Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 226


__ADS_3

Vino mengendarai mobilnya, dia dan Vitto sedang dalam perjalanan pulang mengantar Vitto setelah dari kantor pengacara mereka. Vino sebenarnya ingin menemui Angel tetapi kata pengacara nya ini bukan waktu yang tepat karena Angel masih dalam pemeriksaan. Vitto sedang zibuk dengan ponsel nya, dia sebenarnya sedang menunggu Rana membalas pesannya tetapi perempuan itu belum juga membalasnya sejak tadi.


"Vit...!" Panggil Vino, membuat Kakaknya menoleh tanpa ekspresi.


"Ada apa???"


"Setelah ini kau mau pergi kemana???" Tanya Vino lagi.


"Kenapa kau ingin tahu sekali aku akan pergi kemana???"


Vino tersenyum. "Bukan begitu, aku hanya bertanya saja... Siapa tahu kau akan menemui Rana, aku ingin ikut..! Kau jahat sekali tidak mau memberitahu ku kemana Rana tinggal, padahal aku benar-benar ingin menjenguknya, bahkan sampai saat ini aku belum melihat kondisi nya...!"


"Dia pasti baik-baik saja... Lagipula kenapa kau memaksa sekali, bukankah dia sudah mengatakan padamu bahwa dia tidak ingin di ganggu olehmu..!"


"Sudah berapa kali aku mengatakan padamu bahwa aku todak akan mengganggu nya, aku hanya ingin melihat keadaannya.. Kau benar-benar keterlaluan.. Lagi pula sebenarnya kau ini ada hubungan apa dengan Rana??? Kau selama ini hanya membantu nya kan? Tetapi kenapa kau menganggap dirimu seperti seorang pahlawan yang selalu ada di sampingnya dan selalu ikut campur dalam urusannya, kau juga yang mengurus renovasi bakery Rana, memberi Rana tempat tinggal, kau yang selalu menenangkannya... Aku heran sekali...! Apa hubunganmu dengannya..."


"Cih....!!" Vitto kemudian terkekeh. "Yang membuat Rana kehilangan tempat tinggal dan juga tempat usaha nya itu siapa??? Dan siapa juga yang harus menanggung semua kerugian Rana??? Lalu sekarang kau bertanya mengenai hal itu??? Mau mu sebenarnya apa???" Ejek Vitto.


Wajah Vino langsung berubah kesal mendengar ejekan Vitto terhadapnya. "Oke.. Oke... Aku memang bersalah, kau dan Papa yang harus menanggung semua kesalahanku itu... Dan aku sudah menyesali semua kesalahanku itu tapi kau selalu mengungkitnya dengan terus mengejek ku." Ucap Vino kemudian dia. menoleh ke arah kakaknya dengan sedikit kesal tetapi mencoba menahannya.

__ADS_1


"Dan daripada seperti itu, lebih baik aku mengganti semua uang yang sudah kau dan Papa keluarkan untuk merenovasi Bakery Rana dan pembelian tempat tinggal Rana yang baru, berapa totalnya??? Aku akan mengganti nya saat ini juga...! jadi impas dan kau tidak perlu terus bersikap seperti ini dengan mengambil tanggung jawab Rana, aku akan menebus kesalahanku pada nya ddngan memperbaiki semua nya...!" Imbuh Vino lagi.


Vitto kembali terkekeh. "Keangkuhanmu yang seperti ini yang membuatku muak...! Berhentilah bersikap keras kepala, dan belajarlah menghargai orang lain. Lalu apa kau pikir dengan melakukan semua itu, akan bisa mengembalikan keoercayaan Rana kepadamu? Tidak bisa semudah itu Vin, setidaknya kau bisa mengerti akan hal itu... Bersikaplah dengan bijak dan jangan mengutamakan keegoisanmu, Rana sudah banyak mengalami kesulitan, jadi sekarang biarkan dia menjalani kehidupannya tanpa gangguan dari siapapun termasuk dirimu...!"


"Lalu kau akan terus bersikap sok pahlawan di depan Rana?? Begitu???" Tanya Vino lagi.


"Aku tidak pernah sama sekali bersikap menjadi pahlawan untuk Rana, aku melakukan semuanya dengan tulus, membantu nya melewati segala kesulitan yang di hadapi nya saat dia berpisah darimu, itu saja... Jika orang lain beranggapan seperti itu ya terserah mereka..."


"Munafik..." Gumam Vino.


"Terserah apa katamu saja...! Orang kolot sepertimu tidak akan pernah mengerti dengan hal semacam itu, hentikan mobilmu..!" Pinta Vitto pada adiknya.


"Kenaoa aku harus berhenti???" Tanya Vino.


Vino tidak mengindahkan perintah Vitto dan terus mengemudikan mobilnya.


