Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 88


__ADS_3

Vino terdiam, dia tidak mengatakan apapun selain menunduk. Kebenaran yang sama sekali tidak ada di dalam pikirannya. Dan kebenaran sebesar itu disimpan rapat oleh Papanya. Ada perasaan bersalah dihati Vino pada Rana. Perempuan yang tidak bersalah itu justru menjadi pusat kebenciannya selama ini. Tetapi masih ada yang mengganjal dihati Vino bagaimana Papanya bisa mengetahui apa yang sudah dilakukannya pada Rana. Dan bagaimana Papanya bisa menemukan Rana.


"Bagaimana Papa bisa menemukan Rana???" Tanyanya kemudian dengan suara pelan.


"Tidak penting bagaimana Papa bisa menemukan dan mengetahui segalanya, walaupun selama ini Papa diam tetapi Papa tahu apa saja yang sedang kau lakukan"


"Apa Vitto yang memberitahu Papa tentang segalanya????" Tanya Vino lagi, seakan dia tidak puas dengan jawaban Papanya.


Papa Vino melempar senyumnya. "Vitto terlalu sibuk dengan dunianya, ya, dia memang pernah mengatakan pada Papa bahwa kau mengajaknya untuk balas dendam dengan kepergian adik kalian, dan dia menolak dengan keras dengan alasan putri dari supir taksi itu tidak bersalah dalam hal ini, Vitto bahkan sampai saat ini tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tetapi dia bijak dan tidak seenaknya sendiri sepertimu...! Dan Papa memberitahu tentang hal ini hanya padamu karena kau sudah melakukan kesalahan besar...! Kau harus Papa hentikan sebelum semakin menggila....!"


"Papa jangan terlalu menghardik diriku, dalam hal ini aku tidak sepenuhnya bersalah... Wajar jika aku berbuat demikian sementara aku sama sekali tidak mengetahui apapun...!"


"Papa tidak bermaksud menghardikmu, karena Papa juga sadar bahwa ini juga kesalahan Papa, hanya saja Papa meminta kepadamu agar jangan lagi menumbalkan Rana, lepaskan dia, urusan rumah dan tempat usahanya yang sudah kau hancurkan itu akan menjadi tanggung jawab Papa, lepaskan dia dengan baik seperti ketika kau mengajaknya menikah, biarkan dia menjalani hidupnya dengan tenang...! Kau mencintai kekasihmu Angel, jadi Papa tidak bisa memintamu bertahan dengan Rana, penderitaannya sudah terlalu banyak dan berat... Lepaskan dia!"


"Baiklah Pa....!" Gumam Vino pelan.

__ADS_1


Papanya benar, dia memang harus melepaskan Rana, saat ini tidak ada alasan lagi untuk mengikat Rana. Lagipula untuk apa juga mempertahankan Rana yang tidak dia cintai. Membawa Rana dalam dunianya juga tidak ada gunanya. Rana sama sekali tidak masuk dalam kriterianya. Selama ini Vino hanya mencintai Angel, dan selamanya Angel adalah cintanya. Mengenai hal ini Vino nanti akan menceritakan semuanya kepada Angel, sehingga kekasihnya itu bisa tahu dan mengerti bahwa saat ini mereka sudah tidak ada urusan lagi dengan Rana.


Dan selama ini yang menjadi benalu dan penyakit adalah Mamanya sendiri. Vino masih tidak mempercayainya tetapi itu adalah faktanya. Setiap mengingat Mamanya, Vino selalu membuyarkan ingatannya itu dan mengalihkan mengingat hal lain, karena Mamanya sudah meninggalakan luka begitu dalam untuknya, Vitto juga Papanya, tetapi setelah mengetahui hal ini, ternyata Mamanya juga adalah penghancur kehidupan dari Vania. Membenci Mamanya???? Vino sangat membencinya sebelum mengetahui kebusukan lainnya dari sang Mama. Sekarang Vino semakin membencinya, bahkan jika dia suatu hari bertemu dengan Mamanya itu, mungkin dia akan langsung menampar atau bahkan menghajarnya. Bisa-bisanya Mamanya melakukan hal serendah itu, dan tidak merasa bersalah sama sekali terhadap Vania.


