Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 334


__ADS_3

"Surat dari pengadilan negeri???? Surat apa ini????" Gumam Mama Arindah. Dia kemudian membawa surat itu masuk ke dalam rumahnya. Dan lekas untuk membuka serta membaca nya.


Mama Arindah terdiam dan membaca isi surat itu hingga dia sedikit terperangah mengetahui isi nya. Ternyata itu adalah surat pemberitahuan mengenai perebutan hak asuh anak yang di gugat oleh Reino. "Ya Tuhan....!!! Reino tega sekali melakukan ini.... Bagaimana ini??? Arindah bisa sangat terpukul....!!!" Gumam nya lagi.


Mama Arindah menghampiri Naufal yang sedang bermain, dan dia memilih duduk di sofa untuk kemudian terdiam. Bingung, marah sekaligus kecewa, karena Reino sepertinya tidak ada habisnya untuk tidak mengganggu ketentraman Arindah. Dia benar-benar tidak habis pikir, kenapa Reino bersikap seperti ini padahal sudah tahu jika Naufal sejak bayi sudah terbiasa hidup dengan Arindah. dan Naufal juga tidak pernah bisa dekat dengan Papa nya sendiri karena Reino sangat jarang sekali datang, jika pun datang, yang Reino utamakan hanyalah mengajak Arindah kembali kepada nya, bukan mengajak Naufal bermain atau sekedar mengambil hati bocah itu.


Hal yang selama ini tidak pernah di ungkap Arindah, adalah bahwa sebenarnya Reino sama sekali tidak pernah memberikan Naufal uang bulanan walaupun dulu saat bercerai, sudah di sepakati bahwa Reino harus memberikan uang bulanan sekitar 5 juta untuk biaya kehidupan Naufal. Hanya uang sebesar itu saja Reino sepeserpun tidak pernah memberikannya, dan hanya sekali saja pernah memberikan Naufal mainan. Dan mainan itupun sudah rusak lama, bahkan sudah Arindah buang karena patah. Meskipun begitu, sekalipun Arindah tidak pernah mengatakan atau memprotes apapun pada Reino. Dan sebisa mungkin Arindah membiayai kehidupan Naufal dengan uangnya sendiri.


"Apa aku harus memberitahu Arindah sekarang ya???? Ah tidak-tidak... Arindah baru saja berangkat bekerja, tidak baik jika hal ini justru mengganggu pekerjaan nya...... Mungkin lebih baik nanti saja saat dia menjemput Naufal... Kau sungguh keterlaluan Reino...!" Ucap Mama Arindah.


Sementara itu di tempat lain, setelah membahas mengenai mencintai Clara dan kedua preman sudah pergi meninggalkan ruangan Vino. Vino pun melanjutkan lagi pekerjaannya. Dia memeriksa setiap berkas yang ada di meja nya dan sesekali berdiskusi dengan Papa nya. Selain pekerjaan, Papa nya juga menanyakan beberapa hal mengenai pengintaian Clara. Serta apa saja yang sebenarnya Vino dan Vitto khawatirkan tetantang perempuan bernama Clara. Karena Papa nya belum tahu siapa Clara karena sebelumnya Papa nya tinggal di Paris. Vino pun menjelaskan bagaimana hubungan Vitto dan Clara di masa lalu. Tidak ad ayang Vino tutupi, dan menjelaskan secara gamblang siapa itu Clara hingga kekhawatiran yang di rasakan Vitto saat ini.


"Lalu bagaimana??? Apa Vitto sudah menjelaskan itu kepada Rana??? Karena menurut Papa, Vitto juga harus siap dengan berbagai kemungkinan... Karena tidak mungkin dia akan terus menahan Rana di rumah seperti sebelumnya, apa lagi Rana juga akan memulai usaha bakery nya lagi bulan depan... Rana akan menyibukkan dirinya membuat kue seperti sebelumnya, tentu Rana akan bekerja setiap hari.... Dari cerita mu tadi, Papa menyimpulkan bahwa Clara hampir sama seperti Angel, dan perempuan seperti itu akan agresif untuk sesuatu yang di miliki nya... Sehingga ada banyak kemungkinan yang bisa dia lakukan untuk mengganggu Vitto atau bahkan Rana secara langsung... " Ujar Papa Vino.

