Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 170


__ADS_3

Rana bisa memahami apa yang dirasakan oleh Vitto saat ini. "Jangan khawatirkan apapun, semua akan baik-baik saja, ini sama sekali tidak benar...!" Gumam Rana mencoba menenangkan laki-laki itu.


"Entahlah.... Yang jelas sekarang semua orang sudah menilaiku dan Vino buruk...! Aku harus segera menemui Vino dan Papa untuk membahas masalah ini....!" Ucap Vitto frustasi.


"Kau boleh pergi tetapi ayo sarapan dulu.!"


Vitto menggeleng. "Aku harus segera pergi...!"


Rana memandang Vitto sedih. "Tetapi aku sudah membuat sarapan untukmu.. Aku membuatkanmu omelette kesukaanmu...!" Ungkap Rana dengan murung.


Tidak tega melihat kesedihan di wajah perempuan itu, Vitto pun melembut dan tersenyum. Dia tidak boleh mengecewakan Rana yang sudah capek-capek memasak makanan untukmu, Vitto harus menghargainya. Dia mengangguk dan setuju untuk sarapan lebih dulu sebelum pergi.


Wajah Rana yang sebelumnya murung, berubah menjadi ceria ketika Vitto akhirnya mau sarapan dengannya. Mereka kemudian menuju ruang makan, dan Rana menyiapkan segalanya seperti omelette yang dibuatnya tadi juga menuang jus buah delima kesukaan Vitto.


Mereka berdua menikmati sarapan masing-masing. Rana tetap memilih sarapan dengan buah, pisang dan apel serta delima menjadi kesukaannya, itu cukup membantunya mengurangi rasa tidak nyaman di perutnya.


"Kau baik-baik saja kan???" Tanya Rana.


Vitto mengangkat kepalanya dan tersenyum. "Ya... tentu saja...!"


"Lalu apa rencanamu dan Vino nanti???"


"Tidak tahu.... Itulah sebabnya aku harus berbicara membahas masalah ini dengan Vino... Entah apa yang sedang di rencanakan oleh Mama, bisa-bisa melakukan hal ini...!" Gerutu Vitto lagi.


Rana memegang jemari Vitto dan melempar senyumnya. "Jangan gegabah dalam mengambil keputusan disaat kalian sedang merasa marah ataupun kesal...! Pikirkan baik buruknya..!"

__ADS_1


Vitto mengangguk. "Ya...!"


"Habiskan sarapanmu...!" Ucap Rana.


Vitto hanya tersenyum dan melanjutkan sarapannya. Tidak bisa di pungkiri bahwa saat ini suasana hati Vitto tidak seperti biasanya. Sementara itu Rana melirik ke ponsel Vitto yang tidak berhenti berkedip sejak tadi. Banyak sekali sepertinya notifikasi yang muncul disana dan itu berasal dari sosial media milik Vitto. Orang-orang pasti tidak mau berhenti untuk menuliskan hal buruk kepada Vitto. Dan Vitto pasti terganggu sekali dengan hal itu, selama ini Vitto dikenal dengan perilakunya yang baik dan santun serta tidak pernah ada berita buruk tentang dirinya kecuali gosip-gosip dengan perempuan itupun tidak terlalu ditanggapi Vitto dan lama kelamaan juga tenggelam dengan sendirinya. Sedangkan hal yang terjadi hari ini sangat sensitif dan langsung merusak segalanya.


Vitto menghabiskan sarapannya dan juga jusnya. Kemudia berdiri berpamitan pada Rana untuk pergi bertemu dengan Vino. Vitto merasa kesal sekali dengan hal ini, seharusnya dia bisa menikmati hari liburnya dengan bersantai dan menghabiskan waktu bersama Rana. Akan tetapi apa yang terjadi pagi ini merusak seluruh rencananya. Rana juga beranjak dari kursinya untuk ikut Vitto turun dan mengantarnya sampai di garasi.


Sampai di garasi, Vitto membuka pintu mobilnya, sedangkan Rana hendak memanggil Mario untuk membukakan pintu garasi. Tetapi itu terhenti ketika Vitto menerima panggilan dari Vino.


"Iya Vin.... Aku baru saja akan berangkat...!" Ucap Vitto.


"Tidak perlu....!" Teriak Vino di ujung telepon.


"Tidak perlu kesini, di depan rumah sudah banyak wartawan yang menunggu, mereka pasti sengaja kesini untuk menemui kita dan meminta penjelasan...."


"Apa...???? Banyak wartawan? Kok bisa..???" Seru Vitto terkejut.


