Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 240


__ADS_3

Rana langsung memundurkan langkahnya ketika melihat Vino ada di depannya. Dia benar-benar terkejut, dan tidak menyangka.


"Rana...!! " Seru Vino lagi dan senyum lelaki itu menghiasi wajah tampannya. "Apa kabar??? Astaga... Akhirnya kita bertemu lagi....! "


Tania yang sedang sibuk melihat kemeja, teralihkan dengan suara seseorang yang menyebut nama Rana. Tania di buat terkejut ketika mendapati Rana berhadapan dengan Vino. Dia lekas menghampiri Rana. Rana melirik ke arah Tania yang ada di sampingnya, dan detik itu juga Tania refleks berdiri di depan Rana, menghalangi Rana dari Vino.


"Maaf, apa ada yang bisa saya bantu pak??? " Tanya Tania.


"Ini, tadi aku ingin melihat kemeja ini, tetapi ternyata Rana juga melihat dan memegangnya, ini sebuah kebetulan sekali aku bisa bertemu dengan Rana disini..!"


"Tania, kita beli kemeja nya dan ayo langsung pergi..!" Pintar Rana pada sang bodyguard. Tania mengangguk dan dia berbalik badan untuk pergi meninggalkan Vino.


"Rana.... Tunggu...!!" Vino menarik tangan Rana membuat langkah perempuan itu terhenti. "Bisakah kita berbicara sebentar saja, kita ke cafe yang ada di bawah atau kau ingin ke coffee shop, kita bisa minum kopi dan berbincang sebentar saja... Bisa kan??? "


Rana menggelengkan kepala nya dan menarik kasar tangannya yang di pegang oleh Vino. "Aku baru saja selesai minum kopi...! " Rana menatap tajam Vino kemudian berbalik badan lagi untuk pergi meninggalkan laki-laki itu.


Vino berlari menyusul Rana kemudian menghalangi jalan perempuan itu. "Kau ingin membeli kemeja itu kan??? Size berapa yang ingin kau beli, supaya pegawainya mengmbil yang kau inginkan...!! " Vino melirik ke kanan mencari seseorang. "Mbak....!" Panggilnya kepada seorang pegawai store itu. "Kami ingin kemeja yang ada di manekin itu, bisakah carikan size nya...!?? "


"Mau size yang berapa pak Bu?? " Tanya pegawai itu.


"Size L.... " Jawab Rana dan Vino bersamaan.

__ADS_1


"Eh sendiri-sendiri??? " Tanya pegawai itu, karena tadi dia melihat Rana dan Vino datang tidak bersamaan.


"Ya... Aku ingin membeli satu yang sama dengan yang itu... Kalau dia aku tidak tahu....! " Jawab Rana.


Vino tersenyum. "Ya, aku juga mau satu...! "


"Aduh maaf Pak, bu, untuk yang size L tinggal yang ada di manekin itu saja, karena habis dan stoknya masih dalam pengiriman...! " Ucap pegawai itu.


Vino melirik ke arah Rana. Perempuan itu diam tetapi dari raut wajahnya terlihat tidak nyaman. Vino sadar Rana bersikap seperti ini adalah pasti karena dirinya. "Ah tinggal satu ya??? " Tanya Vino dan pegawai itu menganggukkan kepala nya. "Baiklah mbak, eh berikan saja padanya, aku akan cari yang warna lain...! " Vino menunjuk ke arah Rana. Dia memilih untuk membiarkan kemeja itu di beli oleh Rana.


"Tidak perlu...! " Sela Rana kemudian. "Berikan saja padanya, aku bisa mencari kemeja lainnya...! "


"Tidak perlu..! " Jawab Rana ketus. "Mbak tolong yang kotak-kotak itu saja, lekas di bungkus ya??? " Rana menunjuk ke kemeja bermotif kotak-kotak. Dia tidak mau di kasihani oleh Vino atau menerima bantuan lelaki itu. Pegawai itu langsung mencari size L yang di inginkan Rana kemudian membawanya ke kasir. Rana dan Tania menyusulnya dan membayarnya kemudian pergi meninggalkan store itu.


Sementara Vino hanya bisa terdiam melihat kepergian Rana. Dia berharap bisa mengajak perempuan itu berbicara dan meminta maaf. Vino keluar dari store dan membatalkan niatnya membeli kemeja, dia coba mengejar Rana dan juga Tania. Sayangnya kedua perempuan itu memilih lift untuk turun, bukan dengan eskalator. Vino lekas berlari menuju eskalator untuk mengejar kedua nya.


"Tania, kau lihat tadi kan, Vino sepertinya mengejar kita, bagaimana ini??? " Gumam Rana.


