Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 345


__ADS_3

"Jangan khawatir.... Semua nya akan sesuai dengan keinginan kita... Siapapun pengacara nya faktanya tetap sama bahwa Reino tidak pantas sama sekali bisa mendapatkan hak asuh Naufal.... Kita pasti akan menang melawannya.... Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mempertahankan Naufal.... Please jangan khawatirkan apapun... " Ucap Vino.


Jelas sekali terlihat dari ekspresi wajah Arindah bahwa dia sangat ketakutan, khawatir dan juga sedih. Vino menepikan mobilnya, berhenti dan dia memeluk istrinya serta menenangkannya. Vino mengusap kepala Arindah. "Calm down... Everything is gonna be okay..."


"Aku takut Vin... rekam jejak pengacara itu sangat bagus... "


"Eiiittsss.... Memang bagus tetapi fakta nya di masalah yang kau hadapi ini tidak bisa untuk di pungkiri bahwa kau sangat jauh lebih berhak daripada Reino.... Sekarang fokus bekerja lagi, aku sangat yakin pengacara kita juga adalah orang-orang yang hebat, dan mereka selalu bekerja sepenuh hati, itulah kenapa aku dan keluarga ku selalu mempercayakan kepada mereka tentang permasalahan berat yang kami hadapi, dan mereka tidak pernah mengecewakan kami.... Kebenaran tidak akan pernah kalah... Kita harus berusaha dan berdoa agar Tuhan melancarkan jalan kita... "


Vino merasa marah sekali dan menahan nya, jika bisa dia sangat ingin menghajar Reino. Lelalki itu sama sekali tidak bisa membiarkan Arindah hidup dengan tenang. Melihat istrinya seperti ini, Vino sangat mengkhawatirkan Arindah.


****


Di tempat lain......


Sejak tadi Rana sibuk menyiapkan sarapan untuknya dan juga Vitto di dapur. Mereka masih punya waktu sekitar 2 sampai 3 jam sebelum nanti di jemput dan melanjutkan jalan-jalan di hari ke dua. Vitto tadi bangun lebih awal dan lelaki itu sekarang sedang berada di belakang rumah. Terlihat sedang mengisi pagi nya dengan olah raga kecil, seperti push up, split jump dan sekarang sedang sit up. Sarapan sudah selesai dia buat, dan tinggal menyiapkan di meja makan, tetapi Rana justru memilih berdiri di depan jendela dan melihat ke arah Vitto yang sedang sibuk dengan aktifitas pagi nya.


Rana menggenggam cokelat di tangannya, berdiri mematung menatap ke luar jendela sambil memakan cokelat. Melihat Vitto berolah raga membuatnya selalu takjub. Tubuh atletis suami nya itu selalu membuat Rana menelan ludah. Menggoda dan sangat sexy sekali. Apalagi dada bidang Vitto yang sangat luar biasa. Dan Rana selalu menikmati ketika bercinta dengan Vitto, selain kenikmatan yang begitu luar biasa yang dia dapatkan, Rana juga sangat menikmati tubuh teIanjang suami nya, memeluknya, mengusapnya hingga menciumi nya, Rana selalu melakukannya.


Dan saat ini Vitto sedang sit up, tetapi mata Rana bukan berfokus pada apa yang di lakukan Vitto, melainkan berfokus pada apa yang ada di bawah perut Vitto. Terlihat sedikit menyembul di dalam celana nya. Hal itu membuat Rana senyum-senyum, membayangkan betapa luar biasa nya apa yang ada di balik celana itu, sesuatu yang selalu membuatnya tergila-gila pada Vitto, besar, panjang, berurat dan rasanya begitu nikmat sekali. Bahkan semalam dia dan Vitto tidak tidur hingga dini hari karena sibuk bercinta. Service Vitto tidak pernah sebentar, selalu lebih dari setengah jam, bahkan jika Vitto mengkonsumsi permen penambah stamina, Vitto bisa bertahan sekitar satu jam baru meledak. Dan setelah meledak, akan beristirahat sebentar dan berlanjut lagi hingga beberapa ronde tanpa merasa lelah. Rana benar-benar sangat menikmati percintaannya dengan Vitto, apalagi Vitto sangat romantis juga selalu melakukan penetraasi sebelum bercinta, hingga tidak pernah Rana merasa bosan.


