Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 92


__ADS_3

"Vino....!" Panggil Papanya.


Vino yang sedang memeriksa laporan perusahaan pun menoleh dan tersenyum. "Iya Pa....!"


"Rana tidak menuntut apapun darimu, bahkan tidak melaporkanmu tentang apa yang sudah kau lakukannpadanya, apa kau tidak berniat meminta maaf atau sekedar memberikannya kompensasi atas tempat usahanya yang sidah terbakar karena perbuatanmu???..."


"Apa bedanya kalau Papa yang memberikannya, Papa tahu dia ada dimana bukan? Lagipula uang Papa dan Vino kan sama saja...!"


"Kau juga kenapa harus menipu Rana perihal rumahnya yang kau sewakan? Kenapa sampai harus seperti itu, kenapa kau tidak berpikir dampak besar yang harus dia hadapi sekarang...!"


"Itu sudah berlalu Pa, aku kan sebelumnya tidak tahu kebenarannya...!" Vino menghela napasnya. "Oke, aku akan memberikannya tempat tinggal untuk sementara sebagai ganti rugi perihal rumah kecilnya itu, dan aku juga akan memberikan kompensasi 500 juta untuk Bakery mungilmya, kurasa 500 juta itu juga nominal yang lebih dari cukup untuknya bahkan mungkin dia bisa membeli 3x lipat dari sebelumnya, aku akan menyuruh sekretarisku mengurus itu dan akan papa bisa berikan pada Rana....!"


"Tidak perlu, Rana pasti akan menolaknya, Papa hanya ingin agar kau meminta maaf padanya, tetapi melihat sikapmu seperti ini lebih baik tidak perlu saja, karena Papa bisa melihat bahwa tidak ada penyesalan sama sekali darimu...!"


"Aku mengabulkan permintaannya untuk bercerai, kupikir itu sudah cukup dan aku juga tidak perlu minta maaf, karena aku tahu Papa pasti sudah meminta maaf atas diriku padanya, karena Papa sendiri dalam hal ini juga bersalah...!"


"Lanjutkan pekerjaanmu....!" Ujar Papa Vino. Baginya tidak ada gunanya juga berdebat panjang lebar dengan putranya itu, karena Vino memang akan sangat sulit dibantah.


Sementara itu Vino mencoba kembali fokus kepada pekerjaannya. Dia sedang tidak dalam keadaan baik saat ini, dan Papanya justru kembali mengajak membahas Rana yang semakin membuatnya kesal saja. Kemarin Angel pergi lagi ke luar negeri untuk urusan pekerjaannya dan kekasihnya itu masih belum memberi kabar hingga saat ini, itu sebabnya mood Vino hari ini sedang tidak baik.


Angel sudah berpamitan dengan Vino sebelumnya dan mengatakan bahwa dia akan pergi ke Singapura untuk menghadiri launching suatu produk. Vino ingin ikut sekaligus ingin liburan untuk menghilangkan kejenuhannya setelah permasalahannya dengan Rana, tetapi Angel menolak keinginan Vino, karena dia hanya akan berada disana 3hari saja lalu akan pulang. Dan Angel berjanji setelah dia kembali nanti, dia akan mengikuti kemana Vino akan mengajaknya pergi untuk liburan. Vino kemudian memutuskan bahwa mereka akan liburan ke Jepang selama satu minggu. Ya, sekarang Vino harus sedikit bersabar, menunggu sampai Angel kembali.


Mengenai hal itu, untuk kali ini Angel tidak berbohong. Dia memang pergi untuk urusan pekerjaan tetapi dia tentu tidak hanya pergi lalu kembali dengan tangan kosong. Sambil menyelam minum air, dia pergi kesana juga untuk pekerjaan lainnya juga. Apalagi jika bukan pekerjaan spesialnya menemani para customer istimewanya yang mana itu menghasilkan banyak uang dan barang-barang mahal. Tetapi tetap dia harus selalu berhati-hati agar Vino tidak mengetahui hal itu. Sebelum kesana tentu Angel sudah menghubungi pria pengusaha yang beberapa kali sudah pernah menyewanya untuk ditemani. Mendengar itu, pria itu langsung senang dan dia akan menyambut Angel seperti biasanya. Membooking hotel mahal yang ada disana untuk mereka tinggali beberapa hari lalu menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


★★★★★


Setelah melakukan perjalanan hampir 2 jam, Vitto dan Rana akhirnya sampai. Mereka sudah ditunggu oleh supir. Dan sebelum ke hotel, Rana meminta kepada Vitto agar mereka ke rumah sakit lebih dulu untuk menjenguk Jeany. Wajah Rana terlihat pucat dan tadi dia mengeluh mual juga pusing, mungkin itu adalah efek dari jetlag karena Rana menatakan bahwa dia sudah cukup lama tidak naik pesawat. Dan karena Ran terlihat tidak sedang baik, Vitto menolak keinginan Rana untuk ke rumah sakit lebih dulu dan beristirahat sebentar dihotel, baru setelah itu mereka bisa ke rumah sakit. Hanya saja Rana tidak mau dan tetap memaksa, mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Mereka masuk ke dalam mobil dan Vitto langsung menyuruh supir untuk membawa mereka ke rumah sakit lebih dulu. Rana menghubungi orangtua Jeany untuk memberi tahu jika dia dan Vitto akan kesana. Rana berbicara hanya sebentar kemudian menutup teleponnya.


"Bagaimana???" Tanya Vitto kemudian.


"Jeany baru saja tidur setelah perawat menyuntikkan obat!" Jawabnya.


