Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 18


__ADS_3

"Kalian memang sahabat sejati, baiklah aku tidak akan mengganggu pertemuan kalian, nanti sore aku akan menjemputmu disini dan mengantarmu pulang!" Ujar Vino kemudian.


"Sebenarnya kau tidak perlu setiap hari menjemput dan mengantarku pulang, aku bisa pergi kesini dan pulang sendiri! Aku tidak ingin merepotkanmu!"


"Aku tidak direpotkan sama sekali...!"


"Benar sekali....! Kau tahu Rana, Punya kekasih seperti Vino itu harus dimanfaatkan dengan baik, jika tidak dia bisa saja menaruh perhatiannya pada gadis lain, kau sudah mendapatkan hatinya jadi harus jaga dengan baik....! Hahaha!" Sahut Angel.


Rana kembali tersenyum mendengar perkataan Veronica. Perempuan yang ada di depannya ini memang sangat baik dan ceria serta memiliki kesan yang sangat baik padahal baru pertama kali bertemu. Rana yakin jika mengenal Veronica lebih jauh, dia pasti akan mendapatkan sahabat baru lagi setelah Jeany.


"Rana...! Bagaimana perasaanmu ketika semalam Vino melamarmu???" Tanya Angel.


"Aku tidak menyangka dia akan melakukan itu, karena kami baru mengenal sebentar saja, tetapi aku bisa melihat ketulusannya itulah yang membuatku menerimanya, dan kenapa semalam kau tidak ikut bersamanya?"


Angel kembali melirik ke arah Vino tetapi dengan cepat dia harus menjawab pertanyaan Rana agar perempuan itu tidak curiga. "Oh itu, semalam Vino sudah mengajakku tetapi aku sudah keburu ada janji lain....! But...? Aku sangat bahagia ketika dia merencanakan itu, artinya Vino benar-benar mencintaimu, dan kau harus percaya itu bahwa dia tidak akan pernah bisa hidup tanpamu...!"


Vino kemudian menjelaskan kedekatannya dengan Veronica pada Rana, dimana Vino mengatakan bahwa hubungan persaudaraan mereka begitu dekat dan sering bersama hingga jika orang tidak tahu, mereka akan menganggap dia dan Veronica adalah sepasang kekasih. Tidak lupa Veronica juga ikut menimpali perkataan Vino dengan mengatakan bahwa saat ini dia juga sudah memiliki seorang kekasih yang ada di luar negeri. Dan sejak kecil dia memang dekat sekali dengan Vino, mengingat Papanya adalah adik dari Papa Vino.


Vino dan Angel menceritakan itu semua kepada Rana dengan lancarnya, karena mereka sudah sepakat untuk melakukannya sehingga nantinya tidak terjadi beda perkataan. Keduanya sangat berharap apa yang mereka lakukan saat ini berguna untuk menghilangkan kecurigaan Rana. Bahkan Vino juga sudah menyuruh Angel agar sering-sering datang menemui Rana nantinya sehingga ketika hubungan mereka semakin dekat maka semakin lancar pula langkah mereka selanjutnya untuk semakin menjebak Rana lebih jauh.

__ADS_1


Setelah puas mengobrol, Vino dan Angel pun berpamitan pada Rana untuk kembali ke kantor. Seperti biasa Vino kembali bersikap romantis, dengan mencium kening Rana. Angel hanya melempar senyum dan sedikit menggoda keduanya membuat Rana merasa malu.


Veronica juga memeluk Rana dan cipika cipiki sekaligus mengatakan bahwa dia akan sering-sering datang nanti untuk belajar membuat kue bersama Rana, atau sekedar mengobrol. Rana pun menanggapi dan akan senang hati menerima kedatangan Veronica kapanpun itu. Mereka berdua kemudian say good bye.


Vino mengemudikan mobilnya menuju rumah Angel, dia harus mengantar kekasihnya itu pulang. Langkah yang sangat besar sudah dia dan Angel ambil, yang sebelumnya tidak pernah sama sekali ada di dalam daftar rencana mereka, tetapi mereka berdua tidak memiliki pilihan lain. Padahal seharusnya Angel hanya akan bermain di balik layar saja tetapi dia tidak bisa hanya berdiam diri tanpa membantu Vino, keadaan sedikit kacau karena Jeany memergoki mereka berdua.


