Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 54


__ADS_3

"Kau memang sudah gila....!" Seru Rana, kemudian dia menarik selimutnya dan memejamkan matana, tidak peduli dengan Vino yang masih duduk menatapnya. Tetapi hati Rana tidak berhenti berdoa supaya Vino tidak melakukan hal nekat kepadanya.


Vino terus memperhatikan Rana. Perempuan di depannya itu adalah perempuan yang sangat dibencinya, dan sudah beberapa hari ini dia melakukan penyiksaan kepada Rana baik secara fisik ataupun secara bathin. Vino juga sudah menghancurkan banyak hal dari Rana, salah satunya adalah temlat usaha Rana. Dan sebenarnya ada satu hal besar lagi yang sudah dia lakukan untuk menghancurkan Rana, perempuan itu sampai saat ini masih belum mengetahuinya. Vino yakin jika pada nantinya Rana mengetahui itu, Rana pasti akan benar-benar hancur. Bagi Vino apa yang dilakukannya pada Rana saat ini masih belum cukup untuk apa yang terjadi di masa lalu. Vino bisa saja membalas nyawa dengan nyawa tetapi itu pasti akan mudah bagi Rana karena Rana tidak mengalami kesakitan seperti yang di alami oleh Vania dulu, itu sebabnya saat ini Vino ingin memberi kesakitan yang luar biasa kepada Rana sampai akhirnya nanti gadis itu menyerah dan hidupnya berakhir.


Vino tahu betul bahwa semua itu terjadi bukanlah kesalahan dari Rana, tetapi yang dia ketahui dari keluarga Rana hanya tinggal perempuan itu saja sehingga untuk pembalasan dendamnya Rana lah yang harus menerimanya. Vino juga tahu jika Rana sudah jatuh ke dalam pesonanya dan perempuan itu sangat mencintainya, tetapi Vino dari awal memang tidak pernah menyukai atau mencintai Rana. Tujuannya hanya ingin memasukkan Rana ke dalam perangkapnya dan sekarang sudah berhasil. Vino juga tidak peduli dengan semua cinta yang dimiliki Rana untuknya, karena hatinya hanya untuk Angel,


Rana sudah tertidur pulas, Vino sudah menguap beberapa kali dan lama kelamaan lelaki itupun tidur dalam posisi duduk dan melipat kedua tangannya.


Ditengah tidur pulasnya Vino mengerjapkan matanya ketika mendengar sesuatu. Vino membuka matanya perlahan dan menemukan Rana tidur miring menghadapnya tetapi mata terpejam Rana meneteskan airmata, juga isakan.


"Mama....! Jangan tinggalkan Rana sendirian Ma....! Rana takut disini....! Rana ingin bahagia seperti dulu saat bersama Mama...! Suamiku tidak mencintaiku Ma, dia sangat membenciku, sekali saja peluk Rana Ma....!" Gumam Rana dan airmatanya terus menetes tetapi matanya masih terpejam.


Rana ternyata mengigau. Dia bermimpi bertemu dengan ibunya.


Vino hanya terdiam menatap Rana yang terlelap di depannya. Ternyata perempuan itu menangis didalam tidurnya. Vino juga bisa mendengar dari suara Rana betapa pilu dan pedihnya Rana mengucapkan itu. Vino menjadi sedikit kasihan dengan Rana dan dia tiba-tiba merasa menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya. Tetapi dengan cepat Vino menepiskan perasaan itu, dia tidak boleh lengah hanya karena melihat tangisan Rana, karena inilah yang sudah ditunggunya sejak lama. Dia sudah berhasil membuat Rana menderita lalu kenapa dia harus berempati dengan perempuan ini, karena itu adalah hal yang sangat terlarang. Vino kembali memejamkan matanya dan tidur lagi.


Keesokan harinya.


Rana terbangun dan dia membuka matanya perlahan menemukan Vino tertidur di kursi. Rana sejenak memandangi wajah lelaki itu dalam diam, Rana tidak bisa untuk tidak mengagumi ketampanan Vino. Dalam hatinya terkadang Rana masih berpikir dan berharap Vino bisa berhenti berbuat jahat kepadanya, sayangnya keinginan itu pupus dan hancur ketika harus melihat betapa bebasnya pergaulan Vino, lelaki itu dengan mudahnya berhubungan layakanya suami istri dengan perempuan yang hanya menjadi kekasihnya bukan istrinya. Vino menghancurkan seluruh pengharapan Rana.

__ADS_1


Rana perlahan turun dari tempat tidur dan menghampiri Vino lalu meletakkan selimut di tubuh lelaki itu. Rana kemudian melangkah menuju lemari mengambil pakaian sebelum dia pergi mandi. Rana meninggalkan Vino yang masih terlelap.


Rana masuk dan mengunci pintu kamar mandi. Badannya terada sakit semua terutama bagian perutnya. Rana melepaskan pakaiannya dan mendapati perutnya memiliki beberapa luka lebam begitu juga di pergelangan tangannya, lengan serta bahunya, semua itu adalah akibat perbuatan Vino kemarin. Rana juga merasa sedikit pusing, badannya juga terasa panas, dia berpikir mungkin ini juga adalah efek kemarin dimana dia ditinggalkan didalam toilet dalam keadaan basah kuyup.


"Aku mandi air hangat saja, dan aku harus minum obat, jika tidak aku pasti demam nanti...!" Gumam Rana.