Vitto tersenyum. "Ya sudah, lebih baik kita ke hotel saja, beristirahat dan nanti kita kesana, wajahmu pucat, kau juga butuh istirahat.....! Bagaimana apa kau masih pusing dan mual???" Tanya Vitto lagi.


"Aku masih sedikit pusing, tapi ku rasa jika dipakai untuk tidur sebentar akan hilang....! Benar katamu, lebih baik kita ke hotel saja....!"


"Baiklah...!" Ucap Vitto. "Please take us to the Marina by sands" Pinta Vitto pada supir.


"Oke sir...!" Jawab supir itu.


"Ya...! Kita akan menginap disana....!"


"Vitto...! Apa itu tidak terlalu berlebihan, kita kesini untuk menjenguk Jeany saja kenapa malah menginap disana? Ada banyak hotel disini...!"


"Astaga Rana... Memang apa salahanya.... Aku mengajakmu kesini selain menjenguk sahabatmu aku juga ingin liburan, jadi tidak ada salahnya kita menginap disana, kau pasti suka...!"


Rana hanya bisa terdiam. Orang kaya memang tidak pernah tanggung-tanggung kalau soal menghabiskan uang. Dia hanya bisa pasrah dan mengikut saja. Vitto datang kesini dengan menyewa jet pribadi milik temannya, padahal mereka juga bisa menggunakan pesawat komersil biasa. Tetapi alasan Vitto mengenai hal itu bisa Rana terima, dan kali ini Vitto juga membooking kamar di hotel super mewah itu hanya dengan alasan ingin liburan.

__ADS_1


Hingga sampailah mereka ke hotel itu. Dalam hati Rana tidak bisa lagi berkata-kata. Dia tidak menyangka jika akan bisa menginap di hotel ini. Hotel yang terkenal dengan kolam.mewah di atas atap yang menjadi kolam atap terbesar di dunia. Koper sudah diturunkan dan mereka disambut oleh staf hotel. Sebelum masuk, Vitto meminta supir agar menunggu karena nanti setelah beristirahat beberapa jam, dia dan Rana akan ke rumah sakit.


Vitto dan Rana kemudian masuk untuk check in lalu bisa beristirahat. Saat sedang asyik berjalan masuk dan mengobrol dengan Rana, tiba-tiba langkah Vitto terhenti. "Astaga....!" Gumam Vitto lalu refleks dia merangkul pinggang Rana dan menarik perempuan itu untuk berbalik badan.


Rana bingung. "Kenapa??? Ada apa???" Tanya nya pada Vitto.


"Pakai kacamata dan maskermu, ada Angel disini. ... Shiiitt kenapa dia bisa disini....! Ayo cepat... Jangan sampai dia melihat kita berdua disini....!"


Rana dan Vitto memakai masker dan kacamata mereka lagi. Tetapi ketika mereka berbalik badan lagi, terlihat Angel sedang berjalan beringan dengans eorang laki-laki menuju lift. Vitto kemudian mengajak Rana untuk ke meja resepsionist mengambil kunci kamar mereka. Tidak perlu waktu lama, karena sebelumnya Vitto sudah membooking, jadi resepsionist memberi mereka kunci dan mereka pun bergegas menuju lift lainnya.


"Sial.... Kenapa nenek lampir itu juga ada disini? Dan kenapa harus bersamaan dengan kita....!" Gerutu Vitto ketika dia dan Rana berada di dalam lift.


"Mungkin dia menginap disini juga...!"


"Ya kenapa harus sekarang... Dan siapa juga pria tua yang bersamanya itu....!"


Rana tersenyum. "Mungkin rekan kerjanya, atau mungkin Angel ada kerja sama dengan pria itu, sudahlah jangan menggerutu, itu hanya kebetulan dan tidak pelu khawatir, lagipula hotel ini besar kita tidak akan bertemu mereka lagi...!" Ujar Rana.


Mereka menunggu sampai lift membawa mereka ke lantai tempat dimana kamar mereka berada. Ketika pintu lift terbuka dan Rana serta Vitto hendak keluar lift, langkah mereka berdua juga terhenti ketika disudut lain, mereka kembali menemukan Angel dan pria itu, pakaian yang sama yang tadi dilihat oleh Vitto di lobi. Dari postur belakang itu memang Angel.


"Mereka ada disini... Shitt...!!"Gerutu Vitto pelan, dia menggenggam jemari Rana dan keluar dari lift mengikuti petugas hotel yang membawa koper mereka. Mereka tidak ada pilihan lain selain mengikutinya, tidak mungkin juga bertahan di dalam lift menghindari Angel.


Dengan langkah pelan dan menunduk, Vitto dan Rana mengikuti petugas hotel menuju kamar mereka. Alangkah terkejutnya mereka ketika dari kejauhan mereka melihat pria yang bersama Angel itu menarik Angel dan memeluknya. Pria itu membawa Angel kedalam pelukannya dan mereka berciuman dengan panasnya tanpa peduli jika saat ini mereka berada di luar. Angel juga terlihat membalas ciuman pria itu.

__ADS_1


Vitto dan Rana hanya saling berpandangan, sementara oetugas hotel yang sedang didepan mereka seolah tidak masalah dengan hal itu. Jarak antara mereka dan Angel memang jauh sekitar hampir sepuluh meter.


"Shiiittt.....!!! Jadi begini kelakuan si ****** itu" Umpat Vitto lagi. Dia langsung meraih ponsel yang ada disaku celananya dan langsung merekamnya diam-diam, ini bisa dia tunjukkan kepada adiknya nanti. Vitto memegang ponselnya disamping pahanya sambil merekamnya, hingga akhirnya Angel dan pria tua itu masuk ke dalam sebuah kamar di paling ujung.


__ADS_2