
"Kau sepertinya menggampangkan segala nya Vin...??? Padahal kau pasti tahu bahwa tidak akan semudah itu.. " Gumam Arindah.
Vino belum sempat menanggapi ucapan Arindah. Pelayanan datang membawa makanan pesanan mereka. "Kita makan dulu dan bisa melanjutkan pembicaraannya nanti lagi... Aku harap kau menghabiskan makanannya, jika tidak, kau tidak bisa fokus nanti nya saat melayani pasien mu...!" Ucap Vino.
"Bagaimana mungkin aku bisa makan dengan lahap dan meme layani serta memeriksa pasien mu dengan baik jika pikiranku sedang kacau seperti ini???"
"Aku bilang kita bisa membahasnya nanti setelah makan, jadi habiskan makanannya dulu... " Perintah Vino lagi.
Arindah pun meminum jus yang di pesannya lalu mulai menikmati makan siangnya, hal yang sama juga di lakukan oleh Vino. Arindah makan sambil terus memikirkan semua ucapan Vino tadi. Dia juga harus mengambil sikap untuk semuanya, memilah mana yang menurutnya baik, mana yang tidak baik serta konsekuensi dari setiap keputusan yang ingin di ambilnya nanti.
"Aku butuh waktu untuk mengambil keputusan...!" Gumam Arindah sambil mengunyah makanannya.
"Berapa lama??? Kau tahu bahwa kita hanya punya waktu sekitar dua minggu, jika kau ingin menyetujuinya tentu persiapan pernikahan itu harus segera di lakukan..."
"Beri aku waktu untuk berpikir...." Ujar Arindah lagi.
"Oke....!! Ah iya aku pernah mendengar jika dulu Aditya dan Cahya juga menikah buru-buru karena suatu hal, aku tidak tahu pastinya tetapi pernikahan mereka terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, dan saat itu mereka juga baru saling mengenal... Tetapi kau bisa melihat bahwa saat ini mereka bisa bahagia... Mungkin apa yang kita alami sekarang juga bisa seperti yang mereka alami.. Jadi tidak ada salahnya kan kita menikah buru-buru seperti mereka...?? Mungkin suatu saat kita bisa mengejar kebahagiaan seperti mereka juga..!" Ujar Vino dengan santai nya.
Mendengar ucapan Vino, Arindah langsung tersedak dan batuk-batuk. Dia meraih gelas berisi jus dan meminumnya. "Apa kau bilang tadi???? Mengejar kebahagiaan???"
Vino menghentikan kunyahan nya, menyadari jika ucapannya salah. "Ah tidak tidak... Maksudku kita bisa mencari tahu tentang mereka, bagaimana dulu mereka bisa menjalani rumah tangga yang tidak di landasi cinta satu sama lain...!"
"Apa kau pikir permasalahan mereka saat itu sama dengan permasalahan kita saat ini???? Melihat sikapmu seperti ini, aku merasa ragu jika kau ingin menolongku. yang ada kau malah berniat menjebak ku dalam pernikahan ini...."
__ADS_1
Vino meletakkan sendok dan garpu di atas piring dan memandangi Arindah. "Astaga.... Kau terus saja berpikir buruk tentangku, padahal aku ingin membantu mu... Terserah kau saja mau berpikir seperti apa... "
"Ucapanmu sendiri yang membuatku berpikir seperti itu..." Gumam Arindah sambil terus melanjutkan makan nya.
Vino tersenyum. Wajah ketus dan galaknya Arindah terlihat begitu cantik. Vino masih tidak percaya jika dulu Arindah pernah memiliki perasaan terhadapnya. Vino juga tidak tahu harus bersikap seperti apa jika dulu dia mengetahui itu. Tetapi memang sikap Arindah juga berubah saat mengetahui jika dia berpacaran dengan Angel. Arindah semakin menjauh meskipun masih berteman dengan Vitto. Arindah juga tidak pernah lagi berbicara dengannya, apalagi setelah dia menolak menghadiri pesta ulang tahun Arindah. Mungkin benar bahwa Arindah kecewa sekali kepada nya saat itu.
