Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 112


__ADS_3

Jason terdiam diujung telepon, dimana disebelahnya juga ada Angel yang juga mendengarnya mengingat Jason mengaktifkan speaker ponselnya. Jason mulai berpikir, apa yang harus dilakukannya mengenai masalah ini. "Oke sayang, jangan khawatir, kau tenanglah dulu, aku akan memikirkan apa yang harus kau lakukan nanti.... Ini masalah yang serius jadi lebih baik dipikirkan dengan matang-matang dan jangan sampai gegabah... Aku pasti akan membantumu mengatasinya...!" Ujar Jason pada Vita. Panggilan itupun di tutup.


Jason menatap Angel yang ada di depannya dalam diam. Angel menggeleng dan dia juga terkejut dengan hal ini karena Vino tidak menceritakan apapun padanya. Angel berpendapat jika mungkin ini keputusan yang mendadak dan bisa saja si Vita sudah melakukan atau mengatakan sesuatu yang membuat Vino dan Vitto tersulut amarahnya hingga kedua saudara itu mengambil keputusan seperti itu tanpa pertimbangkan lebih dulu.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi masalah ini???" Tanya Jason.


Angel menghela napasnya lalu bergeser dan memeluk Jason. "Biarkan saja dia bercerai dengan suaminya, kau bisa menyuruhnya untuk menuntut harta gono-gini, jika dia sudah mendapatkannya kau ajak dia kembali, lalu kau cari cara untukerebut semuanya dan tinggalkan wanita tua tidak berguna itu, dan kita akhiri semua ini lalu berbahagia.... Sejujurnya aku lelah tetapi kita masih belum sepenuhnya mendapatkan semuanya...." Ujar Angel sambil mengelus dada Jason.


"Kau pun merasa lelah, lalu bagaimana dengan diriku yang harus selalu bersama Vita yang tidak mau melepaskanku dan selalu menempel padaku setiap saat....! Hmmm... Tapi apa kau yakin Vitto, Vino dan Papanya akan mau memberi harta gono-gini untuk nenek-nenek itu????" Jason menggerutu.


Angel terkekeh. "Kita impas, dan kita juga harus membicarakan masalah ini dengan Mama, seperti katamu tadi bahwa kita tidak boleh gegabah... Selama ini ternyata Vino dan keluarganya juga sudah tahu alasan dibalik kematian Vania dan mereka menyembunyikan itu tanpa kita tahu, kita tidak tahu apakah mereka hanya sebatas mengtahui itu atau yang lebih dari itu, aku bahkan harus berhati-hati, jangan sampai Vino mengetahui apa yag selama ini aku lakukan dibelakangnya...!"


"Kau benar, kau memang harus berhati-hati, Vino pasti tidak akan mengampunimu dan kita akan kehilangan segalanya...!"


Jason dan Angel kembali berpelukan dan mereka tentu saja memulai lagi percintaan mereka yang entah sudah berapa sesi untuk hari ini saja. Itu terjadi seolah tidak ada habisnya. Mereka benar-benar menghabiskan waktu kebersamaannya dengan sangat baik.


★★★★


Vitto akhirnya sampai di depan sebuah villa mewah yang pagarnya di tutup dari dalam tetapi ada mobil alphard putih yang terparkir di dalam. Vitto mengecek kembali ponselnya menyesuaikan apakah ini ada di lokasi yang sama yang tadi di kirim oleh Aditya. Lokasinya sudah tepat, Vitto turun untuk memanggil penjaga yang ada di depan menanyakan apakah Aditya ada disini atau tidak. Rana menunggu di dalam mobil dan terlihat Vitto sedang mengobrol dengan seseorang, tak lama setelah itu Vitto kembali masuk.


"Benar...! Aditya sudah menunggu di dalam...!" Gumamnya pada Rana.


Gerbang itu dibuka dari dalam dan Vitto membawa masuk mobilnya. Dia dan Rana keluar dari mobil dan bersamaan dengan itu juga Aditya muncul dari pintu bersama dengan Cahya dan di samping keduanya ada 2 bocah kecil berambut panjang. Vitto tersenyum karena kedua bocah menggemaskan itu adalah Kyra dan Kyros. Vitto menghampiri Aditya dan Cahya diikuti oleh Rana.

__ADS_1


"Hai Dit... Apa kabar???" Tanya Vitto sambil menyalami Aditya lalu memeluk temannya itu.