Sementara itu Angel membenarkan apa yang selama ini diceritakan oleh Vino bahwa Rana adalah gadis bodoh dan polos yang sangat mudah sekali dikelabuhi, dan itu benar saja. Kesan pertamanya melihat Rana adalah bahwa perempuan itu terlihat baik hati dan kebaikan hatinya itu membuat Rana tidak bisa membedakan mana orang yang tulus dan mana orang yang ingin memanfaatkannya. Itulah kenapa Vino sering mengatakan bahwa Rana itu adalah perempuan bodoh. Angel sangat menyetujuinya.


"Tetapi bagaimana jika usaha kita ini gagal, dan Rana meragukanmu???" Tanya Angel.


"Aku tidak bisa berpikir tentang itu sekarang, kita hanya akan lihat apa yang terjadi besok!" Jawab Vino.


"Kau benar....! Tapi jangan khawatir, jika gara-gara Jeany rencana kita gagal, aku pasti akan melakukan sesuatu padanya agar mulutnya bisa diam selamanya...!" Ujar Vino dengan penuh keyakinan.


"Bagaimana dengan Vitto??? Apa kau ada kabar tentangnya?? Ku dengar dia menerima tawaran untuk sebuah film, dan proses syutingnya akan dilakukan dalam waktu dekat ini, tetapi bisa-bisanya dia masih mendaki gunung, bukankah seharusnya dia sudah bersiap untuk reading dan hal lainnya! Konyol sekali kakakmu itu...!"


"Kenapa kau mengatakan itu? Bukankah kau sudah sangat tahu bahwa dia sejak dulu memang konyol dan kegiatannya itu membosankan, dia selalu menghabiskan uangnya untuk hal yang hanya membuat lelah saja, aku juga tidak peduli, dia mau bermain film atau opera atau apapun itu! Dia sudah terbiasa melakukan hal bodoh seperti itu...!"


Angel hanya tersenyum tipis. "Sebenarnya jika dia mau fokus dengan karirnya itu pasti bagus sekali, tetapi dia memang aneh! Oh iya, jika dia kembali dalam waktu dekat ini, bagaimana dengan rencana kita??" Tanya Angel lagi.

__ADS_1


Angel sangat tahu bahwa jika Vitto mengetahui hal ini tentu akan menjadi boomerang baginya dan Vino. Vitto pasti akan mendampratnya dan Vino, karena sebenarnya Vitto sudah pernah mengatakan bahwa masalah itu sudah berlalu jadi tidak perlu lagi di perpanjang. Tetapi tentu saja itu tidak berlaku bagi Vino, dia benar-benar ingin melakukan pembalasan dendam ini untuk sebuah keadilan. Dan saat ini hanya menyisahkan Rana, maka dari itu Rana yang harus menerima semua pembalasan itu.


★★★★★★


Malam harinya, sesuai janji, Jeany akhirnya datang untuk menemui Rana di rumahnya. Jeany tidak lupa membawakan makanan faforit Rana dari restorannya agar mereka berdua bisa menikmati makan malam bersama.


Jeany mengetuk pintu rumah Rana, selang beberapa saat kemudian Rana membukanya dan langsung menyambutnya serta menyuruhnya untuk masuk. "Kau dari rumah atau dari resto???" Tanya Rana.


"Dari rumah Na, oh iya aku membawa makanan, kau pasti belum makan malam kan???"


"Aku malas memasak jadi sebenarnya aku mau memesan makanan tapi syukurlah kau sudah membawa makanan untukku...!"


Rana dan Jeany pergi ke ruang makan yang menjadi satu dengan dapur. Jeany membingkar makanan yang dibawanya sementara Rana menamgambil piring serta sendok. Dan mereka kemudian duduk menikmati makanan itu.


"Well bagaimana resto hari ini??? Ramai??" Tanya Rana pada Jeany yang sedang sibuk menyendok sup.


Jeany mengunyah dan tersenyum. "Ramai Na...! Oh iya aku ingin mengatakan sesuatu padamu ...!"


Rana meletakkan sendok yang dipegangnya kemudian menatap wajah Jeany yang tampak serius sekali. "Sesuatu??? Apa itu?? Kau serius sekali??? Ayo katakan???"

__ADS_1


"Ini tentang Vino....!"


__ADS_2