Setelah mandi Rana mengelap tubuhnya dan memakai pakaiannya. Kepalanya terasa pusing sekali dan dia juga menggigil, Rana tahu bahwa sepertinya dia akan sakit. Ini adalah gejala yang sering dirasakannya ketika dia akan jatuh sakit. Hal seperti ini sering terjadi sebelumnya jika dia kehujanan


Sementara itu Vino akhirnya bangun juga. Dia mengernyit karena dia tidur dalam posisi duduk. Vino mengerjapkan matanya dan mengingat apa yang semalam terjadi, dan dia ingat jika semalam dia menunggui Rana. Vino menguap dan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia kemudian hendak berdiri dan pergi dari kamar Rana untuk mandi dan bersiap kerja, dia akan mengerjakan pekerjaannya dari sini dan tidak akan ke kantor untuk mengawasi Rana. Tetapi Vino dikejutkan dengan selimut yang menempel ditubuhnya. Vino ingat jika semalam dia tidak menggunakan selimut, dan ini pasti diberikan oleh Rana.


"Perempuan bodoh itu, apa dia pikir dengan melakukan ini akan membuat aku berhenti menyiksanya??? Dasar...!" Gumam Vino.


Vino langsung menoleh ke arah bunyi itu, Rana rupanya keluar dari kamar mandi. Rana memandangi Vino yang berdiri menatapnya. Mereka berdua berpandangan dalam diam. Rana kemudian memilih untuk melangkah ke arah meja rias untuk menyisir rambutnya.


"Rana....! Buatkan aku sarapan, aku bosan dengan masakan pelayan disini, akh sedang ingin makan makanan buatanmu untuk sarapan...." Ucap Vino membuka obrolan mereka pagi ini.


Rana hanya menoleh tanpa mengatakan mau atau tidak dengan permintaan Vino itu. Rana menyisir rambutnta dalm diam, sementara Vino masih menunggu kesanggupan Rana atas permintaannya. Cukup lama Vino menunggu jawaban dari Rana, tetapi dia tidak mendapatkannya. Vino memasang wajah kesalnya, sekali lagi dia dibuat keaal dengan sikao Rana padahal hari ini dia ingin berbaik hati pada perempuan itu teyapi Rana justru memilih untuk menentangnya.


"Rana......!!!!! Jangan membuatku marah lagi....! Kau mau tidak membuatkanku sarapan!!!??? Aku sudah ingin meredam kemarahanku padamu hari ini tetapi kau justru terus saja bersikap seperti ini padaku, kau seperrinya senang sekali jika aku memberimu hukuman...!"

__ADS_1


Rana menghentikan aktifitas menyisir rambutnya, kemudian berbalik arah dan memandang Vino dalam diam. Rana kemudian melewati lelaki itu begitu saja tanpa mengatakan hal apapun. Sementara Vino dibuat semakin kesal dengan ulah dan sikap Rana yang dingin kepadanya.


"Kurang ajar perempuan itu..." Gerutu Vino. Dia kemudian juga keluar dari kamar Rana dan bergegas ke kamarnya sendiri.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Vino menutup pintu kamar ya dan turun ke bawah untuk sarapan. Vino sudah terlihat rapi, dengan tshirt polo berwarna hijau juga celana pendek berwarna putih. Vino tampil sederhana tidak formal seperti biasanya dan itu menambah ketampanannya.


Vino berjalan menuju ruang makan, dan bau lezat makanan langsung tercium ketika dia memasuki ruang makan yang menyatu dengan dapur. Vino tersenyum karena baunya sangat enak sekali, entah apa yang saat ini sedang dibuat oleh pelayannya ini sangat enak tidak seperti biasanya.


"Apa yang sedang kalian masak... Bau nya harum seka....li..." Mulut Vino langsung terkunci ketika dia mendapati Rana sedang berdiri sendirian di dapur. Perempuan itu terlihat sibuk sekali, sedang menyiapkan sesuatu. Rana menoleh dan melihat Vino berdiri terpaku menatapnya. Rana kemudian menunduk dan tidak lama berjalan keluar area dapur membawa piring berisi makanan yang dibuatnya untuk sarapan. Itu ternyata adalah roti baguette berisi cream dan potongan sayur.


Rana kemudian membawanya dan meletakkannya di meja. "Aku sudah membuatkanmu sarapan, ku harap kau puas....! Tenang tidak ada racun di dalam makanan ini, aku membuat Stuffed Creamy Baguette, hanya itu bahan yang aku temukan di dapur...." Ucap Rana dengan suara ketus.


Vino tersenyum dan menarik kursi makan lalu duduk tepat di depan piring berisi makanan buatan Rana itu. Vino tidak sabar untuk memakannya, karena ini pasti akan sangat enak karena Rana memang sangat luar biasa jika memasak.


Rana meninggalakn Vino yang sedang asyik menikmati sarapannya. Rana mengernyit karena lelaki itu langsung memakannya tanpa mengatakn terima kasih karena sudah dibuatkan sarapan, lelaki itu justru memakannya sendiri dan tidak menawarinya. "Sungguh keterlaluan...!" Gumam Rana jengkel.


Saat sedang berjalan keluar dari ruang makan, Rana merasakan denyutan yang sangat keras di kepalanya. Dan tiba-tiba saja semua berputar. Rana tidak bisa menjaga keseimbangannya hingga tidak sadar menjatuhkan vas bunga, meninggalkan suara pecahan kaca, membuat Vino terlonjak.


Rana berjalan sempoyongan dan tiba-tiba saja semua gelap. Rana langsung terjatuh karena tidak bisa menyeimbangkan langkah. Dengan cepat Vino berlari dan menangkap Rana. "Rana.....! Kau kenapa....!? Rana...." Teriak Vino, dia kemudian membopong Rana dan membaw perempuan itu naik ke kamar sambil terus memanggil nama Rana.

__ADS_1


__ADS_2