Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 222


__ADS_3

Polisi mendekat dan menghampiri Vino dan Angel, semua orang yang tadi nya riuh menjadi diam dan memfokuskan pandangan mereka ke Vino, Polisi dan juga Angel. Polisi menyalami Vino serta Angel kemudian menunjukkan surat panggilan terhadap Angel dengan mengatakan bahwa Angel harus ikut bersama mereka untuk pemeriksaan terkait laporan mengenai penipuan juga percobaan mencelakai orang lain.


"Tidak bisa begitu dong pak... Ini fitnah...!" Seru Angel, kemudian dia memgang lengan Vino dengan wajah panik. "Sayang... Semua ini tidak benar, aku tidak pernah menipu mu, aku juga tidak pernah melakukan yang bersifat mengkhianati cinta kita, please...?? Ini hari pertunangan kita, kau tidak bisa melakukan ini...!" Ucap Angel panik.


"Pak, bawa dan periksa dia.. Hubungi saya jika di perlukan saksi nanti nya, saya akan membawa semua saksi untuk membuktikan bahwa kekasihku ini telah menipuku dan keluarga ku selama ini...!"


"Tidak Vino... Kau salah paham... Ini tidak benar...!" Angel berteriak berharap Vino menghentikan kekacauan ini dan polisi tidak membawa nya tetapi sayangnya Vino mengabaikannya.


"Mari bu Angel ikut kami, kami hanya butuh keterangan dan memeriksa anda, jika anda terbukti tidak bersalah maka anda tentu nya bisa bebas, mari...!" Ucap polisi itu.


"Vino...! Kau tidak bisa melakukan ini sayang...! Vino...!" Teriak Angel tetapi Vino mengabaikannya bahkan enggan untuk melihat ke arahnya.


Angel tetap di bawa oleh polisi. Suasana kembali riuh, Vino lekas menyalakan microfon lagi dan meminta maaf kepada seluruh tamu undangannya karena dia terpaksa harus melakukan ini karena dia ingin membuat Angel jera dan tidak lagi melakukan kesalahan di kemudian hari. Dan selain itu, tujuannya melakukan ini adalah agar Angel tidak lagi berusaha mengelak serta kabur dari kota ini sehingga akan menyulitkan untuk menangkapnya. Apa yang sudah di lakukan Angel selama ini sudah sangat keterlaluan, Angel menghilangkan nyawa seseorang, dan bahkan mempengaruhi seseorang juga untuk melakukan bunuh diri. Itu yang tidak bisa Vino maafkan


"Sekali lagi saya meminta maaf kepada anda semua, tetapi saya memohon pemakluman dari anda semua untuk mengerti alasan saya melakukan hal seperti ini, saya berharap ada pelajaran yang bisa kita ambil dari semua ini, sekali lagi saya minta maaf...!" Ucap Vino.

__ADS_1


Vino kemudian mematikan microfon dan menghampiri pa tamu undangan, menyalami dan mengucapkan terima kasih atas ketersediaan mereka untuk hadir dan dia kembali meminta maaf. Seolah mengerti apa yang di alami oleh Vino, para tamu undangan itu justru menaruh simpatik kepada nya serta memberi semangat.


Kali ini giliran Aditya bersama dengan Cahya dan Ariel. Aditya menyalami Vino dan merasa senang karena semua ini sudah berakhir. Angel memang harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya selama ini. Serta berharap Vino kedepannya bisa memulai kehidupan yang baru dan lebih berhati-hati dalam memilih pasangan agar hal seperti ini tidak lagi terjadi.


"Terima kasih kalian sudah menyempatkan waktu untuk datang..!" Ucap Vino.


"Sama-sama... Suatu kehormatan bisa haadir di acaramu... Harapan kami adalah yang terbaik untukmu, kita tidak bisa mengembalikan apa yang sudah meninggalkan kita untuk selama-lama nya, doa terbaik untuk adikmu Vania dan Macayla yang sudah berada di sisi Tuhan..!"


"Sekali lagi terima kasih dan maaf untuk keributan kecilnya, harusnya pestaberjalan dengan penuh kebahagiaan tetapi ini malah penuh dengan hal yang menegejutkan, sorry..." Vino memeluk Aditya juga Ariel.


"Thanks ya Dit, Ca, Iel, om dan tante.! Salam buat anak-anak...!" Ujar Vitto.


"Pak Andri, semoga anda lekas sembuh dan bisa beraktifitas secara normal seperti biasa nya... Senang akhirnya bisa bertemu anda...!" Tuan Harry menyalami Papa Vino dan Vitto.


"Amin... Terima kasih pak Harry sudah berkenan hadir begitu juga dengan bu Dina...!"

