
Akhirnya selesai juga, Vino sudah mengganti pakaiannya lagi. Sejak pagi dia sudah melakukan shoot untuk ini, dan berganti pakaian beberapa kali menyesuaikan tema juga berganti ke dua lokasi berbeda. Dimana lokasi terakhir adalah studio milik Edward. Vino melakukan ini untuk menjalankan rencana nya saat pertunangannya dengan Angel nanti, itulah kenapa dia menghabiskan seharian untuk ini dan rela meninggalkan pekerjaannya. Agar sukses tanpa di curigai oleh Angel.
Vino keluar dari ruang ganti dan dia akan menemui Edward untuk mengecek hasil jepretan kamera Edward. Meskipun tahu saat ini dia belum bisa mengatakan rencananya pada Edward karena ada Angel, tetapi nanti dia akan memberi tahu nya.
"Bagaimana Ed???" Tanya Vino saat memasuki ruangan Edward dimana Edward sedang menatap layar komputernya.
"Hai Vin... Masuklah...! Aku sedang mengeceknya dan besok akan mengeditnya." Jawab Edward.
Vino mendekat ke Edward dan berdiri di belakang lelaki itu. Edward ternyata mengecek foto-foto.
"Berapa lama akan selesai???" Tanya Vino lagi.
"Besok selesai, dan lusa kau bisa melihat hasilnya...!" Jawab Edward.
"Baiklah langsung kirim file nya padaku, aku akan memprosenya lagi, tetapi jika kau mau membantuku memproses itu, pasti akan lebih baik...!" Ujar Vino.
Kening Edward berkerut. "Memproses lagi???? Maksudnya???"
"Bagaimana hasilnya????" Angel tiba-tiba muncul dari pintu membuat Vino mengurungkan niatnya menjelaskan pada Edward.
"Aku akan menghubungimu nanti..." Ucap Vino dengan suara pelan pada Edward.
Edward sendiri masih bingung tetapi dia mencoba mengerti dan Vino seoertinya memiliki rencana yang entah apa itu. Angel mendekat ke Vino yang berdiri di belakang Edward dan ikut melihat ke layar komputer Edward. Senyum Angel mengembang di wajah cantiknya. Dia terlihat cantik dan Vino sangat tampan, benar-benar sangat serasi.
__ADS_1
"Cepat edit ya Ed, aku tidak sabar juga untuk melihat video nya...!" Ujar Angel.
"Aku usahakan selesai dengan cepat...!"
"Oke Ed, ini sudah malam sekali, kita harus pamitan dulu, aku akan menunggu hasilnya.. Segera kirim...!" Ucap Vino kemudian menyalami Edward yang sudah berdiri.
"Oke..!"
Vino dan Angel kemudian keluar dari ruangan Edward untuk pulang. Mereka benar-benar lelah sekali, dan Vino juga ingin segera beristirahat. Semuanya sudah selesai dan di siaokan, besok Vino akan menghubungi Vitto untuk meminta file yang ada di laptop Vitto yang sebelumnya sudah dia lihat, file berisi foto dan video Angel.
★★★★
Rana membuka matanya. Sinar matahari menyelinap masuk di balik gorden. Rana mengerjapkan matanya, sadar bahwa dia ada di kamarnya bukan lagi di rumah sakit. Sebuah tangan kekar melingkar ke perutnya tetapi tidak terlalu erat. Napas teratur seseorang juga mengalun lembut di telinganya. Perlahan Rana menoleh mendapati Vitto masih terlelap dengan sangat tampan di sampingnya. Rana tersenyum. Lelaki ini memangkah sangat tampan, bahkan ketika tidur juga wajah damai dan tenangnya membuatnya semakin terlihat luar biasa. Vitto. Lelaki ini selalu ada di sampingnya dan sangat mencintainya. Rana tidak berhenti bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan Vitto untuknya. Lelaki yang begitu baik, perhatian dan selalu membuatnya merasa nyaman dan harinya semakin bahagia. Tidak ada kata-kata yang bisa Rana gambarkan untuk saat ini selain bersyukur dan bersyukur. Dia sudah kehilangan banyak hal di hidupnya bahkan juga bayi yang di kandungnya, tetapi dukungan dan kehadiran Vitto membuatnya semakin kuat menghadapi hari-harinya.
Rana menoleh menatap Vitto dalam senyum penuh cinta, perlahan tangan halusnya mengusap dahi lelaki itu yang langsun membuatnya berkerut tetapi Vitto tidak membuka matanya dan masih terlelap. Rana kemudian beralih mengusap pipi lelaki itu. Dahi Vitto kembali berkerut dan beberapa detik kemudian lelaki itu membuka matanya.
