
Vitto masih belum mengerti juga sebenarnya dengan apa yang dilihatnya tetapi yang saat ini harus dilakukannya adalah lekas keluar dari kolam renang bersama dengan Rana. Akan bahaya jika tiba-tiba kedua orang itu berenang ke arah mereka. Vitto meminta Rana untuk menghadap ke depan lagi agar bisa mudah berjalan, sementara dia akan menghalagi Rana dari samping. Mereka berdua kemudian berjalan pelan di air sampai ke tepian, Rana perlahan naik dan Vitto tetap berusaha menghalanginya sambil berharap Angel tidak menyadari mereka.
"Rana...! Ambil jubahmu, dan pergilah untuk membilas tubuhmu dan berganti pakaianlah, kita akan kembali ke kamar, aku akan menunggumu disini sambil melihat kedua manusia brengs*k itu....!" Ucap Vitto.
"Tapi bagaimana kalau mereka melihatmu???"
"Tidak menjadi masalah kalaupun seandainya mereka melihatku tapi akan jadi masalah jika kita berdua terlihat bersama, tapi jangan khawatir, aku akan berusaha untuk tidak terlihat oleh mereka, sekarang pergilah dan hati-hati...!" Vitto sedikit berjongkok untuk meraih jubah mandi Rana yang ada di atas kursi santai, setelah mendapatkannya dia memberikannya pada Rana.
Rana menggunakan jubah mandi itu, tetapi tidak mengikatkan talinya ke pinggangnya. Rana hanya melilitkan satu sisinya saja, sedangkan sisi lainnya dia gunakan untuk menutup mulutnya. Rana meraih tas berisi pakaiannya dan Vitto kemudian dia hendak melangkah meninggalkan Vitto untuk berganti pakaian lebih dulu tetapi Vitto meraih pergelangan tangannya. Vitto meminta padanya agar mengambil ponselnya lebih dulu. Rana pun mengambil ponsel Vitto yang ada di dalam tas baru setelah itu dia pergi.
Vitto meraih jubah mandinya juga, kemudian menggunakannya untuk menutup mulutnya. Bukannya menjauh Vitto justru memilih berbaring di kursi santai itu, tetapi dia tentu menyiapkan ponselnya lagi untuk merekam aktifitas Jason dan Angel, meskipun dia masih bingung ada apa dengan kedua orang itu. Apakah Angel menjual dirinya lagi pada Jason, ataukah ada hal lain, mengingat dulu Vania adalah sahabat Angel. Dan jika mengingat cerita dari Papanya tentang hubungan Vania dengan Jason, Vitto yakin saat itu Angel juga pastiengetahuinya. Tidak ada rahasia dkantara adiknya dan juga Angel. Tidak ingin terlalu banyak berpikir, Vitto merekamnya dan memperbesar layarnya. Dia akan menjadikan ini bukti lagi dan akan menunjukkannya pada Papanya.
Setelah berciuman, Angel dan Jason berbalik badan dan melihat pemandangan di depan mereka. Jason memeluk pinggang Angel sementara Angel menyandarkan kepalanya di dada Jason. Mereka berdua harus memanfaatkan quality time ini dengan baik, sebelum lusa berpisah lagi dan entah kapan mereka akan bertemu lagi. Mengingat Jason masih harus mengumpulkan banyak uang dari Mama Vino. Membodohi wanita tua itu memang sangat mudah. Dan sudah bertahun-tahun kedok Jason tidak diketahui oleh siapapun.
Tidak perlu lelah bekerja karena uang yang di miliki Mama Vino sangat banyak hingga mereka setiap hari hanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang saja selama beberapa tahun terakhir ini. Mama Vino membawa begitu banyak uang dan juga sudah menjual beberapa aset milik perusahaa suaminya, hingga nominal yang didapatkannya tidaklah sedikit. Bahkan tanpa bekerja pun, Jason dan Mama Vino masih bisa menikmati kemewahan dan berfoya-foya. Sayangnya uang itu lama kelamaan juga sudah menipis, hingga mereka berdua harus memutar otak lagi untuk mendapatkan uang. Melihat perusahaan yang sempat goyah itu akhirnya sudah bangkit lagi karena kecerdasan Vino, membuat sang Mama ingin menarik lagi hati putranya itu dan mendapatkan uang lagi. Maka disusunlah rencana untuk mendekati Vino yang sukses menjadi CEO muda, sementara Vitto sukses dengan karir sebagai aktor dan juga model pria profesional dan keduanya memiliki kekayaan yang bahkan sudah melebihi kekayaan dari Papanya sebelumnya.
