
Keesokan harinya, Vino datang dengan orang yang akan menyewa rumah Rana. Setelah melhat dan berkeliling orang tersebut menyukai rumah Rana, dan nanti akan menghubungi Vino perihal kelanjutannya. Rana hanya tinggal terima beres saja, dan semua akan diurus oleh Vino, begitu juga surat perjanjiannya nanti.
Setelah mengantar orang itu sampai depan, Vino kembali masuk ke dalam rumah Rana. Vino tersenyum menghampiri Rana yang ada di kamar. "Dia nanti akan menghubungiku dan aku akan langsung membuat surat perjanjiannya...!" Gumam Vino
"Aku pasrahkan saja kepadamu, kau urus semuanya...! Oh iya kapan kau akan mengantarku mengurus sim card ku???" Tanya Rana.
Vino sudah memberikan Rana ponsel baru dan juga nomor baru. Sementara karena sama-sama sibuk, Vino juga belum bisa membabtu Rana mengurusnya. Bukan sibuk, tetapi Vino memang sengaja mengulur waktu untuk melakukannya.
"Itu mudah sayang, kita urus setelah pernikahan saja, 3 hari lagi kita kan menikah, sabar saja...!"
"Iya..." Jawab Rana singkat, kemudian dia menyandarkan kepalanya di dada Vino. Tinggal menghitung hari, Rana akan menjadi istri dari Vino. Dia akan memulai hidup barunya dan tugasnya sebagai seorang istri. Rana sangat bahagia bukan karena Vino adalah pria kaya, tetapi dia bahagia karena akhirnya doanya selama ini di kabulkan oleh Tuhan dimana dia selalu meminta agar dipertemukan dengan laki-laki yang baik, dan Vino adalah jawaban dari segala doanya. Rana sangat mencintai Vino, dan laki-laki itu sudah banyak membawa kebahagiaan untuknya.
"Terima kasih Vino, karena kau sudag hadir dihidupku dan membawa warna baru, aku sangat bahagia sekali...!" Gumam Rana pelan.
"Kenapa berterima kasih? Aku sangat mencintaimu jadi aku harus selalu membahagiakanmu...!"
Rana tiba-tiba terisak. Vino melepaskan pelukannya dan menyeka airmata di kedua pipi Rana. "Kau kenapa menangis sayang???" Tanya Vino
" Aku akan menikah denganmu tetapi aku tidak memiliki siapapun lagi, aku jadi teringat dengan kedua orangtuaku.... Andai saja mereka masih ada, pasti amereka akan sangat bahagia melihatmu denganku....! Ibuku selalu mengatakan jika orang yang baik pasti akan mendapatkan jodoh yang baik pula...! Itu sebabnya aku selalu berusaha untuk jadi orang yang baik, beruntungnya aku karena aku bertemu dengan orang yang luar biasa seperti dirimu...! Terima kasih...!" Ucap Rana.
__ADS_1
"Kenapa kau mengatakan itu lagi??? Justru akulah yang harusnya berterima kasih karena bertemu denganmu, kau adalah perempuan yang sangat luar biasa yang pernah aku temui.... Jangan khawatirkan apapun, karena aku akan srlalu menjagamu dengan baik...!" Vino mengusap lembut punggung Rana.
"Permainanku untuk menghancurkanmu sudah ku mulai sejak kita berkenalan, semakin hari kau akan semakin tahu siapa aku...!" Gumam Vino dalam hati.
★★★★★
Keesokan harinya, Vino menemui Rana lagi dirumahnya. Vino sudah melarang rana untuk pergi ke bakery dan berfokus untuk mengemasi pakaiannya sebelum nanti di bawa ke rumahnya. Selain datang untuk menemui Rana, Vino juga datang membawa surat perjanjian sewa rumah Rana. Vino menjelaskan jika penyewa itu hanya akan menyewa selama 6 bulan saja sementara, tetapi jika dia merasa nyaman dia akan memperpanjangnya nanti. Begitulah penjelasan dari Vino pada Rana.
Vino kemudian mengajak Rana untuk datang menemui penyewa itu dan melakukan pembayaran serta tanda tangan berkas-berkas itu, sayangnya Rana menolak datang dan meminta agar Vino saja, karena dia masih belum selelsai berkemas sehingga Rana engga meninggalakan pekerjaannya itu. Mendengar penolakan Rana, Vino pun meminta Rana untuk membaca dengan baik surat perjanjian itu sebelum menandatanginya. Rana mengambil surat itu dan mulai membacanya dengan seksama. Sebenarnya Rana sendiri merasa tidak perlu membacanya karena dia sangat percaya dengan Vino, akan tetapi Vino meminta Rana agar tetap membacanya. Setelah membaca itu, Rana kemudian membubuhkan tanda tangan diatas materai.
