
Sementara Vitto menatap kepergian Adiknya dengan perasaan bingung, kesal, dan takut. Bingung karena Vino sepertinya memiliki firasat tentang kehamilan Rana, kesal karena akhirnya Vino mengakui kejahatan yang di lakukannya pada Rana. Takut, Vitto juga takut jika nanti Vino akan mengetahui segalanya tentang Rana dan bayinya, apalagi saat ini Vitto sedang menyiapkan rencana untuk membongkar kedok Angel, yang artinya Angel akan di pastikan berpisah dengan Vino. Jika keduanya berpisah, lalu Vino mengetahui tentang Rana dan bayinya, Vitto takut adik nya itu akan merebut Rana darinya. Vitto sama sekali tidak ingin hal itu terjadi tetapi Vitto juga tidak bisa membiarkan Angel terus membuat ulah pada keluarganya. Semua nya sudah cukup bagi Vitto, Angel harus mendapat hukumannya. Disisi lain Vitto benar-benar takut kehilangan Rana karena dia sangat mencintai perempuan itu.
★★★★★
Beberapa hari kemudian....
"Pagi sayang...!!" Vitto mendekati Rana yang sedang memasak di dapur dan mendaratkan ciuman ke pipi perempuan itu.
"Selamat pagi....! Kau terlihat bahagia sekali....!" Ujar Rana yang mendapati Vitto tersenyum bahagia dan lebih bahagia dari biasanya.
Vitto membawa pitcher berisi jus ke meja makan sedangkan Rana membawa mangkuk berisi oatmeal untuk sarapannya dan juga Vitto.
Vitto menarik kursi dan duduk sambil menuang jus ke gelas. "Tentu saja aku bahagia, karena hari ini adalah hari dimana sudah ku tunggu sejak lama, pria tua itu akan datang dan aku juga akan mempersiapkan segalanya di kamaar hotel itu...!"
__ADS_1
"Aku sangat takut, bagaimana jika mereka nanti mengetahui jika kau memasang kamera disana???" Tanya Rana meragu.
"Doakan saja semoga semuanya lancar dan sesuai harapan kita, karena ini adalah langkah terakhir kita untuk membongkar kedok Angel dan menghentikan semua pernainannya...!"
"Ya semoga saja... Aku akan berdoa untuk semua usahamu ini, dan semuanya segera berakhir....!" Gumam Rana kemudian menyuruh Vitto untuk memakan sarapan yang sudah di buatnya.
Vitto mengucapkan terima kasih kepada Rana. Dan hubungan mereka sejauh ini benar-benar baik, dan semakin romantis seperti pasangan kekasih pada umumnya meskipun mereka hanya menghabiskan waktu hanya di dalam rumah saja. Tetapi hari-hari mereka diisi dengan mengobrol, menonton, membaca buku dan ada kalanya keduanya larut dalam ciuman romantis, dan tertidur bersama sambil berpelukan. Hanya sekedar itu saja dan tidak pernah lebih dari itu, Vitto selalu mengontrol dirinya agar tidak berbuat lebih jauh lagi untuk menghormati dan menghargai Rana.
Vitto masih menunggu dengan setia Rana bisa menerimanya seutuhnya. Tetapi jikalau Rana yang menyerahkan dirinya sendiri tentu Vitto tidak akan menolaknya dan akan memberikan hal yang luar biasa jntuk Rana, berbeda dengan apa yang dulu di lakukan oleh Vino. Akan tetapi Vitto tidak mau terlalu tinggi berharao mengenai hal itu, dia harus sabar menunggu Rana melahirkan lalu menikahinya baru bisa dia melakukan hal itu. Mengenai pembicaraannya dengan Vino beberapa waktu yang lalu tentang mimpi Vino juga firasat Vino tentang kehamilan Rana, Vitto memilih menyimpannya sendiri dan todak menceritakannya ke Rana. Vino takut Rana menjadi teringat lagi lalu memikirkan Vino lagi, dan bisa saja Rana juga berpikir untuk kembali pada Vino. Vitto tentu tidak mau itu terjadi, dia Tidak bisa kehilangan Rana.
Vitto sudah mengumpulkan semua foto-foto yang di kirimkan anak buahnya, sayangnya Vitto belum sempat memberi tahu Vino dan Papanya soal Jason dan wanita itu karena kondisinya mereka sedang sibuk sekali dengan pekerjaan dan urusan perusahaan, dan Vitto akan mencari waktu yang tepat untuk memberitahukan hal itu kepada Papanya juga Adiknya. Yang terpenting adalah segala bukti terkumpul lebih dulu. Dan saat ini Vitto juga di sibukkan untuk melakukan penyambutan pada pria tua dari perusahaan Singapura yang akan datang kesini.
****
__ADS_1
Hari yang di nantikan oleh Vitto pun tiba juga, hari dimana dia akan mengeksekusi rencananya dengan Papanya untuk menjebak Angel dengan pria tua itu. Vitto sudah membooking sebuah kamaar suite dihotel milik Ariel, hotel terbaik bintang 5. Vitto juga langsung turun tangan sendiri di bantu oleh satu orang anak buahnya dan mempersiapkan beberapa keperluan yang dia butuhkan, dimana saat ini Vitto masuk ke kaamar itu lebih dulu sebelum siang nanti tamu agungnya itu datang.
Vitto meletakkan dua kamera tersembunyi yang dia letakkan di 2 sudut berbeda dan di sembunyikan agar tidak di ketahui. Tamu nya itu hanya akan tinggal selama 3 hari dua malam. Dan Vitto sudah memastikan dengan baik kamera itu akan bisa mengambil seluruh kegiatan yang ada di dalamnya dan akan di cek berkala 1X kurang lebih 12 jam, dimana di waktu tertentu ketika pria tua itu sedang pergi Vitto akan menyuruh seseorang untuk memeriksa kamera itu.
Beberapa jam lagi tamu itu akan tiba dan di jemput langsung oleh orang dari perusahaan dan akan di sambut oleh Vitto, Vini dan Papanya di hotel itu untuk makan siang juga sekaligus membahas bisnis mereka nantinya, kemudian besok baru akan mendatangi perusahaan. Dan di waktu itulah Vitto akan memeriksa kamera, mengambil hasil rekamannya dan meletakkan lagi kamera itu di tempat yang sama untuk mulai bekerja merekam lagi nantinya.
"Iya Vin....!" Vitto menjawab telepon yang ternyata dari Vino.
"Aku sedang menuju hotel, dan supir yang menjemput juga sudah di jalan... Apa kau sudah reservasi kamar dan juga restoran untuk makan siang kita???" Tanya Vino.
"Ya, sudah... Aku akan menunggu kalian disini, di restoran...!"
"Oke baiklah...!" Jawab Vino lalu mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
Vitto tersenyum lebar, berharap semua akan sesuai dengan rencananya, dia juga sudah memberitahu anak buahnya yang bertugas mengawasi Angel dan memintanya agar nanti jika Angel pergi terus mengikutinya.