
"Apa Papa tidak menyelidiki tentang keluarga Angel ataupun Jason? Ku pikir mungkin itu akan sedikit membantu kita mengetahui siapa mereka...!"
"Sudah...! Tetapi hasilnya nihil, sampai sejauh tidak ada informasi apapun mengenai hal itu..!
"Aneh sih memang! Ya walaupun aku pernah mendengar bahwa Angel yatim piatu, tetapi aneh saja bahkan Vino pun seolah tidak pernah beemrtanya lebih jauh tentang hal itu, ya apa memang dia benar-benar tidak memiliki siapapun atau bagaimana."
"Itu sebabnya, semua harus kita ketahui dengan jelas dan kita tahu alasan utama mereka melakukan itu kepada keluarga kita untuk apa" Gumam Papa Vitto.
"Mereka hanya ingin uang keluarga kita, Vitto rasa itu sudah cukup menjawab pertanyaan kita...! Well, sekarang kita harus mencari cara untuk membongkar kedok kedua baj*ngan itu"
__ADS_1
Papa Vitto pun mengusulkan sebuah ide untuk menjebak Angel, tetapi ide itu tidak akan bisa langsung dilakukan karena harus menunggu beberapa bulan. Dimana Papa Vitto berencana melakukan kerjasama dengan perusahaan milik dati Pria tua yang bersama Angel di Singapura itu. Dan kerjasama itu harus dipikirkan dengan matang, juga persiapan yang baik agar pria itu tertarik. Dan kemudian jika sudah berhasil, dia akan mengundangnya datang ke perusahaan ini bertemu dengan Vino dan juga Angel. Pertemuan itu juga harus disiapkan dengan baik. Tetapi balik lagi, bahwa itu harus benar-benar terlihat formal agar Vino juga tidak curiga.
Vitto mengangguk, setuju dengan ide Papanya itu. Hanya saja dia harus bisa mengumpulkan bukti-bukti yang banyak serta fakta tentang kebusukan Angel untuk meyakinkan Vino nantinya.
★★★
Di tempat lain, Angel dan Jason berpelukan di balik selimut tanpa mengenakan apapun tentu saja. Seperti tujuan awal mereka akan benar-benar menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang, bercinta setelah sekian lama berpisah. Sejak awal hingga detik ini perasaan cinta keduanya tidak pernah hilang sama sekali meskipun mereka berdua sama-sama memiliki pasangan lain, tetapi mereka tetap saling mendukung demi misi utama mereka mendapatkan uang dari keluarga Vino.
Setahun berlalu dan Papa Jason meninggal karena sakit. Itu menjadi pukulan terbesar untuk keluarga mereka. Mama Angel sedih sekali karena dia harus menghidupi kedua anaknya tanpa suaminya. Dalam kesedihan dan kemarahannya itu, dia selalu menyebut-nyebut nama Andrian Prakarsa sebagai dalang dari kehancuran keluarganya. Setiap hari dia selalu menyebut nama itu di depan Angel dan Jason dan mengatakan pada mereka bahwa suatu hari mereka harus melakukan balas dendam bersama-sama dan menghancurkan keluarga Prakarsa. Setiap hari dia selalu mengatakan itu, sehingga membuat kebencian Angel dan juga Jason semakin tumbuh seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
Sampai akhirnya, Angel lulus dari sekolah menengah pertama, dan mereka melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Sayangnya saat itu Angel tidak melanjutkan ke sekolah yang sama dimana Jason berada, dia memilih sekolah yang lebih bagus dari sekolah Jason. Disitulah Angel bertemu dengan teman baru yaitu Vania. Dia sangat senang ketika Vania menyambutnya dengan hangat ketika dia ingin bertemannya. Sesekali Angel mendengar bahwa Vania adalah putri dari orang yang sangat kaya dan berpengaruh. Suatu hari Vania mengajak Angel ke rumahnya dan saat itu Angel melihat sebuah foto keluarga yang cukup besar menempel di tembok dimana Angel busa mengenali dengan jelas siapa laki-laki yang ada di foto itu karena dia pernah melihat sebelumnya.
