Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 246


__ADS_3

"Sayang... Kita lebih baik kembali ke Supernova, aku akan menghubungi Mario agar menjemput kita disini..!" Ucap Vitto pada Rana yang saat ini sedang mengompres luka lebam nya.


"Kembali ke Supernova?? Kenapa??? Kau sedang terluka, lebih baik istirahat saja, besok atau lusa kita baru kesana...!"


Vitto tersenyum. "Supernova adalah tempat teraman untuk kita, tidak sembarang orang bisa masuk kesana, rumah ini terlalu terbuka dan tidak ada gerbang yang mengelilinginya, aku hanya ingin berjaga-jaga dengan ancaman Vino..! "


"Sebenarnya itu ancaman yang bagaimana???" Rana terlihat bingung.


"Kau akan tahu besok... Sekarang berikan ponselmu padaku..!" Pintar Vitto.


"Ponsel??? Untuk apa????"


"Berikan saja...!"


Rana pun memberikan ponselnya pada Vitto. Dan lelaki itu terlihat langsung sibuk dengan ponsel Rana. Beberapa saat kemudian Vitto mengembalikan ponsel Rana. "Login akunmu???" Pinta Vitto lagi.


"Login???" Rana mengernyit dan melihat layar ponselnya. "Tapi kau bisa membuka langsung dari aplikasinya..?? Kenapa harus melalui link??"


"Login saja...!" Ucap Vitto lagi.


Rana mengangguk menuruti permintaan Vitto. Dia login ke salah satu aku sosial medianya kemudian memberikan lagi ponselnya ke Vitto. Setelah itu Vitto menunduk dan sibuk lagi dengan ponsel Rana, entah apa yang di lakukan oleh lelaki itu, dan entah untuk apa Vitto memintanya untuk Login. Butuh beberapa menit sampai akhirnya Vitto kembali menyerahkan ponsel itu kepada Rana. "Masukkan password mu??? " Pintar Vitto lagi.


Rana kembali melihat layar ponselnya dan mendapati bahwa yang di buka Vitto adalah akun sosial media nya yang berbeda dari yang tadi. "Ini untuk apa sih??? Kok beda dengan yang tadi..?? "


"Jangan banyak bertanya sayang??? Masukkan passwordmu, nanti aku jelaskan... Selain yang dua ini, kau punya akun yang lain??" Tanya Vitto.

__ADS_1


"Ada satu lagi, tapi sudah tidak aku gunakan lagi..!"


"Kau pernah mengunggah fotomu disana???" Tanya Vitto.


Rana menggeleng, dia tidak pernah mengunggah fotonya di sosial media itu, dan hanya menggunakannya untuk membaca Tweet orang lain atau dia sekedar menulis sesuatu disana tanpa pernah mengunggah fotonya. Rana kembali memberikan ponselnya pada Vitto, dan lelaki itu kembali sibuk dengan ponselnya.


"Sudah beres...! Aku sudah menonaktifkan dia akun sosial media mu itu, dan aku juga sudah menghapus aplikasinya, untuk sementara jangan bermain sosial media sampai aku mengijinkannya... Ambil ini...!" Vitto mengembalikan ponsel Rana.


"Menghapus dan menonaktifkan??? Kenapa???" Wajah Rana berubah cemberut.


Vitto tersenyum. "Aku tidak mau kau melihat hal yang bisa melukai dan menyakiti hatimu, aku juga tidak ingin ada yang menemukan akunmu, lalu mereka berbicara hal buruk tentangmu, Vino akan mulai berulah setelah ini, kau harus dalam keadaan baik, aku akan mengatasi semua nya... Aku harap kau mengerti...! Sekarang hubungi Mario dan minta dia menjemput kita disini, aku juga akan menghubungi beberapa orang, setelah itu kita pulang ke Supernova.." Ujar Vitto, Rana mengangguk dan menghubungi bodyguard nya agar menjemputnya dan Vitto disini. Tetapi Rana merasa lapar dan meminta Vitto agar makan malam dulu sebelum pulang, Vitto pun setuju. Rana keluar dari kamar Vitto untuk membuat makan malam sebelum mereka kembali ke rumah Rana di cluster Supernova.


