Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 166


__ADS_3

Vitto keluar dari ruangannya untuk pulang. Karena ini sudah hampir jam dmpat sore dan memang sudah waktunya untuk pulang. Vitto ingin segera sampai rumah dan melepaskan rindu nya pada Rana. sudah 3 hari tidak bertemu Rana membuatnya sangat ingin memeluk perempuan itu mendekapnya dan tidak akan melepaskannya.


"Vit....!!"


Vitto menoleh ke belakang ketika namanya di panggil oleh Vino. Adiknya yang sedang mendorong kursi roda Papanya, berjalan mendekat ke arahnya. "Apa kau akan langsung pulang???" Tanya Vino.


Ekspresi Vitto datar memandang adiknya itu. Dia masih kesal dan jengkel sekali dengan pertanyaan sama yang selalu di tanyakan Vino kepadanya, juga kejadian siang tadi dimana Vino merebut makan siangnya dengan paksa. "Kenapa???" Tanya Vitto balik dengan ketus.


"Kenapa kau ketus seperti itu??? Aku hanya bertanya saja, ah dan iya sorry tadi aku sudah merebut makan siangmu, itu terlalu enak, membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengambilnya...!"


Vitto memilih diam dan tidak menanggapi ucapan adiknya.


"Kau tidak langsung pulang lagi ya Vit??? Apa ada sesuatu yang harus kau urus???" Tanya sang Papa, seolah bisa memahami putra sulungnya yang ingin pergi ke tempat tinggal Rana.


Vitto tersenyum. "Aku ada beberapa urusan terkait manajemen, aku akan kembali malam nanti....!" Jawab Vitto pada Papanya.


"Ya sudab jika kau harus pergi, Papa ada janji dengan pak Handika, dia akan dataang ke rumahmu, Papa dan Vino akan mengurusnya, kau selesaikan saja urusanmu....!"


"Baiklah.... Semoga persiapan untuk besok berjalan dengan baik...! Besok aku juga akan menemani Papa ke pengadilan. !"


Mereka bertiga kemudian berjalan menuju lift untuk turun dan kembali pulang. Vino tampaknya memilih untuk tidak banyak bertanya mengenai aktifitas Vitto karena Papanya melarangnya untuk banyak mencampuri urusan Vitto karena Papanya merasa bosan sekali jika harus melihat kedua putranya selalu berdebat untuk hal kecil.


Sementara itu di tempat lain, Jason sedang menatap Vita yang tengah sibuk berbicara di telrpon. Vita menghubungi beberapa orang dan berbicara serius dengan mereka. Setelah itu, Vita menutup panggilannya dan mendekat ke pelukan Jason kemudian menyandarkan kepalanya dengan manja pada laki-laki itu. Vita tersenyum lebar tampak puas sekali dengan apa yang baru saja dilakukannya dan besok dia akan memulai drama barunya untuk menyerang kedua anaknya serta suaminya yang sudah berani menolaknya.

__ADS_1


"Mereka akan datang besok....!" Gumam Vita.


"Good job sayang.... Aku tidak sabar untuk besok.....!"


"Ya, itu akan terjadi jika mereka masih kekeuh tidak mau menerimaku...!"


"Kita akan lihat besok...!" Ujar Jason, kemudian mencium kening Vita. Berharap ini menghasilkan sesuatu yangbisa membuatnya dan Vita bisa kembali menikmati uang hasil dari keluarga Prakarsa.


★★★★★★


Vitto tiba-tiba memeluk Rana dari belakang dan mencium leher perempuan itu dengan gemas, membuat Rana yang sedang sibuk di dapur terkejut. Vitto baru saja kembali dari kantor dan sengaja ingin mengejutkan Rana dengan pelan-pelan naik tangga yang ada di dalam untuk ke lantai 2 bukan lewat tangga yang ada di halaman belakang yang langsung terhubung dengan dapur dan Rana bisa saja melihat kedatangannya.


"Aku merindukanmu....!" Bisik Vitto di telinga Rana membuat Rana merasa geli.


"Kau mengejutkanku, bagaimana jika aku mengangkat teflon ini dan memukulkannya ke wajah tampanmu itu???"


"Iya, beberapa hari nanti, aku akan pergi bersama Tania dan Mario, kau fokus saja di kantor...!"


""Boleh saja tetapi aku tetap akan menghubungi Arindah dan mengatur waktu lagi, aku tidak mau mengambil resiko...!" Ujar Vitto.


