Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 303


__ADS_3

Arindah terlihat sangat ketakutan, dan sedetik kemudian Vino tertawa terbahak-bahak, lalu menjauh dari Arindah. Vino yang tadi berada di atas tubuh Arindah pun menjauh dan turun dari tempat tidur. Vino masih terus tertawa menertawakan ketakutan Arindah. "Wajahmu kenapa seperti itu???? Kau seperti melihat setan saja??? Orang bilang aku sangat tampan sekali, tetapi melihatmu ketakutan seperti itu, aku jadi merasa bahwa aku sudah tidak lagi tampan.. Hahaha.. Aku hanya bercanda tadi... Hahaha" Ucap Vino sambil terus tertawa.


Arindah akhirnya juga beranjak dari tempat tidur dengan wajah kesal. Dia kemudian mendekati Vino dan langsung memukul dada lelaki itu. "Ihhh Vino... Kau benar-benar keterlaluan... Bisa-bisa nya kau mengerjai ku... Jahat sekali.." Ucap Arindah dengan nada penuh kekesalan.


Vino terus tertawa. "Aduhh duh sakit Ndah... Stop... Hahahaha..."


"Kau jahat sekali... Dan terus menertawakan ku, apa ada yang lucu????"


"Hahaha kau memang lucu... Kenapa kau kelihatan takut sekali??? Bukankah sebelumnya kau bilang akan memenuhi tanggung jawabmu sebagai seorang istri??? Dan tadi aku coba menggodamu, menagih janjimu tetapi kau malah ketakutan??? Sebenarnya kau sudah benar-benar menyiapkan dirimu untuk hal itu atau belum??? Jika belum, kenapa sikapmu sebelumnya seperti menandakan bahwa kau sudah siap dengan semuanya??? Tetapi ketika aku mencoba menggodamu, kau malah ketakutan, itu kan lucu sekali??? Hahaha.."


Wajah Arindah memerah dan dia terlihat salah tingkah dengan menggaruk-garuk kepala nya. Dia benar-benar malu sekali kepada Vino.


"Kenapa Ndah???? Hahahaha inilah alasanku untuk tidak tidur bersama, aku menghindari hal yang seperti ini, yang justru bisa membuat kita saling canggung, dan aku juga tidak mau membuatmu takut seperti itu jika kita tidur bersama.. Hahaha... Sudahlah... Sekarang kau beristirahatlah dengan nyaman, aku akan tidur di sofa... Aku minta maaf sudah membuatmu takut tadi..." Vino mengusap kepala Arindah dan tersenyum. Dia kemudian hendak membungkuk dan meraih lagi bantal yang ada di tempat tidur untuk dia bawa ke sofa lalu beristirahat disana. Tetapi tiba-tiba Arindah menahan pergelangan tangannya. Vino pun mengangkat lagi tubuhnya dan mengarahkan pandangannya ke perempuan yang ada di depannya itu sambil mengangkat alisnya, menandakan dia tengah bertanya kenapa kepada Arindah melalui bahasa tubuh yaitu dengan mengangkat kedua alisnya.


Arindah terlihat seperti orang bingung, tetapi dia kemudian menghela napas nya. "Maaf....!!!" Gumamnya pelan.


Vino tersenyum. "Maaf???? Untuk apa??? Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, aku hanya bercanda saja..."


"Tadi kau membuatku terkejut sehingga sikapku seperti itu... Tetapi...??? Aku siap... Siap jika malam ini kau menginginkannya, aku akan memenuhi nya... Kau bisa melakukannya..." Ucap Arindah pelan, lalu memberikan senyumnya pada Vino.


"Ndah... Tidak apa, aku tadi hanya bercanda, jangan terlalu di ambil hati... Aku tidak bisa melakukannya jika kau benar-benar belum siap, aku tidak mau di anggap brengseek dan memanfaatkan keadaan meskipun aku tahu jika aku suami mu... Aku tidak bisa melakukannya.." Ucap Vino.


Arindah menggelengkan kepala nya. "Bisa....! Kau bisa melakukannya, dan aku tidak akan pernah menganggapmu seperti itu, kita bisa melakukannya..." Ucap Arindah. Dan sedetik kemudian Arindah melepaskan jubah tidurnya di depan Vino, lalu menjatuhkannya ke lantai. Kali ini Arindah hanya memakai gaun tidur saja. Vino terpaku melihat apa yang dilakukan oleh Arindah. Hingga beberapa saat kemudian, hal yang tidak terduga juga di lakukan oleh Arindah lagi, yaitu dia menurunkan salah satu lengan gaun tidurnya, membuat sebelah dada nya terpampang.