Orang pertama Vitto hubungi adalah Papa nya, memberitahu jika Vino baru saja datang ke rumahnya, dan Vino sudah mengetahui segalanya. Vitto meminta Papa nya agar bersiap jika Vino nanti pulang dalam keadaan marah dan menanyakan mengenai Rana. Selain itu, Vitto juga menghubungi Jeany dan meminta agar Jeany mengartikan serta memotivasi foto-fotonya bersama dengan Rana di sosial media nya. Vitto tidak ingin jika nanti ada orang-orang yang menemukan foto Rana kemudian meninggalkan komentar yang tidak baik. Kenapa Jeany, karena tentu Jeany sering membagikan kebersamaannya dengan Rana di berbagai kesempatan sebab mereka bersahabat dengan baik.


Setelah menghubungi Jeany dan menjelaskan segala nya, Vitto terlihat mengernyit karena wajahnya mulai terasa nyeri akibat pukulan dari Vino, dan lebam juga mulai terlihat di wajahnya. Vitto bisa saja membalas setiap pukulan Vino tetapi entah kenapa dia memilih untuk sekedar menghindar saja. Menurut Vitto, kemarahan Vino itu wajar saja karena Vino merasa di bohongi, tetapi tentu ada hal mendasar yang membuat Vitto melakukan itu. Hanya saja jika menjelaskan segalanya, itu akan percuma saja karena Vino sedang dalam keadaan penuh kemarahan.


****


Vino sampai di rumahnya dengan penuh kemarahan. Emosi nya memuncak, merasa di permainkan dan juga di khianati oleh kakaknya sendiri. Dan akhirnya dia tahu jawabannya kenapa selama ini Rana seperti menghilang dan sangat sulit di temukan. Vino merasa bahwa Papa nya juga pasti tahu mengenai hal ini, itulah kenapa sekarang dia akan menanyakan semua ini pada Papa nya.


Vino masuk ke rumahnya, dan langsung mencari Papa nya. Dia berteriak memanggil Art nya untuk menanyakan dimana saat ini Papa nya berada.


"Papa ada disini Vino...!" Papa Vino muncul dari ruang kerja nya dengan kursi rodanya, yang kemudian menghampiri Vino. "Kenapa kau berteriak seperti orang kesetanan? Apa kau tidak bisa langsung mencari Papa di kamar atau di ruang kerja, kenapa harus berteriak???"


"Papa kenapa selalu tidak berlaku adil kepadaku??? Kenapa Pa??? Apa yang kurang dariku sehingga Papa terus saja mengutamakan Vitto daripada diriku???!!" Ucap Vino setengah berteriak di depan Papa nya.

__ADS_1


"Kau ini bicara apa??? Berlaku tidak adil bagaimana maksudmu???"


"Ah... Sudahlah Pa, Papa tidak perlu berpura-pura tidak tahu, Vitto pasti sudah memberitahu Papa jika akau sudah mengetahui segala nya tentang Vitto dan Rana... Aku yakin Papa juga mengetahui hubungan mereka selama ini, lalu kenapa Papa juga ikut membohongiku,??? Papa tahu kan jika aku selama ini mencari keberadaan Rana, aku ingin meminta maaf dan memperbaiki hubunganku dengannya, lalu kenapa Papa tidak memberitahuku mengenai Rana, sekrang dia akan menikah dengan kakakku sendiri, lalu Papa membiarkannya, apa salahku Pa???? Sehingga kalian membohongiku selama ini...!!!"


"Papa minta maaf untuk hal itu, Papa memang selama ini tahu tentang hubungan Vitto dan Rana, tetapi mengenai alasan Rana bersembunyi itu adalah keinginan Rana sendiri yang tidak ingin siapapun mengetahuinya, bukan karena Vitto ataupun Papa...! Itu sebelumnya sudah Papa katakan kepadamu kan saat Rana ada di rumah sakit...!"