Vino masih ingat dengan jelas wajah Mamanya ketika Vania meninggal, dia tidak menangis tetapi saat itu Vino berpikir bahwa Mamanya memang mencoba terlihat kuat. Tetapi inilah alasan dibalik ketiadaan air mata Mamanya di hari dimana Vania meninggal.


Vino tahu bahwa Papanya melarangnya dan Vitto untuk membenci Mamanya, tetapi Vino tetap saja membenci dan muak menyebut wanita itu sebagai Mamanya. Apa yang sudah dilakukannya sangat tidak termaafkan. Dulu di usianya yang sudah lebih dari 40tahun dia malah melakukan hal tak terpuji dengan laki-laki yang seumuran dengan putranya. Harusnya di usia seperti itu dia bisa menikmatinya dengan baik, mencurahkan segala kasih sayang kepada anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa, bukan malah memberi contoh yang tidak baik. Kesalahan begitu besar dan begitu buruk yang sudah dilakukan oleh Mamanya, bagaimana bisa Vino tidak membencinya.


Ketika jam makan siang tiba, Vino keluar kantornya dan dia tadi sudah mengirim pesan kepada Angel agar mereka bisa bertemu di salah satu restoran untuk membahas Rana. Angel pun setuju, dan sekarang Vino sedang menuju ke restoran itu.


Mendengar itu, Angel sangat terkejut sekaligus takut. Takut Papa Vino juga mengetahui segala tentang Jason atau bahkan tentang dirinya. Tetapi meskipun takut setengah mati, berusaha untuk menutupi ketakutannya dan berpura-pura terkejut dengan fakta yang baru saja dikatakan oleh vino.


"Jadi selama ini kita salah....??? Tetapi itu juga sepenuhnya tidak salah sayang, kau tidak tahu kebenaran itu, dan kau melakukan ini untuk Vania....! Papamu tidak bisa sepenuhnya menyalahkan dirimu, iya kan???"


"Ya kau benar, dan Papa juga mengatakan bahwa dia juga ikut bersalah tentang hal ini...."

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya???" Tanya Angel.


"Aku akan memberikan perceraian yang diinginkan Rana, tidak ada gunanya juga mempertahankannya sementara faktanya dia ataupun keluarganya tidak bersalah... Lagipula ini pernikahan sandiwara dan aku tidak pernah menginginkannya menjadi istriku, aku hanya menginginkan dirimu saja untuk hidupku..."


Angel tersenyum. "Kau manis sekali....!"


"Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, memang tidak ada gunanya juga berhubungan lagi dengan si bodoh itu... Ngomong-ngomong hal apa yang kau pikirkan setelah mengetahui semua ini???" Tanya Angel menelisik.


"Tidak ada..! Aku hanya akan semakin membenci wanita tua itu, dan dia sama sekali tidak pantas dipanggil Mama, dia pengkhianat, dan aku sangat membenci orang seperti itu....!" Geram Vino.


"Bagaimana dengan pria itu?? Pria yang kabur bersama Mamamu, sejauh apa Papamu mengetahui semua itu?"


"Aku tidak tahu sejauh apa yang jelas aku bisa pastikan Papa mengetahui lebih banyak lagi, meskipun dalam kondisi sakit seperti saat ini, Papa bukanlah orang yang akan diam, otaknya selalu dia gunakan dan koneksinya banyak sekali, bahkan aku tidak tahu bagaimana dia bisa bertemu dengan Rana kemudian mengetahui segalanya, ku pikir dia punya banyak mata-mata disekitarku dan Vitto....! Mencari jnformasi mengenai si brengsek itu juga bukan hal yang sulit bagi Papa...! Kau pasti tahu itu..."


Angel tersenyum, dan tiba-tiba saja jantungnya berdetak sangat cepat. Angel sangat khawatir sekali bahwa Papa Vino juga sudah tahu banyak tentang Jason, bahkan mungkin juga tahu tentang hubungannya dengan Jason. Itu benar-benar mengancam sekali, dan Angel tidak bisa membayangkan bagaimana jika kedoknya terbongkar dan Vino juga mengetahui segalanya. Vini bisa marah besar keoadanya dan mengakhiri hubungan mereka, lalu Angek tidak bisa lagi menikmati kesenangan materi dari Vino.

__ADS_1


__ADS_2