Vitto sudah selesai sit up, dan terlihat berbaring dalam diam untuk menormalkan napasnya. Melihat itu, Rana lekas mengambil pitcher berisi air dan membawa nya keluar agar Vitto bisa meminumnya. "Sudah selesai???" Tanya Rana lalu duduk di kursi.


Vitto menoleh dan tersenyum, kemudian berdiri dan menghampiri istrinya. "Sudah...." Jawab Vitto dan mengambil segelas air yang di pegang Rana, lalu meminumnya sampai habis. Vitto meletakkan gelas itu di meja, dan duduk berhadapan dengan istrinya. "Sarapannya sudah siap,tinggal menata di meja saja... Kau lapar??? Kalau begitu aku akan menyiapkannya sekarang... "


"Ah tidak-tidak... Aku ingin beristirahat dan memulihkan tenaga dulu, lebih baik kau mandi, dan biar aku nanti yang menata nya di meja..."


"Tidak apa???" Tanya Rana.


"Tidak apa-apa sayang, lihatlah dirimu, kau bau bawang hehe jadi pergilah mandi... Aku istirahat sebentar.."


"Oke baiklah.... Apa iya aku bau bawang???" Rana terlihat mendengus mencium aroma tubuhnya sendiri. "Ya sedikit bau bawang. .. Kau mau aku mandi dulu...??? Kau tidak mandi???" Tanya Rana.


Vitto tersenyum. menggelengkan kepala nya. "Aku istirahat sebentar, setidaknya keringatku hilang baru aku mandi, kau saja dulu... " Ucap Vitto.


"Kau yakin???" Tanya Rana.


"Iya... Kau mandi dulu tidak apa..."


"Oke baiklah aku akan mandi dulu..." Rana beranjak dan kembali masuk ke dalam rumah.


Vitto menuang air di gelas dan meminumnya lagi. Naoasnya sedikit terengah tetapi itu hal yang biasa ketika dia selesai berolah raga. Setelah merasa cukup, Vitto membawa gelas dan pitcher ke dalam rumah, meletakkannya di atas meja dapur. Dan dia melihat Rana memang sudah menyiapkan sarapan, hanya tinggal meletakkan saus di mangkuk dan di sajikan di meja makan, karena yang lainnya sudah ada di atas piring.


Vitto dengan sigap menuang saus alpukat yang di buat oleh Rana ke mangkuk. Ada juga roti yang sudah di panggang, ada smoke beef yang sudah di tumis, ada juga telur mata sapi dan salad. Serta jus yang juga sudah ada di gelas. Vitto membawa semua ke meja makan. Merapikan nya sehingga nanti dia dan Rana tinggal menyantapnya. Selesai itu, Vitto menuju ruang tengah dan duduk di sofa sambil menonton televisi, menunggu Rana selesai mandi, sekaligus dia akan memulihkan lagi tenaga nya. Vitto masih sedikit lelah setelah berolahraga.


Di dalam kamar mandi, Rana menyalakan shower air hangat, mengguyur tubuhnya dengan air itu, menggosok rambutnya turun ke wajahnya lalu ke dada nya, tetapi tiba-tiba Rana terdiam mematung di dalam shower box. Dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Beberapa detik kemudian, dia melihat ke sekelilingnya, untuk mencari sesuatu. Dia lalu keluar dari shower box dan mengambil handuk lalu memberikan ke tubuhnya.


Rana keluar dari kamar mandi, dan dia membuka lemari di kamar, seperti sedang mencari sesuatu tetapi tidak menemukannya. Rana kemudian keluar kamar untuk mencari Vitto dan menanyakan sesuatu kepada suaminya itu. Di ruang makan dia melihat makanan sepertinya sudah ada di meja makan, dan Vitto tidak ada di luar. Menandakan lelaki itu sudah masuk ke dalam. "Sayang......!!!" Panggil Rana, terdengar suara televisi menyala di ruang tengah. Rana bergegas kesana.


