Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 224


__ADS_3

Vitto terperangah. "Kau serius???" Tanya Vitto meragu.


"Apa kau pikir wajah dan ucapanku terlihat sedang bercanda??? Kau tidak setuju ya agar kita segera menikah???" Tanya Rana lagi.


Vitto tersenyum dan menggelengkan kepala nya. "Bukan begitu sayang, aku hanya tidak percaya kau meminta seperti itu..."


"Dan bagaimana menurutmu??? Apa kau menyetujui usulanku ini???" Tanya Rana lagi.


Vitto tersenyum dan mengecup kepala Rana. "Jika itu yang kau inginkan kenapa aku harus menolaknya sayang??? Aku justru senang kau berani meminta nya kepadaku.. Oke begini saja, selama aku pergi, kau mulai saja persiapannya, seperti mencari Wo, designer, make up artist dan yang lainnya, setelah aku kembali kita bisa diskusikan semuanya dan mulai persiapannya, bagaimana!???" Tanya Vitto.


"Kau punya banyak teman designer dan MUA, kau bisa mencari nya mana yang menurutmu baik kan???"


Vitto terkekeh. "Iya juga, oke besok kita bahas ini, sekarang sudah malam dan kita tidur saja...!"


Rana mengangguk, Vitto memang bebar, besok lelaki itu masih di rumah jadi dia bisa membahas sebentar. Perihal Designer untuk gaun pernikahan serta make up artist, Vitto pasti tahu mana yang bagus. Karena kenalan Vitto sangatlah banyak.


Vitto membaringkan Rana dan kemudian dia juga berbaring. Mereka lalu tidur.

__ADS_1


#***#


Keesokan harinya....


Vino sudah siap untuk pergi ke kantor, dia sudah rapi dengan setelan jas dan dasi yang melingkar di lehernya. Dia turun ke lantai satu untuk bergabung dengan Papa nya yang sepertinya sudah berada di ruang makan. Vino tersenyum merasa bahagia sekaligus kelegaan di rasakan olehnya karena akhirnya dia terbebas dari Angel dan perempuan itu pasti akan mendapatkan hukuman atas kesalahannya selama ini. Vino alan memulai hidup baru nya dengan memfokuskan diri pada pekerjaan nya untuk melupakannya. Sayangnya sampai saat ini Vino tidak tahu sama sekali dimana Rana tinggal. Dia belum ada kesempatan untuk menyelidiki lebih jauh. Memaksa Vitto atau menanyakan ke Papa nya itu adalah hal yang akan sia-sia saja, karena mereka berdua pasti tidak akan pernah buka suara. Dia harus melakukan sesuatu sampai bisa menemukan tempat tinggal Rana, karena jika tidak menemukannya bagaimana bisa dia akan mendekati Rana lagi dan mengajak perempuan itu kembali dengannya.


"Pagi Pa...!" Sapa Vino kemudian menarik kursi makan dan duduk disana.


"Pagi Vin...! Oh iya hari ini Papa tidak ikut ke kantor ya??? Papa sedikit pusing dan lelah, semalam Papa tidur terlalu larut!"


"Iya Pa.. Papa istirahat saja... Vino juga harus menemui pak Handika dan mengecek sejauh apa proses hukum Angel.. Vitto juga sebenarnya tidak ke kantor, besok dia akan melanjutkan styuting acara nya, sekitar satu minggu, karena dia akan merangkap untuk dua episode...!"


Vino tersenyum. "Jika di batalkan, mereka akan rugi besar tidak bekerja sama dengan Vitto..! Semua brand dan acara yang memakai Vitto selalu sukses, apalagi Vitto termasuk pemilah dalam memilih pekerjaan, jika dia mau melakukannya arti nya itu memang bagus menurutnya...!"


"Kau benar Vin...! Papa juga senang dia bisa bekerja sambil melakukan hobi nya, sudah lama dia tidak menjelajah alam setelah dia menerima tanggung jawab darimu untuk mengurus kantor, dia bekerja dengan baik sejauh ini, jadi kita harus membiarkannya menikmati hobi nya untuk sementara sehingga saat dia kembali, dia bisa lebih semangat lagi dalam bekerja...!"


Vino tersenyum dan mengangguk. "Aku sangat setuju dengan Papa, sebenarnya jika dia tidak ada pekerjaandi luar, aku sebenarnya sudah ingin memberinya libur agar dia bisa healing sejenak, dan mungkin aku juga akan ikut bersama nya, aku pikir alam bisa membuat suasana hatiku jadi lebih baik setelah semua yang terjadi kemarin, sayangnya Vitto liburan dalam rangka untuk pekerjaannya, jika tidak, mungkin aku akan pergi bersama nya...!"

