
Vitto dan Ariel menuju ruang kontroling. Melihat kedatangan Ariel, para petugas diruangan itu berdiri dan membungkukkan badan mereka menyambut Ariel. Mereka langsung menanyakan keperlua Ariel datang kesini, dimana itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Ariel pun meminta mereka menunjukkan rekaman cctv di beberapa ruangan dan koridor tertentu yang ada di hotel ini.
Vitto pun memeriksa ponselnya untuk mengecek data yang dia dapatkan dari anak buahnya yang mengikuti Angel dan Jason. Vitto tidak kesulitan mengenai waktu dari kedatangan kedua orang itu, mengingat kedua anak buahnya juga selalu memotret setiap aktifitas yang dilakukan oleh Angel, Jason atau Mama Vitto. Vitto menyebutkan dengan detail waktunya pada petugas, dan petugas itu pun langsung mengeceknya.
Cukup lama sekali Ariel dan Vitto berada di ruangan kontroling karena banyak sekali rekaman yang diminta oleh Vitto dari berbagai sisi dan ruangan serta koridor, bahkan Vitto juga meminta di tunjukkan rekaman di restoran yang ada di hotel ini, mengingat tadi dia memergoki keduanya sedang berada di area parkir yang tidak jauh dari restoran. Dan dari rekaman ketika keduanya keluar bersamaan dari dalam kamar hotel yang ternyata menuju area restoran.
Vitto mempergmhatikan dengan detail rekaman itu, Angel dan Jason memang menikmati makan siang di restoran itu. "Bisa sedikit percepat???" Pinta Vitto.
Petugas pun mempercepat, sampai akhirnya mata Vitto berfokus pada Jason yang tiba-tiba berlari meninggalkan Angel. "Sedikit mundurkan lalu putar normal lagi...!" Ucap Vitto lagi.
"Baik pak...!"
Petugas itu pun kembali menuruti permintaan dari Vitto. Jason terlihat berlari, Vitto mengernyit kenapa lelaki itu berlari terbirit-birit hingga hampir terjatuh. Sampai akhirnya, Vitto meminta agar video di hentikan ketika dia mengenali beberapa orang di video itu selain Angel dan Jason. "Itu kan Vino, sekretarisnya dan juga Papa... Jadi mereka ada disini????" Gumamnya terheran-heran tetapi kemudian dia menyadari bahwa mungkin itu adalah alasan Jason lari terbirit-birit.
"Apa mungkin itu alasannya lari ya Vit???" Tanya Ariel.
"Maybe.... Mereka sepertinya menyadari kehadiran Vino dan Papa sebelum mereka masuk...! Sialll......! Andai saja mereka tidak menyadari, pasti Vino akan langsung mengambil keputusan jika melihat mereka.... Shiiittt...!" Gerutu Vitto.
Vitto kembali berfokus lagi, dan terlihat juga bahwa sepertinya Vino mengetahui Angel ada disana sehingga mereka mengobrol sebelum akhirnya Angel keluar dari restoran itu. Setelah Angel keluar, Vitto meminta lagi ditunjukkan suasana diluar restoran, dan ya, itu adalah moment dimana Vitto mendapati Angel dan Jason di area parkir.
__ADS_1
"Sudah???" Tanya Ariel. "Apa kau ingin melihat yang lain lagi???"
Vitto menggeleng. "Cukup Iel, kurasa ini cukup, Angel juga sudah meninggalkan tempat ini... Thanks kau sudah Membantu mempermudah urusanku...!"
"Ah sudahlah jangan terlalu sering mengucaokan terima kasih...!" Ariel menepuk-neouk bahu Vitto. "Kalian tolong berikan semua rekaman itu pada Vitto!" Pinta Ariel pada petugas itu.
"Baik pak... Kami akan mengumpulkannya lebih dulu, silakan menunggu sebentar...!"