"Terserah kau saja, bagaimana baiknya aku akan menurut...!"


Rana membalikkan tubuhnya dan membelai kepala Vitto dengan lembut seraya melempar senyumnya. Lelaki ini selalu bersikap baik dan penuh kasih sayang, bagaimana bisa dia tidak akan mencintainya. Lambat laun Rana yakin bahwa dia bisa untuk mencintai Vitto dan benar-benar bisa menerima laki-laki itu nantinya. Meskipun untuk saat ini dia masih merasa ragu dan ketakutannya selalu muncul.

__ADS_1


"Setidaknya berikan aku sebuah ciuman...!" Pinta Vitto dengan manja.


"Bagaimana jika aku tidak mau???"


"Aku akan marah, dan tidak akan kesini lagi....!"


"Uhhh... Benarkah....! Aku ingin melihatnya....!" Ujar Rana menggoda dan Vitto dengan gemas mempererat pelukannya.


Rana terkekeh dan Vitto langsung mencium bibirnya. Tangan Vitto mematikan kompor yang sedang menyala. Kemudian Vitto kembali mengecup Rana dengan lembut. Vitto menciumnya dengan lembut dan penuh cinta. Kemudian sisi bibirnya mulai membuka bibir Rana, dan memagut bibir bawah perempuan itu. Vitto menyesapnya dengan lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Rana menerimanya, lelaki itu menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Rana supaya merangkul lehernya, lalu memeluknya erat-erat dan menyesap bibirnya.


Ciuman Vitto angat luar biasa. Lelaki itu menciumi bibir Rana dengan kehausan, mencecap seluruh sudutnya dengan bibirnya, seolah dia benar-benar sangat merindukannya. Bibir Rana membuka, lidah Vitto menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Rana dan berjalinan di dalam sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat. Keduanya saling menikmati, melepaskan rindu.


Ketika Vitto melepaskan kepalanya, matanya yang dalam bertatapan dengan mata Rana, penuh cinta. Senyum keduanya mengembang. Vitto kemudian meminta Rana melanjutkan memasak, dia akan mandi dan sangat lapar karena makan siangnya dihabiskan oleh Vino.


★★★


Keesokan harinya....


Vitto, Vino dan Papanya datang ke persidangan pertama perceraian kedua orang tuanya bersama dengan pengacara keluarga mereka. Ini awal yang sudah ditunggu-tunggu oleh Vitto dan Vino, awal yang akan membuat Papanya bisa terbebas dari belenggu kelicikan dan kejahatan sang Mama. Terlalu banyak luka yang ditinggalkan Mamanya dan Vitto serta Vino tidak mau lagi Papa mereka menjadi semakin tersakiti oleh hal konyol yang bisa saja di lakukan oleh Mamanya lagi.


Vita juga datang tetapi ternyata Vita datang membawa pengacara juga. Vitto dan Vino tidak masalah dengan itu, karena mereka yakin bahwa itubtetap tidak akan mengubah apapun juga mengubah keputusan yang sudah mereka ambil. Tidak akan pernah lagi mereka akan mengijinkan Vita untuk kembali bersama mereka. Terlebih lagi sekarang Vita juga masih bersama Jason, entah apa yang akan mereka rencanakan, mereka pada akhirnya mau menyerah atau tetap bersikap bururk seperti sebelumnya lagi.


Seperti biasanya, sidang perceraian pertama adalah mediasi. Yang diharapkan bisa memperbaiki hubungan tetapi Vitto dan Vino tetap dengan keputusan awal bersama dengan Papa mereka bahwa tidak ada lagi yang perlu di perbaiki.

__ADS_1


Sementara itu, Vita terlihat biasa saja, karena dia sangat yakin bahwa ini memang tidak akan membawa dampak dan hasil apapun, mengingat kedua putranya itu pasti tidak akan pernah mengubah keoutusan mereka. Dan setelah ini, rencananya dengan Jason akan dia mulai. Besok pasti akan terjadi kehebohan yang akan membuat karir serta repotasi keduanya anjlok.


"Tunggu saja... Apa yang kalian lakukan pada Mama, akan menuai hasilnya besok... Jangan oernah bermain-main dengan Mama, kalian sudah kurang ajar terhadap Mama, orang yang sudah melahirkan kalian ke dunia ini...!" Gumam Vita.


__ADS_2