__ADS_1


Vitto dan Vino menyalami Ariel. Mereka mengucaokan terima kasih kepada Ariel atas kemudahan untuk mendapatkan rekaman dari hotel dserta restoran miliknya karena jika bukan karena hal itu, mereka tidak bisa mengungkap kebohongan dan permainan Angel. Ariel tersenyum dan bmmerasa senang bisa membantu Vitto dan Vino, itu juga sudah menjadi peraturan di hotel serta restorannya bahwa tidak akan mempersulit custumer yang ingin meminta rekaman cctv untuk kepentingan yang genting. Dengan senang hati akan memberikan nya.


Kemudian Aditya, istri serta kedua orang tua nya juga Ariel berpamitan untuk pulang. Kali ini hanya meninggalkan Vino, Vitto dan Papa mereka serta pengacara keluarga mereka yang juga turut hadir.


"Pak Handika...!" Panggil Vino kepada pengacara nya itu kemudian mengajaknya duduk begitu juga dengan Vitto dan Papa nya. Mereka duduk melingkari meja.


"Aku ingin pak Handika mengawal masalah ini sampai tuntas, Angel harus Menerima hukuman atas segala perbuatannya, dan kita juga harus menunggu tentang laporan Shabella serta Jason, mereka juga harus di hukum, aku tidak mau Angel bisa lepas begitu saja, sebisa mungkin dia harus di tahan, tolong kerahkan segala upaya anda untuk permasalahan ini...! Mengenai saksi untuk kasus penipuan persiapan pernikahan dan pertunganku, mereka semua sudah siap untuk di mintai keterangan jika di butuhkan, mereka juga akan mengembalikan uang pembayaran dari Angel, mereka tidak mau terlibat terlalu jauh, tolong urus hal itu juga, aku akan memberikan kontak mereka pada anda...!"


Pengacara nya mengangguk dan dia akan membantu semaksimal mungkin untuk permasalahan ini. Beberapa hari yang lalu Vino menghubungi nya dan menjelaskan semua nya secara detail bahkan dalam beberapa hari Vino sudah mendapatkan informasi data mengenai orang-orang yang di ajak Angel bekerja sama untuk berpura-pura menjadi Wo, Designer serta hal lainnya mengenai persiapan pernikahannya dengan Vino kemudian membayar orang-orang itu setelah mereka melakukan tugasnya untuk membohongi Vino.


jika bisa kita juga harus mendapatkan informasi tentang tabungan rahasia milik mereka di luar negeri, mereka mengumpulkannya selama ini, jadi kita juga harus mendapatkan itu kembali jika memungkinkan, setidaknya uang itu bisa di gunakan untuk hal yang positif, aku ingin menyumbangkan semua nya untuk kemanusiaan atas nama Vania dan Macayla, baik itu di panti sosial, panti asuhan, atau panti jompo dan membangung rumah singgah, semua nya untuk kemanusiaan, aku tidka ingin sepeserpun, tolong usahakan, dan aku juga sudah membayar detektif untuk mengetahui semua informasi apapun tentang Shabella selama ini saat dia ada di luar negeri, jadi itu juga akan membantu pak Handika..!" Ucap Vino.


"Saya mengerti.. Lalu bagaimana dengan rumah yang di tinggali oleh nynya Vita dan Jason??"


"yang itu biarkan saja, mungkin Mama akan menjualnya dan uang nya bisa dia gunakan untuk kebutuhannya..!"

__ADS_1


Vino tahu bahwa Mama nya kehabisan uang, jadi mungkin rumah yang selama ini di tinggali bersama Jason yang ada di luar negeri akan di jual. Vino dan Vitto serta Papa nya sudah sepakat untuk tidak akan mengambil yang satu itu. Mungkin ini hal terakhir yang dia berikan untuk Mama nya dan berharap Mama nya bisa memanfaatkan uang hasil penjualan itu untuk sesuatu yang positif. Seburuk apapun Mama nya selama ini, Vino dan Vitto tetap lahir dari rahim nya. Dia dan vitto berharap Mama nya bisa merubah sikap serakah nya, terlebih lagi saat ink Jason juga akan segera di tangkao sehingga itu bisa membuka mata hati Mama nya agar bertaubat dan menyesali segala perbuatannya, tetapi tentu itu tidak akan merubah keputusan yang sudah ada, tidak ada lagi tempat di rumah untuk Mama nya bisa kembali dengan Papa nya. Kedua nya sudah memiliki kehiduoan masing-masing dan ini hanya lah salah satu bagian dari tugas dan bakti nya dan Vitto sebagai anak untuk tetap menghormati wanita yang sudah melahirkan mereka.


"Baiklah pak, untuk sementara ini saya akan berfokus pada nona Angel, Shabella dan Jason..!" Ucap pengacara itu.


__ADS_2