"Saya akan menghubungi Mario agar lekas bersiap di depan dan kita bisa langsung segera pergi...! " Tania kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Mario meminta temannya itu agar membawa mobil keluar dari area parkir karena dia dan Rana akan keluar melalui pintu depan.


"Kesal sekali rasanya, di kota ini begitu banyak pusat perbelanjaan, kenapa juga kita harus bertemu dengan Vino disini??? Menyebalkan sekali...! " Gerutu Rana sambil berjalan keluar lift. "Tania please, jangan ceritakan ini pada Vitto, please please please... Kau pasti tahu apa yang akan di lakukannya jika tahu mengenai hal ini, dia pasti akan melarangku pergi keluar lagi, jadi aku mohon Tania jangan katakan ini pada Vitto ya??? Kasihanilah aku... Please...!? "

__ADS_1


"Baiklah saya tidak akan memberitahu tuan Vitto.. Tetapi ke depannya kita harus lebih berhati-hati lagi, jika saya mengatakannya saya yakin tuan Vitto akan memarahi saya dan Mario juga, karena Mario membiarkan kita berdua pergi, padahal seharusnya Mario juga bersama kita tadi..! "


"Kau benar... Itu sebabnya aku memintamu jangan mengatakan ini pada Vitto, jangan katakan juga pada Mario, aku tidak yakin dia akan mau menutup mulutnya, dia pasti akan menceritakannya pada Vitto... Ayo kita harus cepat keluar...! " Ucap Rana sambil menoleh ke belakang memastikan Vino masih mengikutinya atau tidak.


Rana mempercepat langkahnya dan Tania mengikutinya di belakang. Tania juga sesekali menengok ke belakang memastikan Vino. Dan benar saja, ternyata Vino sekarang sedang berada di lantai dua, lelaki itu berlari menuju eskalator untuk turun ke lantai 1.Tania lekas mengajak Rana segera keluar sebelum Vino menghampiri mereka, Tania juga berharap Mario lekas keluar dari area parkir.


Sampai di luar, ternyata Mario belum datang. Rana dan Tania terlihat panik serta melihat ke belakang, Vino hampir sampai di lantai satu. "Astaga Mario lama sekali...! " Gerutu Tania.


Vino akhirnya sampai di bawah dan berlari menuju pintu, dimana dia bisa melihat Rana dan bodyguard nya sedang berdiri disana yang sepertinya menunggu supir untuk menjemput mereka.


"Astaga... Dia berlari kesini...! " Gumam Rana.


"Itu mobilnya... " Seru Tania.


Mario menghentikan mobil tepat di depan Tania dan Rana, kedua perempuan itu langsung masuk dengan bawaan mereka. Bagasi sudah di buka oleh Mario dari dalam tetapi baik Rana dan Tania mengabaikannya, dan membawa belanjaannya masuk. Mario hendak keluar untuk membantu meletakkan barang ke bagasi tetapi tidak jadi karena Rana dan Tania memilih masuk ke dalam mobil.


"Kita pergi sekarang...! " Perintah Rana, Mario mengangguk, dia akan membawa Rana ke Bakery terlebih dulu sebelum pulang karena itu yang tadi di minta Rana saat dalam perjalanan kesini karena Rana ingin mengecek pembangunan Bakery nya.


Vino berlari keluar dari pusat perbelanjaan tetapi ternyata Rana sudah masuk ke dalam mobil dan pergi. Vino mengatur napasnya karena tadi berlari dan dia ngos-ngosan. "Ah... Sial.... Rana sudah pergi... Dia kenapa masih bersikap seperti itu??? Padahal dia bilang dia sudah memaafkanku... Ah ya Tuhan... Kemana dia pulang??" Gerutu Vino. "Sulit sekali rasanya menemukan tempat tinggalnya, Vitto sialan dia sama sekali tidak mau membuka mulut mengenai Rana kepadaku... Apa yang harus aku lakukan untuk bisa mengobrol berdua dengan Rana? Dan juga bagaimana aku bisa menemukan tempat tinggalnya??? "


Vino berjalan menuju area parkir, dan dia sambil terus berpikir. Banyak pertanyaan nya yang belum terjawab mengenai Rana. Sulit sekali rasanya untuk mendapatkan informasi mengenai hal itu, sebegitu tertutuonya Rana hingga membuat semua tentangnya sekarang sulit untuk di ketahuilah. "Apa lebih baik aku sekarang ke Bakery nya saja ya??? Mungkin aku bisa mendapatkan petunjuk disana, ah ya lebih baik aku pergi kesana sekarang...! " Gumam Vino kemudian berlari menuju area parkir. Dia memutuskan untuk pergi ke Bakery Rana.

__ADS_1


__ADS_2