
"Baik pak, karena kami sudah mengetahui penyebab pastinya mengenai apa yang terjadi pada bu Rana, kami akan terus memeriksa dan memastikan obat itu tidak berpengaruh pada Bu Rana, karena obat ini memang tidak langsung bisa di rasakan efeknya, tetapi perlahan bisa membahayakan... Kami permisi...!" Ucap dokter itu kemudian meninggalkan ruangan perawatan Rana bersama dengan perawat.
Vitto tersenyum dan menatap Vino. "Tiba-tiba saja aku mengasumsikan bahwa kekasih tercintamu itu sepertinya sengaja ingin mengincarku, entah untuk tujuan apa....! Tetapi itu justru berimbas terhadap Rana, yang artinya Angel adalah penyebab dari semua ini.... Sekarang kau bisa menghubungi polisi dan memenjarakan kekasih tercintamu itu...!" Ujar Vitto.
"Tetapi kenapa Angel melakukan itu???" Tanya Rana.
"Yang tahu jawabannya adalah perempuan gila itu..." Jawab Vitto.
Vini tampak terdiam. Jika benar Angel sengaja melakukan itu, betapa buruk sekali sikapnya. Dan seharusnya Angel tidak melakukan itu meskipun dia sangat tidak menyukai Vitto. Seburuk apapun sikap Vitto tidak sepatutnya harus membalas dengan hal sekeji itu. Sekarang justru yang menjadi korbannya adalah Rana dan Bayinya. "Secara tidak langsung, Angel adalah pembunuh dari bayiku..." Gumam Vino dalam hati.
Hati Vino benar-benar semakin hancur sekali. Semua fakta terungkap bersamaan, padahal hatinya juga masih belum bisa mempercayai banyak hal yang sudah di lakukan Angel saat ini, di tambah dia harus kehilangan bayi yang masih ada di dalam kandungan Rana. Sekarang satu fakta lain terungkap lagi, dimana Angel lagi-lagi jadi dalam dari kematian bayinya. Vino sama seklai tidak tahu harus berbuat apa, rasanya ingin sekali dia membongkar semua aib Angel tetapi dia ingat pesan Papa nya semalam mengenai cara membalas perlakuan buruk Angel selama ini. Tidak dengan langsung marah dan memakinya tetapi ada cara lain yang sepertinya lebih baik dari itu.
Ingin sekali Vino mengakhirinya segera tetapi sayangnya dia dan Papanya sudah menyusun rencana yang rapi untuk menangkap badah Angel. Vino harus bisa menahan dirinya untuk tidak meluapkan segala kemarahannya pada perempuan itu.
__ADS_1
Jeany mendengus kesal. "Jahat sekali, untuk apa dia harus melakukan semua itu??? Efeknya seburuk ini loh... Satu nyawa harus hilang, ya Tuhan......!!! Apa hanya kau saja yang di berikan makanan itu??? Maksudku, mungkin dia juga memberikannya padamu juga." Jeany menatap ke arah Vino.
"Jika iya dan kau memakannya, lebih baik kau juga harus di periksa....! Hars di tangani lebih awal...!"
"Kau benar Jean, bisa jadi si jaalang itu juga meracuni Vino agar kami sekeluarga lumpuh dan dia bisa mendapatkan banyak uang dari Vino....!" Sahut Vitto.
"Dia tidak memberiku itu, hanha kau dan Papa...!" Ujar Vino.
"Papa??? Astaga... Apa dia sudah memakan pie itu???" Tanya Vitto pada Vino.
"Papa kalian juga???" Tanya Cahya.
Vitto mengangguk, dia ingat Angel mengatakan jika memberikan oleh-oleh itu pada Papanya juga. Vino pun lekas mengambil ponselnya dan menghubungi Papanya. Vino terlihat khawatir dan panik ketika berbicara dan menanyakan mengenai Pie susu itu. Tetapi beberapa saat kemudian dia terlihat merasa lega sekali karena ternyata Pie itu belum di makan oleh Papanya. Sang Papa tidak memakannya karena takut terlalu manis rasanya. Papanya saat ini sedan ada dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjenguk Rana setelah jam makan siang kantor.
__ADS_1
Vino kemudian menghubungi pelayan yang ada di rumahnya agar menyimpan Pie itu dan tidak di makan karena dia ingin membawa Pie itu juga untuk di cek di laboratorium. Angel hanya memberikan itu Pada Vitto dan Papa nya saja, tidak memberikan kepadanya. Vino ingin juga memastikan apakah itu adalah Pie yang sama yang di berikan untuk Vitto yang kemudian di konsumsi oleh Rana. Lalu betakibat fatal seperti inj. Jika memang obat itu juga di berikan di Pie miliki Papanya, artinya Angel sengaja melakukan itu untuk mencelakai Vitto dan Papanya. Tetapi kenapa dan apa motifnya Angel melakukan itu, Vino sangat ingin tahu sekali alasannya dan dia akan mencoba mencaritahu nya nanti.
"Papa tidak memakannya...!" Ucap Vino.