Disaat Vino masih terdiam, Arindah pun mendekat dan melingkarkan lengan kiri nya di leher Vino. Arindah tersenyum menggoda suami nya. "Aku siap.....!!" Gumamnya pelan kemudian membimbing tangan Vino agar memeluknya.


Sebagai seorang laki-laki, tentu Vino saat ini merasakan sesuatu di dalam dirinya, apalagi Arindah terlihat ingin menggoda nya. Dan Vino mengakui keindahan dari tubuh Arindah, meskipun pakaian yang membungkusnya belum sepenuh terbuka. Dada Arindah begitu menggoda, dan Vino benar-benar ingin menenggelamkan dirinya disana, mengingat sejak dia berpisah dengan Angel, dia tidak pernah berhubungan dengan siapapun, sehingga gejolak itu langsung terasa saat melihat Arindah seperti ini. "Kau benar-benar menantang ku???" Tanya Vino.


"Aku tidak menantangmu, aku hanya ingin melakukan tugasku sebagai istrimu di malam pengantin kita.. Apa akus e buruk itu sehingga kau sepertinya tidak tertarik, atau kau memang tidak normal??? Hehehehe... " Arindah terkekeh.


Vino langsung mendorong Arindah ke tempat tidur hingga jatuh lalu menindih nya. "Apa kau bilang??? Aku tidak normal??? Kau belum tahu siapa aku dan bagaimana ketika aku bercinta, jika kau sudah merasakannya, aku sangat yakin kalau kau pasti akan selalu meminta nya lagi dan lagi karena ketagihan.... Aku akan memberimu pertanyaan satu kali lagi??? Apa kau benar-benar aku ingin melakukannya padamu???? Karena jika kau menjawab iya, kau tidak akan aku lepaskan begitu saja, dan kau juga tidak bisa lepas dariku. Sekarang aku akan memberimu waktu untuk berpikir, untuk mengatakan ita atau tidak????" Tanya Vino sambil mendesak kan tubuhnya di atas tubuh Arindah.

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan iya sejak tadi, kenapa kau menanyakan hal itu, apa kau lihat bahwa aku sedang bercanda???? Aku benar-benar serius dengan ucapanku, dan aku berharap ini bisa jadi awal yang baik untuk hubungan kita ke depannya.... Lakukan, aku ingin melihat seberapa jauh aku akan terus menginginkanmu lagi dan lagi..."


"Kau tidak akan bisa menyerah sekarang..." Gumam Vino yang kemudian langsung mencium bibir Arindah.


Tidak ada penolakan dari Arindah. Jemari nya bergerak ragu dan menyentuh pipi Vino, lelaki itu menempelkan pipinya di sana dan memejamkan matanya, jarinya meraih jari Arindah dan mengarahkannya ke bibirnya. Vino lalu mengecup telapak tangan Arindah dengan lembut. Mereka bertatapan dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh satu sama lain, dan kemudian bibir mereka menyatu dalam sebuah ciuman lembut.


Kali ini bagi Vino entah kenapa ada yang berbeda. Ada rasa sayang dalam ciuman ini. Ada perasaan lembut yang mengembang dalam pagutan bibir mereka. Vino meIumat bibir Arindah, mencecap seluruh rasa bibirnya, seakan tidak pernah puas. Arindah juga membalas ciuman itu. Ciuman mereka semakin dalam, membuat keduanya benar-benar jatuh ke dalam gejolak masing-masing. Sampai akhirnya bibir kedua nya terlepas dan napas nya terengah.


Vino dan Arindah saling bertatapan dan melempar senyum satu sama lain. Arindah menggerakkan tangannya dan berusaha melepaskan tshirt yang di pakai oleh Vino. Mengerti. Vino pun membantunya dan melepaskan Tshirt nya. Vino kemudian berdiri dan Arindah bangun dari tempat tidur. Mereka berdua kemudian melepaskan pakaian masing-masing. Vino melepaskan celana dan ceIana daIamnya, sementara Arindah melepaskan gaunnya juga br'a nya, dan hanya mengenakan suterra putih yang membungkus area V nya.


