Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 204


__ADS_3

"Iya, Cahya benar, jangan sampai Vitto menjadi salah paham, lebih baiknya memang kau bicara mengenai hal itu dengan Vitto...!"


Rana mengangguk, dia memang sempat berpikir seperti itu. Melihat Vino yang kacau seperti tadi, Rana juga merasa kasihan. Akan tetapi wajar saja Vino murung dan terlihat kacau, semua yang terjadi ini pasti sangat mengejutkan lelaki itu. Rana tidak tahu apakah ini adalah karma atau tidak, yang dia tahu hukum tabur tuai itu selalu berlaku. Yang menabur kebaikan tentu akan menghasilkan yang baik juga, begitu juga dengan menabur keburukan maka hasilnya juga akan ikut buruk. Mengenai memaafkan Vino, dia sebenarnya sudah memaafkannya, tetapi penolakannya tadi ketika Vino meminta maaf sebenarnya adalah dia ingin melihat sejauh apa reaksi dark Vino ketika di tolak. Ya, Rana hanya mencoba ingin mengetesnya saja.


Untuk benar-benar memberinya maaf dan agar Vino tidak lagi mengganggunya juga perlu Rana lakukan. Meminta saran dan pendapat Vitto juga sangatlah penting, jangan sampai ada pergolakan dari Vitto kepadanya.


"Angel melakukan semua itu???? Untuk apa Vit???" Tanya Papa nya. Vitto dan Papa nya saat ini berada di sebuah restorannyang dekat dengan rumah sakit.


"Itulah yang saat ini masih belum Vitto ketahui Pa, tetapi kita pasti akan mendapatkan jawabannya segera...! Anak buahku masih mengikuti Angel...!"


"Bagaimana dengan Vino???"


"Dia sepertinya marah tetapi mencoba menahannya, entahlah aku tidak tahu apa dia bisa bertahan atau tidak....! Aku baru saja menerima pesan dari anak buahku jika Angel tadi ke kantor, dan sekarang datang ke rumah, mungkin dia tidak mendapati Vino ada disana...! Lalu rencana apa yang akan Papa lakukan dengan Vino untuk membongkar semuanya???" Tanya Vitto.


"Pada pertunangan mereka nanti, sebenarnya jika bisa Jason dan Shabella juga harus di tangkap, tetapi sayangnya mereka cukup pandai mengatur semuanya sehingga menjaga jarak satu sama lain, dan bekerja sesuai dengan porsi masing-masing....!"


"Itulah kenapa kita tidak bisa langsung mengetahui kejahatan mereka, karena mereka bermain sangat rapi, serta mengatur tugas masing-masing dan berfokus pada tugas itu tanpa merecoki yang lainnya...!" Gumam Vitto.


"Sebenarnya Papa juga berencana mengirim seseorang untuk mengetahui keberadaan mereka, harus bergerak cepat karena bersamaan dengan rencana kita pada Angel...!"


"Papa atur saja, dan aku pikir Vino juga pasti akan mau membatu Papa juga...!"


★★★★

__ADS_1


Vino dan Angel ke taman yang ada di belakang rumah, setelah Vino selesai makan siang dan minum obat. Vino terpaksa meminum obat sakit kepala meskipun sebenarnya dia tidak sedang sakit kepala, tentu itu demi mengelabui Angel. Mereka duduk menikmati suasana sejuk yang ada di taman belakang ini sambil meminum jus dan juga Angel mengupaskan apel untuk Vino.


"Bagaimana undangannya???" Tanya Vino.


"Besok tinggal di bagi saja, oh iya aku meminta agar yang memotret acara pertunangan kita adalah Edward, kau pasti tahu bahwa dia sangat profesional dan photografer terbaik...!"


"Kau sudah menghubunginya???" Tanya Vino lagi.


"Sudah.. Tadi pagi, untungnya dia sendiri ada jadwal kosong jadi dia tidak menyuruh anak buahnya...!" Jawab Angel


"Baguslah.... Kau mengaturnya dengan baik...!" Gumam Vino seraya tersenyum. "bagaimana dengan kekurangan biayanya??? Mereka meminta setelah acara atau sebelum???"


"Setelah acara saja...."


"Baiklah kalau begitu, kau saja yang mengurusnya, aku akan mentransfer uangnya padamu nanti...!"


"Tamu undangannya jangan sampai ada yang terlupa ya???"


