Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 40


__ADS_3

Rana bergegas bangkit lalu berlari ke kamar mandi. Rana menyalakan kran air dan langsung membasuh wajahnya dengan air mengalir. Sementara tawa Vino masih menggema di kamar itu. Rana terus membasuh wajahnya dengan air sampai dia merasa sedikit lebih baik meskipun rasa sakit dan perih masih terasa di wajahnya. Rana kemudian mengangkat wajahnya dan menatap cermin yang ada di depannya. Wajah Rana memerah dibeberap bagian yang terkena kuah panas itu, Rana mengernyit dan masih mencoba mengumpulkan kesadarannya serta mengingat apa yang tadi baru saja terjadi dimana Vino melemparkan kuah panas itu ke wajahnya. Rana masih tidak mempercayainya bahwa Vino tega melakukan itu ppadanya tetapi memang itulah kenyataannya.


Vino melangkah menuju kamar mandi dan menghampiri Rana yang masih berada disana. Rana yang menyadari kedatangan Vino langsung berbalik badan dan menatap lelaki itu dengan pandangan nanar. Mata Rana berkaca-kaca, berharap apa yang terjadi itu bukanlah kenyataan dan dia hanya bermimpi.


"Kenapa kau melakukan itu padaku Vino???" Tanya Rana dengan sedih.


Vino mandangi Rana tanpa rasa bersalah sama sekali dan justru melempar senyum mengejeknya. "Itulah balasan untuk orang yang tidak mau mematuhi perintahku....!" Ujar Vino.


"Aku masih tidak mengerti dengan semua ini, aku tidak makan karena aku bingung dan frustasi karena kau mengurungku selama beberapa hari disini tanpa mengetahui apapun, aku tidak tahu kau berada dimana dan bagaimana kau bisa lupa jika aku berada disini....!"


"Kau tidak perlu tahu apapun tentang alasanku membawamu kesini, dan yang perlu kau tahu adalah aku tidak pernah sekalipun mencintaimu, bahkan aku merasa sangat kotor selama ini harus berpura-pura mencintaimu...! Menjijikkan sekali...!" Gumam Vino dengan suara tegas tetapi langsungenusuk hati Rana saat itu juga.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu??? Kau bilang kau tidak mencintaiku? Lalu untuk apa kau menikahiku???"


Vino terkekeh. "Kau tidak perlu tahu apa alasanku menikahimu, yang jelas aku ingin memberitahumu jika kau berani menntangku kau akan tahu akibatnya, aku bisa melakukan apapun kepadamu, yang terjadi tadi hanya permulaan tapi kalau kau berani menentangku lagi, aku bisa melakukan hal yang lebih buruk daripada tadi aku menyiramkan sup panas untukmu... Ingat itu baik-baik!" Ancam Vino pada Rana.


Vino kemudian berbalik arah dan keluar meninggalkan Rana. Tidak lupa Vino kembali menutup serta mengunci pintu kamar itu. Rana berlari mengejar Vino tetapi sayangnya pintu sudah tertutup dari luar dan sudah dikunci oleh Vino. Rana berteriak agar Vino tidak menguncinya lagi, tetapi sayangnya itu tidak membuahkan hasil.


Rana terduduk lemas di depan pintu dan menangis. Lagi dan lagi hal seperti ini tidak pernah Rana bayangkan. Vino baru saja mengatakan bahwa lelaki itu tidak pernah mencintainya. "Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu? Kenapa Vino...! Kenapa... Jika kau tidak mencintaiku kenapa kau membawaku dalam pernikahan ini....." Ucap Rana sambil terisak.


Setelah meninggalkan Rana, Vino langsung menuju kamarnya. Dia kemudian menghubungi Angel untuk meminta saran mengenai langkah apa yang harus dia ambil selanjutnya. Ingin sekali rasanya Vino pergi dari tempat ini dan beristirahat dirumahnya tetapi tentu dia tidak bisa terus membiarkan Rana begitu saja disini.

__ADS_1


Vino mengobrol dengan Angel dan ternyata kekasihnya itu menyarankan agar memasang cctv di kamar Rana, berjaga-jaga takut Rana kabur atau melakukan hal berbahaya, seperti bunuh diri atau lainnya. Karena siapa tahu jika seseorang yang mengalami frustasi bisa saja melakukan hal yang membahayakan dirinya, karena jika itu terjadi tentu saja akan merusak semua rencananya nanti. Vino pun menyetujuinya, tidak hanya kamar Rana saja melainkan dia kan memasang cctv diseluruh ruangan yang ada.


