
"Kau bisa merasakannya kan, milikku sudah menegang.. " Vino mendesak kan tubuhnya pada Arindah. "Kau merasakannya kan????" Tanya Vino lagi dan Arindah menganggukkan kepala nya.
Vino melempar senyum. Kemudian mencium bibir Arindah dari belakang dengan sangat agresiif dan Arindah juga membalas ciuman itu tidak kalah agresiif nya. Mereka berdua saling menikmati bibir dan Iidah kedua nya bermain. Saling bertauutan, mencecap satu sama lain.
Setelah paus berciuman, Vino membalikkan lagi tubuh Arindah dan mengangkatnya kemudian membaringkan Arindah di bangku panjang yang di atasnya ada bisa sehingga jika berbaring disana juga terasa nyaman. Vino tengkurap di atas Arindah sedangkan Arindah menekuk kedua lututnya. Vino mendekatkan wajahnya dan kembali mencium bibir Arindah. Bibir mereka berdua saling bertauutan, dan Iidah Vino menelusup masuk kemudian nerjalinan dengan lidah Arindah.
Tangan Vino pun menggerayai kedua pay*d*ra Arindah bergantian. Lembut, kenyal dan sangat menggoda. Arindah mengeluarkan erangan kecil dan menikmati setiap sentuhan jemari Vino di daada nya. Setelah mer*mas, Vino melepaskan ciumannya pada bibir Arindah.
Setelah merasa puas, Vino pun duduk di sofa. "Turunlah... Aku ingin mulutmu yang bermain lebih dulu..."
Bagaikan kerbau di cucuk hidungnya, Arindah menuruti kemauan Vino. Dia bangun dan duduk, tepat di depan Vino yang sedang duduk. Dan wajahnya juga tepat berada di depan milik Vino. Arindah membuka ceIana suami nya dan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.
Vino membimbing tangan Arindah agar menyentuh miliknya. Jemari Arindah mulai menyentuh, yang pertama Arindah rasakan adalah hangat mendekati panas, dan juga lembut serta ada beberapa urat yang terlihat. Tangan Arindah mulai bergerak naik dan turun di milik Vino. Lelaki itu mulai mengerrang dan menikmati setiap sentuhan istrinya. Mendengar itu, Arindah justru semakin bersemangat sekali dan mempercepat gerakannya.
"Ya sayang... Terus bergerak...." Perintah Vino dan Arindah melakukannya.
Arindah tidak mengatakan apapun dan tangannya terus bergerak. Dan Arindah menundukkan kepala nya dan dia membuka mulutnya, lalu mulai menguIum milik Vino. Lelaki itu menunduk dan tersenyum, melihat keberanian istri nya. Arindah sangat luar biasa. Hisapan dan permainan mulutnya begitu nikmat, hingga Vino selalu merindukannya. Vino menarik dan menekan kepala Arindah, menahannya beberapa detik dan melepaskannya. Itu semakin membuat semua nya jadi terasa sempurna dan luar biasa. Hingga akhirnya Vino meminta Arindah untuk berhenti.
__ADS_1
Vino beralih mengeluarkan dan mencium bagian pay*d*ra Arindah. Vino tersenyum manis. Kini posisinya pas, dan wajahnya berhadapan dengan perempuan itu. "Kau siap???!" Tanya Vino untuk memastikan lagi apakah perempuan itu benar-benar siap untuk menerima nya.
"Ya... " Jawab Arindah pelan.
"Aku senang kau memakai ini, jadi untuk kali ini aku tidak akan melepaskannya dan membiarkanmu tetap memakai ini.. " Ucap Vino.
Vino membaringkan Arindah, dan Arindah kembali menekuk kedua lututnya agar dia dan Vino juga sama-sama merasa nyaman. Vino menyingkap G-striing Arindah, kemudian perlahan menggeseeknha dan memasukkan pen*s nya, pelan dan semakin dalam. Vino mulai bergerak lambat tetapi di ringannya sangat kuat dan keras, hingga membuat Arindah berteriak karena sensasi nya. Berkali-kali Vino melakukan hal itu, membuat perciintaan mereka semakin luar biasa. Vino terus saja bergerak dan mulutnya juga tidak bisa berhenti meracau kenikmatan, hal yang sama juga di lakukan Arindah, membuat Arindah terlihat semakin s*xy dan luar biasa nikmat. Tidak terhitung lagi, sudah berapa kali Arindah mencapai or9asme nya, dan itu semakin terasa luar biasa sekali. Luas dan juga sangatlah nikmat rasanya.
