Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 158


__ADS_3

"Aku mengkosongkan isi kulkas, lumayan kan, setidaknya kita bisa beristirahat setelah pindah kesini.... Tetapi nanti kau jangan lagi keluar untuk berbelanja, biar Tania saja....!" Ucap Vitto.


Saat ini dia sedang bersama Rana di dapur untuk membuat makan siang. Vitto sedang memotong brokoli dan juga wortel sedangkan Rana sedang menumis bawang. Vitto memandangi punggung Rana sambil tersenyum, hatinya hari ini berbunga-bunga sekali karena dia akhirnya bisa mengutarakan perasaannya selama ini, walaupun awalnya dia tidak menyangka jika Cahya yang memberitahu Rana mengenai perasaannya yang sebenarnya pada perempuan itu.


Rana menerimanya dan memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa dia benar-benar mencintai perempuan itu. Dan Vitto tidak akan melewatkan kesempatan itu begitu saja.


"Baiklah.... Takdirku sepertimya memang harus seperti ini, harus selalu terkurung dan tidak boleh keluar, sekali aku keluar, ancaman datang.... Menyebalkan sekali...!" Gerutu Rana.


Vitto terkekeh, dia kemudian mendekati Rana dan memeluk perempuan itu dari belakang dan menciumi leher serta pipinya dengan gemas. "Setidaknya bersabarlah sebentar, kau sendiri yang meminta untuk menghindar dari orang-orang untuk sementara waktu selama kau hamil, lalu kenapa sekarang kau memprotesnya???"


"Oke baiklah aku yang memintanya, sekarang ambil sayurannya dan cuci lagi, jika tidak bawang ini akan gosong...!"


Vitto melepaskan pelukannya dan mengambil sayuran yang tadi dipotongnya, mencucinya kemudian memberikannya pada Rana. Membiarkan Rana memasak dan menumis sayuran, Vitto memilih membuka kulkas dan mengambil buah untuk dia membuat jus.


"Kurasa ada yang kurang di rumah ini, bolehkan aku membeli beberapa barang untukelengkapi kekurangan itu, ya seperti vas bunga, dan beberapa furniture kecil pelengkap untuk beberapa sudut di ruanga yang ada di rumah ini??? Aku akan memesannya by online saja karena kau tadi baru saja bilang bahwa aku tidak bileh keluar rumah....! Bagaimana???" Tanya Rana.


"Tentu saja boleh, tetapi gunakan nama Tania saja untuk pengirimannya...!" Jawab Vitto.


"Iya.... Kau bantu ya??? Bantu memilih setelah kita makan...!"


"Kenapa tidak memilih sendiri saja???" Gumam Vitto.


Detik itu juga Rana membalikkan tubuhnya dan memandang Vitto tajam. Vitto tersenyum lalu mengiyakan bahwa dia akan membantu Rana nanti. Ini hari pertamanya memulai hubungannya dengan Rana dan dia tidak mau membuat hari ini menjadi rusak dengan menolak permintaan perempuan di depannya itu.


Setelah masakan matang, Vitto dan Rana membawanya ke meja makan dan mereka berdua menikmatinya. Tidak ada yang istimewa hanya tumisan brokoli dan wortel dengan daging serta nasi saja. Tetapi rasanya tetap lezat karena dimasak dengan penuh cinta oleh Rana. Makan siang yang terlambat sekali sebenarnya.


Ditengah menikmati makan siangnya bersama Rana, ponsel Vitto berdering dan itu adalah telepon dari Vino. Vitto memberitahu Rana jika ada telepon dari Vino, dan dia malas mengangkat takut Vino menyuruhnya kembali ke kantor lagi. Tetapi Rana menyruh Vitto agar mengangkatnya saja, mungkin itu adalag panggilan pemting atau darurat, armtau mungkin Vino ingin membahas tentang Mamanya atau Jason. Vitto pun menuruti ieinginan Rana dan mengangkat panggilan itu.


"Ya ... Ada apa???" Tanya Vitto ketus.


"Kau dimana sekarang???" Tanya Vino.

__ADS_1


"Bukan urusanmu, ada apa kau menghubungiku, jika tidak ada hal yang penting aku akhiri saja...!" Ucap Vitto jengkel.


"Eiitttsss... Ini penting... Aku punya hadiah istimewa untukmu!!!"


Vitto mengernyit. "Hadiah untukku??? Apa maksudmu???"