"Vino.... Aku bilang hentikan mobilnya sekarang juga...!!" Kali ini Vitto berteriak dengan suara yang penuh kemarahan.


Akhirnya Vino menghentikan mobilnya di tepi jalan. Tanpa bicara, Vitto langsung membuka pintu mobil dan keluar. Vino bingung tetapi dia juga melepaskan seatbelt nya dan menyusul Vitto yang saat ini sudah berada di luar mobil. "Vit... Vitto...! Kau kenapa turun disini...???" Teriak Vino kemudian menghampiri Kakaknya yang saat ini seperti nya sedang marah besar.

__ADS_1


"Vit... Masuklah lagi...!" Vino menarik tanagan Vitto.


Vitto melepaskan pegangan Vino dengan kasar. "Pergilah... Aku bisa pulang sendiri dengan taksi...!"


"Kau seerti anak kecil saja, ayo masuk..!" Pinta Vino lagi.


"Aku sangat muak jika harus berdebat denganmu mengenai Rana, kau seperti tidak ada topik lain untuk bahasan.. Rana Rana dan Rana lagi, kau selalu memaksakan kehendakmu untuk mengetahui kehidupan Rana saat ini... Kau selalu saja memancing perdebatan denganku...!" Vitto melambaikan tangannya untuk menghentikan sebuah taksi kemudian meninggalkan Vino begitu saja.


Sudah habis rasanya kesabaran Vitto untuk menghadapi sikap pemaksa Vino. Setiap membahas Rana, Vino selalu saja sengaja memancing keributan dan di sebabkan oleh hal yang sama. Padahal Vitto sudah seringkali mengatakan agar jangan mengganggu privasi Rana dan membiarkan Rana tenang tanpa Vino harus merecoki dan masuk lagi ke kehidupan perempuan itu.


Vitto juga malas jika harus menjelaskan hubungannya dengan Rana saat ini kepada Vitto. Karena yang jelas itu akan semakin memperkeruh keadaan. Dan Vino pasti akan terus mencari cara untuk bisa berdebat dengannya lagi. Akan sangat menyusahkan sekali apalagi saat ini dia dan Rana akan memulai persiapan untuk menikah, dan Vitto enggan untuk berurusan dengan Vino yang selalu saja bersikap menyebalkan.


Sementara itu, Vino hanya bisa terdiam melihat Kakaknya marah kepada nya. Tetapi kemudian dia sadar dan langsung masuk kembali ke mobilnya. Kemudian mengikuti taksi yang di naiki Vitto. Vino berpikir bahwa seperti nya Vitto marah kepadanya karena dia tadi membahas Rana dan memaksa kakaknya itu agar terbuka dan memberitahu dimana Rana tinggal. Tetaoi Vitto selalu saja menghindar dan tidak mau memberitahu. Vino bingung harus bagaimana untuk menemukan keberadaan Rana, dia sudah coba mengikuti Vitto tetapi itu gagal karena dia hanya selalu mendapati Vitto pulang ke rumahnya.


Vitto tidak habis pikir dengan Adiknya. Bagi nya ini sangat keterlaluan, kenapa dia tidak mau menyerah dan berhenti untuk mengejar Rana. Ini membuat Vitto harus bisa mempercepat persiapan pernikahannya dengan Rana. Mengikat Rana akan membuat keadaan tidak semakin runyam seperti sekarang. Vino tidak akan mau menyerah begitu saja, sebelum ada sesuatu yang bisa membungkamnya. Selain itu, Vitto tidak ingin Rana semakin gelissah dengan hal ini.


Todak sengaja Vitto melihat kaca spion taksi, dan dia mendapati mobil Vino ada di belakang, menandakan bahwa Vino mengikutinya. vmVitto mengernyit dan merasa semakin kesal dengan apa yang dilakukan oleh Vino. Sekali lagi Vino tidak menyerah untuk mendapatkan apa yang di inginkannya. Vitto khawatir jika nanti Vino akan ke rumahnya dan masuk.lalu mendapati Rana ada disana. Dia hariba menghubungi Rana agar tidak keluar atau beraktifitas di luar kamar.


Vitto mengambil ponselnya dan mengecek pesannya yang ternyata belum juga di baca oleh Rana. Entah kemana perempuan itu sejak beberapa jam lalu belum juga di baca.

__ADS_1


Vitto akhirnya memilih untuk menghubungi pelayan dan menyuruh mereka memberitahu Rana agar tidak keluar dari kamar. Pelayan nya menjelaskan jika Rana saat ini masih tidur di dalam kamarnya dan masih belum keluar sejak tadi, tidur Rana nyenyak hingga membuat pelayan itu tidak tega membangunkannya.


Vitto kemudian menyuruh oelayannya agar berjaga di sekitar kamar, takut nanti Rana bangun bersamaan dengan kedatangannya dan juga Vino di rumah.


__ADS_2