"Entahlah.... Mereka sepertinya haus sekali dengan berita ini dan ingin mengulik lebih dalam tentang apa yang terjadi, aku sendiri tidak siap dengan jawaban apa yang harus ku berikan. Untuk sementara Lebih baik kau tidak perlu pergi kemana pun dan tetap dirumah!"


"Oke baiklah... Kau juga tolong jaga Papa, aku tidak mau masalah ini justru membuatnya khawatir berlebihan, dan kita harus berpikir mencari solusi untuk masalah ini...!"


Vitto mengakhiri panggilan dari Vino. Rana yang melihat itu mencoba mendekati Vitto. "Ada apa???" Tanya Rana khawatir.


"Ada banyak wartawan di depan rumah Vino, dan Vino melarangku untuk kesana...! Kekacauan ini benar-benar merusak segalanya.... Shiiiittt....!"

__ADS_1


"Ya sudah, jika kau tidak pergi lebih baik kita masuk..!"


Rana pun menggandeng Vitto dan mengajak lagi laki-laki itu masuk ke dalam rumah. Vitto dan Rana duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Vitto menatap layar ponselnya dengan gusar, dan tampak memerah wajahnya. Tiba-tiba saja Vitto melempar ponselnya ke lantai dengan kesal. Beruntungnya ada karpet bulu tebal di atas lantai sehingga membuat ponsel Vitto tidak mengalami kerusakan. Rana yang terkejut dengan hal itu langsung berdiri dan mengambil ponsel Vitto yang tergeletak di lantai. Rana melihat apa yang sebenarnya dilihat oleh Vitto sehingga membuat lelaki itu semakin kesal saja.


"Astaga.... Mereka jahat sekali....!" Gumam Rana dalam hati.


Banyak sekali komentar negatif dan menjudge Vitto di media sosial milik lelaki itu. Mereka bahkan mengumpat hingga mengeluarkan kata-kata tidak pantas terhadap Vitto. Wajar saja jika Vitto terlihat semakin kesal dan marah. Rana beralih melihat ke arah Vitto, memandang laki-laki itu dengan sedih dan iba. Rana kemudian mendekati dan duduk disebelahnya.


"Keadaan sedang tidak baik, kau juga pasti butuh ketenangan, komentar seperti ini tidak akan berhenti, lebih baik non aktifkan sementara seluruh sosial media mu" Ucap Rana mencoba memberi saran.


Vitto menoleh ke arah Rana. "Kau benar...! Lebih baik aku menon akyifkannya saja, mereka pasti tidak akan berhenti untuk melakukan ini, dan jika aku membiarkannya atau menonaktifkan kolom komentarku, mereka tetap akan menghujaniku di DM...!"


Rana tersenyum. "Iya.... Lakukan saja sekarang, itu akan semakin baik dan kau juga bisa mengendalikan emosimu...!"


Rana menyodorkan ponsel itu kepada Vitto dan tanpa beroikir lagi, Vitto mulai untuk menonaktifkan sosial medianya agar dia tidak semakin kesal dengan membaca komentar-komentar orang yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Vitto sendiri tidak mau semakin memperkeruh keadaan ini.


Vitto meletakkan ponselnya dan duduk bersila di sofa menghadap ke arah Rana sambil tersenyum. "Sudah selesai, aku menonantifkannya...!" Gumam Vitto.


"Ya bagus, itu bisa menghentikan komentar buruk mereka kepadamu, tetapi tentu itu bersifat sementara...!" Ucap Rana.


"Kau benar...! Aku tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi, Mama pasti sudah mempersiapkan ini jauh-jauh hari dan sengaja menjebakku dan Vino.... Itulah kenapa kejanggalan-kejanggalan ketika dia datang ke apartemen hingga bagaimana dia bersikap saat di kantor Vino... Mama keterlaluan sekali....!"


"Iya, ini keterlaluan... Maksudku bagaimana bisa dia punya ide seperti ini? Bukankah ini justru akan membuat kau dan Vini semakin marah saja, jika dia memang ingin memperbaiki hubungan dengan kalian lalu kenapa malah melakukan ini...!"


Vitto terkekeh. "Itulah manusia picik... Rana, aku sudah tahu betul bagaimana sifat mamaku, dia buka orang yang mudab menyerah sebelum dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan, kecurigaanku selama ini benar, dimana keberadaan Jason bersama Mama disini itu sudah pasti akan menghasilkan sesuatu, dan otak busuk mereka tidak akan bisa diam begitu saja, mereka pasti menggunakannya untuk berpikir langkah apa yang harus mereka ambil, maka beginilah jadinya...! Tunggu saja aku tidak akan pernah memberi mereka ampun sama sekali...!" Geram Vitto.

__ADS_1


__ADS_2