"Ndah....!!?" Panggil Vino. Sementara Arindah tidak menjawab dan hanya menatap Vino.
Vino pun melempar senyumnya. "Apa benar kau dulu menyukai ku????" Tanya Vino.
"Kenapa kau tanyakan itu lagi??? Bukankan kau sudah pernah mendengarnya dari Vitto???" Jawab Arindah ketus.
"Tapi kau tidak menjawabnya, dan aku ingin mendengarnya langsung darimu..." Ujar Vino.
"Untuk apa????" Tanya Arindah lagi, masih dengan suara ketus.
"Apa menurutmu itu akan merubah keadaan???? Tidak sama sekali kan??? Dan seperti apa yang di katakan Vitto ketika itu bahwa tidak akan merubah apapun selain hanya akan menambah kekecewaan ku terhadapmu karena kau tetap akan memilih Angel, karena kau mencintai nya...! Justru jika aku mengungkapkan segala nya, aku akan semakin hancur sekali.." . Ujar Arindah.
Vino kembali tersenyum. "Berarti kau benar-benar menyukai ku dulu...??" Vino menarik napas dan menghela panjang. "Aku minta maaf, aku sama sekali tidak menyadari nya.. Aku akui jika aku saat itu tergila-gila pada Angel... Tetapi aku ingin mengucapkan Terima kasih kepadamu karena kau pernah menyukai dan memiliki perasaan terhadap orang seperti ku..."
Arindah tidak menanggapi perkataan Vino. Dan masih melanjutkan makan siangnya. Cerita itu tentu sudah berlalu begitu lama, tetapi tentu masih mengena di hati Arindah, mengingat dulu dia sangat mencintai Vino. Cinta pertama akan selalu memiliki makna tersendiri. Cinta pertama yang tidak terbalaskan dan justru meninggalkan kekecewaan yang mendalam. Dan karena itu juga, Arindah dulu memilih menutup diri dan tidak pernah berani untuk mencintai laki-laki. Dan itu bertahan selama beberapa tahun, hingga akhirnya dia bertemu dengan Reino dan mulai membuka diri, mencoba melupakan cinta nya pada Vino, dan memulai hal baru dengan berhubungan dengan Reino hingga menikah. Setelah menikah dengan Reino tentu Arindah ingin memulai untuk menata setiap impian dan keinginannya memiliki keluarga yang bahagia, suami yang mencintai nya dan juga anak yang menggemaskan. Sayangnya, Arindah harus menelan kekecewaan karena cinta nya kembali di hancurkan.
Cinta pertama Arindah adalah Vino tetapi dia hanya bisa mengagumi tanpa berani mengungkapkannya, dan karena hal itu, Vino tidak mengetahui nya dan memilih bersama perempuan lain. Hancur melihat Vino bersama yang lain. membuat Arindah berusaha mengumpulkan sisa kepingan hati nya yang tercecer. Selama dua tahun setiap hari dia harus melihat kebersamaan Vino dengan Angel. Kedua nya seperti tidak bisa terpisahkan dan yang Arindah ketahuilah adalah hubungan mereka bertahan selama bertahun-tahun. Pada akhirnya membuat Arindah menyerah dan mencoba untuk melupakan cinta pertama nya.
__ADS_1
Sekian lama berlalu, Arindah sangat terkejut ketika mendengar bahwa Vino ternyata di tipu oleh Angel selama ini, bahkan skandal-skandal yang di lakukan Angel beserta Ibu dan saudara nya itu telah menghancurkan banyak hal di keluarga Vino. Kehebohan itu tentu saja Arindah mengikuti nya dengan baik, mengingat Vitto seorang aktor yang tentu banyak di sorot oleh kamera. Dan Vino juga seorang pebisnis sukses dan memiliki nama besar. Siapa yang tidak tertarik dengan berita tentang mereka, apalagi peristiwa pertunangan Vino dan Angel yang di bongkar habis serta di permalukan saat itu, dan mengejutkan banyak orang. Arindah mengikuti nya dan juga pernah menanyakan hal itu pada Vitto, dan Vitto menjelaskan semua nya.
