Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 83


__ADS_3

Ketika kembali ke kantornya, tentu Vino sudah ditunggu oleh Papanya. Dan dia mulai di interogasi perihal mediasinya dengan Rana. Meskipun Papa Vino sebenarnya sudah tahu hasilnya dari pengacaranya.


"Bagaimana? Apa kau berhasil mengajaknya kembali???" Tanya Papa Vino kepada Vino yang baru saja duduk di kursi kerjanya.


Vino menggeleng. "Dia tetap dengan keputusannya, dan aku sedih mengenai hal itu Pa, ternyata dia juga membawa pengacara, pengacara yang biasa kita pakai..." Gumam Vino.


"Itu artinya dia memang serius untuk berpisah denganmu, tetapi bukan sepenuhnya salahnya, karena kau memang jelas sekali melakukan kesalahan yang fatal, cekcoj rumah tangga itu biasa harusnya kau bisa mengatasinya dengan kepala dingin, bukan malah membawa perempuan lain di depannya....!"


Vino berpura-pura menunduk dan memasang ekspresi wajah yang sedih di depan Papa nya. "Vino sadar Vino salah...!" Gumamnya sambil mengacak-acak rambutnya.


"Bagaimana hubunganmu dengan Angel sebenarnya? Papa masih tidak mengerti dengan keadaan ini...! Kau berhubungan bertahun-tahun dengan Angel, putus karena dia tidak mau menikah denganmu? Bukankah sejak dulu kau sudah sering mengajaknya menikah? Lalu jika dia menolak sejan dulu kenapa kau masih bertahan? Kemudian sekarang kau menikahi Rana dan mempermainkan pernikahan mu karena Angel??? Kenapa Vin???"


"Vino kan sudah jelaskan kemarin.... Itulah yang terjado Pa... Tapi sungguh, Vino sangat menyesal... Rana sama sekali tidakau mendengarkan Vino dan memaksa tetap berpisah...!"


"Apa Papa perlu turun tangan untuk masalahmu ini, Papa rasa Papa harus bertemu dengan Rana dan berbicara baik-baik dengannya, mungkin dia mau mendengar dari sisi Papa, dimana rumahnya???" Tanya Papa Vino.

__ADS_1


"Tidak....!!!" Jawab Vino cepat dan ekspresinya berubah seperti panik. "Eh maksud Vino Papa tidak perlu melakukan itu, karena percuma, aku sudah ke rumahnya dan dia tidak ada disana sepertinya dia sengaja menghindari Vino...!"


"Tapi ada keluarganya kan???" Tanya Papanya lagi mencoba menilisik dan mencari tahu seberapa banyak lagi kebohongan yang akan di ucapkan oleh putranya itu kepadanya.


Vino pun mengatakan jika Rana dan keluarganya juga tidak ada dirumah mereka. Karena sepertinya mereka sengaja meninggalkan rumah itu.


Entah sudah kebohongan yang ke berapa kalinya yang Vino katakan kepada Papanya, membuat sang Papa sangat sedih dan kecewa. Papa Vino benar-benar merasa gagal mendidik Vino agar bisa menjadi orang yang jujur. Dia pun memilih tidak lagi banyak bertanya, karena pertanyaannya itu semakin menambah kebohongan Vino.


Sementara Vino juga harap-harap cemas menunggu kabar keberadaan Rana. Bagaimanapun dia harus bisa membawa Rana kembali dan memperingatkan perempuan itu agar tidak berani dengannya. Dan dia juga harus menghindarkan Papanya untuk bertemu dengan Rana, karena itu bisa menjadi boomerang untuk dirinya sendiri, karena jika Rana sampai mengatakan semuanya kepada Papanya mengenai yang terjadi, Vino tahu hukuman apa yang akan diberikan Papanya kepada dirinya. Terlebih lagi jika Papanya juga tahu alasan dibalik semua dendamnya pada Rana.