Vino tidak mengenakan apapun lagi, dan Arindah terpaku menatap tubuh Vino yang ada di depannya. Lelaki itu begitu jantan, tubuhnya atletis dengan perut berotot. Mata Arindah melirik ke bagian bawah perut Vino, mendapati milik lelaki itu setengah erreksi dan belum sepenuhnya, tetapi cukup besar, hingga Arindah menelan ludahnya karena terpana.


Menyadari mata Arindah terfokus kepada mr. P nya, Vino pun melempar senyumnya, dan memegang miliknya itu sambil mengusapnya untuk membuatnya semakin menegang dan agar berdiri tegak dan siap untuk memuaskan istrinya. "Aku rasa kau menyukai nya???" Gumam Vino yang langsung membuat Arindah tersadar dan mendongak menatapnya.


Vino berjalan mendekat ke ranjang, kemudian naik dan duduk berhadapan dengan Arindah yang menyandarkan tibuhnya ke ranjang. Vino mendekatkan wajahnya dan kembali mencium bibir Arindah. Bibir mereka berdua saling bertautan, dan lidah Vino menelusup masuk kemudian nerjalinan dengan lidah Arindah. Tangan Vino pun menggerayai kedua pay*dara Arindah bergantian. Lembut, kenyal dan sangat menggoda. Arindah mengeluarkan erangan kecil dan menikmati setiap sentuhan jemari Vino di dada nya. Rasa nya begitu luar biasa, karena sudah lama sekali dia tidak di perlakukan seperti ini oleh laki-laki.


Setelah mereemas, Vino melepaskan ciumannya pada bibir Arindah. Dan ciumannya turun ke dagu Arindah, ke leher dan berhenti di dua gundukan yang ada di dada Arindah. Vino mulai menyesap bulatan berwarna pink sebelah kanan, dan tangannya bermain di sebelah kiri. Hal itu, membuat Arindah mengerang kenikmatan karena sensasi yang di buat oleh Vino. Lidah lelaki itu bermain dengan ahli nya, dan reemasan-reemasan jemari Vino begitu lembut. Arindah menggeliat dan terus mengeraang.


Setelah merasa puas, Vino pun duduk setengah berdiri dengan menekuk kedua lututnya. "Berbaringlah di bawahku, dan lakukan apa yang aku katakan tadi bahwa aku sangat menyukai oral... Kau bisa melakukannya sayang???"


Bagaikan kerbau di cucuk hidungnya, Arindah menuruti kemauan Vino. Dia berbaring tepat di bawah Vino yang sedang duduk. Dan wajahnya juga tepat berada di bawah milik Vino. Vino membimbing tangan Arindah agar menyentuh miliknya. Jemari Arindah mulai menyentuh, yang pertama Arindah rasakan adalah hangat mendekati panas, dan juga lembut serta ada beberapa urat yang terlihat. Tangan Arindah mulai bergerak naik dan turun di milik Vino. Lelaki itu mulai mengerang dan menikmati setiap sentuhan Arindah. Mendengar itu, Arindah justru semakin bersemangat sekali dan mempercepat gerakannya.


"Ya sayang... Terus bergerak.... Jika kau berkenan, gunakan mulutmu juga, ludahmu akan membuatnya licin dan itu akan semakin menyenangkan untukku dan juga untukmu??? Lakukan jika kau mau, jika tidak mau tidak masalah, gunakan tanganmu saja... " Ucap Vino.


Arindah tidak mengatakan apapun dan tangannya terus bergerak. Dan Arindah mengangkat sedikit kepala nya dan dia membuka mulutnya, lalu mulai menguIum milik Vino. Lelaki itu menunduk dan tersenyum, melihat keberanian istri nya. Ada perasaan senang luar biasa di hati Vino, yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Vino tidak tahu kenapa, dia hanya merasa senang saja.


