Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
eps 87


__ADS_3

"Apa lagi yang ingin kau lakukan pada Rana? Kenapa tidak membiarkannnya hidup dengan tenang? Kau sudah banyak menghancurkan hidupnya lalu apa lagi yang kau inginkan darinya???"


Vino tersenyum untuk menutupi kegugupannya. "Apa maksud Papa? Aku tidak ingin melakukan apapun pada Rana, aku hanya ingin dia kembali saja...! Papa salah dengar...!"


"Berhentilah berbohong lagi, entah sudah berapa kebohongan yang kau katakan pada Papa setelah Papa kembali, jangan kau pikir Papa bodoh sehingga kau bisa terus bersikap seperti ini Papa tahu semua yang sudah kau lakukan pada istrimu itu, apa kau tidak sadar dengan kejahatan yang sudah kau berikan pada gadis tidak berdosa seoerti Rana???? Apakah selama ini Papa mengajarimu untuk berbuat jahat kepada orang lain? Sehingga kau lupa dengan kodratmu sebagai manusia yang harus menghargai orang lain???"


Vino terperangah. "Apa...??!!! Jadi Papa sudah tahu semuanya???"


"Ya...! Semuanya, bagaimana kau menjebak Rana, menikahinya, menyiksanya, apa yang kau lakukan dengan Angel di depannya, bahkan Papa juga tahu dimana keberadaan Rana saat ini...!


"Papa tahu keberadaan Rana? Bagaimana bisa????" Vino benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Papanya.


"Bagaimana bisa???? Tentu bisa, Papa sengaja kembali hanya untuk menyelamatkan Rana darimu, pengacara dan perceriaan yang dilayangkan Rana padamu itu semua adalah ide Papa...! Dendam apa yang ingin kau balaskan pada Rana? Kesalahan yang mana yang dia lakukan sehingga kau memperlakukannya seperti itu..??"


Vino tersenyum tetapi kemudian dia berbalik arah dan membelakangi Papanya, menatap nyalang ke jendela. "Vania...! Aku ingin membalaskan dendamku pada Rana atas kematian Vania.....!" Gumam Vino.

__ADS_1


"Lalu apa hubungan Rana dengan kematian adikmu?" Tanya Papa Vino, dia ingin memastikan jawaban dari Vino langsung meskipun dia sudah tahu alasan putranya melakukan itu.


Vino berbalik badan lagi, kembali memandangi sang Papa. "Rana adalah putri dari supir taksi itu, supir taksi bodoh yang membiarkan Adikku membawa taksinya....! Aku tidak tahu lenapa Papa dulu membebaskannya padahal seharusnya pria itu mendapat hukuman yang kejam atas kecerobohannya yang menghilangkan nyawa adikku....! Aku masih tidak terima dengan hal itu...."


"Jika kau tidak terima dengan keputusan itu, kenapa kau menghukum Rana yang tidak tahu apapun? Bahkan ayahnya dipenjara pun dia tidak mengetahuinya. Kenapa kau tidak menghukum Papa saja?? Apa kau tidak sadar dengan apa yang sudah kau lakukan padanya???"


"Kenapa aku harus menghukum Papa...??? Sudah jelas supir taksi bodoh itu yang bersalah, dia sudah mampus, dan hanya ada Rana, itu sebabnya aku melakukan ini, sekarang tolong Papa katakan padaku dimana keberadaan gadis bodoh itu....!?"


"Dimana Rana sekarang kau tidak perlu tahu itu, seharusnya sebelum melakukan kejahatan ini pada orang yang tidak bersalah kau bertanya dulu pada Papa, tanyakan apa alasan Papa membebaskan Ayah Rana saat itu? Kau punya mulut dan kau bisa tanyakan itu..."


"Baiklah Papa tahu kau akan membantah kenapa Papa dulu tidak memberitahu kalian, alasannya kenapa Papa harus memilih menutupi semuanya adalah karena kondisi keluarga kita sedang tidak baik Vino, Perusahaan goyah, Mamamu kabur meninggalkan kita, jika ditambah lagi dengan permasalahan yang terjadi pada Vania? Keluarga kita akan benar-benar hancur sekali, itu sebabnya Papa memilih diam dan tidak mengatakan alasan kenapa Papa membebaskan supir taksi itu, jika sampai orang luar mengetahui alasan sebenarnya, nama baik keluarga kita akan hancur saat itu juga, karena itu adalah aib yang sangat besar...!" Ujar Papa Vino dengan mata berkaca-kaca.