__ADS_1


"Ya itu dia Pa, aku juga berpikir seperti itu, dan aku sudah memberitahu Vitto agar lekas memberitahu Rana, tetapi dia bilang akan memberitahu, hanya saja tidak sekarang karena takut bisa merusak bukan madu nya, ya kita biarkan saja, Vitto pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri nanti..."


"Ya... Semoga saja....! Oh iya Vin, kau bilang hari ini akan bertemu dengan orang-orang yang akan mengurus dekorasi kamar Naufal, apa kau mengundang mereka datang kesini juga???" Tanya Papa nya.


Vino tersenyum. "Ah tidak Pa... Aku meminta mereka datang ke rumah Papa Mama saja nanti jam makan siang... Aku juga akan kesana, karena itu kamar Naufal, aku ingin Naufal sendiri yang memilih ingin kamar seperti apa nantinya.. Jadi dia bisa merasa lebih senang... " Jawab Vino.


"Istrimu juga akan kau jemput???"


Vino menggelengkan kepala nya. "Tidak Pa... Arindah ada jadwal operasi hari ini... Dia juga sudah menyuruhku untuk membereskan semuanya, karena dia percaya bahwa apa yang aku pilih juga bagus nanti nya... Selera laki-laki... Begitu ucaonya tadi... "


Vino kembali tersenyum. "Thanks Pa... Untuk doa dan dukungannya... Vino hanya ingin setiap hari menjadi orang yang lebih baik lagi... "


★★★★

__ADS_1


Siang hari nya......


Di jam istirahat, Vino keluar dari kantor dan menuju ke rumah mertua nya. Selain membahas mengenai kamar untuk Naufal, Vino juga ingin bertemu dengan bocah itu. Baru beberapa jam meninggalkannya untuk bekerja, Vino sudah sangat merindukannya. Tidak lupa, Vino juga membeli makan siang untuknya, untuk Naufal juga mertua nya di rumah. Arindah tidak bisa pulang karena ada banyak pekerjaan di rumah sakit. Bahkan mungkin Arindah akan pulang malam. Ada beberapa operasi yang harus dia lakukan, sehingga akan membutuhkan banyak waktu. Vino juga tidak ingin mengganggu pekerjaan istrinya itu.


Mobil Vino memasuki halaman depan rumah Arindah. Dan ternyata dia sudah di tunggu oleh Naufal. Bocah itu berteriak dan berlari menghampiri Vino. Memanggil Vino dengan panggilan Papa. Vino berjalan dan ketika Naufal dekat, dia membungkuk untuk menggendong bocah itu. "Hai anak Papa yang tampan....!!" Sapa Vino dan mencium pipi Naufal dengan gemas. "Apa anak Papa yang tampan ini sudah makan???" Tanya Vino.


"Belum... Menunggu Pap... Pa... "


"Wah menunggu Papa ya??? Maaf ya Papa terlambat, karena tadi membeli tempura kesukaan Naufal... Nanti makan dengan Papa ya???" Tanya Vino.


Naufal mengangguk dengan penuh semangat. Vino kemudian meminta kepada asisten rumah tangga yang merangkap membantu orang tua Arindah mengurus Naufal ketika disini, untuk mengambil makanan yang ada di bagasi mobil, lalu menyiapkan nya di meja makan, agar bisa di nikmati oleh orang tua Arindah juga Naufal yang tadi mengatakan jika belum makan.


Vino menggendong Naufal membawa nya masuk ke dalam rumah. Dia akan makan siang dulu karena tamu nya juga sedang bersiap menuju kesini. Sampai di dalam rumah, Vino menurunkan Naufal dan meminta agar Naufal ke kamar Oma Opa nya untuk memanggil mereka berdua. Karena sepertinya mertua nya itu sedang ada di kamar. Naufal pun berlari menuju kamar Oma Opa nya yang ada di lantai satu, dan Vino memilih duduk di sofa menunggu mertua nya keluar.

__ADS_1


Vino mengambil ponselnya di saku nya. Dan berniat mengecek pesan yang masuk, tetapi pandangannya tertuju pada amplop yang ada di atas meja. Ada nama Arindah disana, membuat Vino merasa tertarik untuk melihat isi nya. Diambil lah amplop itu oleh Vino untuk di baca.


__ADS_2