Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 302


__ADS_3

Vino pun langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya, menyadari bahwa dia salah berucap. "Ehhh sorry sorry, aku tidak bermaksud apa-apa, ehhh aku hanya....... Eh... Ingin tahu saja apa yang kau sukai dan tidak kau sukai saat berhubungan, ehh.... Aku bertanya seperti itu karena takut jika seandainya kita melakukannya, aku akan melakukan sesuatu yang mungkin kau tidak menyukai nya jadi mungkin lebih baiknya kau bisa mengatakan apa yang kau sukai dan tidak kau sukai, jadi kita bisa menghindari nya..." Vino mengelap dahi nya yang tiba-tiba saja mengeluarkan keringat, dia berharap Arindah tidak tersinggung dengan pertanyaannya tadi.


Arindah tertawa terbahak-bahak, menyadari bahwa sepertinya Vino ketakutan dengan pertanyaannya sendiri. Tetapi Arindah sudah bisa membaca penerimaan Vino terhadap keputusannya. "Hahahaha kau lucu sekali sih Vin..?? Sejak tadi aku lihat kau seperti seekor singa yang sedang ketakutan, hei... Aku tidak akan memangsamu, bagaimana bisa seorang Vino bisa terlihat takut dengan seorang perempuan??? Hahahaha..."


Saat tertawa, tiba-tiba Arindah mendengar ponselnya berbunyi. Dia pun beranjak dari tempat duduknya, dan meminta ijin pada Vino agar bisa mengangkat telepon lebih dulu baru nanti lanjut untuk mengobrol lagi. Vino pun membiarkan Arindah pergi mengangkat ponselnya karena takut ada yang penting. Arindah pergi ke tempat tidur dimana ponselnya ada di atas meja sebelah tempat tidur. Sedangkan Vino menghabiskan Champagne nya lalu berdiri dan menutup gorden jendela kamar nya.


"Mama????" Gumam Arindah ketika mendalati nama Mama nya di ponselnya. Dia langsung menjawab panggilan video dari sang Mama.


"Mama......!!!!" Tiba-tiba wajah Naufal muncul di layar.


Arindah tersenyum dan melambaikan tangannya pada putranya. "Hai sayang... Kok belum bobo???? Kenapa???" Tanya Arindah.


"Arindah sayang... Maaf, mengganggumu, Anakmu ini tidak mau tidur dan terus memaksa Mama agar menghubungimu, jadi Mama tidak ada pilihan lain... " Sahut Mama Arindah di telepon.


"Iya Ma, tidak apa-apa, Arindah juga belum tidur kok, masih mengobrol dengan Vino... "


Ponsel bergeser dan wajah Naufal kembali muncul. "Mama besok pulang ya?? Aku mau es klim, Mama janji Mama akan membeli es klim untukku.. "


Arindah tersenyum menatap wajah menggemaskan Naufal. "Iya sayang, besok Mama akan pulang dan membawakan mu es krim, tetapi sekarang Naufal harus bobo dengan Oma dan jangan rewel, kalau rewel??? Besok Mama tidak akan membelikan Naufal es krim... Bagaimana??? Mau bobo atau tidak sekarang???"

__ADS_1


"Ya, aku akan bobo... Tapi Mama janji ya???"


"Iya... Janji... Sekarang Naufal bobi ya??? Besok Mama pulang bawa es krim cokelat dan vanilla untuk Naufal..."


"Da... Da.... Ma.. Ma... Aku cekalang akan bobo..!" Panggilan itu langsung mati, membuat Arindah tertawa di buatnya. Naufal begitu polos, dan Arindah juga sangat merindukan putranya itu walau baru beberapa jam di tinggal.


"Loh kok udahan teleponnya??? Aku baru ingin berbicara dengan Naufal???" Vino menghampiri Arindah yang duduk di tempat tidur dan sedang meletakkan ponselnya di atas meja.


"Dia sendiri yang mengakhiri vc nya.. Hahahaha Dia hanya mengingatkanku agar besok tidak lupa membawakan es krim saat pulang, hanya itu saja..." Ujar Arindah.


Vino tersenyum dan duduk di sebelah Arindah. "Manis sekali... Besok kita harus membeli banyak es krim untuknya..."


"Ah lupakan saja...." Sahut Vino dengan cepat.


"Kok lupakan??? Kau bertanya dan aku akan menjawab pertanyaanmu... Seperti yang aku bilang bahwa kita harus terbuka satu sama lain kan???" Arindah melemparkan senyumnya lagi. "Tidak ada hal khusus, bukan bermaksud mengingat masalalu tetapi saat aku menikah dulu, aku selalu menuruti keinginan suamiku, karena bagiku yang terpenting adalah membuatnya merasa senang atas pelayanan ku, dan kita berdua menikmatinya, itu saja... Selagi tidak menyakitiku, aku akan melakukan apa yang di inginkan oleh suamiku.. Tetapi tentu setiap perempuan pasti menginginkan sikap lembut, dan juga romantis dari suami nya, dan jujurly aku sangat menyukai hal itu.. Oke, aku sudah menjawab pertanyaan mu, jadi giliranku sekarang yang bertanya padamu?? Boleh kan???" Tanya Arindah.


