
"Hai Chit....!" Cahya menghampiri Chitra sahabatnya yang baru saja datang.
Chitra datang bersama dengan Louis putranya yang berusia sekitar satu tahun juga Randy suaminya. Cahya memperkenalkan Rana pada Chitra.
"Ini Rana, dia teman dari temannya Adit"
Chitra menyalami Rana dan saling berkenalan. Kemudian Rana juga menyalami Randy. Bocah laki-laki tampan yang ada di gendongan Randy menarik perhatian Rana. Louis melempar senyumnya pada Rana, membuat Rana tertawa dan memuji keramahan dari bocah kecil itu.
"Adit mana???" Tanya Randy pada Cahya.
"Ada di belakang sedang bersama Kyra dan Ky...!"
"Aku akan mengajak Lou kesana, kalian oara perempuan mengobrol lah saja...!" Ucap Randy yang kemudian membawa Louis ke area belakang.
Cahya mempersilahkan Chitra untuk duduk. Dia menyampaiman bahwa Elea juga akan kesini nanti. Tidak lupa membertahu bahwa dia dan Rana tadi membuat kue yang sangat lezat dan menggemaskan, selain anak-anak orang dewasa juga pasti akan menyukainya. Rana adalah pemilik salah satu bakery sebelumnya jadi wajar jika Rana sangat pandai memasak terutama membuat aneka kue dan pastry.
"Wah.... Kenapa tidak mengajakku sejak tadi? Aku juga ingin belajar membuat kue... Hehe.!"
"Sorry Chit, Rana sebelumnya tidak mengatakan jika dia akan datang kesini bahkan kami menggunakan bahan seadanya dan tidak ada persiapan apapun...!"
"Rana... Kapan-kapan kau juga harus mengajariku...!"
Rana tersenyum. "Iya...!"
Mereka pun mengobrol membahas berbagai hal. Rana mulai mengakrabkan diri. Sudah lama sekali dia tidak mengobrol dan berkumpul dengan teman-temannya, dan kali ini dia mendapatkan teman baru yang menyenangkan dan terlihat sangat baik.
Mobil Vitto memasuki gerbang rumah Aditya. Wajahnya sejak tadi murung setelah menerima foto-foto tentang Mamanya dan Jason. Moodnya kembali rusak lagi akibat ulah sang Mama. Entah sudah berapa kali Mamanya mengatakan kebohongan, bahkan tangisannya kemarin masih terngiang-ngiang di telinga Vitto, bagaimana Mamanya memohon dan meminta agar tidak diceraikan tetapi nyatanya Mamanya masih berhubungan dengan Jason. Tidak berubah dan pasti tidak akan pernah berubah. Vitto benar-benar muak dengan apa yang dilakukan oleh Mamanya.
__ADS_1
Vitto keluar dari mobilnya dan hendak berjalan menuju pintu rumah Aditya, tetapi suara klakson mengagetkannya membuat Vitto jatuh karena terkejut. Sepertinya pemilik mobil itu juga terkejut karena seorang laki-laki keluar dari sana. Laki-laki itu langsung menghampiri Vitto dan meminta maaf. Vitto pun menyadari bahwa dia yang bersalah karena melamun.
"Uncle Vitto....!" Teriak seorang anak kecil.
Vitto menoleh dan mendapati Gienka berlari ke arahnya dengan diikuti oleh seorang perempuan. Gienka berlari dan memeluk Vitto.
"Hai Gie...!" Sapa Vitto seraya mengecup dahi dari Gienka.
"Hai uncle!"
Vitto berdiri dan menggendong Gienka. Kemudian mengarahkan pandangannya kepada seorang perempuan yang menatapnya dengan tatapan terkejut dengan mulut ternganga. Vitto tersenyum, mungkin perempuan ini tahu tentang dirinya. Dan Vitto memandang bergantian pada Gienka dan perempuan itu. Wajah mereka terlihat mirip, Vitto mengasumsikan bahwa mungkin ini adalah ibu dari Gienka.
"Hai....!!!" Vitto mengulurkan tangannya pada laki-laki pengemudi mobil itu. "Aku Vitto....! Aku teman Aditya, sebelumnya aku sudah bertemu dengan Gienka, jadi dia mengenalku...!"
"Ah.... Begitu ya, pantas saja dia langsung mengenalimu, aku Danist dan ini Elea istriku, Gienka adalah putri kami...!"
"Eleanor...!" Elea menerima uluran tangan Vitto. Dia masih tidak menyangka jika bisa bertemu langsung dengan Vitto yang selama ini hanya dilihatnya di layar televisi.
"Mari kita masuk...!" Ajak Vitto.
Danist dan Elea pun mengikuti Vitto yang menggendong Gienka berjalan menuju pintu rumah Aditya.
