
"Kalau kau benar-benar mau, kau bisa melakukan ini...!" Ucap Jason lagi.
"Iya.. Tapi melakukan apa sayang???"
Jason pun mulai mengatakan semua yang kemarin di instruksikan oleh Mamanya. Dimana dia harus bisa membujuk Vita agar melakukan drama untuk memancing perhatian banyak orang, lalu menimbulkan empati dari mereka. Vitto adalah seorang aktor yang sudah dikenal banyak orang, dan sangat dicintai karena ketampanannya juga prestasinya. Sedangkan Vino seorang pebisnis muda yang sukses membangun kerajaan bisnis dengan keuntungan milyaran setiap bulannya, dan memiliki ratusan kolega bisnis diseluruh penjuru negara ini bahkan luar negeri. Nama keduanya punya peran yang sangat penting, itu sebabnya harus bisa Vita manfaatkan dengan baik dengan cara membuat drama yang mempertaruhkan nama baik kedua bersaudara itu. Lalu mengadakan konferensi pers dengan wartawan sehingga mereka bisa mengangkat permasalahan ini.
Jika Vita mau melakukan itu, akan banyak orang yang tahu dan berempati padanya. Kemudian Vitto dan Vino akan menjadi bulan-bulanan mereka. Vitto mungkin akan kehilangan fans dan karirnya, begitu juga dengan Vino yang akan kehilangan banyak rekanan bisnisnya serta mengalami kemerosotan di bisnisnya. Hal itu bisa membuat keduanya pusing dan pasti akan memohon kepadamu untuk berhenti melakukan itu di depan wartawan yang bisa dilihat oleh banyak orang. Jika sudah seperti itu, Vita bisa memanfaatkan itu dengan meminta uang kepada mereka sebanyak-banyaknya, mereka akan memberinya untuk membalikkan nama baik mereka.
"Kau menyuruhku melakukan itu???? Yang benar saja??? Bagaimna jika akan semakin mengacaukan semuanya dan Vino ataupun Vitto akan semakin marah kepadaku???"
Jason terkekeh. "Mereka memang akan marah padamu, dan itu sudah berjalan lama bukan??? Tetapi jika keadaannya sesuai dengan yang kita inginkan, percayalah bahwa pada akhirnya mereka akan menyerah....! Lalu mendatangimu dan memintamu untuk berhenti melakukan semua itu...!"
Vita terdiam sesaat. "Beberapa rekanan bisnis Vino dan Papanya sudah tahu tentang apa yang dulu sudah aku lakukan, lalu bagaimana itu akan berpengaruh???"
"Oh cmon baby, dulu kau kabur membawa uang dan aset suamimu, tetapi apa yang mereka dapat??? Perusahaannya justru mengalami kesulitan setelah kau pergi, permasalahan apapun akan tetap berdampak bagi mereka, saham mereka pasti langsung anjlok dan Vino akan pusing dibuatnya....!" Ujar Jason dengan santainya, Dia memang harus benar-benar bisa meyakinkan Vita agar mau melakukan semua itu.
Jason melanjutkan ucapannya, kali ini dia membahas Vitto. Orang dilingkungan bisnis Vino memang beberapa ada yang tahu mengenai masalah apa yang dilakukan Vita dulu, tetapi tidak semuanya tahu, terlebih lagi untuk para penggemar Vitto dan juga orang-orang yang bekerja di sekeliling Vitto. Masalah dulu itu adalah sebuah aib yang sepertinya berusaha di jaga oleh Andri suami Vita dari orang luar karena ditakutkan akan menimbulkan dampak semakin buruk untum perusahaannya. Jadi jika sekarang Vita melakukan drama ini dan berpura-pura teraniaya oleh sikap Vino dan Vitto, pasti akan banyak orang yang bersimpati apalagi Vita adalah seorang ibu yang tidak akan mungkin membuat kesalahan. Semua kesalahan pasti akan dilimpahkan ke anak-anaknya.
Vita kembali memberitahu Jason mengenai Vitto dan Vino yang sudah tahu siapa dalang dari kecelakaan Vania. Vino dan Vittk tahu bahwa kenekatan yang dilakukan oleh Vania dulu adalah karena Vania memergoki dia dan Jason berselingkuh. Lalu bagaimana jika Vino dan Vitto berbalik membalasnya dengan mengungkap semua itu.
Jason tersenyum dan menanggapi dengan santai bahwa Vino ataupun Vitto tidak memiliki cukup bukti untuk meyakinkan hal itu pada orang-orang. Masalah Vania itu sudah berlalu bertahun-tahun silam, dan tidak ada bukti yang pasti, jika bukti itu ada pasti Vita sudah jadi buronan dan ditangkap. Itu sudah ditutup, hanya dijadikan sebagai kasus kecelakaan dan bunuh diri. Jadi Vita tidak perlu khawatir, Vino dan Vitto tidak akan menuntut apapun dan justru akan memohon kepda Vita agar berhenti menghancurkan karir mereka. Disitulah Vita bisa memanfaatkan keduanya dengan meminta uang sebanyak banyaknya. "So simple beib...!" Ujar Jason.