Angel manganggukkan kepalanya. Semua persiapan pertunangannya sudah beres. Untuk pertunangan semua di lakukan dengan baik oleh Angel. Berbeda dengan pernikahan yang sampai saat ini tidak ada persiapan apapun karena Angel sama sekali tidak ada niat untuk menikah dengan Vino. Dia juga sudah menyusun dengan baik rencana kaburnya sebelum pernikahan.


Sementara Vino tetap berusaha bersikap biasa saja. Dia sudah tahu kemana arah Angel nanti, dia tetap akan memberikan apa saja yang di minta oleh perempuan itu, sampai di hari pertunangannya. Selama ini Vino sudah di manfaatkan dan di permalukan tanpa dia sadari, maka Angel juga harus merasakan hal yang sama sepertinya juga Angel harus mendapatkan ganjaran yang setimpal atas kejahatannya selama ini.


****

__ADS_1


Vitto dan Papanya kembali lagi ke ruangan perawatan Rana. Cahya dan Jeany pun berpamitan untuk pulang, karena Cahya harus menjemput anak-anaknya di rumah ibunya, sedangkan Jeany juga harus kembali ke rumahnya karena di sendiri belum sepenuhnya pulih dan akan datang lagi malam nanti bersama Edward. Kali ini Vitto yang akan menjaga Rana di temani oleh Papa nya.


Vitto duduk di samping ranjang Rana, menggenggam jemari perempuan itu dan tersenyum manis. "Apa kau masih merasa sakit????" Tanya Vitto.


"Sakit tetapi tidak terlalu, hanya saja kaki kiri ku tadi terasa kram dan sekarang mati rasa.....!" Jawab Rana.


"Mati rasa??? Kenapa tidak bilang??? Aku akan memanggilkan dokter ya???"


Rana menggeleng. "Todak perlu, tadi Cahya sudah memanggil mereka, dan aku sudah di beri suntikkan, mereka bilang mungkin ini efek dari obat yang ada di Pie itu, tetapi dalam beberapa jam akan normal lagi, semoga saja tidak menjalar ke bagian lainnya...!"


"Benar, tidak akan apa-apa???" Tanya Vitto lagi.


Rana menganggukkan kepalanya. "Kita tunggu saja, semoga beberapa jam ke depan mati rasanya sudah hilang...! Oh iya, aku ingin berbicara sesuatu denganmu...!"


Vitto menyipitkan mata. "Bicara denganku??? Tentang apa???"


"Vino...!" Gumam Rana.


Kali ini Vitto mengernyit. "Vino????"


Rana menganggukkan kepalanya. "Sepertinya aku harus membicarakan ini denganmu karena aku tidak mau ada kesalahpahaman diantara kita... Aku tahu kau juga pasti melihat betapa sedihnya dia dan juga kemarahan serta kekecawaan yang ada di wajahnya...! Aku menolak memaafkannya dan itu membuatnya semakin sedih, bagaimana menurutmu jika aku memberinya maaf, tetapi tentu hanya sekedar memberinya maaf saja...!"


Vitto mencium jemari Rana dan tersenyum. "Kedalah pahaman yang bagaimana??? Kau sendiri yang mengalami dan merasakan bagaimana sikap Vino padamu dan bagaimana kesalahannya, maka yang berhak untuk memberi maaf ataubtidak kepada Vino adalah urusanmu sendiri, apapun keputusanmu aku akan menghargainya...!" Ujar Vitto.

__ADS_1


"Aku hanya tidak mau kau berpikir macam-macam jika aku memberi Vino maaf...! Lagipula meskipun aku tidak akan pernah melupakan apa yang dulu terjadi, tetapi bukankah kita wajib meaafkan mereka yang berbuat salah...!"


Vitto terkekeh dan terus menggenggam jemari Rana. "Kebanyakan dari kita berpikir bahwa memaafkan adalah kelemahan, tetapi sebenarnya tidak,karena dibutuhkan orang yang sangat kuat untuk memaafkan. Bahkan terkadang kita semuanya salah, kadang-kadang juga kita melakukan hal-hal yang salah yang memiliki konsekuensi buruk. Namun itu tidak berarti kita jahat atau bahwa kita tidak dapat dipercaya lagi setelahnya....! It’s letting go of the hurt... Pilihan yang bagus jika kau mau memaafkannya.. Aku tidak mempermasalahkannya, hanya saja, berhati-hati ketika berbicara dengan Vino, takut dia menyalah artikan pemberian maafmu ppadanya.! Jangan sampai Vino besar kepala dan malah menyusahkan hubungan kita berdua...!" Ucap Vitto.


__ADS_2