Setelah menghubungi Angel, tanpa pikir panjang, Vino langsung menghubungi sekretarisnya untuk meminta agar mengirim orang yang bisa memasang cctv hari ini juga.


Ditempat lain, Vitto sudah menghabiskan makan siangnya. Dia masih mencoba menunggu kedatanagn dari Vino tetapi sampai sekarang adiknya itu tidak juga kembali. Ingin sekali Vitto menghubunginya tetapi itu akan percuma saja karena Vino tidak akan pernah mengangkat panggilan darinya. Minggu depan Vitto juga sudah mulai untuk syuting film terbarunya di luar kota.


"Daripada aku disini menunggu yang tidak pasti, lebih baik aku pergi liburan lagi saja sampai hari syuting datang... Tapi liburan dimana ya???" Gumam Vitto dalam hati.


Rasanya malas jika harus liburan jauh di luar pulau. Tetapi Vitto butuh ketenangan untuk dirinya.


Petugas pemasang cctv sudah datang. Vino lekas menyuruh mereka memasang diberbagai sudut ruangan di villa miliknya ini setelah itu yang terakhir baru dikamar Rana.


Sementara Rana tidak berhenti menangis di belakang pintu kamar. Dia duduk berselonjor di lantai meratapi keadaannya. Rana masih berusaha untuk menganggap apa yang terjadi hari ini hanyalah sebuah mimpi. Tetapi dia tidak bisa menampik bahwa itu memang nyata. Sikap Vino sangatlah jauh berbeda dengan sikapnya sebelum menikah yang penuh dengan kasih sayang, tetapi sekarang Vino justru kejam sekali kepadanya.


"Ayo ikut aku....!" Ucap Vino.


"Kau mau membawaku kemana???" Tanya Rana.


"Ikut saja dan jangan banyak bicara....! Atau kau mau aku melakukan hal itu lagi dengan air mendidih???" Ancam Vino sambil menarik pergelangan tangan Rana.


Karena takut, Rana pun mengikutinya. Rana tidak tahu akan dibawa kemana. Vino terus menariknya dengan kasar dan membawa Rana masuk ke kamar lainnya. Vino kemudian mendorong Rana hingga tersungkur ke lantai.

__ADS_1


"auuuww.....!!!" Seru Rana kesakitan.


"Diam disini dan jangan coba-coba berteriak....!" Ancam Vino lagi.


"Kau ini kenapa bersikap buruk kepadaku???"


"Diamlah dan jangan banyak bertanya....!" Teriak Vino.


"Kalau kau tidak mencintaiku, kenapa kau menikahiku??? Ini belum terlambat Vino, kau bisa menceraikan atau membatalkan pernikahan ini....!" Teriak Rana sambil terisak dan berdiri. "Batalkan saja pernikahan ini, jangan jadikan aku tawananmu....!"


Vino terkekeh. "Oh tawanan katamu.... Apa kau memang mau aku jadikan tawanan??? Baiklah....! Aku akan menjadikanmu tawanan....!"


Vino kemudian berdiri dan keluar dari kamar itu, menutup kembali pintunya. Rana berusaha mengejar tetapi kembali gagal. Selang beberapa menit Vino kembali masuk lagi dengan membawa sebuah setrika ditangannya. Tanpa banyak bicara Vino mencolokkan setrika itu.


"Apa yang ingin kau lakukan???" Tanya Rana.


"Aku ingin menyetrika....!" Jawab Vino.


Rana terdiam dan menatap Vino. Sementara Vino tidak peduli dan berfokus melihat setrika itu seolah menunggu untuk panas. Vino kemudian menoleh ke arah Rana dan tersenyum. "Aku bilang jangan pernah kau memberontak atau melawanku, dan tadi kau berani sekali meminta cerai dariku??? Memang kau pikir kau siapa? Jika aku menceraikanmu, itu akan merugikanku karena aku harus memberimu uang, aku tidak mau itu...!" Gumam Vino.


"Tidak.... Aku tidak akan meminta apapun darimu, kau tidak mencintaiku lalu untuk apa aku bertahan disini, jadi lebih baik ceraikan aku...!"

__ADS_1


Vino menatap Rana dalam lalu meraih jemari Rana dan memintanya untuk duduk di disebelahnya. Vino meletakkan tangan Rana di atad meja dan tiba-tiba saja, Vino meletakkan setrika panas itu di punggung tangan Rana, sontak Rana berteriak dengan keras karena rasa panas yang di rasakannya. Sementara Vino kembali tertawa.


__ADS_2