baik-baik saja kan???" Wajah Cahya berubah menjadi khawatir, karena dia tahu Rana sedang menghindari mantan suaminya.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya, Vitto hanya bilang bahwa dia diikuti oleh Mamanya sampai di apartemen, dan karena alasan itulah dia mengajakku meninggalkan apartemen...!"


"Vitto memikirkan kenyamananmu pasti.... Kau jangan khawatir, Vitto akan melindungimu, dia terlihat sangat sayang padamu...!" Ujar Cahya.


Rana melempar senyum malu-malu. Dia menyadari bahwa Vitto memang sangat perhatian padanya selama ini dan selalu berusaha untuk melindunginya.


Kyros dan Kyra keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono yang berwarna kuning dan mereka terlihat sangat menggemaskan mendekat ke Cahya dan Rana. Cahya berdiri dan mengangkat kedua bocah itu ke atas tempat tidur bergantian. Oma dan Opa Kyros Kyra juga keluar dari kamar mandi setelah memandikan kedua cucu mereka lalu berpamitan untuk pergi. Nyonya Harry meminta Rana agar menemani Cahya membantu memakaikan pakaian si kembar.

__ADS_1


"Cahya sayang, Mama ke kamar dulu, Papa juga akan turun untuk menemui Vitto, Rana kau enjoy dan mengobrollah dengan Cahya, jangan sungkan-sungkan, anggap saja ini rumahmu sendiri....!" Ujar Nyonya Harry.


"Terima kasih tante...!" Ucap Rana.


Rana membantu Cahya membedaki si kembar yang sangat aktif itu. Kedua bocah menggemaskan itu tidak mau diam dan terus melompat-lompat di atas tempat tidur. Mereka juga saling menjatuhkan satu sama lain dan berpelukan sambil tertawa, mengabaikan Cahya yang meminta mereka untuk berhenti dan memakai bedak serta pakaian lebih dulu.


"Apa mereka melakukan ini setiap hari???" Tanya Rana.


"Selalu.... Dan aku selalu kewalahan jika harus menghadapi tingkah mereka sendirian, setiap pagi sebelum ke kantor, Adit yang membantuku mengatasi ini, dan setiap sore Mama terkadang Ibuku juga jika beliau ada disini...!" Cahya mengangkat Kyros yang sedang tengkurap memeluk Kyra yang ada di bawahnya, kemudian menurunkan putranya itu ke lantai dan memeganginya agar berhenti dulu bergerak.


Rana tertawa. "Tapi melihatmu begitu bahagia memiliki mereka, kau pasti tidak pernah merasa lelah, iya kan???"


"Lelah??? Sama sekali tidak, inilah kebahagiaan seorang ibu, kau nanti juga akan merasakannya, bukan lagi rasa lelah tetapi kepuasan melihat perkembangan tumbuh anak itu hal yang sangat membahagiakan....!"


"Aku berharap bisa seberuntung dirimu, suatu saat nanti, menjadi istri dan ibu yang luar biasa...!" Gumam Rana memuji Cahya.


"Kau pasti akan mendapatkannya, aku percaya itu...! Kau adalah perempuan yang hebat Rana, bahkan jika aku ada di posisimu, aku belum tentu bisa, aku terlalu rapuh untuk hal yang menyakitiku, tetapi kau kuat dan melewati semua kesulitanmu dengan kesabaran, tidak semua orang bisa melakukannya... Kau pasti pernah mendengar jika orang yang baik akan berpasangan dengan orang yang baik juga, kau pasti akan mendapatkan itu jika waktunya tiba...!"


"Amin...!" Rana tersenyum kemudian duduk lagi diatas tempat tidur Cahya dan mengambil sisir yang kemudian dia sisirkan di rambut Kyra yang duduk manis disampingnya. Bicah perempuan itu menyerah setelah dioisahkan dari kakaknya tetapi dia masih jahil dan mentoel-toel pipi Kyros yang berdiri di bawah.


"Uncle...! Ky dan La dimana?" Tanya Gienka dengan suara polos khas anak-anak.


"Mereka sedang mandi, apa Gie sudah mandi???"


Gienka mengangguk. "Sudah, di lumah Papa Yel...!"


"Pantas saja baumu sudah wangi, apa kau ingin bertemu Ky dan Ra???"


"Ya...!"


"Oke, biarkan mbak Tina mengantarmu ke kamar mereka ya, Uncle Dit, Uncle Vitto dan Papa Iel akan mengobrol disini, bermainlah dengan Ra dan Ky, auntie Cahya ada disana...!"


Aditya kemudian memanggil asisten rumah tangganya agar mengantar Gienka ke atas menemui Kyra dan Kyros di kamarnya. Gienka pun diantar naik ke lantai 2, sementara Aditya mempersilahkan Ariel dan Vitto kembali duduk agar bisa mengobrol dengan nyaman. Aditya juga mempersilahkan Vitto untuk menyampaikan permintaannya pada Ariel agar membantu masalahnya.


Vitto pun langsung mengungkapkan maksud dan tujuannya untuk menemui Ariel dimana dia ingin Ariel membantunya mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman dalam waktu dekat. Jika bisa tentu hari ini langsung karena dia butuh tempat tinggal untuk Rana dan keamanan perempuan itu. Tidak masalah jika itu sebuah rumah ataupun apartemen karena dia sangat membutuhkannya cepat.