"Astaga.... Aku tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung, aku sangat menyukai film-film serta serial yang dibintanginya... Dia benar-benar tampan....!" Gumam Elea pada Danist dengan suara setengah berbisik.
"Oh jadi sekarang kau mulai memuji pria lain....???? Dan kau pasti akan mulai berhenti untuk memujiku nanti...!" Gumam Danist.
Elea terkekeh. "Tidak... Kau tetap yang paling tampan dihatiku..."
__ADS_1
"Itu Vitto...!" Ucap Cahya seraya menepuk pundak Rana yang duduk di sebelahnya.
Vitto masuk dengan menggendong Gienka, dan dibelakangnya ada Danist juga Elea sahabat Cahya. Mereka datang tepat waktu karena ini sudah waktunya untuk makan siang, dan semuanya juga sudah disiapkan. Cahya mengenalkan Rana pada Elea dan Danist.
Dan Rana akhirnya tahu siapa ibu dari Gienka, perempuan bernama Elea itu sangat cantik dan terlihat ramah. Perempuan kuat yang pernah diceritakan oleh Cahya kepadanya bahwa Elea juga mengalami hal yang menyakitkan dulu dalam pernikahannya dimana dia diceraikan saat sedang hamil Gienka. Elea terlihat sangat bahagia sekarang, pasti karena dia sudah menikah dengan Danist. Laki-laki ini memang terlihat tulus dan baik, bisa dilihat dari perawakannya yang tenang dan murah senyum.
Elea bisa melewati semua kesulitannya dengan sabar dan bisa membesarkan Gienka dengan baik. Rana berpikir bahwa dia juga harus bisa menjadi seperti Elea yang kuat, sabar dan pekerja keras. Krena Tuhan tidak akan pernah membiarkan hambanya dalam kesulitan yang tidak mampu dihadapinya, jika Tuhan memberi cobaan yang berat, Tuhan yakin bahwa yang mengalaminya pasti bisa melewatinya. Rana juga sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi banyak rintangan yang ada di hadapannya.
*****
Sementara itu, Jason dan Vita sedang berpelukan diatas ranjang setelah bercinta dan melepaskan rindu. Vita memeluk Jason dengan sangat erat dan menceritakan tentang kesulitannya untuk meyakinkan suami serta anak-anaknya yang menolak menerimanya kembali. Dan karena hal itu, sekarang dia meragu bisa mendapatkan uang dari mereka. Dan dia juga sempat meluapkan kemarahannya pada Vino dan Vitto karena mereka bersikap tidak baik kepadanya.
Jason pun mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh Vita adalah salah. Seharusnya Vita bisa menahan diri agar tidak marah atau mengusik ketenangan Vino dan Vitto, karena yang ada jika seperti ini, keadaan akan semakin keruh saja. Vitto dan Vino akan semakin marah.
"Iya, kau benar sayang... Aku melakukan kesalahan, tetapi bagaimana aku tidak melakukannya, mereka berdua mengatakan banyak hal yang membuat emosiku semakin memuncak...!" Gumam Vita. "Aku kemarin huga sempat mengikuti Vitto, dia ternyata tinggal di apartemen...!"
"Kau mengikutinya???" Tanya Jason.
"Iya, aku penasaran sekali dengan tempat tinggal Vitto, uangnya banyak dan rumahnya bagus, aku pernah melihatnya dalam suatu liputan, dan apartemen yang ditinggalinya itu juga apartemen mewah....!"
Jason diam dan sebuah ide muncul di kepalanya. Vita mengetahui apartemen Vitto, itu hal yang bagus dan bisa untuk dimanfaatkan. Rencana dari Mamanya sangat bagus, dan eksekusi di apartemen Vitto juga bisa dilakukan.
"Anakmu seorang aktor, uangnya memang banyak jadi ketika memilih tempat tinggal dia pasti tidak main-main... Lalu apa yang akan kau lakukan disana????" Tanya Jason lagi.
"Aku tidak tahu, aku cukup senang sudah mengetahuinya setidak ya nanti aku bisa datang kesana dan meminta uang darinya... Aku ingin menuntutnga agar memberiku uang ganti karena aku sudag membesarkannya... Tetapi apakah menurutmu itu ide yang bagus sayang???"
Jason menyeringai. "Bagus.... Kau lakukan saja itu, dan sebenarnya aku memikirkan sesuatu, ku pikir jika kau melakukan ini, kau akan mendapatkan banyak uang dari mereka karena ini menyangkut harga diri mereka dan nama baik... Tetapi itu jika kau mau melakukannya???"
__ADS_1
Vita membalikkan badannya dan menatap Jason. "Ide apa itu sayang??? Sebagus apa idemu sehingga kita bisa mendapatkan uang dari mereka???"