Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 203


__ADS_3

"Tidak sayang... Kau saja yang makan, aku benar-benar kenyang...!"


"Biasanya kau senang jika aku menyuapimu???" Ucap Vino sambil memegang dagu Angel agar perempuan itu mau membuka mulutnya. "Ayo buka mulutmu???"


Tidak ingin menimbulkan kecurigaan Vino. Angel dengan berat hati membuka mulutnya dan menerima suapan dari Vino. Senyumblelaki itupun menghiasi wajah tampannya. Bagaimanapun Angel tidak boleh menelan puding itu dan dia harus mencari cara untuk mengeluarkan puding itu tanpa di ketahui oleh Vino. Angel tersenyum kemudian berdiri dan mengatakan kepada Vino jika dia ingin ke toilet. Vino mempersilahkannya dan tahu bahwa Angel sepertinya ingin membuang apa yang ada di dalam mulutnya.


Angel berlari meninggalkan Vino dan masuk toilet. Angel menutup pintu dan langsung mengeluarkan puding dari mulutnya ke dalam closet. Angel memutar kran air dan mencuci mulutnya dengan air juga berkumur-kumur. Bisa berbahaya sekali jika puding itu sampai tertelan olehnya. Angel berharap Vino tidak curiga kepadanya.


Sementara itu, Vino mengambil puding yang ada di piring dan membuangnya di tempat sampah, menyisahkan sedikit potongan di atas piring agar Angel mengira bahwa dia sudah memakannya. Vino juga akan membawa sampel puding itu serta Pie yang kemarin ke laboratorium nantinya untuk di cek.


Angel mengusap sisa air yang ada di sekitar mulutnya. Kemudian dia keluar dan kembali menemui Vino di ruang tamu. Angel kembali memasang senyumnya dan duduk di sebelah vino. Dia melihat piring Vino sudah kosong, artinya Vino benar-benar memakan puding itu. Tetapi mau bagaimana lagi, jika nanti Vino mengalami gejala stroke ringan. Tetapi jika hanya sekali di berikan Vino akan sembuh dalam beberapa hari, Angel berpikir mungkin dia nanti harus berhati-hati.


"Sudah selesai???" Tanya Vino.


"Iya... Sudah kebelet sejak perjalanan kesini sebenarnya... Ya sudah makan dulu, baru nanti kau minum obat...!" Ucap Angel.

__ADS_1


Vino pun berdiri dan menuju ruang makan di ikuti oleh Angel. Ternyata makanan sudah di siapkan dan Angel menemani Vino menikmati makan siangnya yang terlambat. Bahkan Angel juga menyuapi Vino. Sebisa mungkin Vino bersikap sepertia biasanya pada Angel meskipun saat ini ada rasa muak ketika melihat dan bersama perempuan ini. Vino langsung teringat dengan semua pengkhianatan Angel. Bahkan video itu selalu terngiang di pikirannya betapa Angel sangat menikmati bercinta dengan pria tua bernama Sony itu, sama hal nya dengan yang Angel lakukan kepadanya setiap mereka bercinta.


Vino tidak mengerti kenapa Angel melakukan pengkhianatan seperti itu, jika memeang hanya karena uang seharusnya Angel sudah merasa cukup tanpa harus mencari laki-laki lain, karena selama ini dia selalu memberi Angel uang bulanan yang cukup banyak, belum lagi pakaian, sepatu serta tas branded yang menjadi kesukaan Angel juga sudah Vino berikan di luar dari uang bulanan itu. Ya, tetapi jika seseorang sudah tamak, mau bagaiamana lagi, sebesar apapun uang yang di dapatkan tidak akan cukup untuknya. Mungkin itu juga yang selama ini di rasakan Angel.


Sementara di rumah sakit. Papa Vino dan Vitto sudah sampai di ruangan perawatan Rana dan di antar masuk oleh supirnya. Di dalam ternyata hanya ada Vitto, Jeany, Cahya dan Rana saja, tidak ada Vino. Dia menanyakan dimana Vino, dan Vitto menjelaskan jika Vino sudah pulang untuk beristirahat.


Papa Vitto mendekat ke Rana. "Bagaimana keadaanmu sayang???" Tanyanya pada Rana yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri, mengingat saat ini Rana juga sedang menjalin hubungan dengan Vitto.


"Sudah lebih baik om...!" Jawab Rana pelan.