Angel mulai mengulik dan bertanya kepada Vania siapa laki-laki itu, Vania pun menjelaskan jika itu adalah Ayahnya. Dan disitu juga Angel pertama kalinya bertemu dengan Vino. Vania mengenalkannya sebagai kakaknya. Sedangkan kakak Vania yang satunya lagi sedang ada di luar negeri untuk melanjutkan study nya disana, yaitu Vitto. Kabar gembiranya adalah ternyata Vino kakak kelas mereka. Vino saat itu berada di kelas 11, sementara Angel dan Vania baru kelas 10. Pertemuan pertama Vino dan Angel dipenuhi dengan keakraban, ya mungki itu juga awal dari ketertarikan Vino dengan Angel. Karena Vino selalu menatap Angel diam-diam, dan selalu berusaha berada di dekat Angel saat Angel sedang mengobrol dengan Vania. Saat itu Angel menyadari bahwa Vino sepertinya menyukainya.
Sampai di rumahnya, Angel langsung menceritakan itu kepada Mamanya dan juga Jason. Maka dimulailah rencana pembalasan dendam itu oleh Mama Angel. Merasa ini adalah kesempatan yang bagus untuk melakukannya dengan menumbalkan Vania lebih dulu serta mengikat Vino dengan pesonanya. Dugaan Angel mengenai Vino memang tidak salah karena setiap hari Vino selalu menemui Vania yang sedang bersamanya dengan berbagai alasan. Seperti yang diperintahkan oleh Mamanya, Angel juga mulai menebar pesonanya pada Vino sehingga laki-laki itu semakin jatuh hati padanya. Berhasil! Tentu saja berhasil, kurang dari 2 bulan Vino akhirnya meminta Angel untuk menjadi kekasihnya.
Hubungan itu berlanjut, dan misi kedua mereka adalah menjebak Vania. Kali ini menumbalkan Jason. Dimana Angel sudah mengatur rencana dengan Mamanya untuk mempertemukan Jason dan Vania, berharap Vania juga seperti Vino yang tergila-gila dengan Angel, kali ini membuat Vania menjadi tergila-gila dengan Jason.
Rupanya, itu juga berhasil. Vania memang tergila-gila dengan Jason. Misi mereka berhasil, Angel mulai memanfaatkan Vino dengan sering meminta ini itu dan Vino selalu memberikannya tanpa banyak berpikir. Hal yang sama juga dilakukan oleh Jason, dia sering berpura-pura ini itu sehingga bisa memanfaatkan rasa belas kasihan yang dimiliki oleh Vania.
__ADS_1
Hubungan mereka belanjut dan Mama Angel terus menyokong serta memberi arahan pada kedua anaknya untuk melakukan itu. Bahkan Jason juga berhasil mendapatkan mahkota dari Vania dan Vania memberikannya dengan senang hati. Tetapi Tentu Jason melakukannya dengan pertimbangan dan hati-hati agar Vania tidak hamil. Dia sudah mempelajarinya dari Mama Angel. Sedangkan Angel juga diminta oleh Mamanya jika ingin lebih mengikat Vino, Angel harus merelakan miliknya itu diberikan pada Vino. Angel menurutinya dan dia mau melakukan itu. Ternyata memang berhasil juga, Vino semakin gila dan ketagihan, hingga jika ada kesempatan berdua, mereka akan melakukannya. Angel juga sudah diberikan obat untuk mencegah kehamilan oleh Mamanya sehingga tidak ada lagi keraguan ketika Angel melakukannya dengan Vino. Obat itu juga diberikan oleh Jason pada Vania. Mereka semakin bringas dengan keadaan itu.
Angel tidak lagi ada penghalang, dan dia saat ini juga bisa berhubungan badan dengan Jason. Sehingga mereka sendiri juga tidak bisa mengontrolnya, mengingat mereka sudah saling mencintai sebelumnya. Jika ada kesempatan mereka akan melakukannya di rumah tanpa sepengetahuan dari Mama Angel. Tetapi suatu hari mereka berdua di pergoki oleh Mama Angel ketika melakukan itu. Bukannya marah, Mama Angel justru ikut bergabung dan menikmati tubuh Jason bersama dengan Angel. Sekali melakukannya, mereka ketagihan dan selalu melakukannya setiap hari bertiga. Kegilaaan itu selalu berlanjut. Jason seperti seorang Raja yang selalu menikmati selir-selirnya secara bersamaan.