__ADS_1


"Hari ini???" Tanya Ariel yang langsung dijawab dengan anggukan dari Vitto.


"Sebenarnya lusa kemarin apartemenku yang kosong baru saja di sewa oleh seseorang, sebenarnya tempat itu cukup bagus dan sesuai yang kau inginkan, tapi sayang sekali Vit....!" Ujar Ariel dengan penyesalan.


"Mungkin rumah, kau kan punya banyak perumahan...! Aku butuh tempat tinggal sampai rumah Rana jadi" Vitto mencoba bertanya lagi.


Ariel.meminta waktu pada Vitto sebentar, dia akan menghubungi agen penjualan di beberapa perumahan miliknya untuk memastikan ketersediaan rumah. Walaupun sebenarnya Ariel tahu bahwa rumah-rumah kebanyakan baru di bangun ketika sudah ada yang membelinya, tetapi dia akan mencoba menanyakannya. Ariel mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa staf yang mengurus penjualan.


Ariel menghubungi dan berbicara berkali-kali, bertanya mengenai hal yang sama pada orang yang berbeda. Dan telihat semuanya mengatakan hal yang sama bahwa tidak ada rumah yang kosong saat ini. Tinggal satu yang belum dihubungi oleh Ariel yaitu bagian marketing di area cluster tempat tinggalnya saat ini. Ariel tahu sebenarnya cluster itu juga 90 persen sudah di huni, sedangkan sisanya juga masih dalam tahap pembanguna juga renovasi, tetapi tidak ada salahnya dia menanyakan hal itu. Ariel pun menghubungi lagi bagian marketing. Ariel berbicara cukup lama sampai akhirnya dia menutup teleponnya.


"Bagaimana???" Tanya Aditya.


Ariel menghela napasnya. "Ada, di cluster Supernova, tempat dimana aku juga tinggal sekarang...!" Jawab Ariel.


"Cluster Supernova???"


Ariel mengangguk. "Akan tetapi tempatnya masih kosong karena baru selesai di bangun belum ada furniturenya, jika Vitto mau menunggu agar semuanya disiapkan, ya aku bisa pastikan 3 hari paling lama....! Sementara ku pikir Vitto atau Rana bisa menginap dulu di hotel milikku sambil menunggu pemasangan seluruh furniture selesai, bagaimana???" Ariel memandang Vitto.


"Ah jika 3 hari saja, kau dan Rana menginap disini saja, aku jamin aman, dan Rana juga tidak akan bosan karena ada Cahya...!" Timpal Aditya.


"Ah iya, Adit benar, tetapi itu terserah kau saja, kau mau di hotelku atau disini, tidak masalah....!" Sahut Ariel lagi.


"Sebenarnya yang membutuhkan ini itu Rana sih, dia aman dan aku bisa pulang ke rumahku!"


"Jika begitu ya biarkan Rana disink saja, ada Cahya juga, dan pasti aman, siapapun tidak bisa menjangkaunya, benar kan Iel???"


Ariel mengangguk. "Ya, itu bagus, Rana bisa punya teman disini dan kau bisa pulang, sambil menunggu rumah itu siap, dan aku juga bisa menjamin bahwa tinggal disana privasi kalian akan terjaga meskipun itu sebuah cluster"


Ariel menjelaskan jika ada garasi di bawah dan Vitto atau Rana bisa masuk ke mobil melalui garasi tanpa dilihat oleh orang lain diluar. Di cluster itu juga memiliki kolam renang di bagian belakangnya dengan ditutup oleh tembok yang tinggi sehingga sangat privat. Penjagaan di pintu masuk juga di jaga 24jam dengan pemeriksaan yang cukup ketat bagi tamu dari luar sehingga keamanan dan kenyamanannya sangat baik.


Vitto terdiam dan berpikir bahwa ide Aditya dan Ariel cukup bagus. Mungkin Rana memang untuk sementara tinggal dirumah ini sambil menunggu pemasangan furniture di rumah yang disebutkan oleb Ariel tadi. Dan dia juga bisa pulang untuk berjaga-jaga, Rana akan sangat aman di rumah Aditya yang penjagaannya super ketat ini. Tetapi apakah Rana mau, Vitto harus menanyakannya lebih dulu. Aditya pun menimpali keraguan Vitto tentang persetujuan Rana, karena dia yang akan meminta Cahya untuk membujuk Rana agar mau tinggal disini selama beberapa hari sampai proses pemasangan furniture selesai.


"Aku merepotkan mu lagi Dit...!" Gumam Vitto.


"Yaelah Vit, santai saja bro, kita teman dan harus saling membantu, kau sudah ku anggap seperti adikku jadi jangan khawatirkan apapun, Rana juga akan aman disini..." Ujar Aditya.

__ADS_1


"Iya Vit, santai saja, aku akan memastikan pemasangan furniture bisa diselesaikan dengan cepat sehingga Rana bisa segera tinggal disana....!" Ariel menimpali sambil memegang pundak Vitto.


__ADS_2