Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 09


__ADS_3

Sore tiba, Vino datang menjemput Rana di Bakery nya. Rana terlihat sudah berdiri di depan Bakery yang sudah dia tutup tadi dan menunggu kedatangan Vino. Melihat Rana sudah menunggu, Vino keluar dari mobil dan meminta maaf kepada perempuan itu karena tadi sempat terjebak macet jadi sedikit terlambat. Tetapi Rana mengatakan jika dia baru sekitar kurang dari 10 menit menunggu kedatangan Vino.


Rana merasa bahagia sekali, sejak kedekatannya dengan Vino, lelaki itu begitu perhatian dan penuh dengan kasih sayang. Mereka selalu rajin berkomunikasi dan Vino juga selalu mengirim pesan-pesan penuh cinta kepada Rana. Yang pada akhirnya bisa membuat hati Rana menjadi luluh.


Awalnya Rana merasa sangat khawatir dekat dengan Vino, karena lelaki itu berasal dari keluarga kaya, tetapi Vino bisa meyakinkan Rana bahwa dia tidak pernah memandang status dan derajat orang. Cinta juga bisa mendatangi siapa saja tanpa pandang bulu. Semua yang di ucapkan Vino memang selalu bisa membuat Rana menjadi meleleh, lelaki itu penuh dengan kelembutan walaupun terkadang dia tampak misterius.


Vino menoleh ke arah Rana yang duduk di sebelahnya, dan perempuan itu membalas senyumannya. Vino kemudian menggenggam jemari Rana, mengangkatnya dan menciumnya dengan lembut. Yang akhirnya membuat pipi Rana memerah karena perlakuan manis Vino.


Vino tersenyum jahat tanpa Rana ketahui. Dia merasa sangat senang karen begitu mudahnya Rana masuk ke dalam jebakannya. Rana terlalu mudah dibodohi, dia tidak tahu bahwa Vino telah mempersiapkan hal besar yang nanti akan membuat perempuan ini tidak akan bisa keluar dengan mudah sampai semua pembalasan dendam Vino berakhir.


"Ini baru awal, setelah ini kau akan masuk ke dalam perangkapku lebih dalam lagi hingga kau akan kesulitan untuk keluar bahkan bernapas, dasar gadis bodohh" Gumam Vino dalam hati.


"Rana sayang, nanti malam aku akan menyuruh supir untuk menjemputmu, kita dinner bareng di rumahku, oke???


"Dinner di rumahmu??"


"Kenapa??? Apa kau ingin di restoran? Baiklah aku akan reservasi restoran"


"Ah tidak-tidak, di rumahmu saja"


Vino menoleh ke arah Rana dan tersenyum. "Aku ingin membalasmu karena kau pernah mengijinkanku makan malam dirumahmu"

__ADS_1


"Kau berlebihan aku hanya memberimu mie instan tapi kau selalu saja membahasnya, seolah aku sudah memberimu sekarung emas saja"


"Walaupun hanya semangkuk mie instan tetapi itu sangat berarti untukku"


Dan akhirnya mereka sampai juga di rumah Rana. Vino memegang lagi jemari Rana dan menciumnya. Rana kemudian mengucap terima kasib karena sudah diantar pulang dan melepas seat belt. Saat Rana hendak membuka pintu mobil, Vino menahan tangannya dan dia menoleh ke arah lelaki itu sambil mengangkat alisnya.


Vino melepaskan seat belt nya lalu memegang pinggang Rana dan menariknya agar mendekat padanya. Tetapi dengan secepat kilat, Vino langsung mencium Rana. Rana yang masih terkejut hanya diam tidak membalas ciuman Vino. Dan saat dia membuka mulut untuk mengatakan sesuatu pada lelaki itu, justru lidah Vino menelusup masuk ke dalam mulutnya dan bermain disana. Merasakan panas yang menjalar di mulutnya, Rana pun mulai mencoba membalas ciuman Vino.


Keduanya larut dalam ciuman itu hingga akhirnya Vino melepaskan bibir Rana. Napas keduanya pun terengah-engah. Wajah Rana kembali memerah, ini adalah pertama kalinya dia berciuman dengan Vino, lelaki itu terlihat begitu ahli hingga hampir membuatnya kewalahan. Untungnya Rana berusaha untuk mengimbangi ciuman Vino.


"Aku mencintaimu Rana, sampai jumpa nanti malam" Ucap Vino.