Rana menganggukkan kepalanya. Memang yang harus di lakukannya adalah bersabar dan ikhlas. Mungkin saat ini dia kehilangan bayinya, tetapi disisi lain kesabarannya selama ini membuahkan hasil yang baik, dimana pada akhirnya Vino merasakan kesakitan yang luar biasa setelah mengetahui kejahatan Angel selama ini. Rana bisa melihat dengan jelas kesakitan yang saat ini sedang di rasakan oleh Vino, laki-laki yang selama ini angkuh, dingin dan keras kepala itu akhirnya harus menerima takdirnya atas segala yang di perbuatnya selama ini. Begitu juga dengan Angel yang sebentar lagi juga akan menuai apa yang di tanamnya selama ini.


Orang bilang jika peremluan itu memiliki hati yang lembut dan selalu memikirkan perasaan lebih dulu di banding logika. Tetapi sepertinya itu tidak berlaku dengan Angel karena perempuan itu tidak memiliki perasaan dan lebih mengutamakan keegoisannya serta napsu nya akan satu hal tanpa memikirkan dampak yang akan di hadapinya dan juga orang lain yang menjadi korbannya. Angel sangat pantas mendapatkan hukuman yang berat atas perbuatannya yang nekat itu, bahkan sudah ada 2 orang yang menjadi korbannya yaitu Vania dan janin yang ada di kandungan Rana. Hasutan serta perilakunya sama sekalibtidak mencermikan bahwa dia adalah seorang manusia yang memiliki hati nurani. Kejam dan tidak berperikemanusiaan.


"Vit... Memangnya ada apa dengan Pie susu pemberian Angel??? Vino sepertinya tadi khawatir sekali Papa akan memakannya...!" Tanya Papa Vitto.

__ADS_1


"Ceritanya panjang, Vitto sekarang lapar Pa, lebih baik kita pergi mencari makan siang, berbicara mengenai hal ini dan biar Rana beristirahat dengan nyaman disini...!"


"Oke baiklah... Kita ke kanton rumah sakit saja.... Rana sepertinya memang butuh istirahat...!"


Vitto menganggukkan kepalanya, kemudian meminta Cahya dan Jeany agar sementara menemani dan menjaga Rana disini, sementara dia akan keluar sebentar. Vitto dan Papanya keluar dari ruangan perawatan Rana. Tidak lupa Vitto juga meminta bantuan dua bodyguard Cahya yang berada di depan agar berjaga dan tidak membiarkan sembarang orang masuk kecuali dokter dan perawat.


"Aku tidak menyangka jika Rana akan masuk begitu dalam pada permasalahan keluarga Prakarsa yang begitu rumit ini....!!" Gumam Jeany. "Dan masalah ini di sebabkan oleh satu orang saja.....! Mak Lampir itu benar-benar sudah tidak waras.... Harusnya namanya bukan Angel, karena Angel itu adalah mahluk Tuhan yang suci, tetapi perempuan ini sifat dan sikapnya sama sekali tidak mencerminkan namanya yang indah itu....!!" Gerutu Jeany.


"Menurutmu sikap apa yang harus aku ambil terhadap Vino....! Aku yakin kalian juga bisa melihat ada oenyesalan yang begitu mendalam dari mata lelaki itu, meskipun sebagai manusia biasa aku sempat berpikir untuk menertawakannya atas yang saat ini menimpa dirinya tetapi tentu aku akan terlihat tidak berperasaan...!" Ucap Rana.


"Semua tergantung padamu sendiri Na... Kau yang bisa menentukan sikap apa yang akan kau ambil..!" Timpal jeany.


Cahya tersenyum. "Jeany benar, semua keputusan ada di tanganmu Ran. Dan aku pernah ada di posisi seperti ini. Cobalah untuk maafkan seseorang yang berbuat salah, jangan pernah membencinya. Ikhlaskan dan karma akan menyelesaikan tugasnya seperti yang seharusnya, seperti saat ini, tetapi tidak ada salahnya jika kita memaafkan orang itu...!" Ujar Cahya.


Cahya tersenyum lagi. "Memaafkan tidak akan membuat kita rugi karena itu bagian dari kewajiban kita, toh pada akhirnya Vino sudah mengetahui semua kejahatan Angel, pasti Vino sudah mendapatkan pelajaran berharga dari kejadian ini dan dia mungkin akan jadi lebih baik lagi, tetapi kau juga harus bisa menentukan sikap bijak, maksudnya jangan sampai membuat Vitto salah paham, dia sekarang sudah menjadi orang yang spesial di hidupmu, Vino adiknya dan pernah menjadi suamimu, jadi ya sebelum memaafkan Vino, kau lebih baik berdiskusi dengan Vitto...!" Ucap Cahya lagi.

__ADS_1


__ADS_2