Vino tertawa. "Besok datang saja ke kantor dan kau akan melihat hadiah istimewa dariku untukmu... Sebelumnay aku sudah berjanji padamu untuk memberimu bantuan ketika di kantor dan aku sudah mendapatkan sekretaris yang akan membantumu ."


"Sekretaris???"


"Iya.... Dia luar biasa cantik, cerdas dan kau pasti akan menyikainya, ini sesuai sekali dengan yang selama ini kau sukai, benar-benar luar biasa....! Dan aku ingatkan padamu agar jangan sampai kau jatuh cinta padanya dan kalian menjalin hubungan satu kantor, awas saja jika itu terjadi.... Karena dia terlalu luar biasa dan kau pasti akan sangat menyukainya dan terkejut besok...!"


Vitto melirik ke arah Rana yang ada di depannya. Perempuan itu memandanginya tetapi sedetik kemudian menunduk dan menyendok makanannya seolah enggan untuk melanjutkan mendengarkan obrolan Vitto dan Vino.


"Apa hanya itu saja yang ingin kau bicarakan???"


"Iya, aku hanya ingin memberitahumu itu...!" Jawab Vino.


Vitto meletakkan ponselnya di meja, dan memandangi Rana lagi. Rana meletakkan sendok diatas piring kemudian minum dan beranjak dari kursi membawa piringnya ke dapur. Vitto lekas mempercepat makannya dan menyusul Rana ke dapur dengan membawa piring bekas makannya ke wastafel.


Vitto sekali lagi memgutuk dirinya karena lagi-lagi hal tidak mengenakan harus di dengar Rana dari mulut Vino. Kenapa adiknya itu selalu saja menghubunginya dan memberitahu suatu hal tidak dalam kesempatan yang baik dan selalu di dengar oleh Rana. Kali ini Rana pasti marah dan jengkel memdengar apa yang dikatakan oleh Vino tadi. Membicarakan seorang perempuan di depan perempuan lainnya dan dia tadi baru saja menyatakan cinta pada Rana. Vitto merasa bodoh dan kesal sekali terhadap Vino.


Setelah selesai mencuci piring Vitto menghubungi kedua bodyguardnya agar naik dan makan, mereka mungkin juga pasti lapar. "Rana sayang....!" Panggil Vitto dengan suara lembut dan penuh kasih sayang.


Rana menoleh. "Iya....!" Jawabnya singkat tetapi nadanya terdengar sedikit jengkel.


"Aku akan mengambil laptop, dan kita berdua bisa memilih barang apa saja yang ingin kita beli....!" Ucap Vitto sambil melempar senyumnya.


Rana mengangguk. "Aku ingin di halaman belakang, kau kesana saja...!"


Vitto kembali tersenyum kemudian kekuar dapur dan naik ke lantai 3 dimana kamarnya berada untuk mengambil laptopnya. Rana mengelap tangannya, tak berapa lama kedua bodyguardnya masuk ke dapur, Rana mempersilahkan keduanya untuk makan dan dia akan turun ke halaman belakang.

__ADS_1


Rana menuruni tangga disamping dapur yang langsung terhubung dengan halaman belakang. Rana melangkah pelan, tiba-tiba saja dia merasa menyesal dengan keputusannya untuk menerima Vitto. Seharusnya dia berpikir dulu bahwa Vitto adalah laki-laki tampan, seorang aktor dan model yang selalu dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, sedangkan membayangkan dirinya yang seperti ini saja, Rana merasa malu dan tidak pantas. Sekarang ditambah lagi Vitto sudah bekerja di kantor Vino sebagai seorang direktur operasional, membuat Vitto akan lebih sering bertemu lagi dengan para staf perempuan yang juga cantik-cantik. Mendengarkan Vino memuji calon sekretaris Vitto saja membuat nyali Rana semakin menciut. Bodohnya dia untuk kesekian kalinya mengambil keputusan yang salah dan jatuh lagi ke dalam pesona laki-laki seperti Vino dan Vitto. Rana takut jika dia akan mengalami hal yang sama seperti dulu lagi, tersakiti lagi dan lagi.


"Aku tidak boleh jatuh lebih dalam lagi, aku harus bisa menahan diriku agar tidak berharap berlebihan pada Vitto, karena aku berjanji untuk melihat keseriusannya padaku, bukan aku yang harus menebar pesona untuk mendapatkannya... Aku tidak boleh jatuh ke lubang yang sama lagi...!" Gumam Rana dalam hati.


