
"Aku berharap juga seperti itu Pa... Ku pikir jika rencana kita ini berhasil, kitabtidak perlu menunggu lama lagi untuk menunjukkannya pada Vino betapa tidak bermoralnya Angel...!"
"Semarah apapun kau dengan adikmu, tahan lah sebentar kelesalanmu dan jangan menyebut nama Angel apalagi kau mengatakan hal yang bisa membuat Vino curiga...! Tahan saja untuk dirimu sendiri jangan sampai Vino juga mencurigaimu..."
"Aku memang tadi kesal saja sehingga tidak bisa mengontrol diriku. Pa...! Mengenai hal kemarin ketika kita bertemu di Titans hotel, aku sebenarnya sedang meminta rekaman cctv disana pada Ariel, si oemilik hotel itu....!" Gumam Vitto.
"Rekaman cctv??? Rekaman apa???"
Vitto menundukkan kepalanya dengan sedih, dia dan Vino memilih tidak menceritakan mengenai keberadaan Jason yang ada disini kepada Papa mereka. Tetapi tentu hal itu tidak boleh untuk terus disembunyikan. Ini juga berhubungan dengan apa yang terjadi di hotel kemarin juga yang terjadi hari ini.
"Jason...." Gumam Vitto pelan. "Si brengs*k itu ada disini Pa, dan di hotel kemarin, Jason bertemu dengan Angel, mereka ada di dalam sebuah kamar yang ada dihotel itu, juga sebenarnya mereka berada di restoran itu sebelum Papa dan Vino datang, mereka sepertinya menyadari lebih awal kedatangan Papa dan Vino, jadi Jason kabur lebih dulu untuk menghindari bertemu dengan kalian....!"
"Jadi, kemarin Angel bertemu dengannya????" Papa Vitto tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
Vitto mengangguk. "Ya, mereka membooking hotel disana hanya untuk beberapa jam saja, dan mereka berada di kamar cukup lama sebelum akhirnya ke restoran untuk makan siang...! Dan hari ini aku mendapat informasi lagi bahwa rencana busuk lainnya sedang dipersiapkan oleh Angel"
__ADS_1
"Rencana apa lagi???"
"Perempuan dajjal itu sengaja mengajak Vino untuk menikah karena dia ingin mendapatkan uang yang lebih banyak lagi dari Vino, dia membayar orang untuk berpura-pura menjadi WO dan lainnya, sedangkan tadi dia menemui seseorang yang akan dia berikan 20 persen dari uang yang diberikan oleh Vino dimana orang itu diminta untuk jadi Manager dari hotel itu, tetapi aku penasaran sebenarnya apa yang terjadi kemarin ketika kalian bertemu di restoran itu???"
"Kemarin kami terkejut begitu juga dengan Vino, dan saat Vino bertanya tentang keperluan Angel ada disana untuk apa, Angel menjawab jika dia baru saja bertemu dengan manager hotel itu melihat venue yang bisa digunakan untuk acara pernikahan nya dengan Vino. Awlanya Vino curiga dan menanyakan tentang rencana pernikahan mereka yang sebelumnya dimana Angel menginginkan menikah di outdoor tetapi Angel malah mencari venue di hotel, tetapi ya seperti biasa dia bisa mengibuli Vino dengan alasan lainnya dan Vino percaya...!"
Vitto tersenyum masam, membuang muka. "Ciiihhh.... Memang dasar putra Papa itu tolool sekali....! Mudah sekali percaya dengan perempuan ular seperti Angel itu. Astaga ....!"
"Tetapi bukankah hal itu akan merugikan Angel sendiri? Pernikahan sebentar lagi dan jika semuanya dipalsukan apa yang akan terjadi? Vino pasti marah...!" Ujar Papanya.
"Papa... Angel melakukan itu adalah karena Angel menganggap bahwa pernikahan itu tidak akan pernah terjadi... Aku tidak tahu rencana apa yang sedang disiapkan oleh si jalan9 itu...! Setiap mendapatkan hal seperti ini, rasanya ingin sekali aku memberitahu Vino dan mengungkap semua kebusukan Angel...!" Geram Vitto.
"Tapi Pa, ku rasa bukti-bukti ini sudah cukup...!" Gumam Vitto.
