
Saat ini Vitto sedang berada di rumah yang akan dia tinggali sementara bersama Rana. Tadi dia berhasil membohongi Vino untuk bisa keluar dari kantor. Vitto berniat menjemput Rana sebenarnya di rumah Aditya, tetapi Rana mengatakan jika dia akan datang bersama Cahya. Vitto tidak khawatir mengingat Cahya sendiri memiliki pengamanan yang baik dari Aditya ketika sedang keluar. Vitto akhirnya langsung datang kesini dan ternyata Ariel juga menunggunya disini. Rana dan Cahya sedang dalam perjalanan, Vitto pun memilih mengobrol dengan Ariel di bagian belakang rumah, disamping kolam renang.
"Ya, ada apa???" Tanya Vitto saat menjawab sebuah panggilan telepon dari anak buahnya.
"Begini bos, saya bertemu dengan Daniel di Titans Hotel, saya sedang mengikuti Jason, sedangkan Daniel mengikuti nona Angel, kami berpikir sepertinya mereka sedang bertemu disini bos....!"
"What???? Kalian ada bertemu di Titans Hotel?" Seru Vitto.
Mendengar nama Titans Hotel, Ariel mengernyit karena itu adalah salah satu hotel miliknya. Ariel tidak tahu siapa yang bertemu siapa di hotel miliknya tetapi dari raut wajah Vitto terlihat jika lelaki itu terkejut.
"Iya bos, sepertinya Jason datang lebih dulu, sekitar 15 sampai 20 menit kemudian baru nona Angel, tetapi kami sendiri belum bisa memastikan mereka bertemu atau tidak dan menginap di kamar nomor berapa... Sudah sekitar lebih dari satu jam kami berdua ada disini, tetapi mereka berdua belum juga keluar....!"
"Tetapi bagaimana Jason keluar dari temoat tinggal Mama? Apa dia tidak pergi dengan Mama???" Tanya Vitto.
"Tadi ketika saya masih berada di sekitar tempat tinggal mama Anda, bu Vita oergi keluar lebih dulu dan Rowman mengikutinya sampai sekarang, entah kemana perginya, selang 30 menitan Jason keluar jadi saya mengikutinya...! saya terkejut ketika bertemu dengan Daniel disini...!"
"Aku yakin mereka pasti berada di satu kamar, oke kalian berdua pantau saja sampai mereka keluar, lakukan tugas seperti biasa, aku akan memikirkan sesuatu nanti...!" Ujar Vitto kemudian menutup panggilannya.
Vitto meletakkan ponselnya di atas meja dan menoleh ke Ariel meminta maaf karena obrolan mereka harus terjeda karena telepon itu. Ariel yang merasa penasaran pun mencoba bertanya pada Vitto mengenai apa yang terjadi karena tadi Vitto membahas tentan Titans Hotel yang ternyata adalah salah satu hotel miliknya.
"Jadi itu hotel milikmu???" Tanya Vitto.
"Ya... Itu milikku..!"
Vitto tersenyum. Dan tiba-tiba saja dia memiliki sebuah ide bagus, dimana jika Ariel pemilik dari hotel itu mungkin dia bisa meminta bantuan Ariel. "Ah kebetulan sekali, kira-kira jika aku meminta bantuanmu apakah kau mau membantuku???" Tanya Vitto.
"Bantuan?? Bantuan apa???"
Vitto pun kemudian menceritakan apa yang sekarang terjadi di hotel itu pada Ariel. Dimana ada seorang perempuan yang tak lain adalah kekasih dari adiknya sedang berada di hotel itu, bersamaan dengan itu juga ada seorang laki-laki yang menjadi selingkuhan Mamanya. Mereka berada di tempat yang sama secara bersamaan. Dan permasalahannya sekarang adalah Vitto sedang mencoba mengumpulkan bukti tentang perempuan yang menjadi kekasih adiknya itu bahwa perempuan itu sedang bermain belakang dengan laki-laki lain padahal dia sudah berencana menikah dengan Adik Vitto.
