
Beberqpa hari kemudian...
"Bagaimana hasil pemeriksaannya???" Tanya Vitto pada Rana yang baru saja sampai di rumah setelah pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya. Hal itu seharusnya sudah di lakukan beberapa hari yang lalu tertapi tertunda karena permasalahan Vitto dan Mamanya. Rana sengaja menunda nya dan lebih memilih untuk bersama Vitto, menemani lelaki itu.
"Semua baik, dia sedikit membesar dan berkembang baik...!" Jawab Rana.
Mereka berdua duduk di sofa. "Syukurlah...! Kau harus baik-baik menjaga kesehatanmu...! Aku heran kenapa perutmu segitu-segitu saja padahal sudah mau masuk 4 bulan. ..!" Gumam Vitto.
Rana tertawa. "Hahaha kau ini, masih belum 4 bulan, mungkin jika sudah 5 atau 6 akan lebih kelihatan, tatapi lihatlah ini sudah membengkak dari sebelumnya....!" Rana menunjukkan perutnya yang sedikit membuncit.
Vitto mengusapnya lembut. "Mulai membuncit memang walaupun hanya sedikit, dan lambat laun kau akan seperti badut dengan perut buncit ke depan...!"
"Owh... Kau mengataiku seperti badut ya??? Oke.... Sekarang lebih baik kau pulang saja dan jangan ada disini bersamaku...!"
Vitto terkekeh. "Kau mengusirku??? Apa kau yakin tidak akan merindukanku??? Bukankah kemarin kau bilang kau senang sekali aku disini karena kau punya teman mengobrol...!"
__ADS_1
"Oke.... Jika aku mengatakan itu padamu, aku kalah...!"
Mereka berdua kemudian tertawa bersama. Keberadaan Rana membuat Vitto merasa lebih baik dan tidak terlalu memusingkan apa yang akhir-akhir ini terjadi kepadanya. Dan suasana rumah yang cukup mendukung juga membuat Vitto tidak terlalu bosan atau membuatnya ingin keluar rumah.
Masalah ini juga ternyata membuka mengenai keberadaan rumah Vitto yang selama ini tidak di ketahui oleh banyak orang. Dan sudah tentu karena ada yang membocorkannya, wartawan juga langsung berada disana selama beberapa hari, sayangnya mereka tentu saja tidak mendapatkan informasi apapun karena Vitto berada disini dan di rumahnya juga sudah dia kondisikan agar para penjaga atau pelayan tidak mengatakan apapun atau memberi penrnyataan apapun mengenai dirinya dan keluarganya. Dan sampai saat ini semua aman terkendali, sesuai dengan yang Vitto harapkan. Bahkan Vino juga tidak tahu dimana keberadaan Vitto saat ini, dan sedang bersama dengan siapa.
Mengenai seluruh rencana Vitto dan Vino sudah Vitto siapkan dengan baik. Vitto sudah mendapatkan rekaman cctv dari apartemen yang dulu di huninya, dimana di hari kejadian itu terjadi. Itu sebenarnya salah satu bukti kuat bahwa sama sekali tidak ada tindakan yang buruk yang dilakukan Vitto saat itu pada Mamanya. Sedangkan mengenai rekaman yang ada di kantor Vino saat kejadian juga sudah di cari informasinya bahwa tidak ada karyawan ataupun staff yang sengaja mengambil video itu secara diam-diam. Dimana Vino juga melakukan cek cctv di seleuruh area di depan kantornya, hingga di dapati seseorang dari luar yang masuk ke area depan perkantoran Vino, dan di duga pria itulah yang sengaja mengambil video itu, sehingga seolah ini semua sudah di setting sedemikian rupa oleh Mamanya.
Perlahan Vitto dan Vino akan mengungkap semuanya secara diam-diam tanpa menyerang atau menjelaskan apapun kepada orang-orang, tetapi itu pasti mampu untuk membungkam dan menghentikan aksi Mamanya yang semakin menggila. Vitto dan Vino tidak akan mengampuninya.
Vitto tadi di hubungi oleh Vino, dan Adiknya itu menceritakan jika Mamanya juga hadir disana. Dan masih dengan sikap yang biasa di tunjukkan seolah teraniaya. Tetapi Vino tidak peduli dengan hal itu, dan tetap dengan tujuannya, ingin masalah perceraian Ini segera selesai lalu berakhir juga masalah konyol dan menyebalkan ini.
"Bagaimana dengan rencanamu, kapan itu akan dilakukan???" Tanya Rana pada Vitto.
"Nanti malam... Dan aku berharap besok sudah bisa di ungkap...! Managerku sudah mengaturnya dengan baik...!" Jawab Vitto penuh dengan keyakinan.
__ADS_1
"Aku berharap semua akan menjadi mereda dan lebih baik...!" Rana mengusap pipi Vitto dengan lembut.
Vitto memegang jemari Rana yang membelai pipinya, menghentikannya lalu mengecupnya. "Terima kasih kau sudah menjadi penenang untukku selama seminggu ini, kau menghiburku....!"
Rana hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu sudah menjadi kewajibannya karena sebelum semua ini terjadi, Vitto jugalah yang sudah menjadi penguat dan penghiburnya saat dia merasa rapuh ketika di campakkan oleh Vino beberapa waktu yang lalu. Bahkan sampai saat ini Vitto selalu menjaga dan memastikan Rana selalu dalam keadaan baik-baik saja.
"Aku yang seharusnya berterima kasih karena selama ini kau selalu menjagaku dengan sangat baik...!" Ujar Rana.
"Itu karena aku sangat mencintaimu... Rana... Jika bisa aku ingin segera menikahimu, dan akan membahagiakanmu serta bayimu.... Tetapi aku tahu untuk saat ini itu tidak bisa di lakukan, kau masih dalam keadaan hamil juga karena kau masih belum menerimaku sepenuhnya... Tetapi tdak masalah aku akan menunggumu sampai kau benar-benar merasa yakin pada cintaku dan ketulusanku..!"
Rana kembali tersenyum. "Aku percaya itu, dan aku pasti bisa untuk mencintaimu, beri aku waktu sebentar lagi ya???"
"Aku akan menunggu jawabanmu, dan akan ku pastikan kau aku akan selalu membahagiakanmu dan bayimu. Kita akan bahagia hidup bersamaa nantinya, aku sangat mencintaimu Rana...!" Ujar Vitto kemudian merengkuh Rana dalam pelukannya.
Sementara itu, Vita merasa kesal karena sampai saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa Vitto ataupun Vino menghubunginya. Bahkan tadi adalah sidang perceraiannya yang kedua, dan Vino sama sekali tidak berniat mengajaknya berbicara ataupun sekedar mengajaknya untuk melakukan negosiasi dan tawar menawar mengenai masalah yang sudah di buatnya seminggu terakhir ini. Padahal Vita sangat berharap jika Vino mengajaknya berbicara empat mata lalu meminta kepadanya agar berhenti untuk tidak berbicara di depan media sehingga masalah ini menjadi berakhir dan tidak berkepanjangan. Sayangnya Vino tidak melakukan itu, bahkan terkesan sangat acuh sekali.
__ADS_1
Tetapi Vita masih menaruh harapan bahwa mungkin tadi Vino tidak melakukan itu karena ada banyak orang disana. Mungkin saja Vino akan melakukan itu nanti atau besok, karena permasalahan ini sudah membara semakin besar dan saham perusahaan Vino juga ikut terkena imbasnya, nilai saham Prakarsa Corporate turun drastis. Vino pasti sangat pusing dengan hal itu dan pasti akan menyerah nantinya.