Benar saja, Vitto ada disana dan sedang berbaring di atas sofa menonton televisi. "Ya...!!" Jawab Vitto. "Ada apa??? Kok mandi nya sudah selesai??? Tumben cepat???" Tanya Vitto.


"Belum selesai... Aku baru mengguyur tubuhku dengan air saja, aku lupa untuk mengambil body scrub ku, jadi aku sedang mencari pouch yang berisi peralatan mandi ku, itu pouch yang berwarna biru, kau tau dimana??? Aku mencari nya dan tidak ada..." Rana berjalan menghampiri suami nya.

__ADS_1


Vitto mengernyit. "Tidak ada??? Kok tidak ada??? Kau meletakkannya dimana sayang??? Bukankah kemarin kau sudah mengambil shampo dan juga facial wash mu??? Dan kalau tidak salah pouch itu ada di kamar mandi, aku melihatnya.."


"Ya, aku hanya mengambil itu dan membawa nya ke kamar mandi, tetapi aku tidak membawa body scrub nya, aku lupa menaruh pouch nya dimana... " Rana tiba-tiba naik ke sofa dan duduk di atas paha Vitto. Rana juga menggerakkan pinggulnya maju mundur sambil tersenyum nakal kepada Vitto.


Vitto memalingkan wajahnya dan tersenyum. "Kau mencari pouch mu yang berisi body scrub atau kau mencari hal lain???? Karena yang aku ingat, pouch itu ada di meja wastafel... Lalu apa maksudmu menanyakannya padaku???" Tanya Vitto menyelidik.


"Kau tidak peka...!" Gumam Rana. "Aku sejak tadi menunggumu di kamar mandi, berharap kau menyusulku dan mandi bersamaku... Dan tadi aku juga sudah memberimu kode saat kau menyuruhku pergi mandi, tetapi kau sama sekali tidak peka dan merespon..." Gerutu Rana.


Vitto terkekeh. "Astaga... Hahaha jadi kau ingin mengajakmu mandi bersama, tetapi kenapa tidak langsung mengatakannya saja, supaya aku langsung mengerti maksudmu... Kau tinggal meminta nya.. Sorry sorry... "


Rana memalingkan wajahnya dengan ekspresi kesal. Tawa Vitto pun pecah. Dia sama sekali tidak sadar makna dari kata-kata Rana tadi. Dia mungkin terlalu sibuk memulihkan tenaga nya sehingga tidak tahu jika Rana mengajaknya untuk mandi. "Sorry sorry... Itu karena tidak biasanya kau yang meminta dulu, aku jadi tidak terlalu mengerti maksudmu... Hahaha tetapi kenapa tumben sekali??? Apa semalam masih belum cukup membuatmu puas, kita semalam bermain 3 ronde. Masih kurang???" Tanya Vitto.


"Aku selalu merasa senang dan tertarik sekali sebenarnya setiap melihatmu sedang berolah raga... Kau terlihat Sexy, semakin tampan dan juga menggoda... Apalagi saat kau sedang mengangkat beban berat, atau sedang pull up, bagian ini selalu menonjol dan aku ingin memegangnya seperti ini..." Rana terus menggerakkan pinggulnya maju mundur dan kali ini tangannya mengusap pe'niis Vitto yang sembunyi di balik celana lelaki itu.


"Tetapi aku tadi tidak sedang mengangkat burble atau sedang pull up???" Tanya Vitto.


"Tapi tadi kau sit up, dan ini sedikit nyembuI di balik ceIana mu... Perutmu, dadamu dan pe'niis mu begitu luar biasa, aku jadi ingin bermain denganmu lagi...."


Vitto terkekeh. "Jika kau benar-benar ingin, kau tinggal bilang saja sayang... Jangan malu-malu, nanti yang ada kau justru malu-malu in.. Hehehe... Jadi sekarang kau ingin aku mandi denganmu???? " Tanya Vitto.


Rana menggelengkan kepala nya. "Ini sudah ereeksi... Kita harus menyelesaikannya sekarang...!" Ujar Rana yang langsung melepas handuk yang membelit tubuhnya lalu melemparnya ke lantai. Sehingga di hadapan Vitto dia tidak lagi mengenakan apapun.


