Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 16


__ADS_3

Vino menelan ludahnya dan menoleh ke arah Angel, mereka berpandangan tetapi dengan cepat Angel menyadari bahwa sepertinya pemilik restoran ini ada hubungannya dengan Rana. "Wah senang sekali bisa bertemu dengan anda lagi, ini sepupuku Vino, aku sedang ada masalah jadi dia menenangkanku dengan memelukku...!" Ujar Angel dengan lancarnya.


"Iya Jean... Angel ini adik sepupuku...! Aku benar-benar tidak tahu jika ini adalah restoranmu padahal aku juga kesini beberapa waktu yang lalu, Angel bilang masakan disini enak itu sebabnya dia mengajakku kesini lagi....!" Ujar Vino dengan memcoba tersenyum menutupi kegugupannya.


Vino benar-benar tidak menyangka jika ini adalah restoran milik Jeany. Andai dia tahu pasti dia akan menolak keras permintaan Jeany untuk makan siang disini. "Shiiit...!" Gumam Vino dalam hati.


"Kau ini bagaimana kak? Dia juga menyapa kita waktu pertama kali kita kesini, ah ya saat itu kau sibuk sekali dengan ponselmu jadi kau tidak memperhatikan jika ada nona ini mendatangi meja kita saat itu...!" Angel menjelaskan ke Vino dengan tetap berusaha tersenyum.


Saat itu juga Jeany akhirnya ingat kenapa kemarin saat pertama kali melihat Vino dia seperti pernah mekihatnya sebelumnya dan inilah jawabannya sekarang. Vino ternyata pernah datang ke restorannya, pantas saja dia merasa tidak asing. Tetapi Jeany menaruh curiga dengan gerak-gerik dari dua orang yang ada dihadapannya ini, entah kenapa seperti ada yang janggal. Mereka berpelukan layaknya sepasang kekasih tetapi tadi mereka bilang bahwa mereka adalah saudara sepupu. "Kalian sudah 2 kali datang kesini dan selalu bersama-sama, apa kalian sedekat itu???" Tanya Jeany lagi.


"Angel bekerja di kantorku, jadi kami memang sering makan siang bersama, kenapa Jean kau bertanya seperti itu?"


Jeany tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak...! Makanan pesanan kalian sudah datang silakan dinikmati, aku permisi dulu....!" Jeany meninggalkan Vino dan Angel untuk kembali ke ruangannya.


Ketika Jeany sudah pergi, Vino langsung mengumpat pelan, dan dia benar-benar kesal karena sudah seceroboh ini. Andai saja saat itu dia memperhatikan Jeany, mungkin hari ini dia tidak mau lagi datang ke tempat ini. Sementara Angel sangat penasaran siapakah Jeany itu dan ada hubungan apa dengan Rana.


Vino kemudia menjelaskan semuanya kepada kekasihnya itu bahwa Jeany adalaha sahabat Rana dan semalam mereka bertemu dan makan malam bersama. Disana juga Jeany menjadi saksi ketika dia melamar Rana.


"Shiiit....! Aku sangat takut jika dia menceritakan ini pada Rana? Hancur sudah usaha kita sejauh ini...!" Gumam Vino.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak tahu sayang dan tidak menyangka, harusnya kita lebih berhati-hati tentang hubungan kita, aku juga akan mulai menjaga sikap ketika berada di luar...!" Ujar Angel.


"Aku tidak nafsu makan! Kita pergi dari sini dan kita bahas lagi langkah selanjutnya...! Ayo kita ke kantor lagi..!" Vino kemudian memanggil pelayan dan meminta bil kemudian membayarnya dan mengajak Angel pergi.


Vino bisa merasakan kecurigaan yang ditunjukkan oleh Jeany tadi itu sebabnya dia mulai merasa tidak tenang. Vino benar-benar takut jika Jeany melaporkan hal ini kepada Rana lalu usahanya selama ini mendekati Rana akan gagal. Dia sudah melangkah sejauh ini dan jika gagal itu sudah pasti menghancurkan semuanya.


Angel sudah masuk ke dalam mobil, Vino juga menyusul kemudian dan menutup pintu mobilnya dengan keras hingga membuat Angel terkejut. Tetapi Angel tahu bahwa mood kekasihnya itu sedang sangat buruk. Mereka berdua benar-benar tidak menyangka jika hal seperti ini akan terjadi karena mereka sama sekali tidak pernah membayangkan atau memikirkan kemungkinan buruknya selain hanya takut jika Vitto lah yang akan menggagalkan ini jika lelaki itu sudah kembali.