"Good morning tukang tidur...!!" Sapa Rana.
Vitto mengernyit dan mengerjapkan matanya. Vitto kemudian tersenyum mendapati Rana ada di depannya. "Morning sayang...Kau sudah bangun...! Ahhh...!" Gumam Vitto.
Vitto terkekeh. "Kau gemas melihatku??? Apa kau pikir aku seorang bayi??? Kau ini..!"
Rana mengecup bibir Vitto. "Bangun dan mandi lah... Aku akan siapkan sarapan...!"
Rana hendak bangun tetapi di tahan oleh Vitto. "Sarapan apa??? Kau masih sakit, masalah sarapan itu gampang, aku akan membuatnya sendiri, kau istirahat saja ya...?!" Vitto membalas kecupan Rana lalu bangun dari tempat tidur. "Kau cuci muka dan kembali istirahat, aku akan mengantar sarapan untukmu...!" Vitto menecup keninga Rana kemudian meninggalkan kamar Rana untuk.mandi dan membuat sarapan.
Vino masih belum mengijinkan Vitto untuk ke kantor jadi Vitto akan menghabiskan hari nya dengan Rana saja di rumah. Hal yang sama juga di lakukan oleh Papa mereka. Vino memaksa Papa nya agar tidak ke kantor dan berpura-pura sakit agar Angel merasa senang dengan hal itu.
Sekitar satu jam.kemudian, Vitto membawa nampan berisi oatmeal dengan aneka berries di atas nya seperti yang menjadi kesukaan Rana. Ada juga segelas jus dan juga air untuk Rana meminum obatnya, agar luka bekas jahitannya cepat kering. Vitto mengetuk.pintu, dari dalam Rana mempersilahkannya untuk masuk. Rana sedang duduk bersandar di tempat tidur, tersenyum lebar ketika Vitto masuk.
"Oatmeal dengan berries juga jus delima untuk perempuan tercinta ku...!" Ucap Vitto.
"Terima kasih lelaki tercinta ku...!"
__ADS_1
Vitto meletakkan nampan di atas meja, lalu mengambil jus dan memberikannya pada Rana. Perempuan itu meminum jus delima buatan Vitto kemudian meletakkannya di atas meja. Vitto kali ini menyuapi Rana dengan oatmeal yang juga sudah di buatnya tadi.
"Aku sekarang sudah tidak harus bersembunyi atau menutup wajahku ketika keluar... Aku ingin pergi ke pantai...!" Gumam Rana.
"Ingin ke pantai???"
Rana mengangguk. "Kita pergi ke pantai ya kapan-kapan???"
Vitto tersenyum. "Baiklah kita akan pergi tetapi setelah kau benar-benar sembuh, aku tidak mau mengambil resiko jika kau belum sembuh sepenuhnya...!"
"Iya... Tapi benar ya kau akan membawaku pergi kr pantai??? Sudah lama sekali aku tidak kesana...!"
"Aku akan membawamu, tetapi seperti tadi kau harus sembuh total.. Minum obat dengan teratur dan juga istirahat total...!"
Wajah Rana sumringah sekali. "Enaknya kemana ya???" Gumamnya.
Vitto tampak berpikir. Tetapi kemudian dia teringat sesuatu, itu sepertinya bagus untuk liburannya dengan Rana. Tempat itu bagus dan memiliki pantai pribadi, sunset dan sunrise nya juga luar biasa. Dan Vitto berpikir bahwa sepertinya dia juga harus melamar Rana disana, disaat matahari terbenam dan itu akan jadi hal yang luar biasa nantinya.
"Sayang....!" Panggil Rana pada Vitto yang justru melamun.
Vitto terlonjak. "Eh iya...!"
"Kok melamun???" Gerutu Rana.
Vitto tersenyum. "Aku sedang berpikir pantai mana yang harus kita datangi nanti..."
"Lalu apa kau sudah menemukan jawabannya???"
Vitto mengangguk. "Tahun kemarin aku datang ke tempat itu untuk menjenguk Aditya, dia tinggal disana bersama istri dan anaknya saat sakit..!"
"Maksudnya???" Rana terlihat bingung.
"Aditya punya villa di tepi pantai, itu sangat bagus dan indah sekali, aku datang kesana untuk menjenguk Aditya yang tinggal disana untuk recovery dan aku menginap disana, villa itu punya pantai pribadi, sunrise dan sunset nya cantik sekali, sepertinya disana tempat yang cocok untuk kita pergi. .. Bagaimana???"
__ADS_1
"Jika itu memang bagus, ya sudab kesana saja...!"
Vitto tersenyum. "Oke... Aku akan menghubungi Aditya nanti, sekarang habiskan sarapanmu...!"