"Ya intinya begitulah Iel, aku dan Papa sedang mengumpulkan bukti tenang perempuan itu karena adikku itu keras kepaka dan terlalu bucin dengan perempuan itu hingga sangat sulit untuk memberitahu yang sebenarnya jika perempuan itu adalah penipu, harus ada bukti kuat untuk meyakinkan adikku itu bahwa perempuan ini bukanlah perempuan yang baik....! Juga aku merasa ada konspirasi besar antara oerempuan dan laki-laki itu yang sedang disusun untuk menghancurkan keluargaku..!"
Ariel mengangguk-angguk. "Oke aku mengerti, lalu apa yang bisa ku lakukan untuk membantumu????"
"Kira-kira bisa tidak aku melihat atau meminta rekaman cctv di hotelmu itu jika benar perempuan ini memang bertemu dengan laki-laki itu???"
Ariel tersenyum. "Tentu saja Vit, kami akan memberikan rekaman itu jika ada sesuatu yang urgent dibutuhkan...!" Jawab Ariel.
"Thanks....!"
"Aku akan mengantarmu kesana nanti, kebetulan aku ada jadwal untuk berkunjung kesana.... Setelah dari sini kita kesana...!"
Senyum Vitto mengembang di wajahnya, sangat menguntungkan ketika memiliki koneksi seperti ini. Dia tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan rekaman cctv itu. "Baiklah, sekali lagi terima kasih....!"
★★★★
Jason mendekap tubuh Angel yang berbaring miring disebelahnya. Jason mengecup pipi Angel. Pertemuan mereka kali ini cukup untuk menghilangkan kerinduan mereka satu sama lain. "Aku sangat merindukanmu....!" Bisik Jason.
"Aku juga....!" Angel berbalik badan, menatap wajah Jason, mengusap pipi laki-laku itu dengan penuh kelembutan.
"Sebentar lagi kita akan menyelesaikan semua ini, aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku sudah muak tinggal dengan wanita tua itu, aku ingin hidup bahagia dengan kau dan Mama....!"
Angel membalas pelukan Jason. "Sama... Kau juga muak sekali dengan Vino, apalagi sekarang ada Apanya juga Vitto yang sangat menyebalkan itu...! Lalu bagaimana perkembangan tentang rencanamu dan Vita???" Tanya Angel.
"Berjakan dengan baik, jebakan yang kami susun berhasil, itulah sebabnya wanita tua bodoh itu sekarang menemui pengacara untuk membantu masalahnya, jika rencana itu berhasil dan dua sudah mendapatkan uang, aku tinggal mengeksekusinya....!"
Angel tersenyum. "Semoga dia berhasil...!"
Mereka berdua berpelukan dibalik selimut tanpa mengenakan apapun. Waktu yang sedikit ini harus mereka manfaatkan dengan baik, karena hal seperti ini akan sangat sulit untuk didapatkan lagi. Angel dan Jason pun melanjutkan lagi sesi percintaan mereka sebelum nanti mereka keluar makan siang direstoran hotel lalu pergi dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
****
Sebuah ketukan pintu mengalihkan fokus Vino pada layar laptopnya begitu juga dengan Papanya. Vino mempersilahkan orang yang berada di luar ruangannya itu untuk masuk. Sekeretaris Vino masuk membawa map berisi berkas-berkas kemudian menyodorkannya pada Vino.
"Ini berkas meeting hari ini sudah siap...!" Ucap sekretaris itu.
"Ah iya, aku lupa... Pa, hari ini kita ada meeting sekaligus makan siang dengan direktur MITAM Group di restoran yang ada di Titans Hotel...!"
Papa Vino mengangguk. "Ya sudah, meetingnya jam berapa? Ini bukannya sudah waktunya makan siang???"
"Iya pak, kita bisa berangkat sekarang, saya sudah menghubungi supir untuk bersiap mengantar kita...!" Ujar perempuan cantik itu.
"Well... Apa lagi yang kita tunggu, kita bisa bersiap sekarang...!" Ujar Vino.