"Aib yang sangat besar???? Apa maksud Papa???" Tanya Vino heran sekaligus penasaran.


"Ada aib yang sangat besar terjadi, dan itu adalah alasan Vania ingin mengakhiri hidupnya....!"

__ADS_1


Papa Vino pun, mulai menceritakan semuanya. Apa yang terjadi dengan Vania sebelum kecelakaan itu terjadi. Dia menceritakan perihal hasil laporan dari detektif bayarannya untuk mengetahui semuanya. Vania memiliki seorang kekasih dan sangat dicintainya, hingga sering mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan laki-laki itu tanpa sepengetahuan keluarga. Karena terlalu mencintai, Vania tidak tahu jika dia sedang dimanfaatkan oleh laki-laki itu. Hingga akhirnya Vania menyadari bahwa kekasihnya itu bermain di belakangnya. Dan di hari dimana Vania kecelakaan, Vania memergoki laki-laki itu sedang bersama seorang perempuan di kamar hotel, sedang berhubungan badan. Vania marah dan sambil menangis dia pergi dari hotel itu naik taksi. Kemarahan yang memuncak membuat Vania gelap mata dan membohongi supir taksi itu, menyuruhnya untuk membelikan minuman di minimarket, tetapi ketika supi taksi itu masuk ke minimarket, Vania membawa taksi itu dan sengaja menghentikannya di tengah rel hingga kereta api datang dan menghantamnya.


"Adikmu mengakhiri hidupnya sendiri, Ayah Rana adalah korban, dan dia tidak bersalah dalam hal itu, itu sebabnya Papa membebaskannya....!"


Vino menghela napasnya. "Jika alasannya itu, kenapa Papa harus merahasiakan ini dariku ataupun Vitto???"


Papa Vino tersenyum pedih. "Alasan Papa diam selama ini bukan karena itu Vin, tetapi hal lebih besar terjadi sebelumnya.. Kau pasti ingat laki-laki yang kabur bersama Mamamu, itu adalah laki-laki yang sama yang dulu menjadi kekasih adikmu, dan perempuan yang ada di hotel itu yang tidur bersamanya adalah...!" Papa Vino mulai menitihkan airmatanya, rasanya tidak sanggup dia melanjutkan perkataannya.


"Siapa dia????" Tanya Vino tetapi sebuah firasat tidak mengenakan ada di benaknya. "Jangan bilang bahwa itu adalah Mama???" Gumamnya lagi.


"Itulah kenyataannya... Dan hati adikmu benar-benar hancur Vin, dia gelap mata, merasa dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya sehingga dia melakukan itu...!"


"Oh shiiiiittttt......!!!!?" Vino mengacak-acak rambutnya dan terus mengeluarkan umpatan untuk Mamanya juga laki-laki brengsek itu. "Kenapa Papa tidak pernah mengatakan semua ini.... Jika aku tahu sebelumnya aku pasti akan membunuh kedua pengkhianat itu.... F*ck.....!"


"Kau sudah mengetahui semua ini, setidaknya sekarang berhentilah membenci Rana, baik dia dan keluarganya tidak ada yang bersalah dalam kematian Viona, Papa datang untuk menghentikan kesalahpahaman ini. Papa sudah bicara dengan Rana, Papa tanyakan apa yang dia mau, dia mencintaimu tetapi kau tidak pernah mencintainya karena kau memiliki Angel dihidupmu, yang dia inginkan saat ini hanya ingin berpisah denganmu, dia ingin memulai kehidupannya seperti dulu, dan kau juga bisa bahagia dengan Angel, jadi hormati keinginanya dan jangan lagi mengusiknya, biarkan dia bahagia, minta maaflah padanya, Papa yakin dia pasti mau memaafkanmu, dia sangat baik...!"

__ADS_1


__ADS_2