Papa Vitto menggeleng. "Belum Vit, kita hanya mendapatkan rekaman-rekaman kebersamaan mereka, tetapi hal terbesarnya belum, yaitu mendapatkan rekaman yang pasti tentang apa yang dilakukan mereka, itulah kenapa Papa mengajakmu bekerja sama menjebak Angel melalui Pak Sony, memang sedikit kurang ajar tetapi bukti itu bisa membuat Vino percaya bahwa Angel tidaklah baik....!"
__ADS_1
Vitto menganggukkan kepalanya. Dan mungkin rencana terakhir ini sudah cukup untuk memberi bukti pada Vino. Semakin lama membiarkan ini terjadi, semakin banyak pula yang akan di dapatkan oleh Angel. Perempuan itu semakin menggila dan lupa akan hati nurani. Vitto tentu berharap juga bisa segera mendapatkan informasi mengenai keluarga Angel. Ini selalu menjadi pertanyaan besar yang melingkupinya selama ini. Semua seolah disembunyikan dan ditutup rapat-rapat sehingga sangat susah untuk diketahui.
★★★★
Keesokan harinya, pagi sekali Vitto sudah meninggalkan rumah menuju rumah Rana untuk bertemu perempuan yang sangat dicintainya itu sebelum pergi selama 2 hari. Sementara itu Vino dan Papanya juga hanya sarapan berdua di rumah Vitto.Karena tidak melihat kehadiran Vitto, Vino pun kembali bertanya-tanya kemana perginya kakanya sepagi ini. Karena tadi malam bertemu dan berbicara dengan Vitto, Papanya pun menjelaskan kepada Vino jika Vitto sedang pergi untuk urusan pekerjaannya dimana dia akan menemui managernya sebentar dan nanti akan kembali.
Sementara itu Vitto vmbaru saja sampai di rumah tempat tinggal Rana. Dia sekrang membantu Rana menyiaokan sarapan. Seperti janji Rana semalam bahwa dia akan memasak untuk Vitto. Rana tahu, saat pulang kemarin, Vitto memang tidak dalam keadaan baik atau senang melainkan dalam keadaan dilingkupi kemarahan setelah mendapatkan informasi mengenai Angel lagi. Rana tidak habis pikir bagaimana bisa Angel memikirkan dan memiliki rencana begiti jahat hanya untuk sekedar mendapatkan uang. Dan menipu Vino, padahal Vino sangat mencintainya. Seolah Angel memanfaatkan cinta Vino itu untuk kesenangannya sendiri, dan keegoisannya dengan ingin mengusai seluruh kekayaan Vino. Itu bahkan dilakukan oleh Angel selama bertahun-tahun.
"Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan dengan pria yang bersama Angel di Singapura itu? Aku masih belum mengerti???" Tanya Rana.
Vitto tersenyum dan memeluk Rana dari belakang sambil mencium pipi dan leher perempuan yang sedang sibuk mengaduk saus di panci. "Menjebak mereka, sebenarnya ini sedikit sensitif dan kurang ajar tetapi harus dilakukan...!"
"Iya.. tapi bagaimana akan dijalankan???"
Vitto pun menjelaskan jika rencana kerja sama bisnis ini berhasil, dia dan Papanya akan mengundang pria tua bernama Soni itu datang kesini, kemudian akan memberikan fasilitas yang terbaik untuk akomodasi penginapannya . Vitto akan mencari hotel yang bagus untuk pria itu, lalu dia akan meletakkan kamera di sudut yang tidak terlihat di dalam kamar. Vitto memiliki keyakinan jika Pria bernama Sony itu pasti akan memanggil Angel untuk menemaninya selma berada disini. Dan juga pasti akan menyuruh Angel menginap bersamanya, jadi kesempatan itulah yang ingin dimanfaatkan Vitto. Kurang ajar memang, tetapi Vitto juga menjamin bahwa rekaman itu akan aman dan hanya digunakan untuk memberitahu Vino saja.
__ADS_1
"Astaga.... Kau benar-benar ingin melakukannya???" Tanya Rana.
"Iya... Vino harus melihat itu sehingga dia akan benar-benar percaya, karena bukti yang sebelumnya kita dapatkan itu belum cukup....!" Gumam Vitto.