Dia kemudian beranjak dari kursi kerjanya, mengambil jasnya dan memakainya, lalu membantu Papanya berdiri dan sekretaris Vino juga lekas mengambil kursi roda. Vino membantu Papanya duduk di kursi roda, dan menyuruh sekretarisnya agar membawa berkas yang tadi dan mereka bertiga akan berangkat sekarang.
"Oh iya, jangan lupa titipkan pesan pada Monica agar nanti memberitahu Vitto jika kita pergi untuk meeting, aku takut dia mencariku dan Papa, soalnya tadi aku lupa memberitahunya" Pinta Vino pada sekretarisnya.
"Baik Pak....! Saya akan memberitahu Monica tentang keberangkatan kita...!"
★★★★
Mobil alphard berwarna putih itu memasuki halaman. Cahya dan Rana keluar dari mobil itu bersama dengan Kyra serta Kyros. Mario menyuruh mereka untuk masuk melalui pintu yang ada di dalam karena Vitto sedang ada di halaman belakang.
Vitto dan Ariel ternyata juga menyambut mereka di dalam. Rana menyalami Ariel dengan sopan.
"Cahya, terima kasih sudah mau mengantar Rana....!" Ucap Vitto.
"Aku juga kebetulan akan menemui Ibuku, sekalian saja mengajak Rana bersamaku...!"
__ADS_1
"Amam.... Amam.... Nenek... Ayo kesana...!" Kyra menarik baju Cahya dan merengek meminta diantar ke rumah neneknya yang ada tepat di depan rumah ini.
"Iya, sebentar sayang....!" Cahya mengusap kepala putrinya itu dengan lembut, kemudian berpamitan pada Rana, Vitto dan Ariel untuk mengantar anak-anaknya ke tempat tinggal ibunya dan nanti akan kembali lagi.
"Uncle Iel...! Bisakah kau memanggil Gie???" Tanya Kyros.
Ariel tertawa. "Tentu saja, Om akan menyuuhnya ke rumah nenekmu... Uncle akan menghubungi Omanya agar mengantar Gie ke rumah nenekmu...!"
"Ya...!" Ucap Kyros.
Cahya kemudian berpamitan dan mengantar kedua anaknya ke rumah Ibunya.
Sementara itu Vitto dan Ariel langsung mengajak Rana untuk berkeliling rumah menunjukkan ruangan-ruangan yang ada disini. Suasana rumah ini sangat bagus dan menenangkan, Rana menyukainya. Setelah berkeliling di lantai 2, Vitto mengajak Rana ke lantai 3 dimana kamar utama berada disana. Kamar utama tentu akan menjadi kamar Rana. Sedangkan Vitto nanti akan tinggal di kamar lainnya.
"Kenapa aku tinggal disini? Harusnya kau saja...!" Protes Rana pada Vitto karena lelaki itu menyuruhnya untuk menempati kamar utama.
"Kenapa tidak??? Kau yang akan mengurus rumah ini jadi kaulah yang memiliki hak penuh disini...! Barang-barangmu akan dibawa kesini nanti...!"
"Baiklah...!"
"Bagaimana Rana, kau menyukai tempat ini???" Tanya Ariel.
"Pertama kali aku masuk ke kawasan ini aku suka suasananya, dan rumahnya juga tidak kalah menyenangkan, aku menyukainya...!" Jawab Rana.
"Semoga kau betah ya...! Jangan sungkan-sungkan jika sekiranya ada hal yang membuatmu tidak nyaman atau tenang yang terjadi disekitar sini, kau bisa menghubungi bagian keamanan...!"
Rana mengangguk. Ya, rumah ini nyaman sekali, dan ada banyak spot nyaman untuk bersantai. Di halaman belakang yang tidak begitu luas itu juga sangat nyaman, ada kolam renang dan dia bisa bersantai menikmati udara sejuk.
Sebuah ketukan pintu mengalihkan Rana, Vitto dan Ariel. Ternyata Cahya sudah kembali tetapi kali ini dia sendirian. Vitto pun harus segera pergi dengan Ariel ke hotel untuk mengecek cctv.
