
Beberapa hari kemudian......
Vitto kembali ke kantor setelah mengambil cuti hampir dua minggu karena dia ada syuting diluar kota selama satu minggu, dan sisa nya dia gunakan liburan bersama Rana. Vitto dan Rana kembali dari liburan mereka lusa kemarin. Sementara kemarin seharian Vitto memilih untuk beristirahat dan hari ini baru mulai beraktifitas kembali.
Selama liburan bersama Rana, Vitto menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Melihat sunrise dan sunset, jalan-jalan ketika pagi di pantai, jogging hingga bermain pasir pantai, berenang di kolam renang juga berenang di pantai bersama Rana. Semua di lakukan dengan perasaan yang bahagia. Vitto benar-benar menikmati liburannya kali ini. Dia terbiasa liburan sendiri dan selalu menghabiskannya dengan bersantai saja, tetapi kali ini liburannya di temani oleh Rana, perempuan yang sangat di cintainya dan mereka juga akan menikah sebentar lagi. Itu semakin membuat Vitto bahagia dan tidak sabar untuk segera menikah dengan Rana.
Vitto menghentikan mobilnya di depan pintu masuk kantor lalu turun dari mobil, membiarkan mobilnya di parkirkan oleh petugas dan Vitto masuk ke lobi. Baru beberapa langkah masuk, Vitto terhenti ketika beberapa orang menghampiri nya untuk menyalami dan memberikan selamat kepada nya atas pertunangannya. Meskipun mereka tidak tahu siapa perempuan yang akan menjadi istri Vitto, tetapi mereka tetap memberikan selamat serta mendoakan Vitto agar di beri kelancaran menuju hari pernikahannya nanti. Vitto pun mengucapkan Terima kasih atas doa yang di berikan oleh para staff kepadanya.
Vitto kembali berjalan menuju lift untuk ke ruangannya. Hampir dua minggu tidak ke kantor membuatnya sedikit merasa aneh, dan pekerjaan yang banyak pasti sudah menunggu di meja kerja nya. Di dalam lift, Vitto kembali bertemu dengan beberapa orang, dan mereka juga memberinya ucapan selamat.
Vitto keluar lift, berjalan menuju ruangan kerja nya. Davica yang melihat kedatangan Vitto lekas berdiri dan memberi hormat dengan menundukkan kepala nya, seperti biasa, sikap dingin Vitto membuatnya cukup jengkel karena atasannya itu masih bersikap cuek kepada nya dan berlalu begitu saja memasuki ruang kerja nya. Davica sudah tahu mengenai hal heboh yang kini jadi pembicaraan semua orang, termasuk di kantor bahwa Vitto baru saja melamar kekasihnya dan gosipnya sebentar lagi akan menikah. Sayangnya sampai sekarang tidak ada yang tahu siapakah perempuan yang beruntung itu yang menjadi kekasih Vitto. Beberapa orang mulai menerka dan mencoba mencari siapa perempuan itu. Ada yang mengatakan jika Vitto akan menikah dengan temannya seprofesi, ada juga yang mengatakan bahwa perempuan itu seorang model. Ada juga yang menebak jika perempuan itu adalah teman masa kecil Vitto hingga seorang dokter. Tetapi kebenarannya masih menjadi misteri. Bahkan Davica juga tidak kalah penasaran dengan hal itu, beberapa temannya juga menanyakan hal itu kepada nya mengingat mereka tahu jika Davica adalah sekretaris Vitto yang mungkin bisa saja tahu banyak tentang kehidupan pribadi Vitto. Hanya saja memang Vitto adalah laki-laki misterius dan penuh dengan kejutan, terlalu misterius hingga sangat sulit untuk di tebak apa yang ada di hati nya. Davica merasa sedikit kesal karena dia gagal untuk mendapatkan Vitto kembali, dia belum melakukan sesuatu untuk lelaki itu tetapi Vitto justru sudah memiliki tunangan. Itu sangat menyebalkan untuk Davica.
Vitto melepas jas nya dan duduk di kursi kerja nya. Dia mulai membuka komputer di depannya dan juga beberapa berkas yang sudah terkumpul rapi di atas meja.
Tok... Tok... Tok....
Pandangan Vitto terakihkan ke arah pintu. "Permisi pak Vitto..! " Ucap Davica.
"Masuklah...! " Sahut Vitto ketus.
Davica masuk membawa tablet. "Ini ada berkas dan materi untuk meeting siang nanti pak dengan perwakilan dari Hisan Ltd. perusahaan Jepang, pak Vino yang akan memimpin rapat jadi beliau meminta saya memberitahu Anda tentang ini, silakan anda pelajari... " Davica menyodorkan Tablet berisi file penting kepada Vitto.
"Jam berapa??? " Tanya Vitto.
"Setelah makan siang pak...! Di ruang meeting.. ! "
"Baiklah... aku akan mempelajarinya, kau bisa pergi...! "
Davica tersenyum lalu mengangguk. "Oh iya Pak, saya senang mendengar kabar jika anda sudah bertunangan, saya ingin mengucapkan selamat atas pertunangan anda itu...! " Davica mengulurkan tangannya pada Vitto.