"Lalu apa yang harus dilakukan agar kita bisa memulainya??? Kau tahu kan kita harus memiliki bukti untuk ditunjukkan kepada wartawan???"
Jason bangun dan duduk menyandarkan punggungnya di ranjang. Vit ajuga melakukannya dan kembali memeluk Jason.
"Seorang pemancing harus menyiapkan segalanya sebelum berangkat ke sungai, danau atau laut untuk mendapatkan ikan, hal utama yang harus dibawa nya selain kail adalah umpan, baru ketika keduanya siap, lemparlah ke tempat yang sekiranya banyak ikannya dan bisa menarik mereka....! Artinya adalah kau harus memancing mereka lebih dulu...!" Jason tersenyum mengedipkan matanya pada Vita.
Wanita itu membalas senyuman Jason seolah mengerti maksudnya. Dia mau melakukan semua arahan Jason tetapi tentu itu semua harus dilakukan dengan persiapan yang sangat matang. Agar terjadi dan terlihat natural serta tidak menimbulkan kecurigaan dari banyak orang. Yang harus dilakukan Vita oertama-tama adalah mendatangi Vino di rumahnya juga mendatangi apartemen Vitto kemudian mulai memancing keributan disana dan diam-diam akan merekam keributan yang terjadi untuk dijadikan bukti dan ditunj👵kkan nanti ke wartawab.
***
Vitto dan para laki-laki lainnya seperti Aditya, Randy dan Danist tengah mengobrol. Aditya tadi sudah mengenalkan Vitto pada teman-temannya dan mereka langsung akrab begitu saja. Sambil mengobrol, mereka juga mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Ada playground di rumah ini, Aditya sepertinya sengaja membuat tempat bermain untuk anak-anaknya. Ada banyak mainan, perosotan, ayunan hingga trampolin mini, anak-anak tertawa dan berteriak dengan bahagia. Melihat keceriaan itu, kekesalan Vitto sebelumnya yang sempat dia rasakan menjadi hilang begitu saja. Dia tidak ingin terus mengingat kekacauan yang dilakukan oleh Mamanya. Disini setidaknya dia bisa merasa lebih baik.
"Well, kau janji bertemu dengan Ariel jam berapa Vit???" Tanya Aditya.
"Sebenarnya kemarin kami mengatur janji jam 2 untuk bertemu dan aku akan langsung kesana, tetapi tadi aku memberitahunya jika aku akan mampir kesini dulu, eh dia bilang akan ikut kesini juga, dia sedang berada di dekat sini katanya...!"
"Oh... Baguslah kalau dia kesini, bisa bergabung bersama kita juga....!"
Vitto mengangguk tetapi dia sempat mencuri pandang sekilas pada Danist. Ya, Vitto tahu Danist sekarang adalah istri Elea mantan dari Ariel. Dari ekspresi Danist, Vitto melihatnya biasa saja, mungkin hubungan mereka meang baik-baik saja, apalagi memiliki anak seperti Gienka yang sangat cantik dan menggemaskan pasti sangatlah membahagiakan.
Rana dan Cahya serta Elea juga Chitra membawa makanan ke halaman belakang, dimana mereka akan menyantap makan siang bersama-sama disana. Hari libur dan ini waktu yang bagus untuk bercengkrama dengan teman dan sahabat. Anak-anak juga sedang sibuk bermain di playground. Bau masakan itu menguar membuat siapa saja yang menciumnya akan mendekat dan tidak sabar untuk memakannya.
__ADS_1
Cahya menghampiri para lelaki yang mengobrol di taman. "Makan siang sudah siap, kita bisa makan sekarang....!"
"Oke, aku memang sudah lapar sekali...!" Ungkap Aditya kemudian mengajak lainnya untuk segera bergabung. "Anak-anak bagaimana???" Tanya Aditya.
"Aku akan mengajak mereka, kalian kesana saja dulu....!"
Cahya pun menghampiri anak-anak di tempat bermain mereka. "Hai boys, hai girls, time to lunch....!"
"No.... Mam.... No...! We're not hungry...!" Jawab Kyros dan diikuti gelengan kepala dari anak-anak yang lain.
"Aku mau cokelat saja dan biskuit...!" Sahut Kyra.
Cahya tersenyum. "Hmmm yakin tidak mau??? Tadi Amam dan Auntie Rana membuat kue yang sangat lezat, kuenya diisi dengan banana cream kemudian diatasnya ada boneka yang sangat menggemaskan yang terbuat dari marshmallow...! Yakin tidak mau???"