Vino terus menggeram kesal selama perjalanan kembali ke kantornya. Dia bisa melihat jika Jeany adalah perempuan yang cerdas dan benar-benar mengkhawatirkan, sangat jauh berbeda dengan Rana yang sangat mudah untuk di kelabuhi. Dari cara Jeany tadi mempertanyakan hubungannya dengan Angel pun, Vino langsung bisa merasakan kecurigaan serta keingintahuan dari Jeany yang sangat tinggi. Terlebih lagi Rana sangat mempercayai Jeany, Vino sangat takut Jeany akan jadi orang yang akan mempengaruhi Rana untuk meninggalkannya bahkan ketika dia belum sempat menjebak Rana dalam pernikahan.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang untuk mengatasi masalah ini? Aku yakin Jeany akan cerita kepada Rana" Ungkap Vino kemudian membuka pembicaraan dengan Angel.


"Kau tidak tahu sayang, bahwa Jeany adalah orang yang paling dipercaya oleh Rana! Aku tidak yakin itu akan berhasil....! Kacau ini sangat kacau.... Shiiit....!" Gerutu Vino lagi.


Vino dan Angel sama-sama terdiam lagi dan tampak berpikir mencari cara lain mengatasi permasalahan ini. Vino memukul-mukul kemudi mobilnya masih dengan raut wajah kesal dan penuh kemarahan. Vino sangat marah kepada dirinya sendiri, hal sebesar ini harusnya tidak boleh terjadi. Sementara Angel juga tidak berhenti berpikir apa yang harus dia lakukan. Semuanya harus segera dicari solusinya sebelum semakin besar dan menghancurkan semuanya.


Sampai akhirnya, Vino menoleh ke arah Angel. Tiba-tiba saja dia menemukan sebuah ide yang sepertinya bagus walaupun cukup beresiko tetapi dia tidak punya pilihan lain. Memanfaatkan kepolosan dan kebodohan Rana adalah hal yang paling bagus.


"Sayang....! Aku punya ide bagus...!" Gumam Vino.

__ADS_1


Sontak Angel langsung menoleh ke arahnya. "Ide??? Ide apa???"


Vino kemudian menejelaskan semuanya kepada Angel dan ini harus dilakukan dengan baik sebelum Rana mendengarkan cerita dari Jeany. Dia dan Angel harus mengambil keputusan besar ini sekarang juga. Angel menghela napasnya dan dia mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Vino.


"Oke baiklah jika itu yang harus dilakukan...! Kita coba saja...!" Jawab Angel kemudian.


★★★★★★


Vino membatalkan niatnya untuk kembali ke kantor dan saat ini dia sudah menghentikan mobilnya tepat di depan bakery milik Rana. Dia dan Angel turun dari mobil kemudian masuk ke dalam Bakery itu bersama-sama. Ketika memasuki Bakery milik Rana itu, Angel mengarahkan pandangannya ke seluruh sudut dari tempat itu. Dia masuk dengan rasa penasaran yang tinggi, dan langsung disapa sangat ramah oleh salah seorang pegawai kemudian di persilahkan untuk memilih atau apakah ada yang ingin Angel tanyakan. Tetapi kemudian wajah pegawai itu berubah ketika melihat Vino berdiri di belakang perempuan cantik yang baru masuk itu.


"Eh pak Vino... Selamat siang...!" Sapa pegawai itu.


Vino melempar senyumnya yang manis itu. "Siang...! Rana ada???" Tanyanya kemudian.


"Oh mbak Rana ya? Ada, dia sedang ada di dapur, sebentar saya panggilkan...!"


Pegawai itu lekas ke belakang, ke bagian dapur untuk memanggil Rana. "Maaf mbak Rana, di depan ada pak Vino, dia datang bersama seorang perempuan cantik"


"Perempuan cantik???" Rana mengernyit kemudianenyuruh oegawainya itu agar kembali ke depan dan dia akan mencuci tangannya lalu menyusul untuk menemui Vino. Rana bingung siapa perempuan yang di bawa kesini oleh Vino.

__ADS_1


__ADS_2