Vitto menghentikan mobilnya di tepi jalan dan dia memakai kelengkapan seperti jaket dan masker. Sementara disana seseorang sudah menunggunya di atas motor. Ya, itu adalah salah satu bidyghard yang dia tugaskan menjaga Rana, dia akan bertukar kendaraan dimana dja akan menggunakan motor sementara bodyguard itu membawa mobilnya pulang. Setelah bersiap, Vitto keluar dan langsung memakai helm kemudian pergi menuju apartemennya.


Hanya kurang dari 30 menit, sampailah Vitto di apartemennya. Dia tidak memberitahu Rana jika dia akan pulang. Keluar dari lift, Vitto berjalan menuju unit miliknya dan disana 2 bodyguard lainnya sedang berjaga. Mereka berdua berdiri dan menyapa Vitto mempersilahkannya untuk.masuk karena Rana ada di dalam sejak tadi.


Rana sedang duduk di sofa di ruang tengah, asyik dengan televisi yang ditontonnya, dimana disana Rana bersandar di sofa sedang menonton serial yang dibintangi oleh Vitto. Ditangan Rana juga ada snack, Rana menikmatinya sekali hingga tidak sadar jika Vitto datang. Vitto tersenyum melihat ada beberapa minuman kaleng diatas meja, serta bungkus snack yang isinya sudah habis.

__ADS_1


Saat ini yang sedang di tonton Rana adalah adegan romantis dimana Vitto sedang bergumul di atas tempat tidur bersama perempuan yang menjadi lawan mainnya. Melihat itu Vitto hanya bisa terkekeh dan mengawasi Rana dari belakang. Rana duduk diam dan pandangannya berfokus pada layar televisi.


Vitto melangkah pelan sambil berjinjit sampai ke belakang sofa. Vitto pun berjongkok dan menumpukan dagunya di senderan sofa tepat di belakang Rana. Dia masih dalam posisi diam dan melihat ke arah layar televisi. Adegan itu masih berlangsung, Vitto hanya tersenyum melirik ke arah ekspresi Rana yang tidak berkedip sama sekali, perempuan itu tampak sangat menikmatinya.


"Apa kau semenikmati itu sehingga kau tidak tahu jika aku ada disini....!" Gumam Vitto dari belakang.


Sontak Rana yang terkejut langsung menoleh ke belakang dan hal tak di duga pun terjadi. Dimana ketika Rana menoleh ke belakang, wajah Rana tepat sejajar dengan wajah Vitto yang sedang menumpukan dagunya di sandaran sofa. Dan detik itu juga, Rana yang terkejut langsung mencium bibir Vitto. Sontak baik Vitto ataupun Rana, keduanya sama-sama terkejut. Rana yang menyadari langsung menjauhkan dirinya dan berdiri dari sofa, sementara Vitto juga berdiri. Keduanya saling bertatapan dalam diam hingga akhirnya mereka menyadarinya.


"Vitto .... Kau....!!! Sejak kapan kau ada disini? Dan bagaimana kau bisa masuk???" Ucap Rana dengan suara terbata.


Vitto mengusap-usap bagian belakang kepalanya. "Ah kenapa aku tidak bisa masuk? Ini apartemenku, dan Aku punya access cardnya juga....! Aku mengejutkanmu ya.... Sorry sorry...."


Vitto benar, inikan apartemennya jadi dia punya kebebasan untuk keluar masuk kesini. Wajah Rana memerah seperti kepiting rebus, dia mengutuk dirinya sendiri kenapa dia bisa sesembrono itu, dan bibir hangat Vino masih terasa di bibirnya. Dia mencium Vitto, dan itu tidak sengaja dia lakukan. "Astaga aku bodoh sekali....." Gumam Rana dalam hati.


Baik Rana dan Vitto pun berdiri dalam diam. Keduanya terlihat salah tingkah. Vitto sendiri tidak menyangka jika sikapnya justru membuat Rana merasa terkejut berlebihan dan akhirnya bibir mereka saling bersentuhan. Ini pertama kalinya Vitto merasakan bibir hangat Rana menyentuh bibirnya. Hal ini tidak akan bisa Vitto lupakan.

__ADS_1


__ADS_2