"Elleeehhh aku tahu, itu pasti hanya alasan Papa dan juga Vitto saja, pasti Vitto yang sengaja menyembunyikan Rana agar Rana tidak bisa aku temui, iya kan???? Dan sejak kapan Rana tinggal di rumah Vitto??? Apa selama ini Rana memang tinggal bersama dengannya disana??? Mereka tinggal satu atap tanpa memiliki ikatan?? Ciiihhh benar-benar memalukan..."


"Vin... Rana memiliki tempat tinggal sendiri, dia tidak tinggal bersama Vitto, jika kau bertemu dengannya di rumah Vitto, dia pasti hanya berkunjung kesana..!" Ucap Papa Vino.


"Oh jadi Papa tahu jika aku bertemu dengan Rana di rumah Vitto??? Benar dugaanku jika Vitto sudah memberitahu Papa... Kalian menusukku dari belakang...!"


"Vin... Tenanglah jangan marah, Papa akan jelaskan semuanya padamu...!"


"Menjelaskan apalagi Pa??? Sudah berapa banyak kebohongan yang Papa lakukan kepadaku??? Apa ini adalah rencana bagian dari rencana mereka berdua untuk balas dendam kepadaku karena aku berselingkuh dari Rana dulu saat kami masih menikah??? Kemudian Rana meminta Vitto untuk menjadi selingkuhannya juga agar dia bisa membalaskan dendamnya padaku??? Kenapa dia berubah menjadi perempuan jaalang seperti itu???"


"Vino... Jaga ucapanmu, kau pasti tahu Rana tidak mungkin melakukan itu.. Hubungan mereka tulus, mereka saling mencintai, dan hubungan itu terjadi ketika Rana sudah benar-benar terlepas dari ikatan pernikahan denganmu..."


"Dalam waktu kurang dari tiga bulan!? Dan mereka langsung memutuskan untuk menikah??? Rasanya sangat tidak mungkin Pa... Aku tidak bisa menerima ini, mereka tidak bisa menikah...!" Teriak Vino lagi.


"Jika ada hal baik yang ingin mereka lakukan kenapa harus menunggu lama??? Untuk menghindari fitnah bukankah lebih baik menikah??? Sudah lah Vin, kau sudah melukai Rana dulu jadi biarkan dia sekarang mengejar kebahagiaannya.. Kau harus merelakannya, Rana perempuan yang baik, dia berhak mendapatkan kebahagiaannya.. !"


"Iya dia berhak berbahagia, dan itu bukan dengan Vitto... Aku tidak akan pernah membiarkan mereka berdua menikah...! " Vino kemudian pergi meninggalkan Papanya dan naik ke kamarnya masih dengn perasaan yang di penuhi dengan kemarahan yang memuncak.


Ternyata selain Vitto yang ikut andil menyembunyikan Rana darinya, Papanya juga terlibat dan tahu semua itu, membuat Vino semakin merasa marah dan kesal dengan mereka berdua. Bisa-bisanya kakaknya itu menjalin hubungan dengan Rana. Entah sejak kapan hal itu terjadi. Vino tidak akan bisa memaafkan begitu saja apa yang sudah di lakukan Vitto padanya. Dia akan membongkar kebusukan Vitto dan juga mengungkap siapa Rana sebenarnya. Dan akan membuat posisi Vitto terpojok kan karena Vitto sudah berselingkuh dengan Rana padahal Rana masih dalam ikatan pernikahan dengannya saat kabur dulu. Vino tidak peduli bahwa apa yang akan di lakukannya juga akan berdampak pada Rana, yang jelas dia tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi.

__ADS_1


"Awas saja kau Vit, besok aku akan membuatmu malu di depan banyak orang, dan kau juga akan kehilangan banyak pekerjaan, karirmu juga aku akan pastikan hancur... Kau sudah menyulut bara, aku akan memasang kipas agar apinya semakin besar dan membakar mu...! " Gumam Vino dengan kemarahan.


__ADS_2