__ADS_1


"Kalian bisa peegi bersama nanti, carilah waktu yang pas, kalian juga sudah lama tidak liburan bersama, itu akan memperbaiki hubungan kalian...!'' Ujar Papa Vino.


"Itu memang benar, aku selama ini selalu mengejeknya karena dia terlalu mencintai gunung, tetapi sekarang aku yang justru penasaran bagaimana rasanya mendaki gunung, orang bilang jika sekali kita sudah bisa menaklukannya maka kita akan ketagihan, dan itu juga yang sering di katakan Vitto, aku jadi ingin mencoba nya...!"


"Kau sekali kali memang harus mencoba nya Vin...!"


ΔΔΔΦΦΦΔΔΔ


Setelah sarapan, Vitto dan Rana memilih duduk di gazebo yang ada di belakang rumah Vitto. Suasana yang asri membuat Vitto sering menyendiri di tempat ini ketika berada di rumahnya. Vitto dan Rana memulai untuk membahas beberapa hal yang di obrolkannya tadi malam dengan Rana megenai pernikahan. Vitto tentu saja tidak mau pernikahannya di lakukan dengan sederhana meskipun Rana meminta nya dengan segera karena Vitto ingin sekali pernikahannya menjadi kenangan yang indah jadi semua harus di persiapkan dengan baik. Vitto akan menghubungi beberapa kenalan nya yang biasa mengurus mengenai pakaian dan make up, selama ini dia sering bekerjasama dengan orang-orang yang profesional mengenai wardrobe, designer bahkan event organizer.


Yang kemudian oernikahan ini akan jadi pernikahan yang luar biasa dan Vitto juga akan mengabulkan keinginan Rana yang ingin menikah dengan konsep pernikahan di tepi pantai. Tetapi tentu sebelum pernikahan, dia harus juga mempersiapkan untuk melamar Rana. Vitto sudah merancangnya dan tinggal menunggu Rana sembuh lalu mereka bisa berangkat liburan ke villa cantik milik Aditya yang berada di tepi pantai. Sepulang dari syutingnya nanti, Vitto akan pergi untuk membeli cincin yang akan dia gunakan melamar Rana. Rana harus di perlakukan dengan baik dan harus di hormati, Vitto tidak ingin menyia-nyiakan perempuan seperti Rana. Tidak boleh lagi hal seperto dulu terulang. Rana harus mendapatkan kebahagiaan dan hak nya sebagai seorang wanita yaitu di cintai dan di sayangi dengan tulus, serta di limpahi kasih sayang agar bisa merasa bahwa dia di lindungi dan di hormati oleh laki-laki, dan tidak lagi di rendahkan serta di oermainkan seperti yang dulu dia alami saat menikah dengan Vino.


Vitto berdiskusi dengan Rana dan mengusulkan beberapa nama orang yang bagus untuk mengurus pakaian yang akan mereka gunakan nanti nya, juga hair stylish, make up artis serta bebrapa lainnya. Sekaligus Vitto menunjukkan beberapa contoh yang sudah orang-orang itu tangani. Rana tampak serius menatap layar tablet yang di pegang oleh Vitto. Lelaki itu menunjukkan beberapa foto pada Rana. "Mulai sekarang, kau harus memikirkan gaun pernikahan seperti apa yang kau inginkan??? Warna nya, tipe gaun nya dan sejenisnya, setelah aku kembali, kita akan langsung datang ke butik designer nya?? Kau ada waktu satu minggu untuk memikirkan gaun impian pernikahan mita nanti, setuju???" Tanya Vitto.


"Iya bawell...!" Rana twrsenyum dan Vitto terkekeh.


Sementara itu, mobil Vino masuk ke halaman rumah Vitto. Rumah Vitto memang tidak memiliki gerbang di depannya, dan hanya halaman yang cukup luas. Kawasan tempat tinggal Vitto sudah memiliki keamanan yang baik jadi tidak perlu gerbang untuk melindungi nya.

__ADS_1


Vino datang untuk menemui Vitto membahas kelanjutan proses hukum Angel. Vino butuh beberapa saran dari Vitto itu sebabnya dia datang kesini untuk bertemu dengan kakaknya itu. Vino tidak memberitahu Vitto tentang kedatangannya, bagi nya itu tidak terlalu penting, toh ini rumah Kakaknya dan tidak mungkin dia tidak di ijinkan masuk kesini. Dia memang sering datang tanpa memberitahu. Vino melepaskan kacamata hitamnya dan membuka pintu mobilnya, kemudian turun dari mobil mewahnya itu dan langsung berjalan masuk ke rumah vitto.


__ADS_2