"Sampai jumpa"


Malam tiba dan Rana juga sudah bersiap dan menunggu untuk di jemput oleh supir Vino. Tadi lelaki itu sudah mengatakan jika supirnya sudah berangkat ke rumahnya. Benar saja, Rana sudah di jemput oleh supir Vino.


Akhirnya Rana sampai juga di rumah Vino, ini kedua kalinya dia datang kesini setelah pesta itu. Rumah ini begitu besar tetapi Vino pernah mengatakannya jika dia hanya tinggal sendirian disini bersama beberapa pelayan rumahnya karena orangtuanya tinggal di luar negeri. Supir itu membukakan pintu mobil agar memudahkan Rana keluar, lalu mempersilahkannya untuk masuk karena Vino sudah menunggunya.


Pintu pun di buka oleh seseorang, dan Rana di buat terkejut karena rumah itu terlihat gelap tetapi kemudian saat Rana melihat ada cahaya dibawahnya.Ada banyak cahya lilin yang membentuk sebuah jalan untuk di lewati. Rana berjalan di antara lilin-lilin itu, dan itu mengarah ke belakang, yang Rana tahu itu adalah halaman belakang rumah Vino, dimana dulu dipakai untuk pesta.


Perlahan Rana melangkah mengikuti lilin-lilin itu sampai akhirnya dia terkejut menemukan Vino setengah berjongkok dan mengulurkan tangannya ke arah Rana. Rana pun meletakkan tangannya di atas telapak tangan Vino, lalu lelaki itu berdiri dan membawa Rana ke dalam pelukannya kemudian mengajaknya ke meja serta kursi yang ada di tepi kolam renang.

__ADS_1


Meja itu sudah di persiapkan sedemikian rupa, ini benar-benar terlihat begitu memukau membuat takjub siapapun yang ada dintempat ini. Semua perempuan akan merasa mereka adalah seorang putri jika diperlakukan seperti ini.


Vino menarik kursi untuk Rana, dan mempersilahkannya untuk duduk. Vino pun ikut duduk dan terus tersenyum memandangi Rana tetapi kemudian Vino bertepuk tangan dan sedetik kemudian ada seorang pelayan yang datang membawa pembuka sajian untuk mereka berdua. Dibelakangnya diikuti oleh seorang Chef.


"Sayang, perkenalkan ini Chef Mateo dari restoran Italia yang terkenal disini, aku sengaja memanggilnya datang kesini khusus untuk memasak makanan untuk dinner kita malam ini"


Chef itu membungkukkan badannya dan menyalami Rana dengan sangat sopan. Lalu dengan logat khas bule nya dia mengenalkan makanan pembuka buatannya.


" Hello miss Rana, spesial untuk appetizer malam ini, saya membuat Savory Prosciutto dengan Pie asparagus untuk anda dan mister Vino, selamat menikmati"


"Thanks Mateo" Ucap Vino.


Lalu chef dan pelayan itu meninggalkan Vino dan Rana. Mereka berdua pun menikmati hidangan itu. Rana memejamkan matanya menikmati pie kotak itu dengan isian krim asparagus yang begitu enak di lidah, semua kombinasinya begitu pas. Rana bahkan berpikir akan mencari resep untuk membuatnya, ini benar-benar enak.


"Kurasa ini terlalu berlebihan jika hanya sekedar untuk dinner" Gumam Rana.


"Berlebihan??? Kurasa tidak juga, ini aku siapkan untuk orang yang aku sayangi, jadi wajar saja, sudahlah sayang ayo nikmati saja"


Setelah menghabiskan hidangan pembuka yang lezat itu. Datang lagi menu utama daging domba yang terlihat begitu menggoda dan baunya begitu enak.


"Ini menu main course kali ini Contemporary coda alla vaccinara" Ucap Chef mateo lagi dan mempersilahkan Vino dan Rana menikmatinya.

__ADS_1


Setelah selesai dengan menu utamanya, kini datanglah makanan penutupnya. Sebuah pizza tetapi dengan topping aneka berries, seperti rasberi, stroberi, bluebery dan lainnya. Rasanya tidak kalah nikmat dengan menu sebelumnya. Rana benar-benar menikmatinya dan mencoba menerka bahan apa saja yang digunakan, dia ingin sekali bisa membuatnya dan bisa dijadikan menu tambahan di bakery nya.


__ADS_2