★★★★★


Keesokan harinya.....!


Langkahnya anggun memasuki lobi kantor milik keluarga Prakarsa. Davica Agreya, usianya 26 tahun, lulusan terbaik dari kampus terkenal yang ada di kota ini. Parasnya cantik, cerdas, tubuhnya semampai tinggi bak seorang model dan dia intelektual. Sudah 3 tahun dia bekerja di 2 perusahaan besar sebagai seorang sekretaris. Selama itu pula dia mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Dia baru saja keluar dari perusahaan tempatnya bekerja sebulan yang lalu dengan alasan tidak lagi mendapatkan kecocokan dengan atasannya. Ya, itu hanya alasan bohongnya saja sebenarnya, karena alasan sebenarnya keluar dari perusahaan sebelumnya adalah karena dia ketahuan menjalin affair dengan atasannya, dan dia dilabrak langsung oleh istri atasannya itu. Untuk menjaga nama baiknya dan tidak semakin menimbulkan masalah lebih besar, dia memilih untuk resign saja. Dan ini bukan kali pertamanya, karena itu juga terjadi di tempat sebelumnya lagi tetapi tidak sampai ketahuan. Davica hanya bermain-main saja sebenarnya tetapi para lelaki itu sendiri yang tidak bisa lepas dari pesonanya, dan itu membuatnya menjadi memanfaatkan kecantikannya.





Davica harus menemui bagian Hrd lebih dulu sebelum nanti dia bertemu dengan atasannya yang baru. Dia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan laki-laki itu. Bayangannya sudah berlari kemana-mana, karena kemarin dia bertemu Vino yang ternyata sangat tampan sekali ketika dilihat lebib dekat dibanding di foto-fotonya yabmng ada majalah-majalah bisnis. Kakak Vino pastilah tidak akan jauh dari Vino wajah dan pesonanya yang pastilah luar biasa.


****


Setelah itu sebenarnya dia juga ingin beristirahat selama beberapa bulan dan baru akan mencari pekerjaan lagi nantinya. Tetapi tiba-tiba seseorang memberitahunya seminggu yang lalu jika Prakarsa Corporate sedang mencari sekretaris untuk direktur operasionalnya, merasa perusahaan ini bagus, tentu saja Davica tidak mau untuk melewatkannya. Semakin sebuah Perusahaan itu besar semakin luar biasa juga pasti orang-orang di dalamnya. Davica berharap dia menjadi sekretaris CEO nya tetapi ternyata dia hanya menjadi sekretaris Direktur operasional. Semoat kecewa tetapi senyumnya mengembang ketika mengetahui jika Directur Operasional itu adalah kakak dari CEO nya yang umurnya hanya berbeda satu tahun saja, yang artinya pasti masih muda dan tidak kalah tampan dengan adiknya.


Vitto sampai di ruangannya dan melepaskan jas yang di pakainya kemudian duduk di kursi kerjanya. Semalam dia pulang larut ke rumahnya setelah menghabiskan waktu bersama Rana di rumah tinggal sementaranya. Vitto sebenarnya enggan pulang tetapi dia tidak ada pilihan lain karena Vino dan Papanya juga masih tinggal di rumahnya. Walaupun masih mengantuk tetapi Vitto harus tetap ke kantor untuk membahas lagi semua persiapan berangkat ke Singapura besok.


Vitto mengambil ponselnya, dia harus menghubungi Rana karena dia sangat merindukan perempuan itu. Kemarin mereka sibuk mencari berbagai pernak-pernik untuk mempercantik rumah. Sehingga waktu untuk hal lainnya belum sempat mereka lakukan.


Belum sempat menghubungi Rana, Vitto teralihkan dengan ketukan pintu. "Masuklah...!"


Monica memasuki ruangan Vitto, dia adalah asisten dari sekretaris Vino dan diperintahkan oleh Vino agar mengantar Davica ke ruangan Vitto. "Maaf pak Vitto, saya datang dengan seseorang yang masih ada diluar, dia adalah Sekretaris yang akan membantu bapak nantinya...! Bolehkah saya mempersilahkannya untuk masuk???" Tanya Monica.


"Ya, suruh dia masuk, Vino sudah memberitahuku...!" Ucao Vitto datar.

__ADS_1


Monica mengangguk lalu keluar dan memanggil Davica agar masuk dan menemui Vitto.


__ADS_2