"Barang-barang kita akan datang nanti, kau duduk di dalam saja biar Mario yang mengurusnya, aku dan Ariel nanti harus lergi untuk urusan penting...! Kau bersama Cahya saja ya?? Tidak apa-apa kan Ca? Kau menemani Rana???" Tanya Vitto.
"Aku datang kesini selain mengablntar anak-anak bertemu neneknya, aku juga akan membantu Rana berberes, tenang saja...!"
"Thanks Ca....!" Gumam Vitto.
Vitto dan Ariel kemudian pergi bersama-sama menuju hotel Titans milik Ariel. Cahya duduk di tempat tidur bersama Rana dan mereka mulai mengobrol, sedangkan Mario bodyguard Rana memasukkan koper milik Rana ke kamar itu dibantu oleh Tania.
"Well... Bagaimana kira-kira, apa kau akan betah tinggal disini???" Tanya Cahya.
"Harus dong...! Tetapi aku merasa bahwa kehadiranku di keluarga Vitto justru semakin mempersulit mereka... Lihatlah, entah sudah berapa kali Vitto selalu membawaku kesana kemari untuk bersembunyi, aku benar-benar merasa tidak enak Ca...! Mereka begitu baik, tetapi aku selalu merepotkan semua orang termasuk kau dan keluargamu...!"
"Sudahlah, kau ini kenapa selalu berpikir seperti itu, kita membantumu dengan ikhlas dan tidak mengharapkan apapun.." Cahya kemudian mengajak Rana untuk merapikan pakaian milik Rana di lemari agar selesai dan bisa membereskan barang-barang yang lain juga.
"Rana...! Apa suatu saat nanti kau tidak ingin menikah lagi????" Tanya Cahya sambil membuka lemari, sedangkan Rana membawa setumpuk baju miliknya di koper.
"Maybe.... Tetapi aku belum pernah memikirkan hal sejauh itu sekarang...! Yang kemarin masih terngiang-ngiang, terkadang aku masih merasakan sakit dan takut... Tetapi jalan Tuhan siapa yang tahu Ca....!" Jawab Rana seraya memberikan tumpukan baju miliknya pada Cahya.
"Vitto??? Bagaiamana apanya???"
"Bagaimana jika suatu saat Vitto tiba-tiba mengungkapkan perasaannya padamu???"
"Vitto???? Mengungkapkan perasaannya padaku??? Itu tidak mungkin hahaha....! Banyak sekali teman-temannya yang model ataupun aktris yang lebih cantik dariku...!"
Cahya tertawa. "Ini hanya perumpamaan saja, bagaimana dan akan kau jawab seperti apa???"
"Apa ya??? Tetapi ku pikir Vitto itu terlalu sempurna dengan segala yang dimilikinya, ya memang dia sangat baik dan perhatian, tetapi bukankah terlalu berlebihan jika aku bersamanya. Maksudku dia selalu dikelilingi perempuan-perempuan cantik, aku bisa melihat setiap hari puluhan panggilan diterimanya dari perempuan-perempuan itu...!"
"Hahaha tetapi kau harus tahu Ran bahwa laki-laki setia dia hanya akan menatap satu wanita saja yang dia yakini bisa menemaninya seumur hidup....! Kalian berdua selalu bersama, bertemu setiap hari, mengobrol dan terlihat cocok, itu semua bisa menumbuhkan benih-benih cinta loh...! Bisa jadi Vitto memang menyukaimu...! Lihat saja sikapnya dia sangat perhatian sekali...!!" Ujar Cahya.
Dia tahu dari Aditya jika selama ini sebenarnya Vitto itu memiliki perasaan pada Rana hanya saja Vitto masih belum berani untuk mengungkapkannya. Vitto memilik ketakutan jika dia mengatakan hal itu dan Rana menolak yang ada hubungan mereka pasti akan canggung. Jadi Vitto merasa nyaman seperti ini saja, meskipun hatinya bergejolak. Kebersamaannya dengan Rana setiap hari membuat Vitto semakin mencintai perempuan iru semakin dalam.