Dan jika boleh jujur, saat mendengar hal itu, ada kebahagiaan di hati Arindah saat tahu bahwa Vino sudah mengakhiri hubungannya dengan Angel. Entah kenapa saat itu Arindah merasa senang karena hubungan kedua nya dari awal memang terlihat aneh dan semua sikap yang di tunjukkan oleh Angel sejak dulu sudah mencurigakan. Bahkan Arindah sering mendengar cerita Vitto bagaimana Vitto sangat tidak menyukai Angel. Yang menurut Vitto ada sesuatu yang tidak benar pada diri Angel. Pada akhirnya kecurigaan Vitto terbukti juga.
Hanya saja kabar itu tidak akan merubah apapun lagi di diri Arindah. Karena cinta yang pernah di miliki nya untuk Vino sudah lama hilang dari dirinya. Dan Arindah sama sekali tidak menyangka jika dia harus bertemu dan berhadapan lagi dengan laki-laki yang pernah di cintai nya itu.
"Kau melamun ya????" Vino mengejutkan Arindah, membuat sendok yang di pegang Arindah jatuh di atas meja.
Arindah langsung mengambilnya dan menyendok lagi makanannya. "Kau mengejutkan ku... Kenapa???" Arindah masih menjawab dengan ketus.
"Aku bertanya karena kau sejak tadi diam dan hanya mengaduk-aduk makananmu... Apa yang sedang kau pikirkan???" Tanya Vino lagi.
"Tidak ada...!!!" Arindah mempertegas ucapannya yang justru mengundang gelak tawa Vino.
"Kau terlihat semakin cantik saat ketus seperti itu... Hahaha.."
"Sejak dulu aku memang cantik. apa kau baru menyadari nya??? Ya tentu saja kau baru menyadari nya karena dulu yang kau lihat hanyalah Angel, dia adalah perempuan yang paling cantik di matamu... " Gumam Arindah masih dengan ekspresi ketus yang di tunjukkan nya pada Vino.
Vino tersenyum. "Itu memang benar, aku tidak akan menyangkalnya... Tetapi aku sedikit menyesal karena aku terlalu fokus padanya hingga aku tidak menyadari bahwa banyak perempuan yang patah hati karena aku lebih memilih dia... Aku kesal dengan diriku sendiri karena aku menghabiskan waktu ku selama bertahun-tahun untuk mencintai orang yang salah.... Padahal seharusnya aku bisa menjadi playboy dengan banyak perempuan di sekelilingku, kurasa menikmati hidup seperti itu lebih menarik di banding harus terfokus pada satu perempuan, masa mudaku sia-sia begitu saja...."
"Kau bisa melakukannya sekarang, karena kau sudah tidak bersama nya lagi...!" Gumam Arindah.
Vino tersenyum miring, kemudian meminum jus yang ada di depannya. "Untuk saat ini bukan saat yang tepat bersikap seperti itu, sudah waktunya aku memperbaiki diriku, berfokus untuk bisnisku dan mencari perempuan yang baik untuk menjadi istriku, bukan karena aku kaya dan berkuasa tetapi karena dia benar-benar mencintaiku dengan tulus... Jika aku tidak mulai merubah diriku, Tuhan pasti tidak akan pernah mengirimkan orang baik untukku nanti nya...!"
__ADS_1
"Benarkah kau ingin benar-benar berubah jadi lebih baik???" Tanya Arindah.
"Tentu saja.... Siapa yang tidak mau jadi orang baik... Eeehmmmm bagaimana jika kita menikah bukan karena Reino, tetapi kita menikah untuk kebaikan kita berdua?? Kau pernah mencintaiku dan aku pikir kau tidaklah buruk untuk di jadikan istri, selain untuk membungkam Reino, kita bisa saling mengenal di dalam sebuah pernikahan, ya apa itu istilahnya emmm Taaruf atau apalah itu??? Bagaimana???" Tanya Vino balik.