Ariel mengajak Vitto untuk duduk sebentar. Hingga sekitar 10 menitan semua sudah dikumpulkan dan Vitto di berikan hasil rekaman itu berupa sebuah cd. Setelah itu Ariel dan Vitto pun keluar. Sampai di luar, Vitto pun mengucapkan tetima kasih lagi pada Ariel yang sudah dengan baik hati mau membantunya. Ariel pun mengatakan bahwa Vitto tidak perlu berterima kasih, Ariel berharap Vitto berhasil dengan usahanya untuk mengumpulkan bukti-bukti itu sehingga keluarga Vitto bisa terbebas dari orang licik seperti Angel dan Jason. Ariel pernah ada di posisi Adik Vitto, dimana dia ditipu oleh seorang wanita yang hanya memanfaatkan kekayaannya dan menghancrkan keluarganya, sehingga Ariel berharap bahwa Vitto ataupun Vino tidak mengalami hal seperti itu dan bisa terbebas dari perempuan seperti Angel.
Karena Ariel harus menemui manager hotel, dia meminta maaf pada Vitto tidak bisa mengantar sampai luar. Vitto pun memaklumi dan tidak mempermasalahkan hal itu. Vitto memeluk Ariel dan berterima kasih lagi, lalu berpamitan dan meninggalkan hotel Ariel.
"Hai ... Kalian ada disini???"
"Kau juga ada disini??? Sedang apa???" Tanya Vino.
"Aku sedang bertemu dengan temanku, dia pemilik hotel ini, sudah lama aku tidak bertemu dengannya..!"
Vini mengernyit. "Pemilik hotel ini???" Vino mengarahkan pandangannya ke sekitar hotel. "Maksudmu Ariel Harsya??? Kau berteman denganngmya???" Tanya Vino heran. Ya, Vino tentu tahu siapa pemilik dari hotel ini, mengingat ini adalah sah satu bagian dari kerajaan bisnis properti dan real estate terbesar milik dari Eerma's Group yang di pimpin oleh Andi Ariel Harsya, Ceo muda putra tunggal dari almarhum Irma Harsya.
__ADS_1
Vitto tersenyum dan mengangguk. "Ya, aku bertemu dengannya...! Kenapa??? Kau kelihatan heran sekali...!???"
"Bagaimana kau bisa mengenalnya??? Dan untuk apa kau menemuinya???" Tanya Vino lagi.
"Tentu saja bisa, dia adalah sahabat baik Aditya temanku, aku ada urusan dengannya, aku sedikit tertarik untuk menanam saham di perusahaannya, kupikir itu bagus untuk tambahan uang jajanku, bisnis properti cukup bagus...."
"Cihh sok banget sih....! Sok bisnis....!" Cela Vino.
"Bodoh amat....!" Gerutu Vitto. "Hari ini aku tidak kembali ke kantor ya??? Aku ada keperluan mendesak... Lagipula dikantor juga tidak ada hal penting...!"
"Mau kemana lagi???" Tanya Vino penasaran.
"Ada deh... sudah ya, aku harus pergi...!" Vitto pun melenggang pergi meninggalkan Vino, Papanya dan sekretaris Vino.
"Lihatlah tingkahnya, bisa-bisanya dia bersikap tidak profesional seperti itu..!" Gerutu Vino pada Papanya.
"Sudahlah Vin, bukannya kau sendiri yang sudah memberinya ijin, jangan mempermasalahkan hal itu, atau kakakmu tidak mau lagi kembali ke kantor, mobil sudah datang, ayo nanti kita terlambat kembali...!" Ujar Papa Vino, dan Vino pun membantu Papanya masuk ke dalam mobil.
Vitto memilih tidak kembali ke kantor lagi, dan dia akan pulang dan membantu Rana berberes. Kasihan jika Rana harus berberes sendirian dan dia tidak membantu perempuan itu. Vitto juga akan mulai mengumpulkan dan menyatukan setiap file foto atau video yang selama ini di dapatnya mengenai Mamanya, Angel dan Jason. Vitto berbohong pada Vino mengenai kedatangannya di hotel itu, dia harus melakukan itu untuk menjaga semuanya sampai waktu yang nanti dia tentukan untuk mengungkap kebusukan Angel selama ini pada Vino.
__ADS_1