Cahya berdiri. "Ya sudah kalau tidak mau, Amam akan menghabiskannya dengan Apap, dan Mama Papa kalian berdua...!" Cahya menunjuk ke arah Gienka dan Louis, kemudian dia berbalik badan sambil tersenyum dan hendak meninggalkan mereka tetapi tiba-tiba sedetik kemudian ke tiga bocah itu berlari mendahuli Cahya.
Sontak Cahya tertawa dan dia berhasil membujuk mereka. Louis tertinggal karena dia belum bisa berlari. Cahya pun berbalik dan menggendong Louis untuk menyusul mereka. Cahya berteriak mengingatkan anak-anak itu agar mencuci tangan lebih dulu. Ketiganya pun beralih arah menuju sebuah kran air yang terletak di samping pohon yang hiasa digunakan untuk menyiram tanaman. Mereka bergantian mencuci tangan mereka disana. Terlihat Elea menyusul mereka membawa sabun untuk cuci tangan dan membantu mereka satu persatu.
Setelah tangan bersih, ketiga bocah itu berlari lagi menuju meja makan. Aditya langsung membantu anak-anak untuk duduk di kursi, sedangkan Cahya mendudukkan Louis di kursi khusus bayi. Rana pun segera membagikan Choux Pastry buatannya pada ke empat bocah itu, dan senyum sumringah langsung menghiasi wajah mereka. Kue menggemaskan itu benar-benar menyihir mereka sampai Kyros ingin langsung melahapnya tetapi di hentikan oleh Aditya.
"Eitsss......! Sebelum makan kita harus melakukan apa???" Tanya Aditya.
"Berdoa dulu....!" Jawab Kyros.
Semua pun tertawa. Dan mereka pun bersiap untuk menyantap makan siang yang terlihat lezat itu. Cahya menyampaikan bahwa masakan ini dimasak olehnya dibantu Rana. Dan dijamin rasanya sangat enak karena Rana adalah ahli dibidang kuliner.
"Owhhhh.... Ada pesta disini dan kalian tidak mengundangku....!"
Suara itu langsung mengalihkan pandangan semua orang. Mereka mendapati Ariel berdiri di depan pintu menatap mereka.
"Oiii kau datang tepat waktu, kemarilah pestanya belum di mulai....!" Ucap Aditya.
Ariel pun berjalan menghampiri mereka untuk bergabung. Melihat Papanya, Gienka pun berteriak memanggil namanya dengan suara gemasnya. Ariel menarik kursi dan duduk di sebelah Randy. Cahya lekas menyiapkan makanan di piring yang ada di depan Ariel. Akhirnya mereka pun makan siang bersama.
Suasana kekeluargaan bisa dirasakan oleh Vitto dan Rana ketika berada diantara orang-orang ini. Dalam hati Vitto memuji sikap Aditya yang begitu baik dan menganggap teman-temannya seperti saudara dan keluarganya sendiri. Tidak bisa dipungkiri, Aditya memang orang yang sangat baik sejak dulu, tidak ada yang berubah darinya.
Suasana makan siang sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Hanya saja yang Vitto lihat dari Ariel dan Danist, mereka berdua tidak saling mengobrol satu sama lain. Seperti ada sesuatu yang menjadi penghalang diantara mereka tetapi Vitto tidak mau terlalu memperdulikannya, mungkin mereka memiliki masalahnya sendiri.
Vitto menikmati makanan yang dimasak oleh Rana dan Cahya. Makanan ini adalah makanan kesukaannya sebenarnya, Rana membuat ini pasti karena dia akan datang menemuinya disini. Rana memang sangat pengertian. Sementara itu anak-anak tampak menikmati kue buatan Rana, bahkan mereka meminta tambah. Bentuk lucu marshmallow nya juga membuat Kyra dan Gienka enggan memakannya. Mereka terlalu menyukainya.
"Vitto... Apa kita bisa pergi setelah makan??? Karena sudah ditunggu....!" Ujar Ariel.
Vitto menelan makanannya. "Oh iya, tentu saja, kita bisa langsung kesana...!"
__ADS_1
"Tinggalkan saja mobilmu disini, kita pergi dengan mobilku saja, nanti ku antar kau kesini lagi...!"
"Serius??? Nanti yang ada aku justru merepotkanmu....!"
"Ah tidak... Tenang saja...! Lagipula hanya sebentar saja...!"
Vitto mengangguk dan meminta maaf pada Ariel karena sudah merepotkannya.
Setelah makan, Vitto dan Ariel berpamitan untuk pergi sebentar dan akan segera kembali. Ariel dan Vitto pergi berdua saja, Vittoelarang Rana untuk ikut dan menyuruhnya untuk disini bersama dengan Cahya dan lainnya.