Semua orang terlihat bernapas lega mendengar itu. Vitto bahkan tadi sudah berjanji dalam hatinya jika sampai Papanya sudah mengkonsumsi itu dan juga sampai terjadi sesuatu, Vitto akan langsung menyeret Angel ke polisi karena ini sudah termasuk pembunuhan berencana. Nyawa seorang janin sudah melayang begitu saja, dia dan Rana harus kehilangan bayi yang sudah mereka nantikan kemudian berakhir seperti ini hanya karena kegilaan Angel yang entah apa maksud dan tujuannya sebenarnya.
Vino kembali duduk di sofa, dia memilih diam. Semua campur aduk saat ini, perasaan marah karena ternyata dalang dari semua ini adalah Angel, perempuan itu sudah membuatnya kehilangan bayi yang ada di kandungan Rana, disisi lain Angel juga penyebab dari segala sumber masalah yang ada di keluarganya. Semuanya terjadi karena Angel dan keluarganya. Saat ini dia seperti benar-benar di permalukan di depan semua. Segala kegilaannya yang di lakukannya dulu adalah karena Angel. Menjebak Rana, membuat Jeany kecelakaan, kemudian menikahi Rana, menyiksa perempuan itu secara fisik dan juga mental hanya karena dendam yang salah sasaran, itu juga karena Vino selalu mudah di pengaruhi oleh Angel. Vino ingat bagaimana Vitto sering mengingatkannya bahwa ada yang tidak beres dengan Angel, bahwa Angel bukan perempuan yang baik, tetapi Vini sama sekali tidak pernah mendengarkan nasehat dankecurigaan Vitto. Dan sekarang di depan orang-orang itu, dia justru secara tidak langsung di permalukan. Hati kecilnya seolah mengejeknya dan mengatakan "Hai Vino, this is the real karma for you...!"
Vino menunduk menyesali setiap perbuatannya. Sejak kemarin sampai hari ini, Tuhan seolah menunjukkan kepadanya bahwa apa yang sudah di lakukannya adalah sebuah kesalahan. Kepercayaannya di khianati dengan begitu besarnya. Cinta tulusnya justru di manfaatkan. Sedangkan kemarin dia justru mengabaikan seseorang yang sangat mencintainya, selain mengabaikan, dia juga menyiksanya dengan begitu keji. Disaat dia sudah menyesali kesalahannya itu seperti sebuah keterlambatan yang sia-sia karena dia sudah tidak lagi di beri kepercayaan untuk menebus kesalahannya.
Vitto memandangi adiknya yang sedang duduk dengan kepala menunduk, menunjukkan bahwa saat ini adiknya itu sedang dalam keadaan yang tidak baik. Kecewa sudah terlihat jelas di wajah Vino, kemarahan juga ada, rasa ketidakpercayaan dengan yang terjadi juga jelas sekali. Vitto tersenyum, merasa senang bahwa akhirnya Tuhan sudah menunjukkan kuasanya kepada Vino, menyadarkan Vino bahwa apa yang selama ini Vino lakukan itu salah, mencintai orang yang salah, bahkan menggantungkan pengharapan pada orang yang salah juga. Padahal ada banyak hal yang bisa di lakukan ketika benar-benar mencintai seseorang yaitu jangan terlalu berlebihan, serta selalu menggunakan logika yang rasional agar bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik. Karena tidak ada salahnya mencintai seseorang tetapi tetap harus pada porsinya dan tidak terlalu berlebihan, karena jika yang terjadi seperti ini, hanya penyesalan yang akan di dapatkan.
Vitto duduk di sebelah adiknya dan menyentuh pundaknya, membuat Vino menoleh ke arah kakaknya itu. Vitto tersenyum.
__ADS_1
"Inilah yang aku takutkan Vin, ketika kau keras kepala dan ngotot ingin membalaskan dendam pada orang yang tidak bersalah, tetapi kau malah marah padaku dan tidak pernah mendengarkanku, bukankah aku sering mengatakan padamu. The unkindness, dishonesty, and deception you display toward others, don’t be shocked when it comes back to bite you... Kita harus ingat bahwa ketidakbaikan, ketidakjujuran dan penipuan artinya menunjukan dirimu sendiri di hadapan orang lain... Kemudian jngan terkejut jika suatu saat nanti, itu akan berbalik terjadi pada dirimu sendiri... Lihatlah yang terjadi sekarang??" Ujar Vitto kemudian menepuk-nepuk pundak Adiknya, sementara Jeany, Rana dan Cahya memandangi kedua saudara itu.
"Realize that everything connects to everything else, bro.. Sadarilah bahwa segala sesuatu itu juga saling berhubungan satu sama lain. Jika kau menyakiti, maka akan ada yang menyakitimu, begitu juga sebaliknya, saat kau disakiti, akan ada yang mengobati lukamu... Berbuat baik serta selalu melihat sisi positif dan negatif nya jika ingin melakukan sesuatu itu penting sekali, dan kita juga tidak boleh mudah terhasut oleh orang lain...!" Lanjut Vitto lagi.