"Wow.... Kau nakal sekali...." Ucap Vitto dan dia langsung menangkap kedua pay*dara Rana. Mereemas nya, dan memainkan putiingny dengan jari nya.


. Tangan lembut Rana mulai bermain lagi dan bergerak naik turun membuat pe'nis itu perlahan ukurannya semakin membesar. Jemari Rana bergerak di ritme pelan, tetapi lama kelamaan bergerak dengan cepat hingga suara Vitto tersenggal dan juga mengerraang karena rasanya sangat nikmat. Vitto masih memilih untuk berbaring dan membiarkan Rana mengekpIorasi dirinya


"Aku yang akan menguasaimu sekarang... " Ucap Rana, kemudian turun dari atas paha Vitto. Melepas celana lelaki itu. Rana kemudian membungkuk dan langsung membuka mulutnya kemudian menguIum milik Vitto.


Rana melepaskan mulutnya dan terbatuk-batuk, tetapi ada senyum di wajah nya, senang menatap Vitto yang keenakan. Rana pun kembali melakukan hal yang sama lagi selama beberapa detik dan melepaskan mulutnya. Dia lagi-lagi terbatuk-batuk tetapi memilih kembali melakukannya. Melihat wajah Vitto yang sm bahagia dengan apa yang di lakukannya, Rana pun juga ikut senang, karena membahagiakan seorang suami dengan sesuatu yang intiim dan memuaskan adalah tugas seorang istri.


Selain mulut, Rana juga menggunakan tangannya untuk bermain di milik Vitto. Dia benar-benar di buat gila oleh Vitto, dan selalu menginginkan lelaki itu.


Setelah merasa puas dan di rasa cukup, Rana mengecup milik Vitto, lalu membungkuk dan melepaskan celana Vitto,elemparnya ke lantai kembali naik ke atas paha lelaki itu.


Rana mulai memegang lagi peniis suami nya lagi sambil tersenyum genit. "Besar dan panjang untuk selalu bisa memuaskanku...." Gumam Rana. "Kau diam saja, dan aku akan bermain dengan bantengku... "


Rana mengarahkannya ke vaagina nya, berusaha untuk menenggelamkannya.


"Aaahhhhh....!!!" keduanya mendesah bersamaan saat milik mereka menyatu.


Rana pun bergerak naik turun dengan sangat lambat, dia memejamkan matanya dan mendessah keenakan. "Ohhhh.... Ohhh..... Uuuuhhh....!"


Vitto tersenyum menatap kecantikan istrinya yang berada di atasnya. Rana sangat luar biasa ketika seperti ini, dan Vitto tidak pernah puas melihat wajah keenakan Rana seperti ini.


"Sssshhhh... Ahhhhhh ohhhh....." Racau Rana lagi.


"Kau suka...?????. " Tanya Vitto dengan napas yang tersenggal.


"Hmmmm...... Ya.... Aku sangat menyukai nya....!!" Jawab Rana.


Vitto memegang pay*dara Rana menekan-nekannya sementara Rana terus bergerak naik turun dan maju mundur, sesuka hatinya. Vitto hanya diam menikmati permainan istrinya tetapi dia tidak berhenti mengerang karena gerakan Rana sudah sangat ahli, dan Rana tahu apa yang harus di lakukannya untuk mendapatkan kepuasan.

__ADS_1


"Uhhhhh Astaga.... Nikmat nya.... Uhhhh....... Ahhhhh... "


Rana terus bergerak dengan santai dan lambat, menikmati setiap inci kelembutan milik Vitto yang memenuhi nya di dalam sana. Terasa begitu lembut tetapi keras dan urat-udat yang melingkupi nya membuat sensasi yang begitu luar biasa. Cukup lama Rana bergerak dengan ritme lambat sampai akhirnya ritme nya mulai sedikit cepat sampai sangat cepat hingga akhirnya tubuh Rana menegang serta dia mengerang panjang menandakan bahwa dia telah mencapai lagi puncaknya.


