
Dengan diantar supir, Vino mendatangi lagi Bakery milik Rana. Kali ini dia berniat akan mengajak Rana untuk makan siang bersama sebagai ganti kemarin Rana memberi Vino makan malam dan membantu mengobati lukanya. Tentu saja awalnya Rana menolak ajakan Vino itu tetapi pada akhirnya Vino selalu bisa membujuk Rana agar menyetujui permintaannya.
Rana akhirmya menerima tawaran itu, dan tidak disangka pertemuan itu membawa mereka ke pertemuan-pertemuan berikutnya yang membuat mereka berdua semakin dekat.
"Aku sangat senang menghabiskan waktu denganmu."
Vino menatap Rana dengan lembut, ketika mereka makan malam bersama di akhir pekan.
Sudah lebih dari tiga bulan mereka berhubungan, sejak pembicaraan masalah bisnis yang berlanjut dengan tender kontrak dengan perusahaan Vino. Dimana mereka menjadi semakin dekat.
Bisa dikatakan hampir setiap hari sepulang kerja, atau saat makan siang juga selarut apapun Vino selalu mampir dan kemudian mereka makan bersama. Mereka sangat cocok dalam semua pembicaraan, baik menyangkut hal-hal serius seperti masalah politik negara ini, sampai ke hal santai seperti film dan musik. Setiap saat mereka bersama sangat menyenangkan dan terasa begitu cepat. Ketika mereka berpisah, Rana langsung merindukan saat pertemuan mereka selanjutnya.
Semula Rana tidak pernah berpikir bahwa Vino memiliki perasaan lebih kepadanya, dia mengira Vino benar-benar tertarik kepada kesepakatan bisnis mereka. Tetapi kemudian salah seorang staffnya menggodanya, mengatakan bahwa kalau Vino tertarik dengan kesepakatan bisnis, dia bisa saja mengirim salah satu pegawai atau sekretarisnya untuk mengaturnya, tidak usah datang sendiri, apalagi sampai mengajak Rana makan malam hampir setiap hari.
*****
Malam ini, entah kenapa Vino terlihat begitu misterius, dia banyak berdiam diri dan tidak penuh canda seperti biasanya. Dan ketika mereka sampai di restoran, Vink telah mengatur sebuah makan malam resmi yang mewah, tidak seperti makan-makan santai yang biasanya mereka lakukan setiap hari.
Dan sekarang lelaki itu menatap dirinya dengan tatapan mata serius dan penuh harap. Suaranya ketika berkata-kata terdengar serak dan lembut.
"Aku mencintaimu Rana, kau mungkin tidak percaya cinta pada pandangan pertama, tetapi aku merasakannya. Semakin lama kita melewatkan waktu bersama, aku semakin merasa yakin. Aku ingin menjadi penjagamu, aku ingin menghabiskan hidupku denganmu, melewati hari tua bersamamu, mau kah kau menjadi kekasihku?"
Rana membelalakkan matanya terkejut tetapi kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Vino, melihat keseriusan yang terpancar dari lelaki itu.
"Apa kau serius Vin??"
__ADS_1
Vino menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. "Ya Rana, aku sangat mencintaimu!"
"Akan tetapi kita belum mengenal satu sama lain?"
"Tidak perlu waktu lama untuk mengenali cinta sejati, bagaimana kau mau kan menjadi kekasihku?"
Rana menelan ludah, perasaannya bergejolak, dia juga sebenarnya mencintai Vino tentu saja, kebersamaan mereka telah menumbuhkan benih-benih cinta yang makin lama makin kuat. Dan tembakan Vino ini membuat dirinyaerasa senang dan juga tidakenyangka.
Tiba-tiba matanya terasa panas, air mata bahagia berdesakan menyeruak di sudut matanya, Rana sekali.lagi menelan ludahnya lalu menghela napas panjang, mengambil keputusan.
"Ya Vin... aku mau menjadi kekasihmu"
Lelaki itu memejamkan matanya dengan penuh kelegaan, lalu mengecup jemari Rana lembut,
"Terima kasih Rana, aku sangat mencintaimu" Bisik Vino serak, penuh cinta.
****
Dengan langkah cepat Vino melangkah menaiki tangga menuju lantai atas, ke ruangan yang terletak di ujung, dengan pemandangan indah ke arah kolam renang dan taman yang di penuhi dengan aneka bunga mawar.