"Apa iya hanya karena dia baik padaku lalu dia menyukaiku??? Hahaha itu pasti hanya karena dia merasa bertanggung jawab padaku saja karena keadaanku sedang seprrti ini...!"
★★★★★
Angel menikmati makan siangnya dengan Jason. Mereka mengobrol dan tertawa sesekali ketika salah satu diantara mereka sedang bercanda. Moment seperti ini harus mereka nikmati dengan baik karena belum tentu besok bisa seperti ini lagi. Banyak hal yang harus mereka jaga dengan baik dan hati-hati agar apa yang mereka lakukan selama ini tidak sia-sia.
"Sejauh apa persiapan pernikahannya???" Tanya Jason.
"Aku hanya sedang berpura-pura berusaha mencari Wo, tempat, gaun dan lainnya, Vino menyerahkan semuanya padaku jadi aku menfaatkan itu dengan baim dengan meminta uang padanya...!"
"And thean????"
Angel terkekeh. "Aku mencari beberapa orang untuk membantuku, kemarin aku membayar salah satu temanku, aku menyuruhnya untuk berpura-pura menjadi WO dan menemui Vino, lelaki bodoh itu percaya saja dan langsung memberiku uang, 200 juta, 20 jutanya kuberikan pada temanku itu, sisanya tentu akan kita nikmati nanti.... Hahaha"
"Kau bekerja sangat keras sayang, aku bangga padamu...!"
Angel mengangguk. Dia memang akan sangat memanfaatkan semua itu karena Vino tidak pernah peduli dengan uangnya apapun yang diminta Angel, lelaki itu selalu memberinya tanpa perhitungan. Uang yang kemarin didapatkannya dari Vino masih belum seberapa, karena dia akan memintanya lagi dan lagi dengan berbagai alasan untuk persiapan pernikahan mereka. Tetapi ketika hari itu nanti tiba, Angel sudah bersiap untuk pergi meninggalkan Vino begitu saja sebelum pernikahan dengan membawa seluruh uang yang diberikan oleh laki-laki itu.
Sementara itu, Vino turun dari mobil, dia dan Papanya serta sekretarisnya sudah sampai di hotel Titans. Supirnya bergegas mengambil kursi roda Papanya di bagasi. Vino membantunya untuk duduk. Hotel ini adalah hotel mewah bintang 5 dan memiliki beberapa restoran yang terkenal juga. Itu sebabnya dia mengatur meetingnya dengan kliennya disini.
★★
.
Ponsel sekretaris Vino berbunyi, itu ternyata panggilan dari klien yang akan meeting dengan mereka hari ini. Vino menyuruhnya mengangkat dan memberitahu jika mereka akan segera sampai ke restoran.
"Iya halo, kami baru saja turun dari mobil, dan akan berjalan kesana...!" Ucap sekretaris Vino kemudian dia terdiam sesaat.
__ADS_1
"Iya, anda silakan duduk dan memesan makan siang lebih dulu kami akan sampai dalam 2 menit...!" Panggilan pun di tutup dan mereka lekas menuju restoran.
Di dalam restoran, Angel masih mengobrol dan menikmati makan siangnya dengan Jason. Seorang pria dan wanita berdiri di belakang Angel yang sedang mengobrol dengan Jason. Hingga terdengar suara yang membuat Angel dan Jason teralihkan dari obrolan mereka.
"Pak Vino dan Sekretarisnya sudah sampai, mereka akan datang sebentar lagi, mari kita duduk dan menunggu mereka...! Meja kita ada disana....!" Ucap wanita itu, dan Angel langsung menoleh ke belakang.
"Bagus, kita tidak perlu menunggu lama, berikan berkas Prakarsa's Corporate padaku, aku akan membacanya lagi...! Ayo...!"
Pria dan Wanita itupun berjalan menuju meja yang sudah di reservasi oleh pihak perusahaan Vino.
Dahi Angel langsung berkeringat dingin, wajahnya pucat dan ketakutan. "Astaga..... Itu pasti Vino.... Bagaimana ini....???" Tanyanya panik pada Jason.