Tidak mau tinggal diam dan merasakan sensasi mulut Arindah. Vino pun harus melakukan sesuatu sehingga tidak hanya dirinya saja yang merasakan kenikmatan, tetapi Arindah juga harus merasakan sesuatu yang luar biasa. Vino masih membiarkan Arindah mengeksplorasi dirinya, dan Vino memilih sedikit membungkukkan tubuhnya kemudian jemari kanannya bergerak menuju area V Arindah yang masih berbalut su+era putih. Jari Vino sedikit menyingkap su+era putih itu, dan kemudian hari tengahnya meng9esek pelan kIitoris Arindah naik turun. Masih sambil menguIum milik Vino, Arindah juga mengerrang karena permainan jari Vino di miliknya. Kedua nya tidak bisa berhenti meracau karena sensasi yang di rasakan akibat permainan satu sama lain.


"Ya... Sangat nikmat Vin... Astaga......" Arindah terus meracau kenikmatan.


Hingga beberapa saat kemudian. Vino membungkuk dan meminta Arindah berhenti lalu mengecup bibir perempuan itu dan lagi-lagi Vino beralih mencium bagian pay*dara Arindah. Vino kemudian menggeser posisi nya, dan kali ini dia berada di depan Arindah. Vino tersenyum manis, dan dia bergerak untuk menurunkan ceIana daIam Arindah. Setelah di turunkan dan di lepaskan. Vino merangkak naik ke atas tubuh Arindah. Kini posisinya pas, dan wajahnya berhadapan dengan perempuan itu. "Kau siap???!" Tanya Vino untuk memastikan lagi apakah perempuan itu benar-benar siap untuk menerima nya.

__ADS_1


"Ya... " Jawab Arindah pelanggan. "Aku ingin di atas??? Boleh???" Tanya Arindah balik.


"Kau ingin di atas??? Oke.... Maaf aku lupa jika kau menyukai hal itu..." Gumam Vino, dan dia langsung mengatur posisi nya dengaan berbaring, karena rupa nya Arindah ingin bermain di atasnya. Vino sangat senang karena Arindah benar-benar terbuka. Vino akan menuruti keinginan perempuan itu.


Vino sudah berbaring dan meminta Arindah agar naik di atasnya. Perlahan Arindah pun naik dan duduk di atas perut Vino. "Pelan-pelan...!!!" Tita Vino pada Arindah, sambil memegang miliknya.


Arindah mengatur posisi nya dan mengangkat ping9ulnya, lalu mengarahkan tepat di atas milik Vino yang sudah berdiri tegak. Arindah kemudian menurunkan tubuhnya secara perlahan hingga akhirnya dia menelan milik Vino. Kedua nya langsung mendessah. "Ahhhhh........!!!!"


Arindah membungkukkan punggungnya dan memeluk Vino serta menenggelamkan kepala nya di leher Vino. Lalu bergerak naik dan juga turun. Arindah merasakan hal yang luar biasa, dia sangat merindukan hal seperti ini, dan kali ini milik Vino benar-benar memenuhi dirinya. Size milik Vino sangat besar dan juga panjang, sedangkan miliknya sudah lama tidak di masukin oleh laki-laki, dan yang Arindah rasakan tentu saja sedikit sempit. Arindah merasa bahwa dia seperti kembali virg!n.


Arindah bergerak pelan, Vino memegang kedua pay*dara nya. Selain mendessah, Vino juga terus tersenyum menatap wajah cantik Arindah yang ada di atasnya. "Astaga.... Aaahhh...... Ini sangat enak..... Kau sangat cantik sayang... Ahh yeahhh... Ahhh. .." Ucap Vino dengan suara tersenggal. Arindah mengangkat punggungnya dan tersenyum pada Vino sambil terus mengerrang kenikmatan. Dia tidak bisa memungkiri bahwa Arindah benar-benar cantik, milik Arindah sangat sempit sekali. Vino merasa dia seperti sedang bercinta dengan perlawanan. Dan miliknya juga memenuhi Arindah. " Yaahhh Sayang... Teruslah bergerak... Puaskan dirimu..." Perintah Vino.


Mendapati Vino sangat menikmati nya. Arindah semakin senang sekali dan terus bergerak naik turun, maju mundur. "Hmmm..... Ahhhhh... Owh.... " Arindah terus meracau, dan dia kembali membungkukkan punggungnya lalu mencium leher dan bibir Vino.


"Do you like it???? Ahhh... Ahhh... " Tanya Vino.


"Hhmmmmppptt... Yupz.... So good... So deep.... Oh Gosh.. Ahhh... Aaah...." Jawab Arindah.