★★★★
Vitto dan Ariel akhirnya sampai, mereka sudah ditunggu oleh pihak marketing dari cluster itu. Dan di depan juga ada truk yang mengangkut furniture, pemasangan furniture sudah dilakukan ternyata, seperti yang sudah dijanjikan oleh Ariel.
Ariel langsung membawa mobilnya masuk garasi yang ada di bawah untuk menjaga privasi Vitto. Cluster itu terdiri dari 3 lantai, hanya saja di lantai pertama dijadikan garasi.
Sedangkan pusat rumah ada dilantai 2 dan 3.
Ariel mengajak Vitto keluar dari mobil. Dan mereka langsung di sambut oleh staff Ariel. Kemudian mereka pun mulai berkeliling melalui pintu penghubung garasi ke sebuah ruangan yang cukup luas tetapi masih kosong. Ariel menjelaskan jika ruangan ini adalah ruang keluarga dan langsung terhubung dengan kolam renang di bagian belakang. Mereka menuju ke kolam renang kolam itu tidak terlalu luas tetapi sangat cozy, dan di ruang keluarga ada sebuah mini bar juga. Vitto memotret setiap bagian yang ada di rumah ini untuk ditunjukkan kepada Rana.
Vitto memutar pandangannya ke setiap sudut rumah ini. Ini bagus dan sangat nyaman meskipun memiliki halaman belakang yang tidak luas. Ariel kemudian mengajak Vitto nail ke lantai dua lewat tangga yang ada di belakang, di lantai 2 ini ada kamar serta ruangan yang bisa digunakan untuk bersantai atau ruang kerja, di bagian belakang dan dapur yang tersambung dengan ruang makan, kemudian ruang tamu ada disebelahnya.
Setelah berkeliling di lantai 2, Ariel mengajak Vitto naik ke lantai 3 dimana disana ada kamar utama yang menghadap langsung ke jalan serta beberapa kamar lain dan ruangan lainnya. Kamar mandinya juga sangaat bagus dan nyaman.
"Bagaimana Vit??? Apa kau menyukainya???" Tanya Ariel.
Vitto tersenyum dan mengangguk. "Aku sangat menyukainya Iel, Rana juga pasti akan menyukai rumah ini....!"
"Baguslah jika kau suka, kau bisa tenang, keamanan disini sangat dijaga, penjagaan 24 jam di depan, semua yang datang yang bukan penghuni di kawasan ini diperiksa identitasnya. Kau juga bebas menggunakan keamanan pribadi untuk menjaga di rumah ini...!"
"Ya, dan aku sangat menyukai suasananya juga sebenarnya...."
"Aku juga tinggal disini, rumahku ada di ujung, dan tepat di depan rumah ini adalah cluster milik keluarga Aditya, yang sekarang dihuni oleh Ibunya Cahya serta adiknya karena rumahnya sedang dalam renovasi, mereka sudah 3 bulan tinggal disana, dan Gienka juga tinggal di depan rumahku....!"
"Benarkah????" Tanya Vitto dan Ariel mengangguk.
"Ya, aku sudah disini sejak aku menjadi pemilik dari kawasan cluster ini, dan bisa dekat juga dengan putriku....!"
"Wow....!" Vitto tidak menyangka jika Ariel juga tinggal disini dan Aditya juga memiliki rumah disini. "Oke aku sangat menyukai tempat ini, tetapi aku tidak bisa menentukan berapa lama aku akan menyewa rumah ini, yang pasti sampai rumah Rana selesai...!" Ujar Vitto.
"Kau bisa menyewanya selama yang kau mau, nanti bisa diperpanjang lagi, aku sangat mengerti keadaanmu sekarang... Tenang saja, ku harap Rana juga betah tinggal disini, jika butuh apa-apa kau bisa langsung menghubungiku....!"
Vitto kemudian menandatangani surat perjanjian sewa rumah ini. Dia menyewa untuk beberapa bulan dan kata Ariel ini bisa diperpanjang lagi nanti, jika diperlukan.
__ADS_1
Melihat suasana rumah yang nyaman, Vitto juga memutuskan akan tinggal disini juga bersama Rana seperti sebelumnya saat di apartemen. Dia tidak bisa membiarkan Rana tinggal sendirian saja, Rana hamil dan sering membutuhkan bantuan. Tetapi Vitto tetap harus berhati-hati dan kejadian kemarin tidak boleh terulang lagi. Vitto juga masih harus mengambil beberapa barang miliknya di apartemennya, dia hanya membawa pakaian saja kemarin, sedangkan barang-barangnya belum dia kemasi. Apartemen itu akan dia jual jadi dia harus mensterilkan seluruh barang miliknya dari sana. Setelah dia membawa Rana kesini, dia akan datang ke apartemennya lagi untuk berkemas.