"Aku baik....! Apa kau kesulitan menemukan alamat ini???" Tanya Aditya balik.


"Tidak... aku langsung menemukannya, oh iya kenalkan ini Rana... Dan Rana ini Aditya, lalu ini Cahya istrinya, serta Kyros dan Kyra anak mereka...!"


Rana tersenyum memperkenalkan diri menyalami Aditya lalu Cahya, dan juga cipika cipiki dengan Cahya. Rana membungkuk, mentoel pipi Kyra dan bocah perempuan itu juga mengulurkan tangannya untuk menyalami Rana. "Kau manis sekali....!" Gumam Rana.


Kyros mendekati Rana dan juga melakukan hal yang sama seperti adiknya, yaitu mengulurkan tangannya pada Rana, menyalaminya dengan mencium punggung tangan Rana. Aditya dan Cahya sepertinya mengajari kedua anaknya dengan sangat baik, sehingga tanpa perlu diperintah, kedua bocah kecil itu sudah tahu apa yang harus dilakukannya ketika bertemu dengan orang.


"Hai manis... Siapa namamu???" Tanya Rana pada Kyra.


"Kyros...!" Jawabnya polos.


"Hmmm kalau namamu Kyros berarti yang ini adalah Kyra...!"


Kyra pun mengangguk.


"Oke kita masuk dulu!" Ucap Aditya kemudian dia menyuruh pengawalnya untuk membawa barang milik Vitto dan Rana masuk.


Cahya mempersilahkan Vitto dan Rana untuk duduk bersama Aditya di ruang tamu dan dia akan membuatkan mereka minum. Aditya langsung memberitahu Vitto bahwa saat ini Ariel sedang keluar sebentar bersama anaknya karena anaknya tadi meminta untuk di ajak jalan-jalan dan akan segera kembali.


"Bagaimana keadaan sahabatmu yang di rawat di Singapura itu Ran???" Tanya Aditya pada Rana.

__ADS_1


"Dia sudah lebih baik, dan jika proses penyembuhannya cepat dia sudah boleh dibawa pulang...!" Jawab Rana.


"Syukurlah....! Semoga dia lekas sembuh...!"


"Terima kasih...!"


Cahya keluar dari dapur membawa nampan berisi jus di dalam gelas juga camilan. Mempersilahkan Vitto dan Rana untuk meminumnya. Mereka kemudian mengobrol sambil menunggu kedatangan Ariel. Dan ditengah obrolan itu, Kyros menghampiri Cahya dan mengajaknya untuk bermain di kamar. "Amam.... Ayo ke kamar... Main...!" Ucap Kyros.


"Ajaklah Rana ke atas, dan kalian bisa mengobrol disana sambil menemani anak-anak bermain...!" Ujar Aditya.


Cahya tersenyum sambil mengangguk. "Ayo Ran, kita ke atas, aku akan tunjukkan kamarmu juga bantu aku mengawasi anak-anak... Hehe biarkan para laki-laki ini mengobrol...!"


Rana dan Cahya beranjak dari sofa dan mereka naik ke lantai dua bersama dengan Kyra dan Kyros.


"Kyra dan Kyros sangat menggemaskan... Pasti bahagia selali memiliki anak-anak yang lucu, cerdas dan menggemaskan seperti mereka...!" Puji Rana.


Cahya terkekeh. "Ya begitulah, duniaku langsung berubah seketika saat mereka hadir, lalu melihat mereka tumbuh dengan baik adalah hal yang paling membahagiakan bagi seorang Ibu...! Kau juga nanti pasti akan merasakannya...!"


"Aku tidak sabar menunggu waktu itu...!" Gumam Rana.


"Dan duniamu akan berubah juga!" Timpal Cahya.


Rana tersenyum. Dunianya sudah berubah sejak dia menikah tetapi saat ini dia akan mengembalikan semuanya seperti awal dan merubah dunianya yang baru bersama dengan calin bayi yang ada di perutnya. Tetaoi benar kata Cahya, dunianya akan semakin berubah lagi nanti setelah bayinya lahir. Rana memejamkan matanya sambil mengelus perutnya berharap Tuhan memberikannya kebahagiaan dan kekuatan untuk melewati hari-harinya bersama dengan bayinya.

__ADS_1


__ADS_2