__ADS_1
Vitto terdiam sesaat tetapi kemudian menerima ukuran tangan Davica. "Thanks...! " Ucaonya singkat.
"Sama-sama Pak, semoga lancar sampai hari H, baiklah saya permisi...! " Davica keluar dari ruangan Vitto.
Baru saja keluar dari ruangan Vitto, Davica dihadapkan dengan kedatangan Vino. "Eh Pak Vino.. Selamat pagi...! " Sapa Davica sambil membungkukkan badannya.
"Vitto sudah datang ya??? " Tana Vino.
"Iya ada, Pak Vitto baru saja datang... Silakan masuk...!!"
Vino mengetuk pintu dan langsung masuk ke ruangan Vitto. "Pagi Vit....!! Akhirnya balik ke kantor juga...! " Vino menarik kursi dan duduk di depan Vitto.
Vitto hanya diam dan memilih berfokus ke layar tablet yang di pegangnya. Vitto mengabaikan Vino, sedang malas untuk berbicara dengan adiknya itu.
"Eh Vit.... Siapa perempuan itu??? Aku sejak kemarin bertanya dan kau sekalipun tidak membalas pesanmu, brengsek sekali kau....! " Ucap Vino.
"Aiissshhhh dia akan jadi kakak iparku, lalu kenapa kau masih menyembunyikannya padahal kau sudah melamarnya, ajaklah dia main ke rumah kenalkan padaku dan Papa, kau melamar seorang gadis tetapi tidak memberitahuku ataupun Papa, kau memang payah....! "
"Aku sedang mempelajari berkas darimu, jadi jangan menggangguku dan pergilah ke ruangan mu, pekerjaan sudah menumpuk di depanku, apa kau tidak lihat??? "
"Brengsek memang kau ini, aku bertanya dan jawabanmu menyebabkan sekali..." Protes Vino kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan Vitto dengan wajah masam. Kakaknya memang menyebalkan, hal sebesar itu dan terus memilih diam tidak memberitahu apapun kepadanya.
*****
Beberapa hari kemudian.....
Rana serang pergi keluar bersama dengan Tania, bodyguard nya. Rana pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian, sepatu dan beberapa barang lainnya. Sudah lama dia tidak pergi shopping di pusat perbelanjaan karena harus berada di dalam rumah. Dan tadi baru saja dia mendatangi Bakery miliknya yang masih dalam tahap renovasi. Sudah hampir 80% hanya tinggal finishing dan meletakkan furniture-furniture yang di perlukan. Bulan depan sudah bisa di launching. Rana senang sekali dan dia bisa kembali menyibukkan diri dengan membuat kue di Bakery miliknya. Rana sudah menentukan hari untuk launching Bakery nya itu, dimana akan di buka beberapa minggu setelah acara pernikahannya dengan Vitto atau sekitar 2 bulan lagi.
Rana merasa senang, Vitto sudah mulai mengijinkannya untuk pergi keluar dan tidak lagi harus selalu berada di dalam rumah meskipun Rana sudah terbiasa dengan hal itu. Kepulangannya dari liburan kemarin juga membuatnya merasa bahagia sekali, dia pulang dengan status baru sebagai tunangan Vitto. Segala detail persiapan pernikahan mereka juga sudah di bahas saat liburan itu. Bahkan persiapan untuk foto pre wedding juga sedang di siapkan oleh Edward, Rana dan Vitto hanya tinggal memilih melakukan fitting untuk pakaian pre wedding mereka nanti karena konsep sudah di atau dengan baik oleh Edward. Setelah pulang liburan, Vitto memilih untuk kembali ke rumahnya sendiri dan tidak lagi tinggal bersama Rana. Tetapi Vitto tetap menyempatkan waktu untuk datang kesana menemui Rana lalu kembali pulang.
__ADS_1
Ini hari minggu, Rana memilih pergi berbelanja karena hari ini Vitto sedang ada pekerjaan dan tidak bisa datang ke rumah. Malam nanti Vitto akan pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya. Akhir-akhir ini Vitto memang sibuk sekali, selain pekerjaan di kantor yang menumpuk, pekerjaan utama Vitto di bidang lain juga sangat banyak. Vitto harus menerima banyak telepon yang masuk dari wartawan menanyakan perihal pertunangannya serta rencana pernikahan nya nanti karena Vitto selama ini tidak banyak berkomentar tentang hal itu. Hal itu juga yang membuat Vitto memilih untuk pulang ke rumahnya, takut jika ada yang membuntuti nya saat pulang ke rumah Rana meskipun rumah itu pengamanannya sangatlah baik tetapi Vitto tidak mau mengambil resiko lalu semuanya akan menjadi liar di luaran sana, Vitto tidak mau itu terjadi. Dia tetap memikirkan kenyamanan dari Rana.