"How do you feel???" Tanya Jason pada Angel.
__ADS_1
Angel menoleh menatap lelaki yang dicintainya itu dengan senyuman. "My feel so good....!" Jawab Angel kemudian dia kembali mendaratkan kecuoan di bibir Jason.
"Sampai kapan kita akan seperti ini?? Bukankah semakin lama semakin berbahaya untuk kita....!" Tanya Jason lagi.
"Sabarlah....! Kita masih memerlukan beberapa milyard lagi, setelah misi kita selesai, kita tinggalkan orang-orang bodoh itu, dan kita bisa hidup bahagia di luar negeri... Kesabaran itu selalu membawa hasil yang manis..."
"Kau mungkin lebih nyaman karena Vino tampan dan seumuran denganmu, lalu bagaimana denganku? Aku harus tidur dengan wanita tua seumuran ibuku... Ya meskipun dia cantik, tetap saja dia tua...!"
Angel terkekeh. "Tetapi yang kau dapatkan berkali-kali lipat lebih jauh dari pada yang ku dapat dari Vino, itulah bedanya kita berdua... Bersabarlah sedikit saja...!" Angel mencubit pucuk hidung Jason dengan gemas kemudian kembali mengecup bibir lelaki itu dengan manja. Mereka berdua kembali berciuman di kolam renang itu.
★★★★
Vitto akhirnya kembali ke kamar dan Rana sedang duduk di sofa. Vitto menghampiri Rana dan meminta maaf kepada perempuan itu karena sepertinya rencana mereka untuk makan malam di restoran hotel ini harus dibatalkan dan memilih memesan makanan kemudian di makan di kamar ini saja. Rana tidak mempermasalahkan itu karena dia tahu kondisi sekarang yang tidak memungkinkan untuk mereka keluar, karena tadinya mereka pikir Angel sudah meninggalkan tempat ini, tetapi ternyata Angel masih berada disini.
"Well...! Sebenarnya ada hubungan apalagi antara Angel dan Jason itu???" Tanya Rana.
"Kau bertanya padaku? Lalu aku harus bertanya pada siapa tentang hal itu??? Ini saja sangat mengejutkanku...!" Ujar Vitto.
__ADS_1
"Jadi kau juga tidak tahu???"
Vitto menggeleng. "Mungkin si brengs*k Jason itu sudah membeli Angel juga seperti pria tua yang kemarin, itu sebabnya mereka bersama...!"
"Bukankah Jason bersama dengan Mamamu???" Tanya Rana lagi.
"Ku pikir si brengs*k itu juga mengkhianati Mama... Ah biarkan saja, semakin membuatku pusing saja, kau tolong lesan makanan suruh mereka mengantar kesini, dan aku akan mengirim video itu pada Papa..!"
Rana mengangguk, dia berdiri meninggalakan Vitto, sementara Vitto langsung mengirim video itu pada Papanya.
Di tempat lain, Papa Vitto sedang berada di ruang kerja yang ada di rumahnya bersama dengan Vino. Ponsel yang ada di depannya bergetar dan dia menerima pesan dari Vitto. Papa Vitto tampak melihat sekilas ke arah Vino yang sedang sibuk dengan monitor komputernya, dia kemudian membuka pesan itu.
..."*Papa...! Aku melihat Angel saat ini bersama si Brengs*k Jason, aku tidak tahu apakah Jason sudah membeli Angel atau bagaimana, yang jelas ini yang terjadi*!"...
Begitulah bunyi pesan dari Vitto kemudian di susul oleh video yang tadi direkamnya. Papa Vitto diam dan meniadakan suara dari video itu, dan menontonnya tetapi kemudian senyumnya tersungging. "Rupanya kau sendiri sudah memergoki mereka Vit... Dan sekarang mungkin sudah waktunya rahasia itu Papa ungkao lagi padamu...!" Gumam Papa Vitto dalam hati, kemudian dia membalas pesan Vitto dengan mengatakan bahwa saat ini dia tidak bisa berkomentar apapun karena ada Vino, tetapi dia meminta Vitto agar segera pulang lalu bertemu dengannya sehingga dia bisa berbicara dan membahas video itu, karena ada hal penting lainnya yang ingin diungkapnya.
Vitto menerima pesan itu dan mengernyit. Dia tidak tahu dan penasaran juga mengenai hal lain yang ingin diungkap Papanya. Tetapi dia tidak tahu apakah itu mengenai Jason atau Angel lagi atau apa. Vitto hanya bisa menghela napasnya. Permasalahan ini semakin rumit saja, dan tidak tahu nanti akan seperti apa.
__ADS_1