Setelah itu Vino pun berpamitan pada Rana untuk pergi menemui penyewa itu. Tetapi sebelum itu, sebenarnya Vino akan pergi ke kantornya sebentar. Ada hal yang ingin Vino lakukan dengan surat itu seperti yang sudah dia rencanakan sebelumnya.
Vino memang tidak perlu diragukan lagi mengenai menyusun rencana jahatnya. Semua akan dia lakukan dengan hati-hati dan sangat cermat. Dan itu selalu berhasil, kali ini juga pasti akan berhasil lagi.
Untuk biaya dari sewa itu akan langsung dibayar dimuka oleh oenyewanya. Rana meminta agar uang itu bisa digunakan seluruhnya untuk disumbangkan ke panti asuhan, itu sebagai bukti rasa syukur Rana. Uang yang tidak seberapa itu Rana ingin gunakan hal-hal yang baik nantinya juga sebagai ladang pahala untuk Rana. Vino pun langsung setuju dan siap melakukan apapun lagi untuk Rana.
★★★★★
Akhirnya hari yang ditunggu tiba juga. Pernikahan itu luar biasa mewah dan istimewa. Dihadiri oleh beberapa irang saja termasuk Veronica yang terlihat sangat bahagia sekali dengan pernikahan itu. Rana dan Vino berdiri di pelaminan dan terlihat bahagia sekali.
__ADS_1
Senyum Veronica juga tidak kalah mengesankan. Dia memeluk Rana erat dan memuji kecantikan serta mendoakan Rana.
"Aku bahagia sekali Rana, kau jadi kakak iparku.... Akhirnya kau dan Vino menikah juga...!" Veronica memeluk erat Rana meluapkan seluruh kebahagiaannya.
"Aku juga sangat bahagia Ve... Thanks ya atas semua bantuanmu.... Ini luar biasa...!"
"Kamar pengantin juga sudah aku siapkan...! Ku harap kau menyukainya....!" Ujar Veronica.
"Ya ampun Ve... soryy aku dan Vino merepotkanmu...!" Timpal Rana.
"Tidak sama sekali.... Ahhh astaga senangnya aku punya kakak ipar sekarang...!" Veronica kembali memeluk Rana dengan wajah bahagianya.
Setelah menikmati hidangan bersama para tamunya, Veronica pun mengajak Rana untuk masuk dan beristirahat lebih dulu. Membiarkan Vino diluar bersama dengan teman-temannya. Tidak elok jika mengganggu obrolan mereka.
Mereka memasuki kamar pengantin yang sudah didekorasi dengan mewah oleh dekorator terkenal. Sekali lagi Veronica menunjukkan hal luar biasa pada Rana.
Kamar itu dioenuhi dengan bunga yang mengelilingi seluruh sudut kamar Vino Rana dibuat takjub oleh hal itu dan kembali mengucaokan terima kasih pada Veronica. Sementara Veronica tersenyum penuh kemenangan, karena dia dan Vino akhirnya menyelesaikan juga tugas awal mereka. Dan Penderitaan Rana akan dimulai malam ini juga.
Veronica kemudian meminta Rana agar mandi dan berganti pakaian sementara dia akan pulang sehingga Rana bisa menikmati malam pengantinnya dengan baik.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian dengan gaun tidur warna putih miliknya, Rana duduk dengan ragu di atas ranjang. Vino belum masuk daritadi karena masih banyak tamu di luar meskipun waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Para tamu itu adalag petugas pernikahan serta saksi dan teman dekat Vino. Rana tadi masuk bersama Veronica karena dia kelelahan sejak pesta mewah tadi, sedangkan Vino masih harus menemani tamu-tamunya demi kesopanan.
Sampai diluar, Veronica alaias Angel itu memanggil Vino. Mereka pun berdiri di sudut lain dan berbicara tentang apa yang akan dilakukan oleh Vini malam ini pada Rana. Vino bingung tetapi kemudian terlihat seksama mendengarkan Angel yang sedang menjelaskan apa yang harus dilakuka oleh Vini setelah ini. Vino mengangguk dan membiarkan Angel untuk pulang, sementara dia akan melakukan tugasnya malam ini sesuai dengan intruksi Angel.