Angel kemudian memandang ke arah pintu masuk, dan benar saja, dari kejauhan dia bisa melihat Vino sedang mendorong kursi roda Papanya disampingnya juga ada sekretarisnya. "Itu benar Vino.... Kita harus cepat pergi....!!!" Angel panik.
"Shiiiittt.....!" Geram Jason. "Kita mau pergi kemana, pintu keluar cuma satu....!"
"Kau disini saja, bayar makanannya, aku akan mencari cara bisa kabur dari sini....! Katakan apa saja jika dia melihatmu...!" Ujar jason, dan dia langsung beranjak dari tempat duduknya lalu berlari menuju arah toilet meninggalkan Angel.
Jason berlari hingga hambir tersandung dan semua orang melihat ke arahnya tetapi dia tidak peduli. Jason kembali berlari. Sementara Angel benar-benar takut sekali, inilah yang selama ini dia takutkan, dan dia tidak menyangka jika Vino malah berada disini juga. Angel takut, khawatir, dan juga bingung dengan apa yang harus dia lakukan aatu katakan pada Vino jika laki-laki itu menyadari keveradaannya disini. Angel kemudian memanggil pelayan dan meminta bill dan membayar makanannya dan Jason. Dia harus segera meninggalkan tempat ini, dan berharap Vino tidak menyadari keberadaannya.
Vino, Papanya dan juga sekretarisnya masuk ke dalam restoran, mereka mencoba melirik ke seluruh sudut restoran untuk menemukan klien mereka yang sudah sampai lebih dulu. Sekretaris Vino menunjuk ke sebelah kanan. "Itu mereka pak... Mari...!"
Vino mengangguk dan berjalan ke arah kanan dimana kliennya berada. Ketika sedang berjalan, Vino fokus pada Papanya tetapi tiba-tiba langkahnya smterhenti saat sekretarisnya berucap.
"Nona Angel???? Nona ada disini???" Seru Sekretaris Vino.
Vino lekas menoleh ke belakang dan terkejut. "Sayang???? Kau....!"
Angel mengernyit dan mengumpat dalam hati, Angel mengumpat sekretaris Vino yang memergokinya. Angel berdiri melempar senyumnya. "Kalian....!" Ujar Angel berpura-pura terkejut dan berusaha menutupi kegugupannya.
"Kau sedang apa???" Tanya Vino kemudian melihat meja Angel yang ada piring serta 2 gelas yang baru saja terpakai. "Kau bertemu dengan siapa??? Ada 2 gelas dan piring???"
"Ahhhh... Ini sayang aku baru saja bertemu manager hotel ini untuk melihat ballroom yang ada disini, kau kan menyuruhku untuk mencari tempat bagus...!" Jawab Angel sekenanya yang muncul di otaknya.
"Melihat ballroom??? Bukankah kau ingin kita menikah di outdoor di tepi pantai, lalu kenapa mencari ballroom???" Tanya Vino heran.
"Ahhhh iya.... Tetapi tidak ada salahnya kan kita juga mencari ballroom. .. Aku hanya berjaga-jaga saja, nanti kita kan bisa berdiskusi lagi mana yang sekiranya cocok....!" Jawab Angel berbohong lagi dan berucap begitu saja sesuai yang muncul di otaknya.
Vino tersenyum. "Kau benar juga...!" Gumamnya.
"Kalian akan makan siang disini???" Tanya Angel lagi.
"Ya, kami ada meeting bersama klien, mereka sudah menunggu disana....!"
Angel berpura-pura melihat ke arah yang ditunjuk Vino kemudian tersenyum. "Oh ya sudah, silakan saja, aku juga akan pulang....!"
Vino melangkah mendekati Angel, mengusap kepela perempuan yang dicintainya itu dengan lembut. "Ya sudah berhati-hatilah di jalan.... See you...!"
Angel pun pergi meninggalkan restoran, smeentara Vino dan sekretarisnya serta Papanya menuju meja dimaana klien mereka sedang berada.