"Kau ingin di atas??" Tanya Vino, dan dia langsung mengatur posisi nya dengaan berbaring, karena Arindah menganggukkan kepala nya ingin bermain di atasnya. Vino sangat senang karena Arindah benar-benar terbuka. Vino akan menuruti keinginan perempuan itu.
Arindah mengatur posisi nya dan menyingkap G-str*ng nya, mengangkat ping9uInya, lalu mengarahkan tepat di atas milik Vino yang sudah berdiri tegak. Arindah kemudian menurunkan tubuhnya secara perlahan hingga akhirnya dia menelan milik Vino. Kedua nya langsung mendessah. "Ahhhhh........!!!!"
Arindah membungkukkan punggungnya, tengkurap dan memeluk Vino serta menenggelamkan kepala nya di leher Vino. Lalu bergerak naik dan juga turun. Arindah merasakan hal yang luar biasa, milik Vino benar-benar memenuhi dirinya. Size milik Vino sangat besar.
Arindah bergerak pelan, Vino memeluknya dengan kedua tangannya. Selain mendessah, Vino juga terus tersenyum sambil berbisik di telinga Arindah yang ada di atasnya. "Astaga.... Aaahhh...... Ini sangat enak..... Kau sangat nikmat.. Ahh yeahhh... Ahhh. .." Ucap Vino dengan suara parau dan tersenggal. Arindah mengangkat punggungnya dan tersenyum pada Vino sambil terus mengerrang kenikmatan. Arindah benar-benar semakin cantik saat seperti ini, dan milik Arindah sangat sempit. " Yaahhh Sayang... Teruslah bergerak... Puaskan dirimu..." Perintah Vino.
Mendapati Vino sangat menikmati nya. Arindah semakin senang sekali dan terus bergerak naik turun, maju mundur. "Hmmm..... Ahhhhh... Owh.... " Arindah terus meracau, dan dia kembali membungkukkan punggungnya lalu mencium leher dan bibir Vino.
__ADS_1
"Kau menyukai nya??? Ahhh... Ahhh... " Tanya Vino.
"Hhmmmmppptt... Yupz.... Aku suka...Ahhh... Aaah...." Jawab Arindah.
Vino tersenyum, dan dia menarik lalu memeluk punggungnya Arindah. Kali ini Vino yang bergantian bergerak naik turun. Vino mempercepat gerakannya membuat dessahan Arindah semakin keras, begitu juga dengan Vino. Suara beradu dari kulit mereka juga terdengar keras karena Vino bergerak begitu cepat hingga membuat Arindah setengah berteriak karena merasakan kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan selain dengan dessahan.
Sampai akhirnya Vino merasakan sesuatu yang bergolak di dalam dirinya. Dia akan mencapai puncaknya, sehingga semakin mempercepat gerakannya. Arindah semakin menggeliat. "Aku.... Sebentar... La... Gi...."
"Hmmmpppptttt Ahhhhh...... Le..bih ce...pat la..gi, kita ga
.pai bersama-sam...a... "
Vino semakin mempercepat dan semakin cepat bergerak. Dan beberapa menit kemudian Vino mengerrang panjang sekali dan meledak di dalam tubuh Arindah bersamaan dengan erangan panjang Arindah.
Setelah itu, Vino merasa lemas dan memeluk erat Arindah. Vino mengatur napasnya sambil tersenyum. Setelah merasa lebih baik. Vino mengangkat kepala nya dan tersenyum pada Arindah. Dia kemudian mengecup kening Arindah dengan lembut. "Terima kasih istriku.. Ini sangat luar biasa...!" Ucapnya.
Vino masih memeluk Arindah. Masih mengatur napas sebentar sebelum nanti kembali lagi ke tempat tidur. Sangat puas dan ini jadi hal yang sangat luar biasa bagi kedua nya. Vino memeluk Arindah dan kembali mendaratkan sebuah kecupan lembut di dahi perempuan itu
__ADS_1