Kedua tangan Tania menenteng beberapa tas berisi berbagai barang yang di beli oleh Rana. "Tania... Kita cari kopi dulu sambil bersantai sebentar sebelum kembali berbelanja, aku haus dan juga lapar...! " Ujar Rana dan Tania mengangguk kemudian mengajak Rana ke coffeeshop yang berada tidak jauh dari posisi mereka berjalan saat ini. Mereka berdua kemudian langsung kesana.
Rana memilih meja yang ada di pojokkan coffeeshop itu dan duduk di sana sementara Tania pergi untuk memesan minuman dan juga memilih camilan. Rana mengambil ponselnya dan beberapa pesan dari Vitto masuk. Senyum Rana mengembang di wajah cantiknya, dia membalas pesan-pesan itu dan memberitahu Vitto jika saat ini dia sedang berada di coffeeshop dengan Tania untuk sekedar duduk melepas penat setelah tadi berkeliling memberi beberapa barang seperti baju, tas dan juga sepatu.
Tania menghampiri Rana membawa es kopi pesanan Rana juga es kopi untuk dirinya sendiri bersama dengan beberapa potong red velvet untuk mengganjal perut mereka. Rana tersenyum dan mengucapkan Terima kasih kepada Tania. Mereka kemudian mengobrol berdua, dan Vitto sepertinya sibuk karena belum membalas pesan Rana.
Sampai beberapa menit kemudian ponsel Rana berkedip dan Vitto membalas pesannya. Membaca itu, ekspresi Rana terlihat sedikit kesal. Tania yang melihat itu pun langsung bertanya pada Rana. "Apa anda baik-baik saja??? Atau sesuatu sedang terjadi???" Tanya Tania.
"Vitto... Dia menyebalkan sekali, kita sudah selesai berbelanja dan dia baru saja memintaku untuk membelikannya kemeja dan juga dasi, menyebalkan sekali, sekarang kan kita harus ke atas lagi Tan...! " Gerutu Rana.
Tania melempar senyum. "Lalu bagaimana??? Apa anda ingin membelinya dan kembali ke atas?? Atau kita cari distro???"
"Kita kembali ke atas saja, dia menyukai kemeja P*lo Ralph Laur*n...! Lebih baik aku membeli itu saja, daripada nanti tidak di pakai olehnya jika kita membeli merk lain...!" Ujar Rana.
"Itu ada di lantai 5, kita pergi kesana sekarang??? " Tanya Tania, tetapi Rana menggeleng dan mengusulkan agar mereka menghabiskan minuman dan makanan mereka baru nanti kembali ke atas lagi untuk membelikan kemeja yang di inginkan Vitto.
Rana dan Tania beranjak, mereka sudah menghabiskan makanan dan minuman mereka. Kedua nya langsung menuju lift yang ada di pusat perbelanjaan itu agar lebih cepat daripada menggunakan eskalator. Mereka menuju lantai 5 dimana store itu berada. Rana tahu kebanyakan kemeja Vitto adalah dari brand yang terkenal itu, jadi itulah kenapa dia memutuskan untuk membelikan Vitto kemeja itu.
Keluar dari lift, Rana yang di temani Tania lekas menuju store yang mereka tuju dan masuk kesana. Rana mengajak Tania untuk melihat dan memilih kemeja yang sekitar nya bagus untuk Vitto juga yang belum di miliki oleh lelaki itu. Rana berjalan ke arah deretan kemeja berwarna warni yang tergantung. Dia diam di depan deretan kemeja yang tergantung itu dan melirik ke kanan dan ke kiri, terlihat bingung dan mencoba mengingat mana saja yang sudah di miliki oleh Vitto. Senyum Rana melebar ketika dia melihat manekin yang memakai kemeja berwarna biru laut. Vitto belum memiliki yang berwarna itu. Rana pun memilih kesana dan meninggalkan Tania yang masih melihat-lihat ke kemeja yang andi gantung.
"Itu sepertinya bagus, Vitto pasti menyukainya...! " Gumam Rana dalam hati.
Sampai di depan manekin itu, Rana langsung menyentuhkan telapak tangan kanannya di kemeja itu, bersamaan dengan itu ternyata ada tangan lain yang juga ingin menyentuhnya. Tangan seorang laki-laki menyentuh punggung tangan Rana yang sedang menyentuh kemeja biru laut itu.
"Ooooppsss... Sorry sorry mbak sorry...! " Ucap Pria itu sambil menyingkirkan tangannya dari tangan Rana. Sekilas lelaki itu melihat tangan Rana yang masih menempel di kemeja itu. Tangan yang putih, lembut dan di hiasi cincin berlian yang begitu cantik, itulah hal pertama yang dia lihat dari tangan perempuan itu.
Rana menoleh dan berapa terkejutnya dia mendapati ternyata pria itu adalah Vino. Hal yang sama juga di rasakan Vino, dia terkejut melihat bahwa perempuan yang ada di sebelahnya adalah Rana. "Rana.... Kau....!????" Ucap Vino.
__ADS_1