Angel kwluar restoran dengan langkah cepat dan wajahnya jengkel dan maarah sekali. Hampir saja dia ketahuan dan beruntungnya Vino mau percaya pada ucapannya. Jika laki-laki meragukan ucapannya, maka berakhirlah semuanya, rencananya dan Vino akan meninggalkannya. Dia masih belum sepenuhnya mendapatkan seluruh yang diinginkannya. Angel bersyukur Tuhan masih menyelamatkannya dan dia serta Jason harus berhati-hati lagi.
ponsel Angel berdering. Jason menghubunginya. "Ya.... Aku ada diluar!" Ujar Angel.
"Aku juga akan keluar!"
"Hati-hati.... Jangan sampai Vino melihatmu...!"
"Tenang, aku akan menutup wajah dan kepalaku dengan hoodie, kita bertemu sebentar dan aku akan kembali ke lobi untuk check out....!"
"Baiklah, aku menunggu di area parkir....!" Angel kemudian menutup teleponnya. Dia bergegas menuju area parkir untuk bertemu Jason sebentar dan setelah itu dia akan pulang.
Jason memakai hoodie dan menutup kepalanya dengan hoodie itu. Dia melihat sekitar dan dia mengawasi Vino yang sedang duduk dan sibuk berdiskusi dengan beberapa orang. Jason pun menutup wajahnya sebisanya dengan hoodie itu dan melangkah cepat keluar dari restoran itu. Jason menghela napasnya ketika dia berhasil keluar tanpa dihat oleh Vino, dia lekas menuju area parkir untuk bertemu Angel. Ada beberapa barang yang dimintanya pada Angel, dan perempuan itu tadi lupa membawanya ke hotel dan masih berada di dalam mobil.
Sementara itu, Vitto dan Ariel memasuki area hotel dan menuju area parkir. Ariel keluar dan begitu juga dengan Vitto tetapi seperti biasa m, Vitto memakai masker dan kacamata hitam. Ariel mengajak Vitto untuk langsung menuju ruangan dimana cctv diawasi.
Jason pun setengah berlari ketika Angel melambaikan tangan ke arahnya. Angel kemudian terlihat membuka bagasi mobilnya dan mengambil barang-barang yang di pesan oleh Jason.
Ketika sedang mengobrol dengan Ariel, Vitto teralihkan pandangannya ke arah seorang laki-laki berhoodie putih. Vitto menyadari bahwa itu adalah Jason. Langkah Vitto terhenti. "Sebebtar Iel???" ucapnya.
Ariel pun berhenti. "Ada apa Vit??"
"Lelaki itu, itu adalah laki-laki yang ku maksud tadi!!!"
"Dia?? Kenapa dia berlari...!???"
"Aku curiga...!" Vitto mengajak Ariel untuk bersembunyi dan mengawasi Jason.
Vitto terkejut ternyata Jason bertemu dengan Angel. Mendapat kesempatan, Vitto mengambil ponselnya dan merekam dan memperbesarnya agar lebih jelas. Terlihat Angel memberikan beberapa paperbag pada Jason, lalu Jason mendaratkan kecupan di bibir Angel kemudian pergi.
"Brengs*k.....! Mereka benar-benar penipu....!" Gerutu Vitto.
"Kau merekamnya???"
"Iya, aku sudah beberapa kali melakukan ini ketika aku mendapat kesempatan bagus, ya ini salah satu bukti untuk menguatkan kecurigaanku pada mereka...!"
Ariel terkekeh. "Good job Vit.... Saranku, supaya lebih gampang, seluruh foto atau Video yang kau dapatkan, letakkan dalam file khusus, ya flashdisk khusus untuk menyimpan itu, salin disana...!"
"Iya aku sempat berpikir seperti itu juga....! Itu memang ide bagus...!"
__ADS_1
Sambil berjalan bersama Ariel, Vitto menghubungi Mario agar membelikannya flashdisk untuk menyimpan seluruh data hasil pengintaiannya pada Mamanya, Angel dan juga Jason.