"Bertanya apa??? " Tanya Vino balik.


"Apa yang paling kau sukai saat berhubungan bad*n??? Kau suka ketika perempuanmu melakukan apa???" Tanya Arindah blak-blakan. Selain untuk membalas pertanyaan Vino, Arindah juga ingin tahu apa hal yang di sukai lelaki di depannya ini, karena tentu dia berharap bisa melakukan apa yang menjadi kesukaan dari suaminya itu agar bisa menjalankan nya dengan baik nanti nya.

__ADS_1


Vino terkekeh. "Astaga.... Pembicaraan apa ini??? Hahaha kenapa kita jadi membahas hal seperti ini... Tetapi... Aku sendiri yang memulai pembicaraan konyol ini.. Ya ampun... Sudah.. sudah... Jangan di bahas lagi... " Ucap Vino.


"Kenapa??? Ini adalah pembicaraan suami istri, dan disini hanya kita berdua, tidak ada salahnya kan membahasnya??? Sudahlah untuk apa saling canggung, kita sudah dewasa dan kita juga sudah menikah... Ayo jawab, tadi aku kan sudah menjawab pertanyaanmu.. Apa yang kau sukai???? Oral??? Do9gy??? Belakang??? Depan??? Berdiri??? Duduk??? Atau Women in top??? Aku sangat menyukai Women on top, karena aku merasa bahwa aku berkuasa hahaha just kidding... Kau suka yang mana????" Tanya Arindah sambil tertawa, menandakan bahwa dia sebenarnya tidak begitu serius dengan pertanyaannya.


"Astaga..... Kau ini benar-benar ya???? Selera humormu masih saja seperti dulu.... Hahahaha Parah...." Vino pun ikut tertawa.


"Jawab dulu Vin....??? Kau suka yang mana???" Tanya Arindah lagi sambil mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.


Vino kembali tertawa. "Kau benar-benar ingin tahu jawabannya???" Tanya Vino balik dan Arindah tersenyum sambil menganggukkan kepala nya. "Baiklah... Aku akan menjawabnya...! Aku..... Menyukai semuanya, karena aku sangat tahu betul bagaimana caranya membuat perempuan ku menikmati sebuah percintaan dan aku tahu cara membuatnya gila saat bercinta..... Dan jika kau menyukai Women on top, aku sangat menyukai Oral s*x, bagiku perempuan akan terlihat benar-benar luar biasa jika melakukannya dengan gerakan mulut yang sangat ahli, aku seperti terbang ke sebuah tempat yang begitu tinggi, dan aku akan menjadi gila.... Apa kau jago melakukannya???" Tanya Vino menggoda sambil mengangkat kedua alisnya bergantian.


"Aku sudah lama tidak melakukannya, dan sedikit lupa, tetapi kau tenang saja, aku akan mencoba sebaik yang aku bisa, bimbing aku juga... Hahahahahaha.... Sudah larut, lebih baik kita istirahat...." Arindah menaikkan kedua kaki nya ke tempat tidur dan hendak berbaring tetapi Vino menahannya.


"Tidur????? Kau ingin tidur???? Apa kau tidak berpikir untuk membuat kamar ini berantakan??? Aku membayarnya sangat mahal, sayang jika hanya di gunakan untuk tidur... Lagipula masa kau sudah lupa dengan apa yang tadi kau ucapkan bahwa kau ingin melakukan tugasmu sebagai seorang istri??? Pembicaraan kita tadi juga sudah membuat sesuatu yang ada di dalam sana bergolak ingin keluar dari tempatnya, dan kau harus bertanggung jawab atas itu...." Ujar Vino sambil mendekatkan dirinya pada Arindah.


Kali ini wajah Arindah menegang dan dia memundurkan tubuhnya menjauhkan diri dari Vino. Tetapi lelaki itu menahannya lagi dan tersenyum menggoda. "Kenapa sayang??? Kenapa wajahmu seperti ketakutan??? Apa kau tidak ingin kita melewati malam pertama kita sebagai suami istri????"


WAjah Arindah semakin memegang, bahkan dahi nya mengeluarkan keringat dingin. "Vin... Eh kenapa kau semakin mendekat???" Tanya Arindah ketakutan.


"Bukankah kau tadi yang bilang kalau kau ingin melayani suamimu dengan baik??? Lalu kenapa kau sekarang justru ingin tidur???? Ayo... Sekarang lakukan tugasmu sebagai istriku, layani aku dan puaskan aku...???" Vino kali ini semakin mendekat dan menindiih Arindah. "Ayo sayang...???? Aku sudah tidak sabar!!!" Ucap Vino lagi dan wajah Arindah semakin ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2