Vino tersenyum, dan dia menarik lalu memeluk punggungnya Arindah. Kali ini Vino yang bergantian bergerak naik turun. Vino mempercepat gerakannya membuat dessahan Arindah semakin keras, begitu juga dengan Vino. Dia tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, bagaimana perasaannya saat ini bercinta dengan seorang perempuan yang sudah menjadi istrinya. Perasaan berbeda muncul, kali ini begitu luar biasa nikmat, sangat berbeda saat dia bercinta dengan Angel yang hanya di hiasi oleh nafsu semata. Tetapi kali ini percintaannya terjadi karena ingin saling membuka diri dan melakukan tanggung jawab sebagai suami istri, sehingga ada rasa keouasan yang tidak bisa di bandingkan dengan apapun. Benar-benar jauh berbeda saat bercinta dengan Angel.


Setelah beberapa saat, Vino menyadari bahwa sepertinya Arindah merasa lelah. Vino memeluk Arindah lalu perlahan menggulingkan tubuh istrinya itu. sehingga saat ini Arindah ada di bawah dan Vino berada di atas tetapi masih dalam posisi menyatu. Vino bergerak lambat tetapi di ringannya sangat kuat dan keras, hingga membuat Arindah berteriak karena sensasi nya. Berkali-kali Vino melakukan hal itu, membuat percintaan mereka semakin luar biasa. Vino terus saja bergerak dan mulutnya juga tidak bisa berhenti meracau kenikmatan, hal yang sama juga di lakukan Arindah, membuat Arindah terlihat semakin s*xy dan luar biasa nikmat. Tidak terhitung lagi, sudah berapa kali Arindah mencapai or9asme nya, dan itu semakin terasa luar biasa sekali. Luas dan juga sangatlah nikmat rasanya.


Sampai akhirnya Vino merasakan sesuatu yang bergolak di dalam dirinya. Dia akan mencapai puncaknya, sehingga semakin mempercepat gerakannya. Arindah semakin menggeliat. "Kau ingin aku mengeluarkannya dimana??? Di dalam atau di luar????" Tanya Vino.


"Hmmmpppptttt Ahhhhh...... Ter.... Se.... Rah... Aaahhhh...."


.. Vino semakin mempercepat dan semakin cepat bergerak. "Aku ingin di dalam... ahhhh aaahhhh ahhh... " Beberapa detik kemudian Vino mengerrang panjang sekali dan meledak di dalam tubuh Arindah. Setelah itu, Vino merasa lemas dan memeluk erat Arindah. Vino mengatur napasnya sambil tersenyum. Setelah merasa lebih baik. Vino mengangkat kepala nya dan tersenyum pada Arindah. Dia kemudian mengecup kening Arindah dengan lembut. "Terima kasih istriku.. Ini sangat luar biasa...!" Ucapnya. Vino kemudian secara perlahan mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Arindah dan berbaring di samping perempuan itu. Vino melebarkan lengannya dan meminta Arindah menggunakan itu sebagai bantal.


"Jadikan lenganku sebagai bantal untuk kepala mu, lalu tidurlah dengan nyaman... " Ucap Vino lagi dan Arindah melakukannya. Vino pun memeluk Arindah dan menarik selimutnya. Karena rasa lelah dan kantik luar biasa, mereka tidur dalam posisi berpelukan. Sangat luas dan ini jadi hal yang sangat luar biasa bagi kedua nya. Vino juga merasakan hal berbeda dari percintaannya kali ini. Dia merasa sangat luas dan sangat ringan, seolah tidak ada beban yang harus di pikulnya. Mungkin karena kali ini dia bercinta dengan perempuan yang sudah menjadi istrinya sehingga rasanya sangat luar biasa dari biasanya saat dia bercinta dengan Angel. Mungkin inilah yang di namakan bahwa setelah halal, semuanya akan menjadi lebih im terasa indah, nikmat dan menarik. Di banding sebelum menikah, yang setelah melakukannya selalu terasa memiliki beban yang harus di pikul dan juga dosa berzina.


Vino memeluk Arindah dan kembali mendaratkan sebuah kecuoan lembut di dahi perempuan itu. Vino benar-benar ketagihan. Kali ini dia tidak akan perlu khawatir dengan dosa ketika ingin melakukannya, karena dia sudah memiliki istri yang bisa dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

__ADS_1


__ADS_2