Vitto bangun dan dalam posisi setengah duduk kemudian mendorong tubuh Rana ke belakang, menjadikan istrinya itu sekarang berbaring, tetapi tidak saling melepaskan miliknya.


"Giliranku.... Nikmati sekaligus beristirahat... Kau pasti lelah tadi bergerak begitu agresif...." Ucap Vitto.


Vitto tengkurap di atas Rana, mencium bibir Rana, kemudian bergerak maju mundur dan Rana semakin menggeliat sambil mengerrang.


Perempuan ini begitu menggaiirahkan. Rana membuka lebar kedua paha nya.


Vitto mulai bergerak dengan ritme cepat, hingga bunyi sentuhan dari kulit mereka berdua terdengar keras, semakin menambah geIeyar sensasi panas membara yang mendera keduanya. Mereka tidak berhenti mendesaah, mengerrang hingga setengah berteriak karena rasa dan sensasi nya luar biasa nikmat sekali. Setelah puas dengan posisi itu, Vitto meminta berganti posisi yaitu posisi doggy. Vitto ntu langsung menyanggupi nya dan meminta istrinya agar bisa mengatur posisi nyamannya.


Vitto mendekat ke arah pingguI istrinya yang sudah siap, kemudian menggesekkan peniis nya di kIitoris Rana, perlahan dan hati-hati, mendorong miliknya masuk ke dalam tubuh Rana.


"Jangan bergerak... Biar aku saja... " Ucap Rana.


Vitto tidak bergerak, tetapi justru Rana yang menunggiing, bergerak maju mundur dengan ritme pelan, pelan dan pelan masih dengan di iringi erangaan yang menambah suasana menjadi lebih intiim. Lama dan semakin lama derakan Rana menjadi sangat cepat hingga suara sentuhan kulit mereka begitu keras dengan di iringi desaahan kedua nya.


"Ya ampun...... Uhhhhhh ya... Hmmmpppttt..... Terus bergerak sayang.... Jangan berhenti.... " Teriak Vitto dengan suara setengah berteriak. Terlalu nikmat hingga sejak awal kedua nya berteriak seperti orang kesurupan.


"Ahhhh..... Oh ya Tuhan.... Aku benar-benar bisa gila jika kau selalu memberiku kenikmatan seperti ini setiap hari sayang.." Teriak Vitto lagi.


"Tetapi aku sudah gila sejak awal kau melakukan hal ini dulu.... " Sahut Rana. "Ahhh... "


"Sekarang kau yang diam dan nikmatilah aku, kita harus mencapai nya bersama-sama.... " Ucap Vitto.


Rana berhenti dan kali ini Vitto yang bergerak. Ritme nya sangat cepat sekali, hingga Rana harus menecengkeram punggung sofa. "Astagaaaa........ Ohhhh... "


Vitto mulai merasa pening di kepala nya, menandakan bahwa dia akan mencapai puncaknya. "Aku akan sampai.... Apa kau juga???" Tanya Vitto.


"Tahan.... Bergeraklah lebih cepat....!!" Jawab Rana.


"Oke....."


Vitto semakin mempercepat gerakannya. Suara mereka semakin tidak karuan, dengan di iringi suara kulit mereka yang juga ikut beradu.


Hingga akhirnya kedua nya sudah tidak bisa lagi menahan diri.


"Ooohhhh.... Ohhh.... A... ku.... . " Ucap Rana.


Tubuh Rana menegang dan mengeraang panjang. "Ahhhhhhhh.....!!!" Di ikuti suara Vitto yang tersenggal ketika dia mengeluarkan dan menyemprotkan cairan hangat di dalam tubuh istrinya.


Vitto memeluk punggung Rana, dan napas mereka sama-sama terengah. "Thanks sayang... " Ucap Vitto.


"Thanks juga... " Ucap Rana.


Mereka kemudian saling melepaskan diri dan pergi ke kamar untuk mandi bersama. Dan di dalam kamar mandi pun, mereka melanjutkan lagi sesi percintaan mereka. Dan ketika selesai mereka baru mandi, berganti pakaian dan akan sarapan bersama sambil menunggu di jemput dan jalan-jalan.


****

__ADS_1


__ADS_2