Vino langsung menemui Angel, kekasih yang sangat dicintainya.
Dengan lembut Vino memijat pundak Angel yang sedang duduk di balkon kamarnya lalu memeluk perempuan itu dengan erat dan menciumi lehernya.
"Aku merindukanmu sayang" Gumam Vino dengan suara lembut membuat Angel membalikkan tubuhnya dan mencium bibir Vino. Sejenak mereka berdua menikmati ciuman itu, saling memagut dan mencecap manisnya bibir satu sama lain.
__ADS_1
Vino mengangkat Angel dan membawa kekasihnya itu ke atas tempat tidur dan mereka mulai mencumbu satu sama lain lalu melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri.
Angel seorang model cantik, memiliki postur tinggi dengan tubuh yang sangat indah. Rambutnya sebahu, dengan tampilan yang selalu menawan dan membuat lelaki manapun tidak akan cukup memandangannya hanya sekali. Bibirnya sangat seksi, dan dia adalah kekasih Vino sejak mereka duduk di bangku SMA. Angel dulu adik kelas Vino, 2 tingkat dibawahnya dan hubungan mereka bertahan sampai sekarang. Mereka sejak dulu hingga sekarang masih terus saling mencintai dan saling membutuhkan hingga tanpa ikatan pernikahan pun mereka sudah seperti layaknya pasangan suami istri. Vino tidak bisa lepas dari Angel, begitu juga sebaliknya. Vino yang dingin dan Angel yang manja membuat keduanya seperti saling melengkapi.
Tidak ada yang tidak diketahui Angel tentang Vino, mulai keluarga, permasalahan yang sedang dihadapi dan semuanya Angel mengetahuinya. Angel selalu setia mendampingi Vino dalam banyak hal, selalu setia memberi dukungan kepada lelaki itu. Seolah mereka benar-benar seperti satu ikatan. Bahkan Angel juga tahu semua rencana yang sedang Vino jalankan saat ini. Dia menjadi garda terdepan mendukungnya, walaupun dia harus sedikit bisa menahan diri, tetapi Angel yakin Vino tidak akan pernah mengkhianatinya karena Vino tidak bisa lepas begitu saja darinya.
Vino mengangkat Angel dan membaringkan kekasihnya itu di tempat tidur, dan mulai mencumbunya dengan kecupan-kecupan kecil di seluruh wajah Angel, turun ke leher dan dadanya. Meremas dada nya dengan lembut, menghisap serta memainkan dengan lidahnya. Membuat Angel menggeliat kegelian sekaligus merasakan kenikmatan yang begitu luar biasa. Tubuh Vino sudah diatas tubuh Angel dan mereka pun bercinta.
Dengan napas terengah setelah berhubungan, Angel memeluk Vino dengan erat dan kulit mereka tentu saja saling bersentuhan, membuat kehangatan semakin terasa.
"Aku sudah mengatakan padanya, dan dia lamgsung menerimaku" Gumam Vino pada Angel.
"Dia langsung menerimamu?? Kenapa kau tidak langsung melamarnya saja, dia pasti akan seperti ikan yang melihat cacing tertancap di mata pancing"
"Aku bisa saja melakukannya bahkan bisa juga langsung mengajaknya menikah, tetapi semua itu tidak bisa dilakukan dengan buru-buru, bisa-bisa rencanaku gagal dan dia menghindariku, akan sia-sia semuanya"
Ya, jebakan Vino pada Rana sudah berhasil, perempuan lugu itu dengan.mudahnya menerima cintanya, membuat Vino muak tetapi dia senang karena semua usahanya selama ini mendekati Rana sudah selangkah berhasil hanya tinggal menunggu waktu untuk melaksanakan rencana terbesarnya. Dukungan Angel juga semakin membuat Vino senang, Angel selalu ada untuknya. Dan selain pembalasan Vino, Angel juga ingin melakukan hal yang sama seperti Vino, karena bagaimanapun Rana juga adalah bagian kelam dari masalalu.
"Hmmm kau benar, lalukan saja apa yang menurutmu pas dan benar, aku selalu bersamamu sayang, ahhhh aku mencintaimu Vino" Ujar Angel dan mulai menggesek-gesekkan tubuhnya ke tubuh Vino membuat lelaki itu menjadi menegang lagi dan tentu saja mereka bercinta sekali lagi.
__ADS_1